
Jung Hwa dan firma hukumnya mendapat banyak sekali telfon masuk.
Media massa juga mengkritik hukum yang timpang tindih di negeri ini karena ulah Jung Hwa.
Ia menjadi sasaran massa dan sorotan utama media.
Jung Hwa di minta pulang karena para wartawan terus memburunya.
Membuat keributan dan mengakibatkan aktifitas kerja terhambat.
Dengan was was dan harus menyamar akhirnya Jung Hwa berhasil pulang dari pintu belakang.
Yun Hee kaget ternyata yang datang adalah Jung Hwa.
Ia tentu juga tahu hal yang menimpa Jung Hwa karena berita tentang Jung Hwa tersiar ke seluruh Negri.
Wajah Jung Hwa benar benar tidak enak di padang.
Ia juga akan di sidang oleh firma hukumnya dan di hukum atas perbuatannya yang melanggar norma itu.
Pulang pulang Jung Hwa langsung mengamuk di rumahnya.
Yun Hee juga tentu menjadi sasaranya..
Sialllllllll
Kenapa setelah menikah denganmu hidupku jadi sial begini..!!!
AAARRRRGGGGHHHHHH...
Yun Hee terdiam di sudut melihat amukan suaminya.
Jung Hwa mengahancurkan segala yang ada di depannya.
PRAKKKKKKKKKK....
Baru saja vas bunga lebur karenanya..
Ia juga meninju di dinding dengan kuat...
Ya tuhan,hentikanlah Jung Hwa.
Jangan biarkan ia lebih sakit lagi.
Jikalau memang ini karena kesialan hamba limpahkanlah semua pada hamba dan bukan pada Jung Hwa yang sudah rela menyelamatkan hamba.
Baru saja,Yun Hee sibuk berdoa untuk Jung Hwa.
Sekarang Jung Hwa sudah ada di hadapannya sambil menarik kuncir rambut Yun Hee dari belakang dengan kuat.
Awww.
Wajah Yun Hee menahan sakit karena rambutnya di tarik seperti itu.
Wajahnya juga menengadah ke atas menatap Jung Hwa.
Hei...gadis sial!!
Kau tahu,yang aku bela dan membuat aku berkorban dengan nama baikku sekarang adalah kekasihku!!
Dia adalah dokter bedah yang bersalah itu!!!
Andai saja,aku tidak terikat pernikahan bodoh ini denganmu aku pasti sudah menikah dengannya sekarang!!
Pasti aku bahagia dan tidak sengsara seperti ini!!
Pertahanan Yun Hee runtuh..
Air matanya mengalir,air mata itu sudah tidak terbendung lagi.
Walau tanpa suara tapi tatapan mata Yun Hee benar benar menyedihkan.
Jung Hwa lalu melepas tangannya yang menarik rambut Yun Hee tadi.
Mungkin ia rasa sudah cukup memberi Yun Hee pelajaran.
Jung Hwa lalu masuk ke kamarnya dan membanting pintu dengan kuat.
Yun Hee walau dengan tangisnya tetap membereskan rumah yang hancur dan berantakan karena amukan Jung Hwa tadi.
Saat membersihkan kepingan Vas bunga yang pecah tadi tangannya terluka dan berdarah.
Walau meringis ia memilih menunda mengobatinya dan lajut berbenah.
Dae ho baru saja akan pergi kerja,di lihatnya Yun Hee sedang membuang banyak sampah di tong sampah dekat rumah di luar pagar.
Saat Yun Hee berbalik,ia berhadapan dengan Dae Ho yang baru saja keluar rumah.
Tatapan Yun Hee yang menyedihkan itu tertangkap Dae Ho.
Ia juga melihat tangan Yun Hee berceceran darah akibat luka tadi.
Langsung saja Dae Ho menghampiri Yun Hee dan meraih tangannya.
Kenapa dengan tanganmu?
Kenapa juga penampilanmu urak urakan sekali?
Yun Hee hanya diam dan tidak mampu menjawab karena sekali saja mulutnya terbuka maka air matanya akan berderai keluar.
Dae Ho yang prihatin tanpa fikir panjang membawa dan menarik Yun Hee ke rumahnya.
Di sana ia mengobati Luka di tangan Yun Hee.
Yun Hee tetap diam dan tidak bicara..
Sesekali Dae Ho memerhatikan wajah Yun He.
setelah luka itu selesai di obati ia menatap Yun Hee dan mencoba mencari tahu apa yang terjadi.
Hem...maaf kalau aku lancang.
Tapi yang tadi ribut itu kau dan suamimu kan?
Kalau boleh tahu sebenarnya apa yang terjadi??
Yun Hee menatap pada Dae Ho.
Ia sudah tidak kuat lagi dan benar benar jatuh.
Ia menangis keras dan Dae Ho langsung membawanya dalam pelukannya.
Beban ini terlalu berat untuk ia tanggung sendiri.
Akhirnya ia memutuskan menceritakan semuanya pada Dae Ho walaupun ia adalah orang yang baru di kenalnya.
Mulai dari orang tuanya yang di penjara,terpaksa menikah juga perlakuan kasar suaminya.
Dae Ho yang mendengar hal itu benar benar merasa miris dan kasihan.
Bagaimana mungkin gadis muda dan cantik ini menjadi bulan bulanan suaminya padahal ia tidak melakukan salah apa apa.
Dae Ho merasa seakan hatinya tersayat mengetahui penderitaan hidup Yun Hee.
Dan di saat yang sama,ada debaran yang datang saat dia memerhatikan Yun Hee dengan seksama seperti sekarang.
Gadis yang menyedihkan ini mengetuk pintu hatinya yang telah lama tertutup.