
Hari ini misi pertama adalah menjebak Fernando.
Jung Hwa sengaja mengumpan dirinya dan mengajak Fernando untuk minum minum.
Jung Hwa menyambangi Fernando ke ruangannya.
Permisi...
Oh,silahkan masuk.
Ada angin apa bocah tengik ini sudah datang ke ruanganku pagi pagi,apa dia mau mencuri informasi tentang klienku?
Jung Hwa lalu duduk di kursi di depan Fernando.
Kalau bukan karena ingin menjebakmu,melihat wajahmu pun aku tak sudi dasar tikus got.
Begini,maksud dan tujuanku kemari adalah ingin mentraktirmu minum.
Mengingat hubungan kita yang buruk dan kita juga akan menjadi lawan di pengadilan nanti.
Aku ingin ini menjadi momen perdamaian kita.
Jadi apapun hasil di pengadilan nanti,baik kalah atau menang hubungan kita sebagai rekan kerja harus tetap baik dan terjaga.
Fernando bingung dengan sikap Jung Hwa yang tiba tiba ramah padanya.
Hei..hei..ada apa ini?
Kenapa kau jadi baik sekali?
Apa kau sudah melihat kekalahan di hadapanmu?
Tunggu,niatmu itu malah memberiku jalan untuk memulai rencanaku.
Aku tidak perlu pusing memikirkan untuk menjebakmu malah kau yang menjatuhkan diri ke perangkapku.
Hahahaha,Fernando aku pasti seperti tikus yang menjadi mangsa ular sepertimu sekarang.
Tapi kau tidak tahu kan kalau aku sudah menyiapkan semua untuk balik memangsamu.
Baik,mari pasang topeng munafik kita masing masing sekarang sebelum nanti kita akan ligat siapa yang akan menjadi mangsa dan pemangsa.
Baiklah,boleh juga.
Aku akan menerima tawaranmu.
Tapi apa aku boleh membawa kekasihku?
Itu tidak melukaimu kan??
Tentu saja,bawalah dia.
Aku tidak apa apa.
Dasar bodoh,tentu saja Ae Ri harus ikut karena kau harus membayar perbuatanmu padanya.
Selesai berbicara perihal tadi Jung Hwa langsung keluar dari ruangan itu.
Jung Hwa langsung mengendurkan dasinya.
Ia langsung mengeluarkan nafas dalam.
Fiuhhhhhhhh....
Andai saja tadi kami berada di arena tinju dan bukan di kantor pasti sudah aku hajar dia walau harus sepuluh ronde.
Jung Hwa juga mengontak tim lain yang sudah bersiap.
Pertama ia menelfon Dae Ho untuk menanyakan kamera pengawas yang ia minta untuk di beli.
Halo,Dae Ho bagaimana?
Apa kau sudah mendapatkannya?
Iya..iya,aku sudah dapat.
Tapi kau akan mengganti uangku kan?
Ini cukup mahal.
Iya..iya,tenang saja akan aku ganti.
Bagaimana dengan Song Yi?
Tidak tahu,coba saja kau telfon.
Baiklah..baiklah.
Jung Hwa lalu menghubungi Song Yi juga.
Song Yi,bagaimana?
Kau sudah siap kan untuk malam ini?
Iya..iya tenang saja.
Mengalihkan perhatian atau berkelahi sekalipun aku akan sanggup.
Tapi aku akan dapat bayaran kan?
Heisshh,kau cocok sekali dengan Dae Ho.
Dasar mata duitan!
Tenang saja,aku akan memberi kalian imbalan kalau semunya berjalan sukses dan lancar.
Huh,orang orang ini.
Benar benar memusingkan aku saja.
Jung Hwa benar benar tidak sabar menunggu waktu berjalan dan akhirnya waktu yang di nanti itu tiba.
Jung Hwa juga mereservasi kursi di sebuah restoran jepang dengan ruangan masing masing berupa bilik.
Ini jelas untuk mempermudah rencana itu.
Dae Ho juga sudah memasang kamera kecil di tas kerja Jung Hwa.
Yun Hee dan Dae Ho akan memonitor di mobil,Song Yi juga bersiap jika sudah waktunya ia keluar nanti maka ia akan masuk dan memainkan perannya.
Baiklah...ayo kita mulai.
Jung Hwa sudah lebih dulu menunggu di restoran itu.
Beberapa kali ia mengecek jamnya.
Aduh kenapa belum datang juga.
Tidak lama keresahan Jung Hwa akhirnya jadi hilang.
Pintu kayu ruangan itu tergeser.
Fernando dan Ae Ri segera masuk ke dalam.
Ae Ri sempat menganggukkan kepala sambil menatap Jung Hwa pertanda ia sudah siap melakukan semua rencana tersebut.
Tapi Fernando yang angkuh malah berfikiran lain.
Hem,pasti kau masih ada rasa yang melihat mantan kekasihmu tersayang.
Sayang sekali,ia sudah menjadi milikku sekarang.
Jung Hwa juga menggeram dalam hati melihat wajah busuk Fernando.
Dasar pria licik,kau pasti sudah mengira ini adalah malam kemenanganmu kan?
Tunggu saja,aku sudah menyiapkan lubang kegagalan untukmu masuki sendiri.
Mereka sudah duduk berhadapan.
Fernando sengaja merangkul Ae Ri seperti pamer kemesaraan di depan Jung Hwa.
Ae Ri terlihat terpaksa menerima perlakuan Fernando.
