
Song Yi dan Dae Ho sedang berkencan di sebuah cafe.
Hei....
Wah,yang benar saja.
Kau memanggil calon tunanganmu yang tampan ini hei.
Song Yi langsung tersenyum mendengar Dae Ho yang terlalu percaya diri.
Heish,kau itu yang tampannya yang masih level 5 saja sombong sekali,sedangkan aku yang secantik dewi kahyangan saja biasa aja.
Omo...sulit ku percaya aku akan bertunangan dengan wanita sepertimu.
Walau Jung Hwa berkata demikian namun ia menggenggam tangan Song Yi di atas meja yang bersejajar dengan cangkir kopi mereka.
Dae Ho,besok Yun Hee sudah mulai bekerja kan??
Iya,kenapa memangnya?
Hem,aku ada sedikit usulan.
Bagaimana kalau kita jodohkan Yun Hee dengan dokter muda yang jadi juniormu itu.
Yang wajahnya imut imut saat kita berkumpul waktu itu di acara penyambutannya.
Oh, Gang Jun Pyo maksudmu?
Nah,iya..itu dia maksudku.
Gang Jung Pyo adalah dokter baru yang bekerja di rumah sakit tempat Dae Ho bekerja.
Ia adalah Dokter bedah sama halnya seperti Dae Ho.
Wajahnya sangat imut dan tampan.Para perawat dan dokter wanita di buat gila oleh parasnya yang rupawan.
Dokter itu barusia 29 tahun,ia juga sudah mapan di usia yang semuda itu dengan tinggal di apartemen mewah juga mengendarai mobil import mahal.
Ia juga cucu dari pemilik perusahaan farmasi terbesar di Korea.
Ia terlahir dengan sendok perak di mulutnya sejak lahir.
(Sendok perak\=keturunan orang kaya)
Tapi Song Yi,kau tahu sendiri kan kalau Yun Hee menutup hatinya rapat sekali.
Lalu bagaimana juga kita membuat mereka dekat.
Iya juga ya,benar omonganmu.
Masalahnya ada pada diri Yun Hee.
Sudah,jangan khawatir..
Aku akan memikirkan cara agar mereka bisa dekat.
Song Yi langsung tersenyum pada Dae Ho.
Pacarku,kau memang yang terbaik.
Tentu saja...
Dae Ho dan Song Yi menikmati kencan manis mereka sembari membicarakan rencana untuk mendekatkan Yun Hee dengan dokter baru itu.
Di tempat lain..
Jung Hwa sedang duduk bersantai dengan Mi Ra di dekat sungai sambil memandang bayangan rembulan di air sungai yang menjadi kaca untuk pantulan bayangan rembulan itu.
Hyun Ki....
Ia,ada apa Mi Ra??
Jung Hwa masih sibuk melempar batu kerikil ke air.
Ayo menikah...
Eh???
Jung Hwa langsung menoleh pada Mi Ra.
Kenapa tiba tiba ingin menikah??
Apa maksudnya tiba tiba?
Kita sudah pacaran tiga tahun Jung Hwa.
Aku bosan begini begini saja,kau terlalu suci sebagai seorang pria.
Aku sebenarnya berharap kau bisa sedikit nakal dan menghamiliku agar kita cepat menikah.
Tapi kau tidak pernah lebih dari mencium bibirku saja.
Heiy,vulgar sekali bicaramu...
Biar saja,biar orang orang tahu.
Jung Hwa tertawa dan geli mendengar omongan Mi Ra.
Jung Hwa lalu duduk mendekat pada Mi Ra dan merangkulnya dengan tangannya.
Maaf kalau aku mengecewakanmu Mi Ra.
Tapi aku belum bisa menikahimu,aku masih ingin tahu tentang masa laluku juga keluargaku yang sesungguhnya.
Mi Ra lalu murung dan menunduk ke bawah.
Hal itu terlihat oleh Jung Hwa.
Kenapa lagi Mi Ra?
Tidak,aku hanya takut.
Bagaimana jika ingatanmu sudah kembali dan ternyata kau sudah punya kekasih?
Jung Hwa tidak tahu harus berkata apa.
