THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
PENYESALAN



Jung Hwa mengirim pesan pada Ae Ri untuk bicara empat mata.


Benar saja...


Sekarang Ae Ri dan Jung Hwa sedang berbicara di belakang restoran..


Ae Ri..apa yang terjadi sebenarnya??


Jung Hwa memegang pundak Ae Ri saat Ae Ri menyilangkan kedua tangannya di bawah dada.


Lepaskan tanganmu!!!


Ae Ri langsung menepis tangan Jung Hwa.


Jung Hwa termenung seakan tak percaya dengan sikap baru Ae Ri padanya.


Kau!!!


Sadarlah segera...


Aku tidak mencintaimu lagi..


Aku sudah bersama Fernando yang berkelas dan berstatus tinggi.


Aku juga bisa kembali berkarir,ia memfasilitasiku membuat klinik baru di Gangnam dengan nama baik.


Ia sudah membersihkan namaku setuntasnya..


Rupanya Fernando membereskan masalah malapraktek yang di lakukakan Ae Ri.


Ia memberi kompensasi besar pada korban,dan membiayai operasi plastik baru di klinik ternama.


Si korban lalu mencabut tuntutannya dan membuat pernyataan kalau ia sengaja ingin mencemarkan nama baik Ae Ri.


Jadilah nama baik Ae Ri kembali dan ia juga berjaya.


Apa!!!


Jung Hwa tidak percaya Fernando sepintar itu bahkan dengan cara yang tidak terfikir olehnya.


Ae Ri melangkah ingin pergi meninggalkan Jung Hwa.


Namun Jung Hwa langsung memegang kaki Ae Ri.


Ia terduduk sambil memegang kaki Ae Ri dan memohon agar tidak meninggalkannya.


Ae Ri...aku mohon jangan begini.


Aku berjanji akan segera bangkit seperti dulu.


Ae Ri tertawa seakan menyepelekan omongan Jung Hwa.


Hei..lepaskan!!!


Lepaskan kakiku pria menyedihkan!!!


Tidak...aku tidak akan melepaskanmu...


Ae Ri lalu mendorong badan Jung Hwa dengan keras dan meninggalkannya sedirian...


Saat Jung Hwa sedang menderita dengan kisah cintanya.


Dae Ho malah sedang bahagia bahagianya karena kejadian siang tadi.


Ia terus terus tersenyum mengingat segala perhatian yang di berikan Yun Hee padanya.


Para perawat juga bingung melihat Dae Ho terus tersenyum.


*Hei..ada apa dengan doketer Kim?


Seharian ini selalu tersenyum..


Mungkin susasana hatinya sedang baik*...


Di rumah Yun Hee sedang memandang foto kedua orang tuanya.


Ia rindu sekali berkumpul bersama mereka.


Tapi apa daya,keadaan mempersulit semuanya.


Jung Hwa tidak lama pulang.


Ia datang dengan wajah lesu dan badan yang lemah setelah di campakkan Ae Ri.


Jung Hwa melihat Yun Hee yang duduk di sofa ruang tamu.


Jung Hwa dan Yun Hee saling menatap.


Yun Hee tidak ingin malam ini keruh dengan perkelahian lagi..


Ia memutuskan berdiri dan berniat pergi ke kamar saja..


Tap...tap..tap...


Tepat baru tiga langkah,Jung Hwa membuatnya berhenti..


Hei......


Yun Hee menoleh pada Jung Hwa.


Aku menidurimu kan semalam?


Memalukan!!!


Kenapa membahas itu sekarang??


Lalu aku harus mejawab apa padamu???


Aku bahkan sebenarnya tidak ada muka untuk melihatmu!!!


Jangan di bahas,aku tahu semalam kau mabuk.


Aku tidak mau mempermasalahkannya..


Lagi pula itu terlalu memalukan untuk di bahas lagi...


Apa?!!!!


Memalukan???tidur denganku memalukan katamu??!!


Ya tuhan,kenapa mulutku ini malah asal bicara.


Kalau sampai dia mengamuk siapa yang akan menolongku?!!!


Dae Ho sedang piket malam ini.


Habislah aku...


Bukan begitu maksudku..


Hanya saja....


Baiklah...wajar saja memalukan..


Aku sudah tidak punya apa apa...


Karirku hancur,nama baikku juga tercemar...


