THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
CERAH KEMBALI



Hari hari Jae Ha di Amerika lebih berpusat pada pengobatan Hong Ah.


Hong Ah akan menjalani operasi 2 bulan lagi,sebelumnya Hong Ah harus menerima serangkaian pemeriksaan menyeluruh.


Jae Ha berusaha sebaik mungkin pada Hong Ah.


Hingga membuat Hong Ah percaya jika suaminya itu telah melupakan Ha Na.


Padahal,diam diam Jae Ha masih selalu memandangi foto Ha Na yang ia sembunyikan di laptopnya.


Ia akan memandang foto itu di saat rindu menghampirinya.


Hari ini,Ha Na sedang berkutat dengan pasien ISPA yang berjumlah 7 orang,mereka semua adalah buruh pabrik di pabrik lem.


Semuaya menderita infeksi saluran penapan atas itu karena saling tular menular.


Ruangan yang tertutup juga udara yang mereka hirup tidak sehat itulah salah satu penyebab penyakit ini.


Tidak lama,datang lagi pasien 56 tahun yang menderita pneumonia akut..


Pneumonia adalah infeksi yang menimbulkan peradangan pada kantung udara di salah satu atau kedua paru paru,yang dapat berisi cairan.


Pada Pneumonia,kantung udara bisa berisi cairan atau nanah,infeksi ini dapat mengancam nyawa siapapun yang menderitanya.


"Suster..pasang oksigen pada pasien ini.


Berikan ia penisilin dan antibiotik...


Ha Na dengan sigap menangani pasien itu.


Yeong Jin si dokter hebat sedang di ruangan operasi,salah satu pekerja bangunan tertusuk besi di area tulang rusuknya.


Besi itu juga menyebabkan beberapa pembuluh darahnya rusak,sehingga harus segera di tangani.


Sempat terjadi pendarahan karena kelalaian Bo Ra yang menjadi asisten bedah operasi itu,namun untungnya Yeon Jin bisa menanganinya dengan baik.


Rumah sakit sangat dan super sibuk hari ini.


Jae Ha yang sedang menemani Hong Ah cek kesehatan mendapat telepon dari Korea.


Telepon itu adalah panggilan wajib militer untuknya karena telah berusia 29 tahun.


Wajib militer sendiri juga wajib untuk dilakukan oleh setiap warga berjenis kelamin pria di Korea selatan.


Jika tidak maka warga negara itu akan mendapat sanksi serius.


Hal inilah yang menjadi perdebatan Hong Ah dan Jae Ha di rumah sepulang tes kesehatan itu.


"Tidak Jae Ha!!


Aku tidak akan mengizinkanmu pergi!!


Bisa saja kau mengambil kesempatan ini untuk kembali pada Ha Na dan mengkhianatiku.


"Hong Ah,mengertilah..


Ini adalah kewajibanku dan kewarganegaraan kita juga masih Korea selatan.


Aku harus mematuhi aturan atau harus mendapat sanksi serius...


Hong Ah masih keberatan..


"Tapi Jae Ha,kau lihat sendiri kan.


Aku ini lumpuh,apa kau tidak kasihan??


2 bulan lagi,aku juga akan melakukan operasi...


Aku ingin di temani olehmu..


Tidak bisakah mengundur waktu hingga operasiku selesai???


"Hong Ah,ibumu kan ada di sini.


Dia pasti akan membantumu..


Saat kau operasi nanti aku akan meminta izin.


Jika di izinkan aku pasti akan datang dan menemanimu.


Percayalah padaku Hong Ah.


Kita bahkan sudah menikah..


Aku adalah milikmu seutuhnya.


Walau sempat ragu dan khawatir,Hong Ah akhirnya mengizinkan Jae Ha ke Korea untuk menjalani wajib militer selama 2 tahun.


Hong Ah hanya berpesan untuk menjaga kepercayaannya.


Jae Ha setuju dan mengangguk.


Kembali ke Ha Na kembali..


Ha Na mendapat pasien baru,seorang pasien yang mengidap gagal ginjal akut di larikan ke rumah sakit.


Ia kelelahan bekerja dan kurang asupan mineral karena bekerja terlalu keras.


Pasien ini harus segera menjalani cuci darah agar kembali stabil.


Tapi saat sedang di tangani,pasien ini malah mengalami gagal jantung.


Ha Na menjadi panik.


"Ada apa ini??


Kenapa???


Slashhhhh...


Yeon Jin berada di sisi Ha Na dan memompa jantung pasien.


Ia juga memberi interupsi pada perawat untuk memberika beberapa suntikan.


"Dokter Hyun,periksa nadinya..


Ha Na yang tadinya memaku segera memeriksa nadi pasien.


"Denyut nadinya telah kembali dokter Kwan.


Ha Na dan Yeon Jin sama sama bernafas lega.


Yeon Sik meminta Bo Ra membawa pasien itu untuk melakukan cuci darah agar kondisinya segera membaik.


Baru saja merasa lega..


Ha Na dan Yeon Jin sepertinya tidak bisa lengah.


Salah satu pasien yang terkena ISPA tadi tiba tiba mengalami kejang perut hebat.


Apendisitis ini biasanya terjadi ketika ada sisa sisa makanan yang terjebak serta tidak bisa keluar di umbai cacing.


