THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
RUANG OPERASI



Ha Na pulang di jemput oleh ayahnya hari ini.


Ah Ra dan In Joo juga ikut menumpang mobil Jung Hwa.


Jung Hwa,Dae Ho dan Fernando membeli rumah yang berdampingan sejak kelahiran anak anak mereka.


Di mobil,Jung Hwa bertanya tentang hari yang di lalui putrinya hari ini.


Ha Na,bagaimana hari pertamamu?


Yah,begitulah ayah..


Wajah Ha Na tidak terlalu senang sepertinya terlihat dari raut wajahnya dan hembusan nafasnya yang berat.


Ayo,cerita pada ayah.


In Joo buka suara membantu Ha Na.


Paman,hari pertama magang kami sudah di semprot oleh senior kami.


Mulutnya benar benar berduri,setiap kata katanya melukai kami.


Lihat ini,anting di telingaku saja di copot paksa.


Hahahaha.


Jung Hwa tertawa mendengar pengakuan anak anak itu.


Kalian kan masih baru,bersabar saja.


Para senior memang begitu,jarang kala ada yang baik.


Lebih banyak yang sombong dan tidak tahu diri.


Mereka merasa hebat karena sudah lebih lama di situ.


Kelak jika kalian jadi senior juga akan seperti itu.


Tanpa mereka ketahui,Kang Dong Joo yang mereka bicarakan adalah mantan pacar Ah Young kakak dari Ah Ra.


Anak tertua Fernando yang sekarang menjadi pengacara.


Orang tua Dong Joo sendiri tinggal di luar negeri,tepatnya di Australia.


Sampai di rumah,In Joo dan Ah Ra turun dari mobil dan tidak lupa mengucapkan terima kasih.


Terima kasih paman atas tumpangannya.


Iya..sama sama.


In Joo dan Ah Ra kembali ke rumahnya masing masing.


Ha Na bersama ayahnya masuk ke rumah.


Malam harinya,waktu untuk Jung Hwa bercengkrama dengan anak istrinya.


Yun Hee sedang memasak dan Jung Hwa iseng memeluknya dari belakang.


Hei,malu di lihat anak.


Hem,tidak apa apa.


Aku rindu sekali dengan istriku.


Jung Hwa mengecup pundak Yun Hee.


Ha Na menyusul kedapur dan memergoki orang tuanya bermesraan.


Ayah!!!!!


Genit sekali...


Jung Hwa hanya tertawa tapi tidak melepas pelukannya.


Ha Na memilih bergabung dan memeluk Jung Hwa dari belakang.


Keluarga yang harmonis dan penuh kehangatan.


Tidak hanya Ha Na.


In Joo dan Ah Ra juga sedang berbincang sambil makan malam dengan keluarga mereka.


Ibu,lihat ini..


Antingku di lepas oleh dokter seniorku.


Mana,coba ibu lihat.


In Joo mengadu dengan ibunya terkait insiden hari ini.


Walau pria,tapi In Joo ini sangat manja.


Aduh,kasihannya putraku.


Nanti akan ibu patahkan tangan seniormu itu.


Dae Ho bergidik melihat anak laki lakinya yang lembek.


Aigo,mirip siapa anak cengeng ini.


Memalukan sekali.


Hei,In Joo kau itu sudah dewasa dan bukan anak TK lagi.


Jangan cengeng dan hanya tahu mengadu saja,menyedihkan sekali Ah Ra punya pacar lemah sepertimu.


Kalau sikapmu seperti itu,tidak akan ada yang mau menikah denganmu.


Jadilah pria jantan dan bukan seperti banci begitu.


In Joo hanya bisa tertunduk sedih di marahi ayahnya.


Lain lagi suasana makan malam di rumah Fernando.


Ah Ra terus bercerita tentang kejadian hari ini.


Hal itu membuat ayah,ibu dan kakaknya tertawa.


Tapi saat adiknya menyebut nama Dong Joo,Ah Young mulai tertarik.


Walau sudah putus tapi Ah Young sebenarnya masih menyimpan perasaan pada dokter dingin itu.


Tapi Dong Joo selalu menolak saat di ajak balikan.


Dong Joo itu mantanku Ah Ra.


Ah Young marah melihat tingkah adiknya.


Hei,jorok sekali!!!


Apa kau serius dengan ucapanmu tadi?