Kekasih yang dulu aku cintai mengkhianatiku dan malah berpaling main hati dengan musuhku.


Yah...semesta alam sedang menghukumku...


Aku yang congkak,angkuh dan sombong ini..!!!


Apa!!!


Dia di campakkan oleh kekasihnya??


Pantas saja tampilannya sangat kacau,hari ini pasti menjadi hari yang berat untuknya.


Tidak seharusnya aku berkata seperti tadi..


Aku menyesali perkataanku...


Maaf,aku sudah melukai perasaanmu...


Yun Hee memutuskan pergi dan meninggalkan Jung Hwa.


Tapi....


Entah dari mana dan datangnya seperti Angin..


Jung Hwa tahu tahu sudah merangkul Yun Hee dari belakang.


Ia mendekap Yun Hee dengan tangan di atas dada Yun Hee.


Yun Hee kaget dan terdiam..


Ada apa ini.....


Kenapa dengan Jung Hwa...


Tolong biarkan aku sebentar,hari ini aku sudah benar benar lelah.


Aku butuh sandaran...


Aku tidak kuat lagi...


Rasanya aku ingin mati saja...


Jangan lakukan hal menyedihkan yang hanya untuk pecundang seperti itu...


Bukankah aku memang pecundang...


Aku mengira kau lah pembawa sial di hidupku.


Tapi ternyata akulah yang menyebabkan semua kesialan ini...


Akhirnya dia sadar.....


Yun Hee merasa Jung Hwa pantas mendapatkan perlakuan baik karena sudah menyesali dan menyadari kesalahannya.


Ikut aku,aku akan membuatmu rileks...


Yun Hee melepas pelukan itu dan memita Jung Hwa mengikutinya...


Rupanya Yun Hee mengkramaskan rambut Jung Hwa di kamar mandi..


Ia memijat rambut Jung Hwa yang berbusa karena sudah di baluri dengan shampo


Ia juga memijat ringan kepala Jung Hwa.


Buatlah agar dirimu nyaman.


Em...baiklah...


Setelah itu ia mengeringkan rambut Jung Hwa dengan Hair drayer..


Yun Hee juga memotong kuku kaki dan kuku tangan Jung Hwa.


Saat melihat hal ini Jung Hwa jadi teringat dan merenungkan semuanya...


Ae Ri bahkan tidak pernah seperti ini,selalu aku yang berusaha membahagiakannya.


Ia akan selalu berbelanja atau mengajakku ke club saat bersama.


Lalu di akhiri dengan adegan ranjang.


Wanita yang sekarang memerhatikanku adalah wanita yang setiap hari aku caci maki dan benci..


Tapi menenangkanku dengan cara seperti ini..


Tapi wanita yang aku sayang malah mengkhianatiku...


Apa ini caramau menunjukkan padaku ya Tuhan.


Tiba tiba ponsel Yun Hee berdering karena menerima pesan..


Yun Hee segera memeriksa pesan itu,rupa rupanya dari Dae Ho..


Jung Hwa bisa melihat kalau yang mengirim pesan adalah si dokter pelindung Yun Hee..


Yah,memang hanya dirinya yang sial.


Tidak ada orang yang mendampinginya..


Ae Ri dan fernando,Yun Hee dan Dae Ho.


Jung Hwa merasa sendiri...


Setelah itu baru dia sadar akan segala keangkuhan dan keegoisannya selama ini..


Orang orang menjauhinya karena sikap tak berkelasnya.


Boleh saja karirnya lancar tapi sikapnya pada orang lain benar benar rendah dan tidak berwibawa.


Ia telah menjalani hidup hina dan tak bermutu...


Yun Hee telah selesai merapikan Jung Hwa..


Hei..makanlah..


Kau terlihat pucat,kalau kau lemah kau tidak akan punya tenaga untuk memarahiku lagi..


Ayo makan.


Jung Hwa terdiam menatap Yun Hee..


Tenang saja,aku tidak meracuni makananmu..


Kau belum pernah mencoba makananku bahkan setelah kita menikah..


Ayo..isi perutmu dulu,aku sudah berjanji akan merawatmu pada nenekmu...


Baru saja Yun Hee berjalan.


BRRUKKKKKKKK


Yun Hee kaget dan berbalik..


Di lihatnya Jung Hwa sudah berlutut di hadapannya..


Heiy..ada apa??


Yun Hee segera duduk di hadapan Jung Hwa.