THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
PISTOL



Ha Na bekerja seperti biasa hari ini.


Ia sedang berbicara dengan Bo Ra saat itu.


Tiba tiba dari belakang ada sebuah suara yang mengagetkannya.


"Hei,wanita ******!!!


Ha Na kaget dan saat berbalik ternyata Hong Ah yang berada di depannya dengan duduk di kursi roda.


Di belakangnya ada sang ayah yang mendorong kursi roda itu.


Ha Na tidak bisa berkata apa apa...


Ha Na sangat syok dengan kehadiran Hong Ah yang mendadak dan tidak di prediksi seperti ini.


"Hong Ah.....


"Oh,kau masih ingat rupanya dengan namaku!


Apa kau sudah puas bersenang senang dengan suamiku saat aku tidak ada...


Hong Ah rupanya ingin memperlakukan Ha Na di depan semua orang.


Melihat hal itu,Bo Ra segera mengirim pesan pada temannya untuk memberi tahu Jae Ha jika isterinya ada di sini dan sedang berhadapan dengan Ha Na.


Untungnya teman Bo Ra secepat mungkin memberi tahu hal darurat itu pada Jae Ha.


"Jae Ha.....


Aku mencarimu kesana kemari...


"Ada apa memangnya?


Kenapa mencariku???


"Isterimu sedang menemui kekasihmu yang seorang dokter itu..


"Apa!!!


Jae Ha sangat kaget dan segera berlari untuk menemui Ha Na.


Ia tidak tahu jika Hong Ah nekad pulang ke Korea tanpa memberi tahunya.


Jae Ha sangat mencemaskan Ha Na sekarang.


*****


Semua mata menatap pada Ha Na.


Ha Na ketakutan dan panik.


"Hong Ah,ayo kita bicara di tempat lain saja...


"Kenapa?


Kau malu karena semua orang tahu kau menggoda suami orang lain saat isterinya berada di luar negeri dan bahkan mengidap penyakit parah!!


Aku ini mengidap kanker otak Ha Na!!!!


Aku bahkan nekad kemari dan mempertaruhkan nyawaku saat tahu kau dekat dengan suamiku dan ingin merebutnya!


Kenapa kau masih ingin merebut satu satunya kebahagiaanku saat aku sudah sekarat dengan penyakitku!!


Hanya suami yang menjadi hal baik yang masih tersisa dan aku miliki.


Tapi kau ingin merebutnya juga!!!


Semua mata menatap Ha Na.


Ha Na ketakutan dan merasa sangat di permalukan.


Mereka mulai berbisik dan berbicara buruk tentang Ha Na.


Citra Ha Na hancur dalam sekejap mata.


Di dalam hati,Hong Ah tersenyum puas.


"Rasakan!!


Pasti saat ini kau malu dan sangat menderita bukan, saat orang orang tahu kebusukanmu!


Tidak ada gunanya wajah polosmu itu Ha Na!!!


Semua orang akan tahu sekarang jika kau tidak lebih dari perebut suami orang yang berkedok baik dan polos.


Ha Na ingin menangis dan juga ingin berlari.


Namun kakinya sangat berat dan mulutnya seakan terkatup dan membisu.


Tidak ada satupun kata yang bisa keluar dari bibir mungil Ha Na.


Tepat saat itu Jae Ha yang terengah karena berlari segera berdiri di depan Ha Na.


Jae Ha menjadi tameng pelindung untuk Ha Na.


Ha Na menatap punggung Jae Ha yang sekarang berada di depannya.


Hal itu membuat Hong Ah marah karena Jae Ha malah tidak berada di sisinya tapi di sisi Ha Na.


"Apa yang kau lakukan Jae Ha!!


Kau itu suamiku,harusnya kau berada di sisiku!!


Aku sedang memberi pelajaran pada wanita tidak tahu malu itu!!!


"Cukup Hong Ah!!!


Jaga ucapanmu!!!


Kenapa kau bisa kemari dan tidak mengabariku!!


"Jika aku mengabarimu,kau pasti akan menyembunyikan dan mengamankan kekasih gelapmu itu dariku.


Aku datang kesini memang sengaja agar mempermalukannya!!!


Agar dia tahu resiko apa yang dia ambil saat mendekati pria beristeri.


"Cukup!!!!


Aku benar benar muak dengan semua ini!


Aku ingin kita berpisah!


Kau tahu persis siapa yang sebenarnya aku cimtai sejak dulu.


Bukan Ha Na yang merebutku darimu!!


Tapi kau yang dulu menjebak kami dan membuat kami bepisah sehingga aku harus melakukan pernikahan bodoh denganmu!!!


