
Di IGD hari ini datang seorang pasien yang di periksa terkena Aneurisme aorta, dan harus di lakukan bedah endovascular.
Operasi endovascular dilakukan dengan cara memasang stent atau ring di bagian aneurisma dengan menggunakan keteter.
Stent berfungsi menguatkan dinding pembuluh aorta yang lemah dan mencegah pecahnya pembuluh tersebut.
Si dokter baru yang menanganinya,tapi ia masih terlalu baru untuk hal itu.
Tidak lama Dong Joo datang.
Tanpa memedulikan Won Hee,Dong Joo mengambil alih pasien itu.
Dong Joo segera meminta perawat menyiapkan ruang operasi.
Won Hee tidak berkutik melihat keseriusan Dong Joo.
Won Hee yang akan menjadi asisten bedahnya.
Di ruang operasi,bedah di mulai.
Melihat tangan Dong Joo yang cekatan juga kelancaran operasi tanpa terjadinya pendarahan.
Won Hee benar benar kagum pada dokter itu.
Wah,dia benar benar dokter yang hebat.
Semua operasinya sempurna.
Siapa dokter ini?
Rasanya kemarin dia belum menyapaku.
Begitu operasi selesai,Won Hee langsung mengejar Dong Joo.
Hei..tunggu.
Dong Joo berbalik dan menghadap Won Hee.
Kau belum mengenalku?
Dong Joo hanya dengan wajah datar.
Tidak..
Dong Joo lalu melanjutkan jalannya.
Ia lalu menghadang di hadapan Dong Joo.
Tunggu tunggu..
Aku Gang Won Hee,aku juga seorang dokter bedah jantung baru di sini.
Dong Joo tetap biasa saja.
Apa ini?
Kenapa dia dingin sekali?
Aku anak direktur rumah sakit ini.
Dong Joo menghembuskan nafas panjang.
Iya,lalu kau ingin apa dariku?
Kau adalah anaknya dan bukan direktur rumah sakit ini.
Aku tidak perlu bersikap berlebihan hanya karena tahu statusmu kan.
Kau tetap sesama dokter sepertiku.
Kekuasaan ayahmu hanya menjadi tamengmu saja,tapi itu tidak berarti jika kemampuanmu bukan apa apa.
Dan seharusnya sebagai dokter baru kau harus lebih sopan pada orang orang yang lebih dulu di sini.
Dong Joo berlalu dan meninggalkan Won Hee yang tercengang.
Won Hee tersenyum tak percaya.
Won Hee bertolak pinggang sepeninggal Dong Joo.
Wah,benar benar..
Baru kali ini ada yang berani seperti itu padaku.
Benar benar luar biasa..
Kau berhasil mengalihkanku.
Sejak saat itu,sosok Dong Joo menjadi perhatian khusus Won Hee.
Dari informasi yang di himpunnya,ia baru tahu jika Dong Joo adalah dokter terbaik di rumah sakit ini.
Dong Joo sudah lebih dulu ke kantin untuk makan siang.
Ha Na juga tidak lama kemudian menyusul,saat Ha Na membawa nampannya.
Ia melihat Dong Joo dari jauh.
Ha Na tersenyum...
Di kursi belakang In Joo dan Ah Ra juga sudah memeberi kode agar Ha Na duduk di samping Dong Joo.
Saat langkah Ha Na sudah dekat,Ha Na malah di selip dan anak direktur itu yang duduk di sebelah pacarnya.
Ha Na kaget dan tercengang.
Dong Joo juga serba salah..
Won Hee malah percaya diri..
Boleh kan aku duduk di sebelahmu..
Won Hee yang di sebelah Dong Joo mengajaknya bicara.
Wajah Dong Joo agak kesal,Ha Na juga begitu adanya.
Ia lalu melintasi Dong Joo dan duduk dengan sahabatnya.
Apa apaan wanita itu.
Ha Na berlalu dengan perasaan kesal.
In Joo dan Ah Ra mencoba menenangkan sahabatnya itu.
Sudah Ha Na,jangan pedulikan wanita tidak tahu malu itu.
