THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
MELUKIS MALAM



Malam ini Bo Ra masih menemani jenazah saudara kembarnya.


Ia masih belum mengizinkan siapapun membawa Bo Na ke kamar mayat.


Ia masih berharap Bo Na bisa hidup kembali walau mustahil adanya.


Hal itu berimbas pada Bo Ra yang memimpikan Bo Na.


Mereka bertemu di tempat serba putih dan hanya ada mereka berdua.


"Bo Na.


Bo Ra segera memeluk Bo Ba sambil menangis.


"Bo Na..


Maafkan aku,aku benar benar minta maaf.


Syukurlah kita bisa bertemu kembali.


Bo Na lalu melepas pelukan itu.


"Bo Ra,kau tidak bersalah..


Kita sudah berbeda alam,aku hanya meminta izin pada yang kuasa untuk menemuimu sebentar lewat mimpi ini karena tidak sempat berpamitan denganmu.


"Tidak..


Ini hanya mimpi maksudmu??


Bo Na mengangguk..


"Iya Bo Ra...


Jangan bersedih dan menangis lagi.


Kau juga jangan menyalahkan diri terus.


Aku yang bersalah disini.


Aku baru sadar saat di gerbang akhirat dan malaikat menunjukkan dosa dosaku.


Hampir semua menunjukkan keegoisanku padamu.


Kau juga seringkali mengalah untukku.


Tapi kau tidak pernah mengeluh atau membenciku.


Karena itu,saat sekarang aku tidak ada.


Kau harus bahagia.


Jika kau sedih,aku juga akan sedih.


Relakanlah kepergianku Bo Ra.


Kita akan bertemu lagi suatu saat nanti,sekarang nikmatilah hidupmu.


Agar aku bisa mengawasimu dari atas dan memastikanmu berbahagia.


"Tidak Bo Na.


Bagaimana aku bisa hidup tanpamu?


Bawalah aku pergi juga...


Aku mohon..


Bo Ra terisak menangis..


"Bo Ra,tenanglah.


Kelak kau akan melahirkan anak kembar juga.


Dia akan sangat mirip seperti kita.


Di rahimmu sekarang sudah ada kehidupan lain yang menanti untuk di lahirkan.


Buah cintamu dan Yeon Jin.


Mereka akan terbekati dan sehat nantinya.


"Apa?


Aku hamil??


Bo Ra memegang perutnya.


"Iya Bo Ra.


Karena itu jangan ikuti aku.


Aku harus pergi dulu,waktuku tidak lama.


Selamat tinggal Bo Ra..


Bo Ra tiba tiba terbangun dengan uraian air mata.


Saat itu Yeon Jin masih tetap berada di sisinya.


"Bo Ra,kau baik baik saja??


"Yeon Jin,aku hamil.


"Apa???


Ternyata apa yang dibicarakan Bo Na dalam mimpi Bo Ra benar adanya.


Bo Ra benar benar hamil.


Yeon Jin sangat bahagia dan terharu.


Bo Ra juga sudah merelakan kepergian Bo Na.


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Di aparteman Ha Na.


Ha Na merawat Jae Ha yang sedang demam.


"Panasnya tinggi sekali..


Kenapa tidak turun juga??


Apa aku bawa ke rumah sakit saja??


Ha Na memegang dahi Jae Ha.


Baju Jae Ha sudah di basahi keringat.


Ha Na berniat mengganti baju Jae Ha,ia mulai melepas kaos hitam di badan Jae Ha.


Saat itu Jae Ha membuka mata karena bibirnya terasa kering.


"Ha Na,boleh aku minta segelas air.


Aku haus sekali...


"Iya Jae Ha.


Ha Na duduk di tepian ranjang dan memberi segelas air.


Jae Ha lalu meneguk air itu dengan perlahan.


"Sudah,terima kasih Ha Na..


Ha Na menaruh gelas itu kembali.


"Jae Ha,orang yang kita cari sudah meninggal,ia di serang pasien gangguang jiwa dan tidak tertolong.


"Aku turut berduka Ha Na.


Jika kau ingin ke rumah sakit,pergilah...


Aku tidak apa apa sendirian..


"Tidak,bagaimana aku bisa meninggalkanmu saat kondisimu seperti ini.


Aku tidak akan pergi.


Jae Ha memandang Ha Na yang mencemaskannya itu.


