THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
MELEPAS KEPERGIAN



"Bo Na....


Ha Na melepas pelukan Bo Na dan mengajaknya bicara..


"Bo Na,maaf aku harus mengatakan ini.


Sebenarnya aku juga sudah pernah memergoki Bo Ra dan Yeon Jin sedang berciuman.


Hanya saja saat itu aku bingung kenapa mereka menyembunyikan kedekatan mereka.


Aku baru tahu saat kau bercerita padaku jika kau menyukai Yeon Jin.


Dari situlah aku tahu alasan kenapa mereka menyembunyikan hubungan itu.


Aku tidak memberitahumu karena merasa tidak berhak ikut campur akan semua ini..


"Jadi kau juga sudah tahu dan menyembunyikan ini dariku?


"Tidak..tidak Bo Na,bukan itu maksudku.


Aku hanya tidak ingin merusak dan ikut campur urusan kalian.


Tapi bukan maksudku untuk melukaimu..


"Cukup!!


Kau juga telah menyembunyikan fakta itu!!


Kau juga sama saja!!


Aku benci padamu!!


Bo Na lalu keluar dari apartemen Ha Na dan pergi entah kemana.


Ha Na lalu menelepon Bo Ra dan menceritakan semuanya.


Ha Na yang khawatir juga lalu menelepon Jae Ha dan meminta Jae Ha untuk keluar sebentar menemaninya mencari Bo Na.


Yeon Jin dan Bo Ra bergegas setelah menerima telepon itu.


Tapi di saat genting seperti ini,mereka berdua malah mendapat telepon darurat dari rumah sakit dan diminta mengoperasi pasien Tukak lambung.


Keadaan pasien cukup kritis dan harus segera mendapat penanganan operasi dengan cepat.


"Bagaiamana ini Bo Ra???


"Kita seorang dokter Yoen Jin,kita harus mengutamakan pasien kita.


Aku yakin Bo Na pasti baik baik saja.


Dan Bo Na juga seorang psikiater.


Dia pasti bisa mengendalikan dirinya.


Bo Na berlari sambil menangis di jalanan.


Ia bahkan tidak bisa menenangkan dirinya walau seorang psikiater handal.


Yeon Jin dan Bo Ra ke rumah sakit untuk menangani pasien terlebih dahulu.


Bo Ra sudah memberi tahu Ha Na,dan Ha Na akan berusaha mencari Bo Na terlebih dahulu sambil Yeon Jin dan Bo Ra mengoperasi pasien.


Bo Ra mempercayakan dan mengandalkan Ha Na untuk mencari Bo Na sekarang ini.


Jae Ha sudah menyetir dan di dalam mobil bersama Ha Na.


"Tenanglah Ha Na,kita pasti akan menemukan gadis itu.


"Iya Oppa.


Wajah Ha Na terlihat sangat khawatir.


"Bo Na,aku harap kau tetap bisa berfikir rasional.


Aku tidak ingin sesuatu yang buruk menimpamu.


Di rumah sakit,sebelum memasuki ruang operasi.


Bo Ra berdoa untuk Bo Na.


"Ya Tuhan,lindungilah saudaraiku dari marabahaya.


Hanya dia yang aku punya setelah orang tua kami tiada.


Bo Ra berdoa demi keselamatan Bo Na.


Ha Na resah melihat ke jalanan.


Jae Ha menggenggam tangan Ha Na dengan erat agar Ha Na bisa tenang.


Namun karena ini sudah larut,Jae Ha sebenarnya sangat lelah dan kurang enak badan.


Ha Na menoleh kesamping dan melihat Jae Ha berwajah merah padam dan keringat dingin.


Jae Ha juga sesekali batuk..


Ha Na lalu memegang dahi Jae Ha.


Ha Na kaget..


"Oppa,kau demam....


"Tidak Ha Na,aku baik baik saja.


Uhuk...uhuk...


Ha Na prihatin.


"Jae Ha pasti sedang tidak sehat dan hanya memaksakan diri demi menemaniku sekarang.


"Oppa,kita putar balik saja.


Kau sedang dalam keadaan kurang sehat,aku tidak ingin terjadi apa apa padamu.


"Tapi...


Ha Na membuat garis keras gang membuat Ja Ha tidak berani melawan perintahnya.


Jae Ha lalu putar balik,Ha Na menyetir dan membawa mobil.


Ia membiarkan Jae Ha tidur dan istirahat.


Di situasi genting seperti ini.


Bo Na malah harus berhadapan dengan seorang pria yang menderita gangguan psikotik ,lebih tepatnya skizofrenia yang merupakan gangguan jiwa parah yang menyebabkan munculnya pemikiran dan persepsi yang tidak normal.


