THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
COBAAN HIDUP YANG BERAT



Siang bolong seperti ini,seorang ayah datang bersama puterinya yang duduk di kursi roda.


Ia terlihat panik di UGD sambil mendorong kursi roda puterinya itu.


"Dokter...dokter!!!


Tolong selamatkan puteriku!!!


Selamatkan puteriku!!!!!


Ha Na sigap menghampiri pria itu.


"Tuan..tuan..


Tolong tenang..


Katakan apa yang terjadi..


"Anakku!!


Anakku dokter..


Pria itu kelihatan putus asa dan tidak tahu harus berbuat apa.


Anak gadisnya sangat lemah dan bahkan tidak mampu bicara..


Ha Na melihat gelagat gejala aneh dan segera membawa anak itu ke ruang isolasi.


Benar dugaan Ha Na.


Anak itu positif mengidap HIV/AIDS.


Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh.


Tapi yang menjadi tanda tanya Ha Na bagaimana anak yang lumpuh ini bisa terkena HIV.


Saat Ha Na memeberi tahu ayah dari anak itu jika anaknya menderita HIV,ayahnya langsung terduduk merosot di lantai..


Tapi Ha Na berhasil mendapat jawaban dari pertanyaannya tadi.


"Ini semua karena aku dokter..


Aku menitipkan anakku pada tetanggaku yang seorang PSK.


Di siang hari aku harus bekerja dan tetanggakulah yang tulus mau menjaga anakku karena ia bekerja di malam hari sehingga di siang hari anakku bisa di jaganya.


Seperti yang kau lihat,ia menderita penyakit polio sejak kecil.


Ia tidak bisa melakukan apapun sendiri.


Ia juga tidak punya ibu karena sudah menceraikanku dan meninggalkan kami berdua.


Sekarang anakku yang cacat itu bahkan harus lebih menderita dengan penyakit barunya.


Kenapa manusia sampah seperti kami tidak menjadi prioritas malaikat pencabut nyawa!!


Kenapa kami tetap harus hidup!!!


Ayah anak itu menangis terduduk di lantai.


Ha Na turut prihatin.


Kehidupan tentu merupakan cobaan yang berat,bukan hanya untuk dirinya ternyata orang lain bahkan ada yang lebih parah darinya.


Entah takdir atau dunia ini yang teramat sangat kejam.


Ayah anak itu juga di periksa lebih lanjut jikalau ia juga mungkin terjangkit HIV.


Keduanya harus di isolasi terlebih dahulu...


Di kantin,si kembar Bo Ra dan Bo Na sedang berbincang sambil menikmati roti dengan secangkir kopi.


"Bo Ra,dokter Yeon Jin benar benar hebat ya..


Tubuhnya juga semakin bugar karena ikut gym.


Wah...benar benar pria idamanku..


Aku ingin sekali mengajaknya kencan...


Bo Ra hanya tersenyum mendengar saudara kembarnya yang membicarakan kekasihnya.


"Maafkan aku Bo Na.


Tanpa sepengetahuanmu aku telah menjalin hubungan dengan Yeon Jin.


Aku bukannya ingin menusukmu dari belakang,tapi aku juga tidak bisa menahan diriku yang sangat suka padanya.


Aku harap setelah tiba waktunya nanti kau akan menerima dan mengerti.


Kau tetaplah saudara yang amat sangat aku sayangi.


Lain lagi dengan cobaan hidup si kembar ini yang timpang dalam hal asmara.


Yang satu mengejar cinta dan yang satunya lagi menutupi kenyataan percintaannya.


Mereka berdua terjebak hati pada satu pria.


Yeon Jin juga memiliki masalahnya sendiri,walau telah menjalin kasih dengan Bo Ra namun ia sebenarnya masih memiliki perasaan pada mantan isterinya dahulu.


Terkadang ia masih sering menghubungi mantan isterinya dan saling bertanya kabar.


Bo Ra awalnya hanya menjadi pengalihan untuknya,tapi seiring berjalannya waktu Bo Ra mulai menduduki tempat spesial di hatinya walau belum bisa menggeser posisi mantan isterinya.


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Jae Ha sudah berada di pusat kemiliteran dan mulai menjalankan aktifitas barunya sebagai tentara.


Walau dengan potongan rambut cepak,Jae Ha tetap gagah,di tambah lagi dengan seragam militer yang dikenakannya.


Jae Ha persis seperti model untuk seragam itu.


Ia menjalai serangkaian tugas yang di pandu oleh pelatihnya dengan baik.


Setelah berlatih dan melakukan semua rutinitas di awal pengenalan,tibalah saatnya makan siang.


Jae Ha dan semua prajurit berkumpul di ruang makan.


Mereka mulai menyantap hidangan itu.