"Aku baik baik saja Ha Na.


Jae Ha memegang sebelah wajah Ha Na...


"Ha Na,aku kedinginan..


Tolong hangatkan aku...


Ha Na terkesiap.


Ha Na menggenggam tangannya karena gugup.


Tapi ia tidak memalingkan matanya dari Jae Ha.


"Bolehkah aku seperti ini?


Bolehkan aku juga menuruti permintaannya?


Ha Na membuka mulutnya yang terkatup dan bibirnya menampakkan celah.


Jae Ha membasahi bibirnya yang kering tadi dengan lidahnya.


Setelah itu ia mendekat pada Ha Na lalu berbisik perlahan di telinga Ha Na dengan lirih.


"Ha Na...


Izinkan aku bermalam disini..


Jae Ha menatap Ha Na yang gugup dengan mata sendunya.


Jae Ha juga mulai menggengam tangan Ha Na.


Jae Ha mengecup lembut leher Ha Na.


Membuat Ha Na bergidik karena itu adalah area sensitifnya.


Jae Ha terus ******* leher Ha Na yang putih dan jenjang itu.


Ha Na memejamkan mata karena tidak tahu lagi harus bagaimana.


Sesekali Jae Ha mengigit kecil leher Ha Na untuk memberikan sebuah sensasi berbeda.


Ha Na akhirnya kalah dan terbuai rayuan Jae Ha.


Jae Ha menghadap Ha Na sambil tersenyum.


Ia mulai memegang leher Ha Na dan menjatuhkan bibir Ha Na pada dirinya.


Ha Na terpejam dan meresapi ciuman mesra dari kekasihnya itu.


Jae Ha akhirnya melukiskan sebuah malam yang indah untuk Ha Na.


Bukan di atas kanvas melainkan di hati dan perasaan Ha Na.


Ha Na menyerahkan dirinya dengan segenap jiwa dan raga.


Jae Ha mencuragi Hong Ah yang jauh di sana.


Namun ia tidak lagi dapat menampik perasaannya yang begitu kental pada Ha Na.


Saat ini Hong Ah yang ada di amerika sedang menghitung hari menunggu tanggal operasinya.


"Semoga aku lekas sembuh..


Aku sangat merindukanmu Jae Ha.


Hong Ah sedang memandang foto pernikahannya dengan Jae Ha yang ada di layar ponselnya.


Padahal saat ini,suami yang sangat di cintainya itu sedang berbagi ranjang dengan wanita lain.


Ha Na dan Jae Ha bergumuh dalam hangatnya romansa yang mereka ciptakan.


Malam ini menjadi awal hubungan itu akan amat sangat di uji.


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Esok harinya,semua staff rumah sakit melayat ke rumah duka.


Namun ada yang spesial.


Di rumah duka itu juga Yeon Jin dan Bo Na menggelar sebuah pernikahan.


Mereka ingin Bo Na tetap menyaksikan pernikahan itu sebagai saksi.


Hal itu juga karena hanya Bo Na satu satunya keluarga yang Bo Ra miliki.


Di hari bahagia ini ia ingin saudaranya tersayang tetap hadir sebagai tamu istimewa.


Bo Ra juga meletakkan bucket bunga pengantinya di dalam peti mati Bo Na.


Agar di alam baka sana,Bo Na menemukan cintanya dan tidak kesepian.


Jae Ha sedang semangat semangatnya menjalani latihan.


Tubuhnya telah bugar setelah olahraga malam yang tidak terduga semalam bersama Ha Na.


Tapi Ha Na yang sedang menghadiri pemakaman merasa resah dan kalut dalam pikirannya.


"Aku telah menghabiskan malam dengan suami orang lain.


Tapi ia juga pria yang aku cintai.


Apakah ini nikmat atau hukuman.


Aku tidak tahu apa itu.


Tapi bagaimana kami akan menghadapi semua ini selanjutnya.


Ha Na dan fikirannya yang kalut.


Ia sadar semalam berfikir terlalu pendek dan berbuat gegabah tanpa memikirkan kedepannya.


Namun Jae Ha sangat bahagia.


Ia tidak berfikir panjang dan semuanya bisa saja menjadi runyam dalam sekejap.


Jae Ha berencana akan menceraikan Hong Ah jika operasinya telah selesai kelak.


Jae Ha tidak akan mau melepas Ha Na kembali.