
Ha Na berusaha mencari Dong Joo kesana kemari untuk mengucapkan terima kasih.
Ia bertanya pada setiap orang tentang keberadaan Dong Joo.
Salah seorang dokter memberi tahu jika Dong Joo sedang di ruang ganti dan sebentar lagi akan bersiap untuk melakukan operasi.
Ha Na tidak menyianyiakan kesempatan itu dan langsung menerobos masuk ke ruang ganti tempat Dong Joo berada.
Tapi.......
Dong Jo sedang berganti baju rupanya.
Ia sudah memakai celana seragam operasinya tapi dadanya masih bebas dan belum di baluti atasan yang masih menggantung di lengannya.
Ha Na lagsung membeku...
Apa apaan ini?
Kenapa pemandangannya malah seperti ini?
Ha Na lalu memalingkan wajahnya kesamping,maaf senior...
Dong Joo santai saja dan melengkapi pakaian atasnya dengan santai.
Kini,tertutup sudah dada bidang Dong Joo tadi.
Ada apa kau kemari mencariku?
Setelah rasanya aman,Ha Na melirik kembali dan mulai melangkah mendekati Dong Joo.
Aku ingin berterima kasih soal tadi senior.
Ha Na menunduk sambil bicara dengan Dong Joo.
Sudahlah,lupakan saja.
Aku juga bingung kenapa tadi menolongmu.
Ha Na mengangkat kepalanya dan menatap Dong Joo langsung.
Eh???
Wajah Ha Na terlihat bingung.
Apa maksud Dong Joo ini??
Dong Joo mulai memberi penjelasannya.
Dengar baik baik,aku tidak bermaksud menolongmu tadi.
Aku juga tidak tahu kenapa aku malah reflek menyambutmu.
Tapi,mau tidak mau hal itu sudah terjadi.
Hal ini malah menyusahkanku karena kita berdua akan menjadi bahan omongan di rumah sakit ini.
Memikirkannya saja sudah membuatku terbebani.
Menolongmu adalah hal yang salah dan tidak tepat.
Apa!!
Menurutmu menolongku adalah tindakan yang salah?!
Apa aku berbuat salah padamu?
Atau karena aku bukan pasien VIP yang menguntungkanmu!!
Tega sekali mulutmu bicara begitu dan kau sebut dirimu dokter!
Aku bahkan akan menarik ucapan terima kasihku lagi yang tadi aku lontarkan padamu!
Kau tidak lebih dari perjaka menyedihkan!!
Aku yakin,sampai tua pun tidak akan ada wanita yang mau jadi istrimu!!!
Ha Na terpancing emosinya karena ucapan Dong Jo tadi.
Dong Joo di marahi olehnya habis habisan tanpa memiliki kesempatan untuk membalas perkataan Ha Na.
Tahu tahu,Ha Na sudah pergi meninggalkan Dong Jo sendiri di ruangan itu dengan membanting pintu kuat kuat.
Wahhh,apa apaan wanita itu!
Mulutnya itu seperti petasan yang dinyalakan dan tidak bisa berhenti.
Ha Na keluar dengan perasaan yang sangat marah.
Ia lalu bercerita tentang semua itu pada In Joo dan juga Ah Ra.
Memang dasar pria itu brengsek,ntah bagimana dia dulu pacaran dengan kakakku.
Kakaku hanya di butakan ketampanannya dan buta akan sifat congkak dan angkuh pria itu.
Sudah Ha Na,jangan emosi lagi..
Aku yakin suatu saat akan ada sesuatu yang buruk menimpanya karena keangkuhannya itu.
Iya Ah Ra,aku harap dia akan mendapat pelajaran beharga nantinya.
In Joo mengejek Ha Na.
Makanya,jangan membangga banggakan dia seperti itu,sekarang malah kau sendiri yang merasakan betapa brengseknya sifat asli Dong Joo.
Ha Na benar benar terbakar emosi hari ini.
Ia tidak menyangka mulut Dae Ho begitu pedasnya mengatainya.
Ha Na memeluk manja ibunya.
Ibu.....
Iya,ada apa?
Kenapa kau pulang dengan wajah kesal hari ini?
Itu semua karena seniorku ibu.
Ha Na menceritakan tentang kejadian yang di alaminya hari ini,juga tentang Dong Joo yang menyesal setelah menolongnya.
Yun Hee tersenyum mendengar cerita anaknya.
Jadi,kau bertengkar dengannya karena hal itu?