Sekarang saja kau mesra padaku,tapi lihat saja kalau di luar atau hari hari bisa,kabarmu pun tidak pernah kau beritahu padaku.
Satu satunya orang bodoh di sini adalah kau,yang terlalu percayan diri dan tidak sadar sedang di jebak.
Jung Hwa baru melihat betapa bodohnya Fernando sekarang.
Di mobil,Yun Hee,Dae Ho dan Song Yi sedang megawasi pergerakan Jung Hwa dan yang lainnya di dalam.
Wah,Fernando itu benar benar menganggap dirinya hebat karena berhasil mendapatkan Ae Ri ya.
Apa Jung Hwa cemburu??
Yun Hee langsung menatap Song Yi yang ceplas ceplos dengan mulut besarnya itu.
Dia tidak memiliki perasaan apa apa lagi pada Ae Ri.
Ini semua juga ia lakukakan agar Ae Ri bisa bersama dengan Fernando.
Yun Hee dengan wajah kesal menjawab omongan Song Yi.
Wah,ternyata kau bisa marah juga.
Aku minta maaf dengan ucapanku tadi.
Dae Ho malah tertawa melihat Song Yi dimarahi oleh Yun Hee.
Plaakkkkk
Seenakanya saja Song Yi mendorong kepala belakang Dae Ho.
Apa yang kau tertawakan hah!
Fokus saja dengan pemantauanmu.
Makanya,kau harus lebih hati hati dengan mulutmu.
Sudah,ayo kita perhatikan mereka lagi.
Satu kalimat dari Yun Hee sudah cukup untuk melerai dua kera yang selalu berdebat itu.
Kembali ke Jung Hwa dan Fernando di dalam.
Pelayan telah datang membawa daftar menu.
Jung Hwa mempersilahkan Fernando memesan duluan.
Sambil ia menaruh tas yang sudah dilengkapi kamera pengawas itu di atas meja.
Kini posisi kamera itu sudah pas dan mengahadap ke Fernando.
Tim pengawas sudah fokus pada layar monitor ponsel dan mengawasi target.
Jung Hwa dan Fernando mulai berbincang singkat.
Jung Hwa mulai memberi ruang agar Fernando bisa menaruh obat di minumannya.
Ia permisi untuk ke kamar kecil sebentar..
Saat hanya Fernando dan Ae Ri saja yang lagi tersisa,Fernando berkilah meminta Ae Ri mengambil sesuatu yang tertinggal di mobilnya.
Ae Ri,sepertinya aku meninggalkan ponselku yang satunya di mobil.bisa kau ambilkan?
Menyingkirlah sebentar agar aku bisa memulai rencanaku Ae Ri.
Kau akan terlibat skandal lagi dan itu akan menjadi alasan perpisahan kita agar kau tidak menggangguku lagi.
Hem,baiklah berikan kuncinya.
Akan aku ambilkan.
Fernando segera menyerahkan kunci mobil itu pada Ae Ri.
Ternyata benar,kau memang sudah berniat jahat.
Lihat saja nanti,saat kau sudah terjebak denganku.
Aku yang akan membuat hidupmu menderita.
Saat hanya tinggal ia sendiri di ruangan itu,,Fernando mulai melancarkan aksinya.
Ia membubuhi obat ke minuman Jung Hwa dan Ae Ri.
Hal itu terpantau oleh tim Yun Hee di mobil.
Wahm..wah..lihat.
Dia benar benar melakukannya..
Hei,Dae Ho jangan terlalu heboh.
Suara besarmu bisa membuat kita ketahuan.
Yun Hee segera menghubungi Jung Hwa untuk memberi tahunya kalu Fernando sudah menabur obat itu.
Halo,...Jung Hwa.
Iya Yun Hee,bagaimana?
Mangsa sudah bergerak,ia sudah memasukkan obat ke minumanmu dan Ae Ri.
Baiklah,kalau begitu minta Dae Ho menghubungi polisi dan mendia untuk meliput saat Dae Ho di grebek nanti.
Iya ..iya baiklah.
Minta juga Song Yi untuk bersiap.
Tidak lama lagi gilirannya masuk.
Jung Hwa menyudahi telfon itu.
Ia dan Ae Ri juga sudah masuk kembali ke dalam.
Jung Hwa menatap Fernando dengan datar..
Sementara Fernando menunggu dimana Jung Hwa dan Ae Ri meminum minuman mereka.
Ia berencana akan mengajak mereka bersulang nantinya.
Kini giliran Song Yi beraksi.
Ia tiba tiba saja masuk ke ruangan itu dan berpura pura mabuk.
Ia langsung menjatuhkan dirnya ke Fernando.
Sontak saja Fernando kaget.
Hei,siapa kau!!!
Song Yi lalu berakting mabuk?
Aku??Kau tidak mengenalku?
Pria brengsek,aku ini istrimu??
Apa?
Dasar orang mabuk,aku bahkan belum menikah.
Song Yi lalu mengacak ngacak wajah Fernando.
Saat itulah Jung Hwa dengan cepat menukar minuman itu.
Yes...berhasil.
AIISSSHHHHHHH...
Fenrnando lalu mendorong Song Yi.
Maaf..Maaf..
Sepertinya aku salah orang.
Song Yi lalu terhuyung huyung dan keluar dari ruangan itu.
Sialan,berani sekali ia mendorongku.
Awas saja nanti akan aku habisi kau!!