THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
SUPERHERO NYATA



Tapi apa mau di kata,Dong Joo bahkan lebih sibuk.


Ia harus mengoperasi pasien tanpa bisa mendahulukan niatnya untuk menghampiri Ha Na.


Untuk kali pertama datang dan pertama kali juga melakukan operasi di tempat ini.


Dong Joo mengoperasi pasien yang terkena abses hati yang di sebabkan karena infeksi bakteri,bisa juga infeksi parasit.


Abses hati ini tergolong pada abses hepar,jenis ini menyebabkan peradangan atau pembengkakan hati.


Seperti yang sekarang pasien Dong Joo tangani.


Dong Joo hanya di bantu oleh dua suster dan satu asisten bedah.


Walau dengan peralatan sederhana,Dong Joo berhasil menyelamatkan pasien itu.


Ha Na dan Dong Joo bekerja seperti kuda yang berpacu di pacuan kuda.Bekerja tanpa henti tanpa mengidahkan rasa lelah dan kantuk yang terus datang.


Akhirnya setelah jam 4 dinihari,baik Ha Na dan Dong Joo bisa beristirahat.


Ha Na dan Dong Joo duduk terkapar di ruang istirahat dokter.


Ruangan kecil dengan 3 matras untuk berbaring dan rak rak penuh buku yang entah apa isinya.


Ha Na dan Dong Joo duduk berselonjor di lantai dingin rumah sakit itu...


Tanpa sengaja saat duduk berjarak setengah meter itu,Dong Joo mengangkat tangannya dan saat menjatuhkannya lagi ke lantai malah menimpa jari kelingking Ha Na.


Ha Na lalu kaget dan tediam.


Dong Joo segera menyingkirkan tangannya..


Maaf,aku tidak sengaja...


Dong Joo sedikit salah tingkah...


Iya,tidak apa apa.


Untung saja Ha Na memakluminya.


Karena di balut lelah dan capek,Ha Na dan Dong Joo memutuskan tidak mempermasalahkan hal kecil tadi.


Mereka duduk cukup lama,tapi Ha Na sepertinya benar benar lelah sehingga kepalanya terjatuh ke pundak Dong Jo..


Ha Na tertidur rupanya.


Dong Joo tentu kaget dan saat melihat ke samping dan sedikit menunduk..


Apa ini?


Dia tertidur?


Tapi,aku tidak tega membangunkannya..


Dong Joo tidak sampai hati membangunkan Ha Na yang sudah sangat lelap walau dengan posisi yang kurang nyaman itu.


Dong Joo berbaik hati dan membiarkan Ha Na bersandar di pundaknya.


Dong Joo juga sudah sangat lelah dan tidak kuat lagi menahan mata,matanya sudah sangat berat untuk di buka dan akhirnya ikut terlelap dan tidur berdampingan dengan Ha Na.


Jadilah sepasang dokter itu terlelap dalam kantuknya dan tidak mampu bangun lagi.


Di Korea...


Jung Hwa sedang menyelidiki tentang pria berkuasa dan berpengaruh yang membuat anaknya didepak ke desa itu.


Berkat koneksi dan bantuan teman temannya,akhirnya Jung Hwa tahu siapa itu.


Gong So Joon,itulah namanya..


Ia adalah ayah dari Hye Mi,teman sekolah Jung Hwa yang sok dan sering membully dulu.


Jung Hwa akan kesusahan nampaknya berurusan dengan orang besar ini.


Gong So Joon adalah manteri keuangan negara ini,ia juga banyak menanam saham di perusahaan perusahaan di negara ini.


Kekayaannya bahkan lebih banyak daripada presiden.


Ia bukanlah orang yang bijak walau menjabat sebagai menteri.


Ia menyalahgunakan kekukasaannya untuk membuat anggota keluarganya juga menduduki kursi di dunia politik menjadi aparatur negara.


Sering melakukan penggelapan dana,juga banyak kasus kejahatan lainnya.


Jika Jung Hwa ingin membut putrinya kembali lagi ke Seoul,ia harus bisa memengaruhi orang itu agar mau bernegosiasi dengannya..