Dia merasa hebat karena anak seorang direktur dan bisa semaunya saja.
Dong Joo jadi tidak selera makan.
Kasihan Ha Na,dia pasti sangat kecewa.
Maafkan aku Ha Na.
Dong Joo tidak menyelesaikan makannya dan pergi meninggalkan Won Hee.
Won Hee bergumam...
Sulit sekali mendekati pria dingin itu.
Tapi dia makin keren saja.
Won Hee sepertinya semakin tertarik pada Dong Joo.
Dong Joo ingin mengirim pesan pada Ha Na nanti untuk bertemu setelah pulang kerja.
Melihat pesan itu setidaknya Ha Na bisa tersenyum.
Selesai makan siang,rumah sakit kedatangan pasien kecelakaan mobil.
Tanda vitalnya tidak bagus,terjadi pendarahan di dadanya juga limpa dan hatinya sepertinya rusak.
Operasi itu di ambil alih oleh Dong Joo.
Dong Joo meminta Ha Na menjadi asistennya di ruang operasi.
Setelah berbagai persiapan dan pasien juga sudah di anastesi siap di operasi,Dong Joo dan Ha Na masuk ke dalam.
Operasi di mulai.
Dong Joo sudah mulai menyayat kulit pasiennya.
Tidak lama,Won Hee masuk dan ikut bergabung juga.
Ha Na jelas kesal.
Kenapa lagi dia disini?
Bukankah yang akan membedahnya Dong Joo?
Mata Dong Joo seakan mempertanyakan kehadiran Won Hee.
Won Hee sadar dan segera memberi jawaban atas pertanyaan Dong Joo.
Karena aku masih baru dan masih perlu banyak pelajaran maka aku memutuskan ikut operasi ini.
Mohon bantuan dan kerjasamanya.
Dong Joo tidak menjawab dan hanya fokus.
Tapi Dong Joo sedikit geli melihat Ha Na yang sepertinya cemburu.
Ha Na menatap Won Hee dengan mata yang tajam.
Ha Na sangat manis saat ini.
Karena kehadiran Ha Na setidaknya Dong Joo tidak lagi kesal dengan kehadiran Won Hee.
Operasi di mulai.
Dong Joo menghentikan pendarahan di dada pasien itu dengan cepat.
Dan Ha Na juga cekatan membedah limpa dan hati pasien itu.
Won Hee menatap Dong Joo dan Ha Na bergantian.
Wah,mereka adalah kolaborasi maut dokter bedah di rumah sakit ini.
Ternyata dokter wanita ini sangat hebat.
Tidak ada celah kesalahan dalam operasi ini.
Walau tanpa bicara mereka mengerti bagian masing masing juga batas batas yang tidak boleh di lewati.
Won Hee menaruh kagum pada Ha Na dan Dong Joo.
Tidak butuh waktu lama,operasi itu berhasil.
Dong Joo dan Ha Na saling tersenyum.
Kerja yang bagus Ha Na.
Iya,terima kasih dokter Kang.
Dong Joo memuji Ha Na di hadapan Won Hee.
Melihat hal itu,Won Hee sedikit iri.
Ia juga ingin di akui oleh Dong Joo seperti Ha Na.
Saat sudah berganti pakaian dan bersiap bertemu Dong Joo.
Ha Na mendapat telfon dari kepala bedah rumah sakit itu agar menghadiri pesta penyambutan Won Hee.
Karena anak direktur ia tentu saja sangat spesial.
Won Hee akan mentraktir semua karyawan malam ini.
Ha Na tidak bisa menghindar atau menolak.
Ha Na segera memberi tahu Dong Joo,dan Dong Joo juga sama hal nya harus terjebak ke acara itu.
Mau tidak mau mereka berdua harus menghadirinya.
Dong Joo datang lebih dulu,Ah Ra dan In Joo juga tentunya ikut.
Baru datang saja hati Ha Na sudah panas melihat Won Hee yang duduk di samping Dong Joo.
Kenapa dengan wanita itu?
Apa dia suka pada Dong Joo?