Hem,jangan terlalu membencinya Ha Na,setiap orang punya sisi baik dan buruk masing masing.
Ibu sedikit tahu tentang dokter itu,dia sangat pintar dan memang berbakat.
Cita citanya memang menjadi dokter sedari kecil,tapi ibunya sangat menentang pekerjaannya tanpa alasan yang jelas.
Dong Joo berjuang sendiri hingga bisa seperti sekarang.
Tapi,dia selalu berusaha yang terbaik untuk menyelamatkan pasiennya.
Dia punya luka sendiri di dirinya,dia juga bukan orang yang terbuka dan mau bergaul sehingga dia tidak mengerti kalau sebenarnya menolongmu seperti tadi sama baiknya dengan menyelamatkan pasien.
Ha Na sejenak merenung.
Dia pasti orang yang keras dan bertekad kuat.
Dia bisa hebat dan sukses seperti sekarang karena usahanya sendiri.
Ibunya juga tidak mendukung karirnya.
Dia juga tidak memiliki teman.
Pasti ada hal yang membuatnya tidak mau bergaul dan membaur dengan orang lain.
Ha Na baru ingat,ia kenal dengan teman satu angkatan Dong Joo.
Ia dan teman Dong Joo itu kebetulan berteman di media sosial.
Karena penasaran,Ha Na menggali informasi tentang Dong Joo lewat temannya itu.
Ternya Ha Na mendapat fakta yang cukup memiriskan.
Sejak kecil,Dong Joo sering di kucilkan karena teman temannya tahu ibunya adalah mantan narapidana.
Karena itulah,Dong Joo sering di bully dan di ejek sebagai putra penjahat.
Yang membuat ibu dari Dong Joo mendekam dalam penjara sendiri adalah karena seorang dokter wanita.
Tapi ibu Dong Joo memang bersalah karena melakukan penyerangan dan menyebabkan luka serius pada dokter itu.
Karena itulah,Dong Joo tidak mendapat restu menjadi dokter oleh ibunya.
Tanpa di ketahui oleh Ha Na.
Dari cerita di atas sebuah takdir pertemuan yang tertunda kini terhubung kembali lewat anak anak mereka.
Ya,Dong Joo adalah putra dari Mi Ra.
Wanita yang dulu pernah mengisi hati Jung Hwa saat Jung Hwa lupa ingatan.
Namun Jung Hwa meninggalkannya setelah ingatannya kembali.
Mi Ra jugalah yang membuat ibu Ha Na kritis karena cidera di kepala waktu itu.
Hal itu juga yang membuatnya mendekam di penjara.
Tapi karena kecantikannya,seorang petugas sipir penjara jatuh hati padanya.
Mi Ra akhirnya menikah dengan pria itu dan lahirlah Dong Joo sebagai hasil buah cinta mereka.
Tapi Dong Joo malah bercita cita dan memiliki impian untuk menjadi doker.
Mi Ra tentu menentangnya karena dulu,Yun Hee yang berprofesi sebagai dokter telah menghancurkan cintanya juga hidupnya.
Tapi,Dong Joo tetap keras kepala dan terus memperjuangkan mimpinya hingga bisa menjadi dokter sehebat sekarang walau tanpa restu ibunya.
Hanya ayahnya yang terus mendukungnya diam diam di belakang ibunya.
Ha Na menjadi iba pada Dong Jo.
Sejak kecil,ia pasti sudah merasakan masa masa yang berat karena masa lalu ibunya.
Karena sekecil itu ia sudah di bully dan di kucilkan maka dari itu ia tumbuh menjadi pemuda yang tidak mau bergaul seperti yang lain.
Karena ingatan akan masa kecilnya masih menghantui dan merasa semua orang akan terus mengucilkannya jika tahu masa lalunya..
Tiba tiba terbesit di benak Ha Na ingin memeluk Dong Joo dan menyadarkannya kalau waktu sudah berlalu,keadaan tidak sama dengan masa kecilnya dulu dan tidak semua orang jahat padanya.
Masih ada yang tulus dan mau bergaul bersamanya.
Sementara Dong Joo sendiri sedang menikmati kopi di sebuah cafe dengan Ah Young.
Ah Young mencoba memegang tangan Dong Joo tapi Dong Joo menghindarinya.
Sudah jelas kalau ia ingin mengatakan bahwa usaha Ah Young hanya sia sia,ia tidak ingin kembali lagi pada Ah Young.
Ah Young hanya menatap kecewa pada Dong Joo yang sekarang menyesap kopi di hadapannya.