THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
KEMBALI PULANG



Di hari yang tentukan,Yun Hee terbang menuju Kanada.


Dae Ho dan ibunya ikut serta pergi menemani Yun Hee sementara waktu,sementara menyesuaikan diri di sana.


Tapi,saat Yun Hee pergi ada sesuatu yang mengejutkan masih tertinggal di Korea.


Seorang pria koma sedang di rawat di rumah seorang pensiunan dokter yang beralih profesi menjadi seoang alhi terapi akupuntur di sebuah pegunungan.


Ia menyelamatkan pria itu saat turun gunung,pria dengan luka parah di sekujur tubuh itu sepertinya terlempar oleh ledakan yang kuat.


Sejak hari dimana ia mendapat kecelakaan itu sampai sekarang ia masih koma dan belum membuka matanya.


Tanda tanda vital di tubuhnya masih berfungsi bagus karena aliran darahnya sudah di lancarkan dengan teknik akupuntur dari penyelamatnya.


Pria itu merawatnya sepenuh hati hingga kelak pria itu sadar dan sembuh seperti sedia kala.


Yun Hee sudah berada di Kanda.


Song Yi juga sudah memulai program mempercantik diri.


Tanpa terasa waktu empat tahun sudah berlalu begitu saja.


Yun Hee sudah lulus di universitas kedokteran di Kanada.


Ia juga sudah magang selama 1 tahun di rumah sakit besar di sana.


Yun Hee menjadi lulusan terbaik dan terbilang cepat.


Sudah banyak rumah sakit di Kanada yang menawarinya pekerjaan namun ia menolak dan memilih untuk kembali ke Korea.


Tepatnya hari ini,ia sudah mendarat dengan selamat di Korea.


Dae Ho dan ibunya menjemput Yun Hee di penjara.


Yun Hee langsung tersenyum sumringah saat melihat dua orang tersayangnya itu datang menjemput kedatangannya kembali.


Oh iya,saat berkuliah di Kanada ia tetap memakai cincin pernikahannya dengan Jung Hwa.


Nyatanya waktu yang lama juga negara yang berbeda tidak membuat Yun Hee lupa akan orang yang di cintainya.


Setiap ada pria yang mendekatinya,ia akan berkata ia sudah menikah dan memiliki suami.


Tidak ada celah untuk pria selain Jung Hwa di hati Yun Hee.


Yun Hee sekaligus pulang untuk menyambut kebebasan orang tuanya yang sudah selesai masa tahanannya.


Tanpa terasa waktu berlalu dengan cepatnya.


Ibu,oppa..


Yun Hee merangkul kedua orang itu.


Aigoo,Yun Hee.


Akhirnya kau pulang kembali.


Aku sangat rindu padamu..


Iya ibu,aku juga rindu sekali padamu.


Bagaimana dengan oppamu ini?


Apa kau tidak merindukanku??


Em,oppa jelekku ini.


Tentu saja aku juga rindu.


Yun Hee melepas pelukannya.


Ayo pergi,aku sudah rindu masakan rumah.


Aku juga ingin menjemput ayah dan ibu.


Baiklah,ayo..


Hari itu Yun Hee kembali menghirup udara di negara kelahirannya kembali.


Kebahagiaan juga berdatangan menghampirinya.


Orang tuanya bebas dari penjara,mendapat pekerjaan dengan diterimanya ia di rumah sakit yang sama dengan Dae Ho,juga pertunangan Dae Ho dan Song Yi.


Selama kepergiannya,Song Yi benar benar merubah dirinya.


Walau masih berkutat dengan dunia taekwando.


Tapi sekarang Song Yi sudah berubah menjadi wanita yang cantik dan terawat berkat bimbingan Ae Ri dan kerja kerasnya sendiri tentunya.


Dengan segala upayanya,Song Yi berhasil memikat hati Dae Ho yang sebelumnya tidak melirik Song Yi sebagai wanita.


Suami Ae Ri juga sudah bebas dari penjara.


Karena berkelakuan baik,Fernando mendapat banyak remisi dan akhirnya bisa bebas.


Sekarang Fernando juga sudah menjadi orang yang bersih dan baik.


Ia sangat menyayangi putrinya dan Ae Ri.


Semua orang itu ikut serta di acara makan malam menyambut Yun Hee kembali di rumah Dae Ho.


Yun Hee tersenyum bahagia.


Semuanya juga saling berpasangan,ayah dan ibunya,Song Yi dan Dae Ho,Fernando dan Ae Ri juga ayah dan ibu Dae Ho.


Hanya Yun Hee yang sendiri.


Ia memandang dengan senyum pada sekelilingnya.


Andai saja Jung Hwa juga ada sini,ia pasti sudah menemaniku di sini dan selalu tersenyum padaku.


Tapi aku yakin,ia tetap memerhatikanku dari atas sana.


Song Yi lalu menyadari hal itu.


Yun Hee,ada apa?


Kenapa memandang kami begitu??


Ah,tidak..


Yun Hee tersenyum tidak enak.