Ah Ra memegang tangan Ha Na.
Hei,Ha Na...
Wanita itu malah menyapa Ha Na.
Terlebih ayahnya yang direktur juga ikut hadir.
Ha Na tersenyum menyambut panggilan Won Hee tadi.
Ha Na ikut bergabung dan duduk berseberangan meja dengan Dong Joo.
Mereka sempat bertatap dan tersenyum ringan.
In Joo menatap Ha Na dan Dong Joo.
Kenapa juga kalian harus merahasiakan hubungan kalian jika akhirnya malah begini.
Walau pintar dengan hal medis tapi kedua orang ini benar benar masih polos soal cinta.
Sudah pacaran tapi masih canggung dan malu malu.
Dan sekarang belum ada apa apa sudah ada orang ketiga yang mau merusak hubungan mereka.
In Joo tidak habis fikir dengan gaya pacaran Ha Na dan Dong Joo yang masih malu malu seperti anak SMP.
Ayah...
Iya,ada apa Won Hee?
Tadi itu dokter Kang dan Dokter Hyun benar benar hebat di meja operasi.
Tangan mereka sangat cepat juga pekerjaan mereka sangat sempurna di meja operasi.
Tentu saja,mereka berdua adalah kebanggaan rumah sakit kami.
Kau harus belajar banyak dari mereka.
Iya ayah,tentu saja.
Won Hee membanggakan dan menceritakan tentang Ha Na dan Dong Joo di ruang operasi tadi.
Ha Na dan Dong Joo jadi tidak enak.
Kini tiba saatnya minum dan memanggang daging.
Dong Joo.
Ayo kita lakukan love shot (minum saling bersilang pada pasangan)
Wajah Dong Joo merasa aneh.
Ha Na juga tercengang.
Rasanya dada Ha Na sudah di rujam api bara yang sangat panas.
Dong Joo ingin menolak namun Won Hee keburu menyilangkan tangan yang berisi gelas itu padanya.
Semua orang juga bersorak dan riuh mendukung..
Akhirnya mau tidak mau,Dong Joo melakukan love shot dengan Won Hee.
Ah Ra juga kesal pada Won Hee
Dasar tidak tahu malu!
Andai kau tahu yang kau ajak love shot itu sudah punya pacar!
Dan bahkan pacarnya tepat di hadapanmu!!
Dasar genit.
Ah Ra juga priharin pada Ha Na yang pasti sedih dan kecewa sekarang.
Ha Na memutuskan memanggang danging agar terlihat sibuk..
Hei Dong Joo,kau sudah punya pacar?
Won Hee malah menanyakan hal pribadi tentang Dong Joo di depan semua orang.
Ha Na berhenti sejenak memanggang daging itu.
Begitu juga orang orang yang berada di situ,semuanya menunggu jawaban dari Dong Joo.
Sudah..
Aku sudah punya kekasih...
Won Hee nampak kecewa namun Ha Na tersenyum.
Ha Na senang karena Dong Joo tegas dan memberi tahu statusnya.
Siapa pacarmu?
Seseorang yang tidak kau kenal tentunya.
Aku tidak biasa membahas masalah pribadiku dengan orang lain.
Hal itu menegaskan Won Hee untuk tidak bertanya lagi.
Hem,siapa wanita beruntung yang memiliki hati Dong Joo?
Sepertinya aku tidak punya kesempatan.
Ah Ra dan In Joo juga senang Dong Joo menjawab seperti tadi dan mengakui keberadaan Ha Na.
Dong Joo mendapat telfon...
Sepertinya sesuatu yang darurat.
Dokter Hyun,kita harus ke rumah sakit sebentar untuk melihat kondisi pasien tadi..
Eh?
Ada apa?
Apa ada masalah dengan pasien itu?
Aku juga kurang jelas.
Ayo kita lihat saja dulu.
Baiklah..
Ayo pergi.
Ha Na dan Dong Joo meninggalkan acara itu lebih dahulu.
Ha Na juga ikut ke mobil Dong Joo.