Pria itu menatap Bo Na di jalanan yang sepi.


Langkah Bo Na terhenti dan ia ketakutan.


Terlebih pria itu menggenggam besi panjang di tangannya.


Bo Na tidak membawa obat penenang dan tidak ada yang bisa menolongnya di situasi genting seperti ini.


Tak terelak lagi,Bo Na menjadi hantaman pria itu.


Karena setiap kembar memiliki ikatan batin tersendiri terlebih jika salah satunya dalam bahaya dan tidak dalam jangkauan yang bisa di lihat.


Maka si kembar lainnya akan merasakan telepati juga.


Saat Bo Na sedang di hantam bertubi tubi dan dalam keadaan sekarat,Bo Ra yang masih di ruang operasi merasakan firasat aneh yang amat sangat tidak enak.


"Ini pasti Bo Na.


Bo Na sedang dalam bahaya.


Setiap perasaan ini menghampiriku,Bo Na pasti sedang dalam kesulitan atau bahaya.


Bo Ra mulai resah dan tidak konsen,akibatnya pasien yang di tanganinya malah mengalami pendarahan.


"A...Ma..maaf dokter...


"Tidak apa apa,tolong fokus Bo Ra.


Yeon Jin memahami keadaan Bo Ra dan tidak memarahinya.


Tapi terlambat sudah,Bo Na sudah sangat kritis saat petugas rumah sakit jiwa menemukan pasieenya yang lepas itu.


Mereka juga melihat Bo Na yang sudah babak belur dan bersimbah darah.


Bo Na segera di larikan ke rumah sakit dengan ambulance.


Begitu sampai di rumah sakit,detak jantung Bo Na sudah berhenti.


Detik detik Bo Ra keluar dari ruang operasi,di detik itu juga saudara kembarnya menghembuskan nafas terakhirnya.


Bo Ra dan Yeon Jin begitu sampai di ruang operasi langsung di sambut berita duka oleh dokter yang bertugas menanangi Bo Na tadi.


"Dokter Bo Ra,saudara kembar anda Dokter Sung Bo Na sudah tiada.


Ia meninggal karena di serang oleh pasien skizofrenia.


Pertolongan sudah terlambat datang,dan Dokter Bo Na tidak bisa di selamatkan.


Bo Ra tidak bisa bicara,badannya terasa kaku dan berat tapi ia tetap mencoba melangkah untuk menemui Bo Na.


Yeon Jin ikut berkabung...


Setelah bersusah payah,Bo Ra akhirnya berada di depan saudara kembarnya yang sudah tidak bernyawa itu.


Melihat wajah Bo Na yang sudah terbujur kaku dan suhu tubuhnya yang sudah mulai dingin membuat Bo Ra merasa seperti melihat sosok dirinya yang terbaring di hadapannya.


Karena mereka sangat serupa dan identik.


"Bo Na.....


Hei....


Bangunlah!!


Bukankah kita sering bertengkar?


Kau tidak perlu seperti ini..


Jangan bercanda Bo Na!!


Bo Na!!!


Bo Ra akhirnya menangis sambil memeluk tubuh saudara kembarnya itu.


Bo Ra menyalahkan dirinya karena membuat Bo Na seperti ini.


Ha Na juga sudah mendapat berita kematian Bo Na dari temannya di rumah sakit.


Tapi ia masih belum bisa pergi karena merawat Jae Ha yang sedang sakit di rumahnya sekarang.


Ha Na ikut berduka dan berkabung.


Yeon Jin mencoba menenangkan Bo Ra.


Namun tentu saja tidak bisa...


Bo Ra masih terus menangis dan meraung.


Ia tidak mau jauh dari saudara kembarnya itu.


"Ini tidak adil Bo Na!!


Kenapa kau meninggalkanku lebih dulu!!


Kita lahir bersama,di kandung bersama dan menjadi dokter bersama harusnya kita juga mati bersama.


Bagaimana aku harus menghadapi ayah ibu kita di surga sana?!


Mereka pasti akan memarahiku karena lalai menjagamu!!


Bo Na...bagun!!


Aku mohon!!


Aku akan menuruti maumu!!


Aku akan berikan semuanya untukmu!!!


Bo Na!!!!!!


Sekalipun menangis sedemikian rupa,tidak ada tanda tanda Bo Na akan bangun lagi..


Bo Ra hanya bisa lemas dan pasrah...


Malam ini di akhiri dengan tangis air mata Bo Ra yang melepas kepergian Bo Na untuk selamanya.