
Jung Hwa dan Yun Hee langsung menempati rumah baru setelah menikah.
Mereka tinggal jauh dari kerabat dekat dan keluarganya agar hubungan mereka yang tidak harmonis tidak di ketahui oleh siapapun.
Kelakuan Jung Hwa juga semakin menjadi jadi,ia lebih menganggap Yun Hee pembantu di banding istrinya.
Ia sering pulang kerja dalam keadaan mabuk dan bersikap kasar..
Malam ini hal itu terulang lagi.
Jung Hwa pulang minum minum jam 2 pagi.
Yun Hee terlambat membuka pintu karena ketiduran.
Hei..!apa telingamu tidak dengar aku memanggil dan menggedor pintu istri sialan!!!!
Kau mau tetangga kita tahu aku sering mabuk mabuk hah!!!
Kondisi Jung Hwa sendiri memang dalam keadaan mabuk.
Ia tidak menyahut omongan pedas Jung Hwa dan segera membantu melepas sepatu dan kaos kaki Jung Hwa.
Tapi Jung Hwa malah menolak kepala Yun Hee dengan tangannya saat ia berjongkok untuk membukakan sepatu Jung Hwa.
Hei..kau memang pantas jadi babu seperti ini!!
hahahahahaha..
Ingin rasanya Yun Hee menangis dengan siksaan hidup ini.
Mereka bahkan tidur di kamar terpisah karena Jung Hwa tidak ingin sekamar dengan Yun Hee.
Jung Hwa lalu tertidur pulas setelah Yun Hee membopongnya ke tempat tidur.
Di pagi hari,saat Yun Hee membawakan tas kerja Jung Hwa yang berjalan tepat di belakangnya,Jung Hwa malah menarik tas itu seperti di rampas.
Ia menarik dengan kasar.
Yun Hee hanya tertunduk sambil menahan rasa takut dan kecewa.
Jung Hwa sudah pergi dengan mobilnya.
Di seberang jalan rumahnya,ada seorang pria yang melihat apa yang terjadi pada Yun Hee dan suaminya tadi.
Pria itu nampak kasihan pada Yun Hee,ia memberi senyum pada Yun Hee di seberang sana.
Yun Hee balas tersenyum dan segera masuk ke dalam.
Tidak lama ada yang mengetok pintu rumah Yun Hee.
Segera saja Yun Hee membukanya..
O....
Yun Hee kaget,ternyata itu pria di seberang rumahnya tadi.
Halo...
Halo...
Maaf baru menyapa,aku adalah tetangga di seberang.
Kau pasti orang baru ya.
Perkenalkan namaku Kim Dae Ho..
Salam kenal..
Perkenalkan juga,aku Min Yun Hee.
Maaf belum sempat menyapa.
Aku seorang dokter,jika kau sakit atau ingin berobat datang saja padaku.
Eh..iya..iya..
Setelah selesai berkenalan singkat Dae Ho pamit pulang dari rumah Yun Hee.
Dokter tampan yang berusia 27 tahun.
Ia sangat baik hati dan ramah pada siapapun.
Entah mengapa,ada sesuatu yang mengusiknya untuk mengetahui sesuatu tentang Yun Hee.
Ia melihat jelas suami Yun Hee kasar dan tidak mencintainya.
Tapi entah bagaimana,kenapa mereka bisa menikah???
Karena tidak ada kegiatan Yun Hee membuat kue kue di rumah lalu menjualnya secara online.
Ia tidak ingin membebani Jung Hwa dan membuatnya banyak mengeluarkan uang untuknya.
Ia baru ingat akan tetangga baru tadi.
Di bungkusnya kue tart indah lalu pergi ke rumah tetangga itu untuk menyapanya.
Tidak lama setelah memencet bel,Dae Ho keluar.
O....
Wajah Dae Ho kaget melihat Yun Hee di depan pintunya.
Maaf mengagetkan,aku hanya ingin memberi ini sebagai ucapan perkenalan.
Dae Ho segera meraih kue yang di berikan Yun Hee.
Ah,kenapa repot repot.
Aku bahkan tidak punya sesuatu untuk membalasmu.
Tidak usah repot repot.
Aku permisi dulu kalau begitu.
Iya..terima kasih ya.
Dae Ho langsung mencicipi kue buatan Yun Hee di dalam rumahnya.
Eemmm enak sekali,wanita itu pintar memasak rupanya.
Dae Ho tersenyum manis menikmati tart itu.
Di tempat lain.
Jung Hwa sedang sibuk dengan pekerjaannya di kantor.
Ia menghadapi klien yang menuntuk kasus malapraktik.
Tapi yang membuatnya rumit dan pusing adalah,dokter yang di tuntut oleh kliennya itu adalah Ae Ri yang notabene adalah kekasihnya.
Kliennya juga memiliki bukti atas kasus itu dan jelas bisa memberatkan Ae Ri.
Jung Hwa lalu menghubungi Ae Ri dan menanyakan kronologinya.
Ae Ri mengaku kalau ia memang salah,Ae Ri ketakukan akan tuntutan hukum yang menunggunya.
Tenang Ae Ri,tenang..
Aku akan mencari cara untuk membebaskanmu dari tuntutan ini.
Jung Hwa mencoba berbuat kotor sebagai pengacara untuk menyelamatkan kekasihnya.
Ia mencoba menghilangkan bukti yang memberatkan Ae Ri.
Tapi Jung Hwa ceroboh,perbuatannya ternyata di ketahui rekannya.
Rekannya sengaja melapor untuk menjatuhkannya.
Dan jadilah,Jung Hwa menjadi topik pembicaraan hangat seluruh negeri.
Ae Ri bukannya menenangkan malah meminta agar Jung Hwa tidak menyebut namanya dan mengatakan ia tidak terlibat.