THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
CIUMAN



Esok harinya Ha Na kembali ke rumah sakit.


Ia sempat berpapasan dengan Dong Joo saat di depan ruang ICU.


Ha Na menyingkirkan rasa kesalnya kemarin dan ingin perlahan mendekati Dong Joo.


Jika Ah Young saja dulu bisa menjadi kekasihnya setidaknya sekarang ia ingin menjadi teman Dong Joo.


Untuk itu,nanti malam Ha Na berencana akan berkunjung ke rumah Ah Ra untuk mengulik tentang Dong Joo dari Ah Young.


In Joo sedang di landa panik di IGD,ia sedang menghadapi pasien yang meminum racun.


Pasien dalam kondisi tidak sadarkan diri.


Ia di bawa oleh istrinya yang ternyata bisu sehingga tidak bisa memperoleh keterangan lebih lanjut.


In Joo segera mencari Dong Joo untuk menangani pasien ini.


Tidak butuh waktu lama,Dong Joo sudah datang dan meminta In Joo menyiapkan ruang operasi.


Sementara In Joo dan Dong Joo mengoperasi pasien tadi,IGD kedatangan pasien sekarat lagi.


Seorang pria yang menjadi kuli bangunan mengalami kecelakaan di lokasi konstruksi tempatnya bekerja.


Sebuah besi tajam tertancap di tengah dadanya.


Ha Na kaget melihat kasus seperti ini..


Pasien juga mendapat banyak memar.


Ha Na segera mengahampiri pria itu dan memeriksanya sesuai aturan.


Setelah di ronsen,besi itu terjebak di antara saraf vital pasien sehingga jika operasi juga harus sangat teliti dan hati hati agar tidak merambat pada bagian lain atau mengenai bagian vital yang akan menyebabkan pendarahan.


Ha Na meminta perawat mencari Dong Joo untuk menangani hal ini.


Tapi Dong Joo tidak bisa di ganggu karena sedang melakukan operasi juga.


Ya tuhan,bagaimana ini?


Jika terus di biarkan pria ini bisa meninggal.


Dia harus secepatnya di operasi.


Ha Na segera menelfon ibunya terkait tindakan yang harus ia lakukan.


Dari percakapan dengan ibunya,hal yang sama di fikirkan oleh Ha Na juga di lontarkan oleh ibunya.


Hal itu tidak lain,Ha Na harus segera mengoprasi pasien itu.


Dengan mengambil segala resiko,Ha Na memberanikan diri mengoprasi pasien itu.


Walau perawat sempat ragu tapi tidak ada pilihan lain.


Jika tidak di segerakan maka pasien ini bisa kehilangan nyawa.


Ha Na dan Dong Jo sama sama berjuang di ruang operasi walau dengan pasien yang berbeda.


Dong Jo di beritahu oleh seorang perawat kalau Ha Na sedang menangani pasien dan dengan berani mengoperasi pasien itu.


Medadak Dong Joo marah


Beraninya wanita itu!!!


Dia itu masih magang dan jelas belum memiliki izin untuk melakukan oprasi sendiri.


Bahkan tidak ada dokter spesialis yang mendampinginya.


Terlebih wanita itu adalah bawahanku,itu berarti ia juga tanggung jawabku..


Jika direktur dan dokter kepala bedah tahu,aku bisa dalam masalah.


Sial!!!!


In Joo yang sedang bersama Dong Joo bisa melihat kalau mata Dong Joo penuh amarah setelah tahu Ha Na mengoperasi pasien tanpa seizinya.


Habislah riwayat Ha Na setelah ini.


Dong Joo berusaha menyelesaikan operasinya secepatnya.


Tapi operasi itu tidak semudah yang di perkirakannya .


Pasien yang di temukan meminum racun itu terlambat di temukan.


Racun yang ia minum sudah menyebar di seluruh penjuru tubuhnya.


Tidak lama,pasien itu juga terkena pendarahan serius.


Namun tangan cekatan Dong Joo juga kecermatannya berhasil menyelamatkan pasien itu.


