
Setelah hari yang melelahkan dengan huru hara dengan pasien yang mengamuk tadi,operasi yang di lakukan Dog Joo, juga pasien pasien yang harus di tangani,akhirnya Ha Na dan Dong Joo bisa bersantai sekarang.
Ha Na memilih berkumpul dengan In Joo dan Ah Ra untuk melepas rindu.
Sedangkan Dong Joo langsung di buntuti Ah Young dan entah kemana mereka.
Ha Na,kami sangat sangat merindukanmu tahu...
Iya Ah Ra,aku juga merindukanmu...
Ha Na,kenapa kau agak kurusan?
Hem,yah di sini aku selalu sibuk In Joo,kau lihat sendiri kan bagaimana keadaan disini..
In Joo dan Ah Ra memeluk erat Ha Na.
Tapi...
Dimana Ah Young?
Apa dia menemui Dong Joo?
Apa yang mereka lakukan sekarang?
Apa mereka akan kembali bersama karena aku masih menggantungkan perasaan Dong Joo?
Ha Na malah resah dan memikirkan Dong Joo.
Sedangkan Dong Joo sendiri memang sedang bersama Ah Young di sebuah ruangan rumah sakit itu.
Ah Young meminta Dong Joo mengecek tekanan darahnya.
Ah Young dan Dong Joo berada di balik tirai,dan posisi Ah Young setengah duduk di ranjang pasien itu.
Hem,tekanan darahmu normal.
Semuanya baik baik saja..
Ah Young terus memandang Dong Joo.
Tadi aku hebat dan keren kan?
Dong Joo menatap Ah Young yang sepertinya membanggakan ulah heroiknya tadi.
Dong Joo tersenyum ringan..
Iya,kau hebat Ah Young...
Ah Young tersenyum lebar karena jawaban Dong Joo seperti maunya.
Benar kan,aku hebat...
Dong Joo mengangguk...
Ah Young lalu meggenggam tangan Dong Joo.
Aku tidak bisa melupakanmu Dong Joo,aku terus teringat padamu.
Apa kita tidak bisa merajut tali kasih sayang lagi untuk bisa bersama?
Dong Joo perlahan melepas tangan Ah Young yang menggenggamnya,seperti isyarat penolakan yang halus.
Maaf Ah Young,kau pasti sudah tahu jawabanku..
Ah Young berkecil hari karena lagi lagi di tolak oleh Dong Joo.
Lagi lagi kau menolakku,tapi tetap saja aku tidak bisa membencimu.
Andai saja bisa,aku ingin sakit di waktu yang lama dan membiarkanmu menjadi dokter yang merawatku agar aku bisa selalu bertemu denganmu.
Dong Joo...
Em,ada apa lagi?
Tolong izinkan aku menciummu sebagai ucapan perpisahan.
Anggap saja ini kompensasiku karena di tolak olehmu berulang kali.
Dong Joo menghembuskan nafas panjang...
Haruskah itu Ah Young??
Ah Young mengangguk.
Baik,lakukanlah...
Dong Joo mengizinkan Ah Young menciumnya.
Ah Young mulai duduk.
Ia mendekatkan wajahnya perlahan pada Dong Joo dengan sedikit memiringkannya.
Saat Ah Young semakin mendekat...
KRINGGGGG....
Ponsel Dong Joo berdering.
Mau tidak mau,Dong Joo harus menjeda apa yang akan di lakukan oleh Ah Young.
Ah Young membiarkan Dong Joo mengangkat telepon itu dan rupanya dari IGD.
Wajah Dong Joo dengan serius menerimanya...
"Baiklah,,
"Aku akan segera kesana..
Dong Joo lalu mematikan telepon itu dan berdiri.
Maaf Ah Young ada pasien yang harus aku tangani.
Aku tidak bisa untuk saat ini.
Tidak apa apa,pergilah.
Pasien itu pasti lebih membutuhkanmu.
Aku baik baik saja.
Ah Young berpura pura tersenyum walau menanggung kecewa yang berat.
Perlahan Dong Joo beranjak pergi dan meninggalkannya di balik tirai itu sendirian.
Ah Young mendongak ke atas mencoba menahan air matanya yang akan jatuh.
Ah sudahlah Ah Young,jagan begini lagi.
Ayo kuatkan dirimu..
Ah Young mencoba menguatkan dirinya sendiri walau akhirnya tetap menangis sambil menutup wajah dengan kedua telapak tangannya.
Saat Dong Joo keluar dari ruangannya dengan Ah Young tadi,di tikungan koridor rumah sakit itu ia malah bertemu Ha Na.
