
Setelah sekian tahun,Mi Ra akhirnya menginjakkan kaki ke Korea kembali.
Perasaannya sangat berat kembali kesini lagi,namun demi puteranya ia mencoba menepis rasa itu dan tetap kembali ke tempat yang pernah menorehkan kenangan pahit itu padanya.
Dong Joo menjemput ibu dan ayahnya di bandara bersama Ha Na.
Kesan pertama yang terlihat adalah.
Ibu yang sudah lama tidak melihat puteranya langsung tersenyum penuh kerinduan begitu melihat Dong Joo melambai padanya..
Ibu Dong Joo juga melihat seorang wanita yang berada di sebelah Dong Joo.
Dalam hati ia bersua..
Itu pasti wanita pilihan Dong Joo.
Parasnya cantik dan sepertinya kepribadiannya juga lembut.
Tapi,kenapa mata gadis itu sepertinya tidak asing.
Mi Ra menerka nerka dalam hati karena merasa tidak asing dengan pandangan wanita di samping Dong Joo itu.
Kini,ibu Dong Joo sudah ada di hadapan Dong Joo dan Ha Na.
Dong Joo segera menyapa ayah dan ibunya.
"Ayah ibu..
Selamat datang kembali.
Ayah Dong Joo menepuk pundak Dong Joo.
"Ia nak..
Kami sangat merindukanmu..
"Aku juga ayah..
Kini Dong Joo giliran menyapa ibunya.
Tidak ada kata yang bisa terlontar,hanya Dong Joo yang langsung memeluk ibunya penuh kerinduan yang dalam.
Ibunya juga merasakan hal itu.
Sang ibu berbicara lirih..
"Terima kasih nak,sudah tumbuh dengan baik.
Kau juga terlihat baik baik saja...
Dong Joo melepas pelukannya.
"Terima kasih juga karena ibu sudah mau datang..
Ibu Dong Joo hanya tersenyun sambil mengelus lengan kanan anaknya.
Putraku,kau tumbuh dengan baik..
Kau juga menjadi pria dewasa yang hebat..
Ibu bangga padamu nak...
Sekarang giliran Ha Na yang memperkenalkan dirinya di hadapan orang tua Dong Joo.
"Ayah,ibu perkenalkan..
Aku Hyun Ha Na,aku adalah rekan seprofesi Dong Joo di rumah sakit sekaligus kekasihnya.
Senang bisa bertemu kalian..
Ha Na menyapa dengan manisnya.
"Jadi kau seorang dokter juga?
Tanya ibu Dong Joo lirih..
"Iya ibu,aku seorang dokter.
Aku adalah spesialis bedah umum.
Ibu Dong Joo sangat senang,Dong Joo memilih pasangan yang tepat.
Siapa yang tidak ingin memiliki menantu seorang dokter..
Walau di lubuk hatinya yang terdalam profesi dokter adalah yang di bencinya karena kasusnya dengan Yun Hee terdahulu.
Di rumah Ha Na.
Yun Hee,Ae Ri dan Song Yi sibuk memasak untuk menyambut kedatangan orang tua Dong Joo,mereka sepakat untuk bertemu di rumah saja untuk mempererat rasa kekeluargaan.
Dae Ho,Jung Hwa dan Fernando sedang sibuk berkemas di halaman belakang dan menyiapkan kursi dan meja.
Pertemuan keluarga itu akan berkonsep garden party.
Semua sukacita tertuang hari itu.
"Selamat ya Yun Hee,akhirnya kau akan punya menantu juga.
'Seru Ae Ri pada Yun Hee.
Yun Hee tersenyum
"Iya,terima kasih ya Ae Ri juga Song Yi.
Kalian selalu membantuku.
Semua saling bekerja sama dan membantu.
Taman juga sudah di tata para ayah dengan rapi.
In Joo dan Ah Ra membantu menyiapkan segala sesuatu di meja makan.
Ah Young juga membawa pacar barunya untuk ikut membantu.
Yun Hee sudah mendapat telfon dari Ha Na jika dirinya dan rombongan keluarga Dong Joo sudah dekat.
Maka semua orang berkumpul di halaman belakang dan bersiap menyambut kedatangan keluarga Dong Joo.
Dong Joo dan Ha Na beserta keluarganya juga sudah sampai.
Detik detik menegangkan di mulai saat Mi Ra sudah berjalan medekati halaman belakang.
