
Kenapa denganmu Jung Hwa??
Raut wajah Jung Hwa menyesal dan tidak lama kelopak matanya berkerut karena menangis..
Aku minta maaf,aku menyesal...
Hidupku yang sekarang begitu buruk,aku tidak lagi mempunyai orang di sisiku..
Tapi jika aku mati maka hanya akan membuat ayahku berduka dan lebih menyalahkan hidupnya..
Apa yang harus aku lakukan,untuk hidup aku tidak punya tujuan dan harapan lagi....
Diriku sendiri terlalu bermasalah...
Yun Hee segera memeluk Jung Hwa..
Heiy,jangan begini.
Ini adalah cobaan,kau belum berkahir...
Bukankah dulu kau bekerja keras untuk mencapai semua ini?
Sekarang kau hanya perlu bekerja lebih keras lagi seperti sebelumnya..
Apa yang kau maksud tidak ada orang di sisimu?
Aku,ayahmu juga nenek dan anggota keluarga lain selalu menyertaimu..
Hanya kau yang tidak mau mendekat pada kami..
Jung Hwa mungkin ini adalah cara tuhan menyadarkanmu agar lebih dekat dengan keluarga..
Dan yah...emosimu yang seperti banteng itu memang harus di ubah,aku selalu menjadi kain merah yang menjadi sasarah amukanmu..
Jung Hwa lalu tersenyum kecil di balik pelukan Yun Hee.
Perlahan ia melepaskan diri dari pelukan Yun Hee dan mereka saling menghadap..
Yun Hee merapikan rambut depan Jung Hwa yang berantakan dengan tangannya..
Jangan putus asa,kalau kau benar benar mencintai kekasihmu sekarang kau harus berjuang agar bisa seperti dulu.
Aku yakin kau bisa mengubahnya..
Hei,apa ini tidak keterlaluan..
Bukankah kebengisanku padamu sudah melewati ambang batas normal?
Dan sekarang kau masih ingin membantuku dan menyemangatiku?
Yun Hee tersenyum..
Itu hanyalah hal biasa di hidupku.
Kau tahu,dulu saat aku masih bersama orang tuaku,kami bahkan sering mendapat kekerasan.
Ayah dan ibuku membukan usaha simpan pinjam.
Saat menangih pada orang orang yang meminjam itu,mereka tidak seramah saat mengajukan pinjaman.
Mereka bahkan lebih galak dari ayahku.
Mereka juga kadang meneror aku dan ibuku.
Hemm..hidup berat itu sudah biasa bagi kami.
Hingga kasus terakhir yang membuat orang tuaku di penjara.Seseorang mengajukan pinjaman dengan nama orang lain.Si peminjam itu kabur dan saat ayahku menagih pada nama yang di ajukannya,ayahku malah di cekal dan di tuduh mencemarkan nama baik.
Parahnya orang yang jadi nama pinjaman itu adalah orang yang berkuasa dan saat itu juga padahal tinggal hitungan hari aku akan menikah.
Jadilah kami sekeluarga hancur,aku gagal menikah dan orang tuaku di penjara.
Ayahmu sudah berjuang sekuat tenaga bahkan tanpa meminta bayaran karena kalah di persidangan.
Orang yang berkasus itu menyuap hakim dan jaksa.
Hem..dunia ini benar benar keras.
Nama baik dan kekuasaan sangatlah penting.
Tunanganku menolak untuk menikahiku karena memalukan..
Jauh sebelum kau hancur karena nama baikmu tercemar,aku sudah lebih dulu merasakan pahitnya..
Jadi,ayo tegakkan bahumu..
Yun Hee menepuk kedua punggung Jung Hwa..
Hei...pukullah aku..
Tampar aku juga...
Aku sudah amat sangat banyak bersalah padamu..
Hemm...sudah..
Aku tidak mungkin melakukannya.
Memukul binatang pun aku tidak tega,apalagi memukul manusia..
Lebih baik buka lembaran hidup barumu mulai sekarang...
Sejak kapan gadis yang aku nikahi secantik ini?
Baru aku lihat atau selama ini mataku di butakan kebencian sehingga tidak bisa menyadari wajah istriku yang amat sangat cantik..
Malam itu Jung Hwa tidak tidur,ia merasa dirinya yang selama ini dirasuki setan sudah sadar dan kembali ke jalan yang benar.
Ia ingin berusaha lagi dari awal..
Hal pertama yang Jung Hwa lakukan adalah menelfon ayahnya..
Halo....ayah..
Iya Jung Hwa,kenapa menelfon tengah malam begini?
Ayah,aku minta maaf.
Aku selalu menyusahkan ayah.
Pasti sangat sulit membesarkan anak keras kepala seprtiku sendirian setelah ibu tidak ada.
Ayah Jung Hwa terharu dan tersenyum.
Putraku,akhirnya kau bisa berubah.
Sekarang kau benar benar dewasa,Yun Hee pasti sudah menyadarkanmu.
Aku bangga padamu putraku.
Iya Jung Hwa,ayah sudah memaafkanmu.
Maaf juga ayah tidak bisa memberimu perhatian sempurna selayaknya orang tua lain.
Ayah sering sibuk mencari nafkah dan tidak memperhatikanmu.
Pasti karena itulah kau keras seperti sekarang.
Ayah minta maaf akan hal itu..
Ayah dan anak itu saling mengakui kesalahan dan minta maaf satu sama lain.
Mendadak tenggorokan Jung Hwa kering.
Ia ingin ke dapur untuk mengambil minum..
Saat hendak ke dapur ia melintasi kamar Yun Hee,tiba tiba terlintas di fikirannya ingin melihat Yun Hee.
Ia menghentikan langkah dan berbalik..
Jung Hwa benar benar membuka pintu kamar Yun Hee dan melihat Yun Hee yang sedang tertidur pulas.
Fiuhhhh....
Jung Hwa menghembuskan nafasnya...