Aku hanya iri,kalian semua berpasang pasangan..


Semua orang di meja makan itu lalu terdiam.


Mereka semua prihatin pada Yun Hee dan merasa bersalah.


Hei...hei..kenapa wajah kalian begitu?


Ucapanku merusak suasana ya??


Tidak apa apa,aku cuma asal bicara saja.


Song Yi yang sudah seperti kakak Yun Hee lalu mengomel.


Hei!!!!


Melihatmu seperti ini membuatku merasa bersalah tahu.


Kau katakan saja pria seperti apa yang kau mau.


Akan kucarikan untukmu!!


Ae Ri juga ikut berkomentar.


Iya Yun Hee bukalah hatimu.


Kalau memang kesedirian itu memberatkan untukmu.


Yun Hee melambaikan tangan tanda menolak.


Tidak,aku tidak ingin membuka hati lagi.


Ia lalu memandang jari manisnya yang masih terikat oleh cincin pernikahan dari Jung Hwa.


Aku masih punya ini,cincin ini adalah Jung Hwa.


Selama ini masih di jariku,berarti aku tetap istri Jung Hwa.


Dae Ho menahan sedih adik angkatnya ini.


Yun Hee,jika di dunia ini pernah aku temui wanita paling setia,itu adalah kau.


Kau tidak melupakan Jung Hwa walau waktu dan keadaan sudah berubah.


Tapi itu juga menjadi kekhawatiran kami semua,karena kami tahu kau masih terkubur dalam lubang duka dan belum juga keluar.


Semua yang ikut di makan malam itu mengasihi Yun Hee sepenuhnya.


Song Yi langsung memeluk Yun Hee sambil menangis.


Dasar gadis bodoh,untuk apa wajah cantikmu itu.


Bagaimana aku bisa bertunangan kalau calon adik iparku bahkan masih sendiri dan belum memiliki pendamping.


Ah,Song yi.


Jangan begitu.


Kau harus berbahagia dengan oppa.


Aku akan selalu berdoa untuk kalian.


Fernando mencoba menacairkan suasana.


Baiklah,mari hilangkan kesedihan ini.


Ayo kita bersulang..


Baik...


Ayo angkat gelas kalian semua dan bersulang untuk kepulangan Yun Hee.


Bersulang...


Semuanya bersulang meneguk bir menyambut kedatangan Yun Hee kembali.


Malam itu menjadi malam yang sangat hangat dan membahagiakan setelah 4 tahun Yun Hee berada di negeri orang.


Yun Hee tidur dengan nyenyak bersama ibu Dae Ho dan ibunya.


Di apit oleh dua wanita yang sangat mencintainya.


Tiada lagi kebahagiaan yang lebih dari ini.


Esok harinya,orang tua Yun Hee memutuskan ingin pulang ke kampung halaman mereka di banding tinggal di Seoul.


Mereka lelah dengan hiruk pikuk kota dan merindukan suasana tenang kampung halamannya.Yun Hee tetap tinggal di Korea di rumah Dae Ho.


Yun Hee juga menghargai keputusan orang tuanya.


Dengan bekal uang yang di berikan Yun Hee,orang tuanya bisa membuka usaha baru dan berkebun di sana nanti.


Orang tuanya berpamitan pada Yun Hee dan orang tua Dae Ho.


Yun Hee jaga dirmu baik baik dan jangan lupa makan.


Iya ibu,aku akan ingat.


Dan nyonya,terima kasih sudah merawat Yun Hee selama kami di penjara.


Terima kasih juga mau menganggapnya anak.


Ibu Yun Hee membungkuk berterima kasih pada ibu Dae Ho.


Hei,kenapa begitu..


Ibu Dae Ho segera memegang lengan Ibu Yun Hee.


Yun Hee adalah anak yang baik,aku juga berterima kasih karena membiarkan Yun Hee menjadi putriku juga.


Aku akan menjaganya dengan baik


Sering seringlah berkunjung,kalian akan selalu di terima disini.


Setelah perpisahan mengharukan itu,ibu dan ayah Yun Hee berangkat dengan mobil lama mereka.


Yun Hee melambai sejalan berjalannya mobil itu.


Yun Hee,kapan kau akan mulai bekerja.


Em......


Nanti dulu oppa,aku masih capek.


Aigo,dasar gila kerja.


Adikmu baru saja sampai Korea kemarin,biarkan dia istirahat dulu.


Yun Hee tersenyum karena di bela ibu angkatnya.


Yun Hee memeluk ibunya itu dengat erat.


Ibu......


Aku masih rindu,nanti malam aku tidur dengan ibu lagi ya.


Iya..iya nak.


Huh..


Aku yang harus menderita.


Kenapa memangnya oppa?


Ayah tidur bersamaku semalam,dan dia terus mengorok.


Aku tidak bisa tidur,aku juga terlempar dari tempat tidur karena tertendang kaki ayah.


Malam ini aku akan tidur di rumah sakit saja.


Yun Hee dan ibunya tertawa.