Saat sudah beberapa langkah lagi,Ha Na memanggil ayah dan ibunya.
Ayah
Ibu..
Jung Hwa dan Yun Hee berdiri..
Saat mereka berdua beridiri dan membalikkan badan.
Begitu juga Mi Ra yang melihat wajah keduanya.
Semua tawa terhenti.
Begiti juga langkah Mi Ra.
Jung Hwa dan Yun Hee bertemu Mi Ra kembali setelah sekian tahun.
Kini rasa tanya Yun Hee terjawab,wajah Dong Joo tidak asing karena mirip dengan Mi Ra.
Begitu juga Ha Na di mata Mi Ra yang bermata mirip seperti ibunya.
Seketika jantung Mi Ra panas.
Fernando,Dae Ho dan Song Yi juga mengenali Mi Ra.
Yun Hee mulai membuka suara..
Mi Ra.....
Dong Joo dan Ha Na kaget.
Bagaimana orang tua mereka bisa saling kenal padahal belum berkenalan..
Mi Ra menatap Ha Na...
Jadi kau putri dari Yun Hee dan Jung Hwa!
" Tanya Mi Ra dengan nada tinggi dan memanas..
"I..Iya..
Jawab Ha Na dengan takut dan tegang.
Dong Joo menyela..
"Ibu kenapa kasar sekali pada Ha Na?
Tadi ibu baik baik saja...
Mi Ra melotot pada Dong Joo lalu menunjuk pada orang tua Ha Na.
Sehingga Dong Joo juga menatap pada Mereka.
"Mereka!!!!
Orang tua pacarmu adalah orang yang
menghancurkan hidupku dan kakekmu!!
Wanita itulah yang dulu aku lukai hingga mendekam di penjara!
Dan pria di sebelahnya adalah pria lupa ingatan yang dulu aku tolong dan cintai namun saat ingatannya kembali ia malah mengkhianatiku dan kembali pada isterinya!!
Dia mencampakkanku dan menjebloskan kakekmu ke penjara!!!
PRAKKKK.
Ha Na dan Dong Joo seperti di sambar petir.
Mereka terlibat cinta yang berlatar mengenaskan karena kisah masa lalu para orang tuanya.
Sekarang Jung Hwa juga ikut bicara agar anak anak mereka tidak salah faham.
"Mi Ra,jaga bicaramu!
Jangan membuat seakan kau tidak bersalah dan adalah korban di sini.
Kau tahu sendiri,saat kau bersamaku dulu ternyata aku adalah suami dari Yun Hee walau aku lupa ingatan dan akhirnya sempat menjalin cinta denganmu.
Setelah 5 tahun takdir mempertemukan aku bersama Yun Hee kembali.
Aku hanya kembali pada apa yang seharusnya memang menjadi posisiku yaitu sebagai suami dari Yun Hee dan ingatanku kembali.
Untuk ayahmu,dia memang bersalah karena mencemari sungai di desa dengan limbah pabrik.
Apa kau tidak ingat desa itu sampai terkena wabah muntaber parah karena ulah ayahmu!
Berapa banyak warga yang menderita dan mati karena ulahnya!
Lalu soal kau di penjara,apa kau tidak ingat hah!
Kau menghantam kepala isteriku dengan balok besar sehingga Yun Hee sempat koma selama beberapa bulan dan hampir tidak bisa di selamatkan!
Jika saja dulu kau tidak memulai dengan hal yang buruk semua itu tidak akan terjadi.
Dong Joo semakin lemah.
Walau ibunya bersalah,namun ibunya juga di penjara dan membuat hidupnya begitu tersiksa dan di limpahi malu karena perbuatan dari orang tua kekasihnya.
Ha Na juga merasa di timpuk batu besar.
Selama ini masa masa sulit hidup Dong Joo di masa lalu yang sering di kucilkan ternyata menyangkut urusan dengan kedua orang tuanya.
Kakek Dong Joo juga di makamkan dengan tidak layak karena di jebloskan ke penjara oleh ayahnya walau nyatanya itu memang kesalahan kakek Dong Joo.
Semua terasa berkaitan sekarang.
Mi Ra beteriak pada Jung Hwa dan Yun Hee.
AKU MENENTANG PERNIKAHAN INI!!!
Mi Ra lalu menatap Ha Na yang tidak bersalah.
Jauhi puteraku!!!
Aku tidak sudi menerima menantu dari orang yang telah menghancurkan hidupku dan ayahku!!!