Tapi,insiden buruk mulai terjadi.


Satu per satu prajurit muntah muntah dan situasi mulai tidak terkendali,termasuk Jae Ha yang juga mual dan muntah.


Sepertinya para tentara itu keracunan makanan.


Jumlah tentara yang cukup banyak tumbang ini tidak memungkinkan untuk dirawat semua di rumah sakit militer.


Karena itu sebagian akan dikirim ke rumah sakit di dekat pusat militer ini.


Rumah sakit itu tidak lain rumah sakit tempat Ha Na bekerja.


Ha Na dan rekannya juga sudah mendapat telepon perihal kedatangan para tentara yang keracunan itu.


Ambulance datang dan mulai menurunkan satu per satu tentara..


Jumlah mereka sangat banyak,semuanya dehidrasi dan harus di infus.


Ada juga yang sampai tidak sadarkan diri.


Hingga pasien terakhir masuk...


Ha Na menyambut pasien itu dan melihat yang terbaring adalah Jae Ha...


"Oppa....


Begitulah yang terucap dari mulut Ha Na.


Jae Ha yang masih lemah juga terkejut bisa bertemu Ha Na kembali.


"Ha..Na...


Jae Ha memanggil Ha Na dengan suara lemahnya.


Ha Na seakan bingung dan tidak bisa berfikir jernih.


Tapi untuk saat ini,ia harus profesional.


Ha Na menenangkan fikirannya dan merawat Jae Ha.


Sementara Jae Ha hanya diam dan pasrah sambil memandangi Ha Na yang sibuk.


"Ha Na,kenapa kita harus bertemu kembali??


Bagaimana aku akan menahan diriku jika tahu akan keberadaanmu??


Tidakkah takdir terlalu kejam untuk mempertemukan kita kembali??...


"Oppa,aku akan menangani pasien lainnya.


Jika perlu sesuatu panggillah perawat...


"Ia Ha Na,aku baik baik saja...


"Baiklah,kalau begitu aku pergi dulu.


Ha Na pergi dan menangani pasien lainnya.


Saat sudah menjauh,Ha Na memegang jantungnya.


"Tidak,kau tidak boleh berdebar karenanya Ha Na.


Dia sudah menjadi milik orang lain.


Kau harus tetap waras Ha Na.


Jangan membiarkan dirimu goyah lagi..


Di Amerika..


Hong Ah sedang memadang foto pernikahannya dengan Jae Ha.


Hong Ah hendak menaruh kembali foto itu ke meja.


Namun.


PRANKKK.....


Foto itu malah jatuh dan lebur di lantai.


Hong Ah sangat kaget dan perasaannya menjadi tidak enak.


"Ada apa ini?


Apa ini pertanda buruk??.


Hong Ah tidak bisa menghubungi Jae Ha karena masih jam tugasnya.


Jae Ha masih terbaring lemah dengan fikiran yang gundah gulana.


Ha Na menyibukkan diri dan sebisa mungkin menghalau fikirannya untuk tidak memikirkan Jae Ha.


Sore harinya,tentara yang membaik bisa kembali ke pusat militer.


Ha Na diam diam mengintip ranjang Jae Ha di rawat tadi dan ternyata telah kosong dan rapi.


"Dia pasti sudah pulang...


Syukurlah...


"Dokter Hyun...


Seorang perawat mengagetkan Ha Na karena memanggilnya tiba tiba dari belakang.


Ha Na segera menolah...


"Ada apa pak Song?


"Ini dokter,tadi ada seorang tentara yang menitipkan ini untuk di berikan padamu.


Ha Na mengambilnya.


Itu sepucuk kertas yang di lipat.


"Terima kasih ya..


"Iya dokter Hyun,kalau begitu aku permisi dulu.


Ha Na mengangguk..


Ha Na lalu membuka dan membaca isi kertas itu.


Ha Na,aku senang melihatmu baik baik saja.


Kau bisa kuat dan terus menjalani hidup.


Aku minta maaf karena masih berhutang banyak kesalahan padamu.


Sekarang aku sudah menjadi suami Hong Ah,aku harap kau juga menemukan seseorang yang pantas untukmu.


Aku akan selalu berdoa untuk kebahagiaanmu.


Oppa mu ini bertugas di pusat militer yang tidak jauh dari rumah sakit ini.


Jika kau gajian,jangan lupa traktir aku ya.


Aku tidak bekerja sebagai pengacara untuk sementara waktu demi melaksanakan tugas negara.


Jangan canggung bila kita bertemu lagi..


Begitulah isi surat pendek dari Jae Ha.


Ha Na menyimpan kembali surat itu di sakunya.


Ia mencoba baik baik saja walau sangat berkabut di hati dan sanubarinya..