Alih alih ke rumah sakit,Dong Joo malah membawa Ha Na ke bioskop.
Ha Na bingung dan mereka masih di dalam mobil.
Kenapa kesini?
Bukankah kita seharusnya ke rumah sakit?
Dong Joo menatap Ha Na.
Aku hanya ingin lari dari acara bodoh itu.
Hanya ini alasan agar kita bisa pergi.
Ha Na tersenyum,ternyata Dong Joo berbohong agar bisa keluar bersamanya.
Dong Joo meraih kedua tangan Ha Na.
Kenapa tanganmu dingin sekali?
Dong Joo lalu mendekatkan tangan Ha Na kemulutnya lalu menghembuskan nafas agar tangan Ha Na hangat.
Ha Na sangat tersentuh..
Terima kasih...
Dong Joo meletakkan tangan Ha Na kembali.
Maafkan yang terjadi hari ini Ha Na.
Tapi asal kau tahu,sampai kapanpun perasaanku hanya untukmu seorang.
Ha Na mengangguk..
Dong Joo mengeluarkan sesuatu dari sakunya yang ternyarta sebuah kalung bermata bulan sabit.
Ha Na kaget dan terkejut.
Dong Joo lalu mendekat dan melingkarkan kalung itu di leher Ha Na.
Ha Na memegang mata kalungnya...
Lalu menatap Dong Joo lagi..
Terima kasih Dong Joo.
Apa kau suka Ha Na?
Iya,sangat suka..
Syukurlah..
Dong Joo lalu mengecup kening Ha Na dengan penuh perasaan.
Setelah itu ia menatap Ha Na lagi dan kali ini memahat bibirnya pada bibir Ha Na.
Ha Na juga meladeni ciuman dari kekasihnya itu.
Hawa di tubuhnya yang tadi dingin sekarang menjadi hangat karena aliran perasaan dari Dong Joo.
Setelah itu mereka menikmati kencan sambil menonton film di bioskop.
Kencan dadakan di malam yang istimewa.
Di rumah,Jung Hwa terus kefikiran tentang Ha Na yang kelak menikah.
Ia terus terbayang omongan Dae Ho yang kelak harus merelakan Ha Na untuk di serahkan pada suaminya.
Yun Hee berbaring memeluk Jung Hwa.
Hei,jangan khawatir dan resah begitu.
Walau kelak ia menikah dan tidak lagi tanggung jawabmu sepenuhnya.
Tapi kau tetap ayahnya dan cinta pertama putrimu.
Posisimu tidak akan tergantikan Jung Hwa.
Iya Yun Hee aku tahu.
Tapi sekarang Ha Na sudah punya pacar.
Rasanya baru kemarin aku mengganti popoknya dan melatihnya berjalan.
Tapi sekarang putriku sudah dewasa.
Ia bahkan sudah menjadi dokter hebat seperti ibunya.
Iya Jung Hwa,putri kita sudah dewasa.
Seperti ia yang sudah bisa memilih jalan hidup dan karirnya.
Ha Na juga pasti pandai mencari pendamping hidupnya.
Jadi jangan cemas dan khawatir.
Jung Hwa memeluk istrinya erat dan mencoba tidur memejamkan mata untuk menghilangkan keresahannya.
Sementara In Joo sedang bicara pada bayinya yang masih di dalam perut Ah Ra.
Semua pasangan sedang menenangkan diri bersama pasangannya malam ini.
Hanya Won Hee yang patah hati setelah mendengar Dong Joo sudah punya kekasih.
Selama ini,dengan kecantikan dan status sosialnya yang tinggi semua pria berkumpul selalu mengejarnya.
Tapi hanya Dong Joo yang tidak seperti itu sehingga membuatnya jatuh hati dan memiliki perasaan istimewa.
Terlebih lagi Dong Joo adalah dokter yang hebat.
Won Hee masih belum rela melepas Dong Joo begitu saja.
Walau tahu Dong Joo sudah memiliki kekasih,Won Hee berencana untuk tetap mendekati dan mengambil hati Dong Joo bagaimanapun caranya.