Jangan membawa kesialan di dekat anakku!!
Yun Hee segera menghampiri Mi Ra.
Mi Ra..tolong jangan begini.
Jangan bawa anak anak kita
Mereka tidak bersalah sama sekali..
Amarah Mi Ra semakin berkobar saat melihat Yun Hee berdiri di hadapannya.
"Perempuan sial!!
Kau tahu kenapa aku benci saat Dong Joo memutuskan menjadi dokter?!
Itu semua karena kau!!!
Aku tidak mau Dong Joo sama sepertimu!!!
Kau adalah kenangan yang memuakkan di hidupku!
Jauhkan puterimu dari puteraku!
Apapun yang terjadi mereka tidak akan pernah bersatu!!
Hancur sudah mimpi indah pernikahan yang sudah di diimpikan Ha Na dan Dong Joo.
"Dong Joo,ayo kita pulang!
Tinggalkan Korea dan jangan pernah kembali ke sini lagi!
Dong Joo merasa dilema..
"Tapi bu,Ha Na tidak bersalah..
Aku sangat mencintainya.
Tolong jangan minta kami berpisah..
Mi Ra semakin marah..
"Jadi kau memilih wanita itu di banding ibu yang sudah melahirkanmu ini!!
Kau akan bersatu dengan keluarga wanita yang dulu menghancurkan hidup ibu!!
Kau setega itu!!
Dong Joo menocoba membela diri.
"Ibu!!
Tolong hentikan!!
Jangan membuatku harus memilih antara Ha Na dan ibu.
Kalian berdua adalah wanita yang sama sama aku cintai.
Dan lagi yang akan menikah dan menjalani hidup bersama adalah aku dan Ha Na bukan ibu dan keluarga Ha Na.
Aku hanya perlu restu dari ibu!!
Ibu juga harus sadar kalau ibu juga bersalah dan ibu membayar dan menebus kesalahan ibu sebagaimana harusnya.
Kita tidak bisa menyangkal itu ibu.
PLAAKKKKK...
Mi Ra menampar pipi anaknya dengan kuat.
Dong Joo terdiam..
"Dasar anak durhaka!!
Bagaimana kau bisa menyalahkanku sementara disini aku berada di pihak yang paling menderita dan tersiksa di sini!
Apa kau pernah merasa tidur di lantai dingin penjara!!
Apa kau penah merasa makan makanan basi karena tidak mempunyai pilihan lain saat perutmu lapar!!
Apa kau pernah merasakan semua itu!!!
Dong Joo juga akhirnya meluapkan semuanya.
"Lantas kenapa ibu melahirkanku!!
Apa ibu tahu,karena ulah ibu di masa lalu aku tumbuh dengan selalu di kucilkan oleh teman temanku karena memiliki seorang ibu yang mantan narapidana!!
Aku selalu di hina dan di rundung oleh teman temanku!!
Saat itu usiaku bahkan masih belasan tahun dan harus menghadapi dunia yang begitu kejam karena terlahir oleh rahimmu!!
Jika saja kau juga merasakan penderitaanku maka tidak akan lebih baik di banding dirimu dulu!!
Hanya Ha Na yang tulus mendekatiku dahulu dan menerima masa laluku!!
Sekarang karena keegoisan ibu,apa aku harus melepaskannya?
Lalu bagaimana aku bisa hidup dengan bahagia jika satu satunya kebahagiaanku kau minta aku jauhi!!
Mi Ra lalu ikut sedih.
Ia tidak menyangka puteranya semenderita itu.
Pantas saja ia tidak pernah punya teman dan selalu tidak bersemangat saat pergi ke sekolah dulu.
Namun ia tidak pernah mengeluh dan mengadu dan hanya diam.
Itu semua karena ia tidak ingin melukai perasaan ibunya.
Namun,Mi Ra juga tidak bisa menyembunyikan luka saat melihat Yun Hee dan Jung Hwa kembali.
Mi Ra memilih pergi begitu saja.
Dong Joo dan Ha Na saling menatap.
"Ha Na,aku akan menyelesaikan masalah ini.
Tenanglah dan tunggu saja kabar dariku..
Ha Na mengangguk..
"Iya Dong Joo..
Pergilah dan hati hati.
Segera kabari aku..
Seperginya Dong Joo,Ha Na menangis di pelukan ibunya.
Semua yang hadir di acara itu juga ikut prihatin melihat Ha Na yang sedih dan hancur.