Kali ini,In Joo juga kagum dan mengakui kehebatan Dong Joo di meja operasi.


Ternyata benar kata Ha Na.


Dia benar benar hebat,walau tangannya sangat cepat tapi semuanya akurat dan tepat.


Bahkan pasien yang sudah parah ini bisa selamat di tangannya.


Ha Na juga sedang berjuang di ruang operasi.


Ha Na berusaha mengeluarkan besi yang menancap itu dari tubuh pasien.


Walau masih gugup dan takut,Ha Na berusaha sebaik mungkin.


Setelah perjuangan yang melelahkan,Ha Na berhasil mengeluarkan besi itu dengan selamat.


Para staf bedah yang ikut dalam ruang operasi itu,yang awalnya ragu kini bangga pada hasil kerja Ha Na.


Ha Na dan Dong Joo berhasil menyelamatkan nyawa pasiennya masing masing.


Tapi kelancangan Ha Na sudah di ketahui oleh dokter kepala bedah.


Walau berhasil menyelamatkan pasien tetap saja hal yang semberono karena membiarkan dokter magang memimpin operasi.


Dan yang amat di salahkan adalah,spesialis bedah yang menjadi senior dari para dokter magang itu yang tidak lain adalah Dong Joo.


Dong Joo selesai melakukan operasi dan menemui wali pasien tadi yang tidak lain istrinya.


Sang Istri menunggu suaminya tepat di ruang operasi.


Dong Joo menghampiri wanita bisu itu.


Wanita itu segera berdiri dan menghampiri Dong Joo.


Wanita itu menanyai Dong Joo dengan bahasa isyarat perihal kondisi suaminya.


Dong Joo yang terkenal angkuh dan dingin itu dengan wajah ramah menenangkan pasien dan menggunakan bahasa isyarat juga memberi tahu jika suaminya selamat dan baik baik saja.


Wanita itu menangis terharu dan sambil menutup mulutnya.


Wanita itu juga mengatakan terima kasih dalam bahasa isyarat.


Dong Joo tersenyum atas apresiasi istri pasien itu.


In Joo tepat berada di belakang Dong Joo saat itu.


Ternyata Dong Joo tidak seburuk itu.


Walau galak dan angkuh pada dokter lainnya tapi ia bisa bersikap ramah dan lembut pada keluarga pasien itu.


In Joo mulai hormat dan mengakui Dong Joo.


Tidak salah kalau waktu itu Ha Na mengaguminya.


Tapi,saat itu juga selesai operasi Dong Joo di panggil oleh kepala bedah rumah sakit itu.


Ha Na juga tentu di panggil juga.


Dong Joo tahu,kalau ini semua pasti tentang masalah operasi tadi.


Benar saja,saat Dong Joo masuk ruangan kepala bedah itu,ia melihat Ha Na sedang tertunduk di marahi..


Ha Na sudah lebih dulu datang rupanya.


Dong Joo melangkah dan datang..


Nah,ini dia biang keroknya.


Kau sudah datang rupanya!!


Pria itu nampak sangat marah pada Dong Joo yang sekarang sejajar dengan Ha Na.


Kau mau di kenakan sanksi oleh komite disiplin!!


Atau kau mau lisensinmu sebagai dokter di cabut hah!!!


Bagaimana mungkin kau bisa kecolongan dan membiarkan dokter magang ini melakukan operasi tunggal Kang Dong Joo!!!!!!


Maafkan aku pak Park..


Aku bersalah dan teledor,aku akan lebih baik dan teliti lagi pada bawahanku ini.


Dong Joo hanya membungkuk minta maaf,ia sadar kalau ia memang salah.


Kepala bedah tadi menempeleng kepalanya saat Dong Joo membungkuk minta maaf sebelum berlalu dan keluar dari ruangan itu.


Betapa menyedihkannya diriku sekarang.


Aku bahkan harus menerima getah dari ulah orang lain.


Semua ini karena gadis sialan itu.


Harga diriku bahkan jatuh di hadapannya sekarang.