Maaf Mi Ra,karena menemukanku di keadaan seperti ini.
Aku juga tidak tahu apa yang harus aku lakukan jika ingatanku kembali dan ternyata aku sudah memiliki orang lain di hatiku sebelum dirimu.
Mi Ra menatap bayangan Jung Hwa dari pantulan cermin di air itu.
Aku sangat takut hari itu akan tiba Jung Hwa.
Hari dimana ingatanmu kembali.
Aku takut kau mengingat masa lalumu dan sudah memiliki orang lain.
Jika bisa aku ingin selalu egois dan membuatmu hanya menjadi milikku seorang.
Kau jelas terus mengelak menikahiku karena terhalang ingatanmu akan klise seorang gadis yang sering datang di mimpimu itu.
Kenapa juga ingatanmu harus hilang tanggung tanggung,kenapa kliese gadis itu masih tersisa sehingga menghalangi jalan kita.
Tapi apapun yang terjadi kau akan selalu menjadi milikku dan hanya milikku Jung Hwa.
Malam berlalu dan pagi menyapa kembali.
Yun Hee sudah di rumah sakit tempatnya bekerja.
Ia memperkenalkan diri di depan para perawat dan dokter dokter di rumah sakit itu.
Halo semua,aku Min Yun Hee.
Aku dokter bedah baru di sini.
Mohon bimbingan dan kerja samanya.
Terima kasih.
Yun Hee membungkuk seteangah badan setelah memperkenalkan diri.
Dae Ho langsung menyeletuk dan menghampiri Yun Hee membuat garis keras bahwa mereka akrab dan saling kenal.
Dia ini sudah seperti adik kandungku sendiri.
Dia juga single,jadi jika kalian ingin mendekati adikku harus minta izin padaku.
Yun Hee melirik Dae Ho dengan senyum anehnya.
Oppa....
Iya,kenapa adikku??
Kau harus membuka lembaran baru disini.
Aku sebentar lagi tunangan dan setelah itu menikah.
Kau juga harus menyusul.
Yun Hee pasrah saja dengan tingkah Dae Ho.
Oppa,terima kasih..
Kau benar benar kakak yang baik,kau selalu berusaha yang terbaik untukku.
Walau dulu aku mengabaikan dan menolak perasaanmu tapi kau tetap bermurah hati dan menjadikanku adikmu.
Mungkin sebaiknya aku mendengar saranmu.
Agar kau tidak terbebani terus dengan kisah hidupku yang gundah gulana ini.
Walau sebenarnya masih belum ada yang menggantikan posisi Jung Hwa di hatiku.
Saat Yun Hee terlalu fokus dengan pemikirannya.
Dokter muda yang waktu itu Song Yi sarankan untuk di comblangkan dengan Yun Hee yang bernama Gang Jung Pyo dari jauh mulai melirik Yun Hee.
Hem,manis juga wanita itu.
Kesan pertama yang bagus saat ia melihat Yun Hee.
Jun Pyo melihat Yun Hee melintas saat ia sedang berbicara dengan perawat di sampingnya.
Jun Pyo langsung menghentikan bicara dengan perawat itu dan mengejar Yun Hee.
Dokter Min,tunggu..
Yun Hee berhenti dan menatap Jun Pyo.
Yun Hee bingung harus memanggil apa karena belum kenal.
Oh,maaf aku lupa.
Jun Pyo mengulurkan tangannya...
Namaku Gang Jun Pyo.
Yun Hee segera menyambutnya sambil tersenyum.
Aku Min Yun Hee,maaf aku belum hafal semua nama dokter di sini.
Tidak apa apa.
Mereka lalu berjalan sejajar sambil berbincang ringan.
Yun Hee sangat asik di ajak mengobrol,ia juga bukan tipe pencari perhatian seperti wanita lain yang Jun Pyo temui.
Bersama Yun Hee ia bisa santai bicara seperti teman.
Dae Ho melirik Yun Hee dan Jun Pyo dari kejauhan.
"Yun Hee,aku harap kau menemukan lagi orang yang bisa membuat hatimu bergetar."
Jun Pyo mulai melirik Yun Hee secara khusus tanpa di sadari dari hari kehari.