Juga operasi yang gagal untukmu!!


Dalam hati aku merasa berdosa karena menginginkan semua itu.


Namun aku juga tidak bisa membohongi diri jika menginginkan semua itu.


Hong Ah meneteskan air mata tanpa bisa berkata apa apa.


Ternyata itulah hal yang Jae Ha Rasakan selama ini saat bersamanya.


Ayah Hong Ah juga sangat geram melihat Jae Ha yang memperlakukan puterinya seperti sampah itu.


"Oh jadi itu yang kau rasakan dan sembunyikan selama ini?


Kau berharap aku mati dan gagal operasi...


Baiklah...


Aku masih tidak apa apa mendengar semua itu di banding menerima semua tindakan palsu dan kepeduliaanmu yang hanya topeng belaka selama ini.


Kau tahu,selama ini aku juga pura pura bodoh dan mengingkari perasaanku.


Aku tahu kau tidak pernah mencintaiku dan penuh dengan keterpaksaan.


Tapi aku tetap bertahan karena masih berharap kau bisa berubah seperti dulu dan mencintaiku.


"Tidak Hong Ah,bukan itu yang kau inginkan.


Kau hanya malu,malu jika kau kalah dari Ha Na dan terlihat menyedihkan.


Kau tahu betul siapa yang aku cintai dan aku pilih.


Karena egomu itu,kau bahkan membuat Ha Na mendekam di penjara.


Kau benar benar memakai kartu As mu untuk menjebakku.


Kau hanya malu saat mengakui kau kalah dan tidak bisa memilikiku.


Hingga akhirnya kau sendiri harus menderita menjalani cinta yang penuh keterpaksaan ini.


Hong Ah benar benar kecewa dan sakit hati.


"Jadi aku ini sudah tidak ada harganya di matamu Jae Ha.


Hidupmu juga amat sangat susah karena harus mengurus isteri yang sakit sakitan sepertiku?!!


Kau berharap aku mati.....


Jae Ha tidak menjawab.


Tapi ia meraih tangan Ha Na dan menggenggamnya dari belakang.


Ha Na yang tertunduk lalu menegakkan kepala dan melihat Jae Ha dari belakang.


Jae Ha benar benar menepati janjinya untuk melindungi Ha Na.


Dalam hati Ha Na berbisik lirih.


"Ayah,dia adalah pria pilihanku yang selalu menjadikan punggungnya sebagai tamengku juga menjadikan tangannya sebagai obat penenang untukku.


Aku akan menua dan hidup dengan pria ini dengan baik.


Aku hanya mohon langit memberikan kami jalan dan menyudahi segala cobaan cinta padaku.


Karena aku sudah begitu lelah dengan semua ini.


Hong Ah sangat putus asa.


Ia gelap mata dan mengambil pistol di saku jas anak buah ayahnya.


Ia juga mendorong ayahnya menjauh.


"Jangan mendekat!!!


Hong Ah menodongkan pistol itu di kepalanya.


"Jika kalian berani mendekat dan menghalangiku,aku akan menembakkan pistol ini ke kepalaku..


"Hong Ah!!!


Ayah Hong Ah mulai panik.


Begitu juga Ha Na dan Jae Ha.


Jae Ha masih tetap berada di sisi Ha Na.


"Jae Ha ya...


Jika memang harus mati,aku akan mati dengan status sebagai isterimu.


Aku akan membuat kau menggelar pemakaman untukku dan menjadikan kekasihmu itu bahakan gunjingan karena telah membuatku terfikir melakukan hal bodoh ini.


Aku yakin kau akan dihinggapi rasa bersalah setelah semua ini..


Kali ini,Ha Na mencoba maju dan keluar dari balik punggung Jae Ha.


Jae Ha nampak khawatir tapi Ha Na meyakinkan jika ia baik baik saja.


Ia lalu mengajak Hong Ah bicara.


"Hong Ah,letakkan pistol itu..


Itu sangat berbahaya.


"Apa pedulimu hah!!


Bukankah kau ingin aku mati??


"Tidak Hong Ah,jangan seperti itu..


Kau akan melakukan operasi dan sembuh.


Hiduplah dengan baik setelah itu..


Masih ada kebahagiaan lain di hidupmu dibanding harus meninggal dengan keadaan yang tersiksa seperti yang kau fikirkan.


Saat timah panas itu menembus kepalamu akan sangat menyakitkan Hong Ah.


"Jangan memasang wajah sok baikmu Ha Na!!


Aku sangat benci akan hal itu!!


Arah haluan pistol Hong Ah lalu berubah..


Ia mengarahkan pistol itu pada Ha Na sekarang....