Ha Na melihat langsung hal yang sangat memalukan itu,Dong Joo bahkan sampai menutup matanya.


Untung saja pasien yang di tangani Ha Na selamat,jika tidak maka akan lebih parah lagi.


Maafkan aku senior,aku sepertinya berhutang maaf padamu.


Walau kau tidak melakukan kesalahan tapi kau malah mendapat amarah yang bahkan lebih besar.


Maafkan aku dokter Kang.


Padahal bisa saja kau hanya menyalahkanku karena ini semua memang ulah nekadku tanpa izin darimu.


Kau sama sekali tidak bersalah.


Setelah itu,Dong Joo membawa Ha Na ke tempat sepi di sebuah sudut tangga rumah sakit itu.


Ha Na di hakimi di sana oleh Dong Joo.


Dong Joo berdiri persis hadapan Ha Na.


Kau puas melihatku di buat seperti tadi!!!


Kau mau sok jago di sini!!


Kalau kau ingin pamer kehebatan kau buka saja rumah sakit sendiri!!


Ha Na memberanikan diri menjawab.


Tapi senior,pasien tadi benar benar sudah dalam keadaan darurat.


Aku tidak bisa membiarkan nyawa pria itu melayang padahal aku punya kemampuan untuk menyelamatkannya.


Bukankah seorang dokter harus mendahulukan keselamatan pasien!


Bukankah sudah tugas seorang dokter untuk menyelamatkan pasien dengan memberi tindakan medis!!


Tadi itu,aku juga mempertaruhkan diriku sepenuhnya!!


Aku tidak peduli jika setelah itu aku bahkan akan di marahi,di skors atau bahkan di penjara sekalipun karena aku tahu perbuatanku adalah benar dan tepat saat itu.


Pasien yang ada di tanganku juga selamat.


Melihat pasien itu kembali normal dan sudah bebas dari rasa sakitnya.


Aku ini juga sangat puas,aku juga ikut lega..


Ha Na berkaca kaca saat bicara seperti tadi pada Dong Joo.


Tapi Dong Joo tetap masih marah.


Kau fikir dengan omonganmu yang panjang lebar itu aku akan tersentuh hah!!!


Apa yang kau lakukan bisa saja membuat karir yang sudah aku titi sejauh ini hingga bisa di pandang orang jatuh dalam semalam!!!!


Seharusnya kau juga memikirkan orang lain saat mendahului egomu itu!!


Karir yang juga di hidupku ini bisa kau buat mati dan hancur karena ulahmu itu.


Kau fikir aku bisa seperti ini jika semberono sepertimu.


Menjadi dokter adalah suatu hal yang terbaik di hidupku!!


Apa kau dengar!!!


Aku tidak ingin hancur dan membawaku ke titik lemah lagi!!!


Dong Joo meneriaki Ha Na dengan keras.


Ha Na sepertinya paham,Dong Joo takut akan di bully dan di kucilkan lagi jika dia bukan siapa siapa.


Tapi Ha Na juga memanas sekarang.Ia menjawab Dong Joo dengan nada tinggi.


Lalu aku harus apa senior!!!


Apa harusnya tadi aku bunuh diri saja setelah mengoperasi orang itu!!!


Apa aku harus sekarat juga dan menunggumu selesai operasi baru menyelamatkanku!!


Kenapa tidak kau ucapkan sedikit terima kasih dan menghargai kinerjaku tadi!!


Tidak adakah hal yang benar walau aku sudah menyelamatkan pasien itu...


Apa kau.....


Belum juga Ha Na menyelesaikan omongannya,Dong Joo sudah menyempal mulut Ha Na yang sangat berisik itu dengan bibirnya.


Seketika Ha Na memang benar benar teridiam.


Namun jantungnya berdebar dengan sangat kencang sekarang sepeti genderang yang akan di tabuh saat perang.


Dong Joo melepas bibirnya itu saat Ha Na sudah mulai diam.Ia dan Ha Na saling menatap sebelum akhirnya Dong Joo meninggalkan Ha Na pergi terlebih dahulu.