Sehingga lama kelamaan umbai cacing tersebut akan menjadi busuk serta akan menimbulkan peradangan yang menjalar ke usus buntu.


Maka dari itu harus segera dilakukan operasi untuk membuang umbai cacing itu agar tidak pecah dan membuat infeksi lainnya semakin menyebar.


Ha Na dan Yeon Jin akan melakukan operasi itu bersama.


Kali ini Ha Na menjadi dokter utamanya dan ia yang menjadi asistennya.


Ia ingin melihat kemampuan Ha Na.


Saat Ha Na sedang melakukan operasi darurat,Jae Ha sedang dalam penerbangan menuju Korea.


Jae Ha memandang awan yang dimana ia sedang di dalam pesawat dan berada di atas awan itu.


Sekarang Jae Ha bimbang.


Walau sangat ingin bertemu Ha Na,tapi ia berdoa semoga tidak di pertemukan dengan Ha Na lagi dan bisa menahan diri untuk tidak menemui Ha Na.


Ia takut jika harus menyakiti Hong Ah dan Ha Na lagi.


Cukuplah waktu itu Ha Na yang menjadi tumbal keraguan hatinya.


Ia hanya ingin fokus melaksanakan wajib militernya dan kembali ke Amerika.


Ha Na yang menjadi dokter utama itu menunjukkan skill dan kehabatannya di meja operasi.


Ha Na membuang umbai cacing itu dan melihat hal lain.


Sepertinya ia juga harus memotong usus pasien itu beberapa cM karena ada yang sudah membusuk akibat Apendisitis yang telah agak terlambat untuk di tangani.


Ha Na melakukan pembedahan dengan sempurna.


Baik caranya menjahit,menutup luka atau menghentikan pendarahan sangat sempurna.


Semua itu membuat Yeon Jin kagum dan menatap Ha Na yang sedang serius saat ini.


"Dokter wanita ini benar benar hebat dan terampil.


Matanya sangat jeli dan kecepatan tangannya di atas rata rata.


Bahkan waktu yang di gunakan juga cukup singkat dari perkiraanku.


Ha Na menyelesaikan operasi dengan baik.


Selesai mengoperasi,Ha Na dan Yeon Jin duduk di sebuah bangku panjang di koridor.


Yeon Jin memberi Ha Na sekaleng minuman ringan.


Ha Na segera menyambutnya.


"Terima kasih Yeon Jin..


"Sama sama..


Yeon Jin duduk di samping Ha Na dan sama sama meneguk minuman itu.


Keduanya lalu berbincang.


"Ha Na,skillmu tadi sangat hebat..


Untuk seorang dokter muda,kemampuanmu benar benar luar biasa..


Ha Na tersenyum


"Terima kasih atas pujianmu..


Tapi aku tetap masih harus banyak belajar.


"Kau rendah hati rupanya..


Ha Na hanya tersenyum...


"Apa artinya skill hebat dalam pekerjaan tapi aku adalah kegagalan dalam hal percintaan..


"Maksudmu??


Tanya Yeon Jin...


Karena sama sama pernah gagal,Ha Na lalu sedikit bercerita.


"Aku pindah kesini untuk melupakan kepahitan cintaku.


Aku pernah dekat dengan ketua gengster dan dia mati di rumah sakit tempatku bekerja,aku juga pernah hampir menikah dengan rekan kerjaku sesama dokter tapi di hari pernikahan kami,ia malah meninggal di pangkuanku karena di tembak oleh ibunya sendiri,lalu yang terakhir aku hampir merebut tunangan orang.


Huh...kisah cintaku benar benar kacau..


Yeon Jin sepertinya menangkap jelas kenapa Ha Na yang bekerja di rumah sakit bagus mau pindah kemari.


Ia pasti ingin menyibukkan diri dan mencoba melupakan hal buruk yang menimpanya.


Begitulah dalam benak Yeon Jin.


"Ha Na,aku juga pernah gagal dalam rumah tangga.


Bahkan aku sudah terikat dengan hubungan pernikahan.


Pada awalnya aku menyalahkan diriku atas semuanya.


Tapi saat aku berfikir lebih jernih dan dalam keadaan tenang aku menyadari jika ini bukanlah salahku.


Rumah tanggaku yang hancur juga kegagalan pernikahanku adalah bagian hidup yang memang harus aku rasakan untuk mensyukuri keberhasilan yang lain.


Jika hanya memikirkan kegagalan dan kesialan kita,hal itu hanya akan membuat hidup kita semakin suram dan seakan tidak ada keberuntungan untuk kita.


Lebih baik kita bangkit dan memulai lembaran baru.


Bisa jadi esok hari ada kado indah yang akan menghampiri kita.


Ingat Ha Na,awan mendung akan hilang setelah hujan deras yang ditampungnya tumpah.


Karena itu,kau juga harus keluar dari awan mendung kesialanmu dan menjadi cerah kemabali.


Ha Na senang karena ada yang menyemangatinya.


"Terima kasih Yeon Jin..


Jae Ha tertidur di pesawat dan memimpikan berbaring di pangkuan Ha Na di taman...


Mereka tampak bahagia dan penuh tawa.


Entah apa makna mimpi Jae Ha yang menghampirinya itu.


Namun yang jelas,Jae Ha tidak ingin terbangun dari mimpi indah itu jika saja bisa.