Tentu saja,aku bahkan masih mengharapkannya tapi dia tidak mau balikan denganku lagi.


Kau pengacara sinting,kenapa juga wanita hebat sepertimu mau dengan dokter angkuh seperti itu.


Hei,kau itu tidak tahu pesonanya.


Pacarmu yang lembek dan cengeng itu tidak akan sebanding dengan Dong Joo yang macho dan kharismatik.


Kharismatik pantatmu!


In Joo ku jelas lebih baik!!


Tentu saja Dong Joo yang lebih baik.


Hei kakak,walau dia lebih baik tapi dia bahkan tidak mau kembali padamu.


Kasihan sekali kau masih mengemis cinta padanya.


Kau!!!


Beraninya kau melawan kakakmu!!


Meja makan itu malah menjadi arena duel mulut Ah Ra dan Ah Young.


Ae Ri dan Fernando hampir gila melihat putrinya yang selalu bertengkar tiap hari.


Mulut Ae Ri bahkan sudah lelah untuk memarahi anak anaknya.


Sehingga biarkan saja hingga salah satu dari mereka kalah dan menangis.


Yang selalu kalah tentu saja Ah Ra.


Bermacam kisah mewarnai makan malam hangat malam ini.


Ada yang tertawa,dimarahi,dan betengkar.


Tiga rumah itu di penuhi suasana ramai masing masing.


Kisah para anak yang sudah beranjak dewasa dan mulai bermain dengan perasaan cinta.


Esok harinya,Ha Na mempersiapkan diri dengan lebih baik.


Begitu berganti seragam dinas,ia langsung menguncir rambut indahnya.


Ia mendengar arahan Dong Joo kemarin.


In Joo dan Ah Ra juga tampil dengan gaya biasa dan tidak berlebihan atau aneh aneh lagi.


Hari ini mereka bertiga lolos inspeksi.


Ketiganya merasa lega karena tidak di marahi seperti kemarin oleh Dong Joo.


Baiklah,hari yang berat ini akan di mulai.


Rumah sakit sedang kedatangan banyak pasien hari ini.


Ha Na kedatangan pasien pria paruh baya yang sepetinya sesak nafas berat.


Ha Na memeriksa pasien itu dengan teliti.


Anak dan istri pasien itu menangis di tepi ranjang pasien.


Mereka mengkhawatirkan suami yang juga seorang ayah itu.


Kalian tenang ya,aku akan berusaha sebaik mungkin.


Tidak lama,saat Ha Na meminta perawat mengambilkan alat,pria tadi malah tidak sadarkan diri.


Detak jantungnya tiba tiba berhenti.


Anak dan isterinya langsung menangis histeris karena belum siap kehilangan.


Sebagai dokter yang masih magang,Ha Na masih belum bisa mengambil tindakan sepenuhnya.


Ia harus tetap di dampingi oleh dokter yang bekerja di rumah sakit itu.


Ia masih sebatas dokter yang harus tetap di awasi dan belum di perbolehkan mengambil tindakan sendiri.


Ha Na mencoba memompa jantung pria itu.


Ia juga meminta perawat di sebelahnya menghubungi Dong Joo yang jadwal tugasnya hari ini.


Tapi,Dong Joo sendiri sedang di ruang operasi.


Asisten perawat itu menelfonkan Dong Joo untuk Ha Na.


"Halo,dokter Kang..


Ini aku,Ha Na...


Sambil meneruskan operasi yang di kerjakannya ia bicara pada Ha Na lewat ponsel yang di pengangkan staf bedahnya.


"Iya,ada apa??


"Dokter,aku sedang menangani seorang pasien pria.


Tadi,ia sesak nafas dan tidak lama ia mengalami gagal jantung.


"Apa!!!


Cepat pompa jantungnya dan lakukan CPR..


Sebentar lagi aku selesai,aku akan segera ke sana.


Ha Na melakukan sebisanya,dan tidak lama Dong Joo datang membantu.


Ia dan Ha Na bersiap melakukan operasi.


Ini juga kali pertaama Ha Na menjadi asisten Dong Joo di meja operasi.


Tapi Ha Na tidak mengecewakan.


Ia memahami interupsi Dong Joo dengan baik dan membuat operasi itu berjalan lancar.


Kolaborasi Dong Joo dan Ha Na berhasil menyelamatkan pria itu...