Ha Na terpaku dan salah tingkah...
Ha Na hendak berbalik dan lari..
Tapi......
Dong Joo menyandarkan Ha Na di dinding dan menahannya dengan kedua tanganya.
Mata Dong Joo menatap Ha Na tajam seolah menginterogasinya..
A..aku..cuma..
Kau kan yang meminta suster di IGD meneleponku?
Pasien yang harus aku cek itu sudah pulang,bahkan kau sendiri yang menemaniku memeriksanya.
Jadi,ada ini sebenarnya??
Dong Joo akhirnya mengadili Ha Na.
Kau pasti cemburu kan saat aku bersama Ah Young.
Kau ingin menghalangi kami saat akan berciuman tadi.
Wajah Ha Na sungguh menggemaskan sekarang..
Bagaimana ini?
Apa aku jujur saja kalau sengaja berulah?
Tapi,aku malu...
Dong Joo tidak tega menekan Ha Na lebih jauh,Ia melepas kekangan tangannya lalu mengacak poni Ha Na dengan tangannya..
Ha Na menatap Dong Joo yang tersenyum.
Sudah,ayo kita pergi.
Dong Joo Hendak berlalu dan pergi tapi Ha Na malah...
GRAPPPPP....
Ha Na memeluk Dong Joo dari belakang.
Aku harus jujur atau akan kehilangan kesempatan ini lagi.
Aku tidak ingin kehilangan Dong Joo.
Aku menyukaimu senior.
Dong Joo tersenyum mendengar pengakuan cinta dari Ha Na.
Dong Joo melepas pelukan Ha Na lalu memutar badannya dan menatap Ha Na yang malu malu kucing.
Dong Joo memegang dagu Ha Na lalu sedikit mengangkatnya.
Dong Joo lalu menambatkan kecupan di bibir Ha Na.
Seakan jawaban sudah pasti dan perasaan mereka saling bersambut.
Keluar dari ruangan itu,mereka berdua bergandengan tangan..
Namun,hubungan itu tetap mereka berdua rahasiakan dari Ah Ra,Ah Young dan juga In Joo.
Ha Na mengantar kepergian sahabatnya pulang.
Walau masih sangat merindukan Ha Na tapi mereka harus kembali lagi ke Seoul untuk bekerja esok hari
Setelah mobil mereka menjauh pergi,Dong Joo menggenggam kembali tangan Ha Na.
Ha Na dan Dong Joo saling menatap dan tersenyum.
Masing masing dari mereka menelfon ibu mereka.
Yang pertama adalah Dong Joo..
*Halo ibu...
Iya Dong Joo,apa kabarmu di sana?
Aku baik baik saja ibu..
Ada apa menelfon Dong Joo?
Em,aku sudah punya pacar ibu..
Apa??
Pacar*??
Walau dengan malu malu,Dong Joo tetap memberi tahu ibunya jika ia sudah memiliki wanita yang dimana membuat hatinya tertambat dan berlabuh.
*Iya bu,aku sudah punya pacar.
Dia juga dokter sepertiku..
Karena itu,pulanglah ke Korea ibu.
Aku ingin sekali mengenalkan pacarku pada ibu..
Hem,akan ibu pertimbangkan.
Tapi belum untuk saat ini Dong Joo,ayahmu masih belum bisa untuk mengambil cuti di perusahaannya*
Iya ibu,tidak apa apa..
Aku paham..
Ha Na juga menelfon ibunya dan memberi tahu tentang pacarnya sekarang.
*Ibu......
Iya,ada apa Ha Na?
Kenapa bersemangat sekali?
Apa ada sesuatu yang baik?
Aku punya pacar ibu.
apa*????
Ha Na mulai bercerita,jika pacarnya adalah mantan pacar Ah Young yang bernama Dong Joo itu.
*Bukankah dia senior yang dulu berdebat denganmu?
Em,iya ibu.
Siapa yang menyangka kami malah saling jatuh hati.
Hahaha,dasar kau ini*..
Baik Ha Na dan Dong Joo,keduanya mengabari ibu mereka tentang kisah cintanya.
Mereka telalu bahagia tanpa tahu menahu kisah asal usul latar belakang orang tua mereka yang saling kenal namun berhubungan buruk.
Entah jodoh atau malapetaka arti dari penyatuan hati Ha Na dan Dong Joo.
Yang jelas,masa masa indah dan manis yang mereka rasakan sekarang nantinya akan menghadapi ujian pahit,hambar,pudar atau bahkan bisa manis kembali.
Seperti manis dan pahitnya kehidupan,manis dan pahitnya percintaan juga sama adanya.