Jika aku terlalu kentara menekannya,Ha Na bisa berada dalam bahaya.


Pria itu hanya memiliki seorang putri tunggal,jika aku meminta membuat Ha Na kembali ke Seoul dan ia tahu kalau aku adalah ayah dari orang yang waktu itu berdebat dengan anaknya sudah pasti ini akan menjadi runyam.


Aku harus mencari celah agar bisa tawar menawar dengannya.


Jung Hwa mencari jalan lain untuk bisa membawa Ha Na kembali,terlalu beresiko jika ia bertindak gegabah dan bertemu langsung pria itu tanpa persiapan.


Sudah pasti Jung Hwa tidak akan mendapatkan yang ia mau dan hanya memperkeruh masalah.


Sementara In Joo dan Ah Ra yang berada di Korea sedang menghadapi pasien yang melonjak di rumah sakit.


Sebuah Bus umum telibat kecelakaan,korban jiwa mencapai 28 orang dengan tiga tewas di tempat,lima luka ringan dan 20 orang cidera berat.


Supir busnya bahkan tidak sadarkan diri.


In Joo menangani supir bus itu,dada supir bus itu memar dan perutnya juga bengkak.


Sepertinya terjadi pendarah di dalam.


Tanda vitalnya kurang bagus dan tidak merespon.


Nadinya juga melemah.


In Joo melakukan gerakan memompa jantung pasien di lanjutkan dengan CPR.


Sambil menunggu dokter bedah datang,In Joo melakukan yang terbaik.


Setelah itu,pasien di pindahkan ke ruang operasi.


In Joo menjadi asisten dokter bedah hari ini.


Rupanya pasien mengalami pembengkakan di area jatung dan limpa.


Pembengkakan itu serius hingga membuat pembuluh darah pasien pecah dan terjadi pendarahan.


Wajah In Joo bahkan sampai terciprat oleh darah pasien itu.


Bagaimana ini,pasien kehilangan banyak darah dan tanda vitalnya juga semakin melemah.


Aku tidak yakin operasi ini akan berhasil.


Benar saja perkataan In Joo dalam hati itu.


Dokter itu tidak berhasil menyelamatkan nyawa pasien itu sehingga kehilangan nyawa di atas meja operasi.


Di dalam hati In Joo tentu menyesal dan sedih,jika saja Kang Dong Joo yang menanganinya mungkin masih ada harapan yang tersisa.


Ah Ra juga mengambil alih pasien..


Seorang wanita berusia 43 tahun sepertinya mengidap usus buntu tapi dari kecelakaan itu ia juga mendapat luka di bagian panggulnya yang sepertinya tergeser.


Pasien ini kesakitan sekali.


Ia harus di operasi oleh dokter ahli sendi dan tulang tapi juga harus mendapat penanganan untuk usus buntunya.


Di tengah kebingungannya itu Ah Ra tidak tahu harus berbuat apa.


Bagainama ini?


Apa yang harus aku lakukan??


Untung saja dokter spesialis segera datang,dari pantauan dokter itu kondisi pasien ini memang sangat genting.


Bagian panggulnya memang harus segera di operasi tapi usus buntunya bisa menghambat jika tidak di atasi.


Jadi dokter itu memilih membedah perut pasien itu dahulu sambil membawa dokter ahli sendi dan tulang ke dalam ruang operasi untuk memantau keadaan pasien.


Segera setelah usus buntunya di angkat maka operasi sendi akan dilakukan secara estafet.


Jadi,didalam ruang operasi itu ada dua dokter spesialis yang akan menangani pasien itu.


Ah Ra menjadi asisten dokter bedah di ruangan itu.


Operasi yang Ah Ra lalui tidak kalah tegang karena harus berpacu dengan waktu.


Hari itu Ah Ra dan In Joo benar benar di buat sibuk di rumah sakit.


Baik Ha Na,Dong Joo,In Joo dan Ah Ra semuanya berjuang menyelamatkan nyawa pasien pasien mereka tanpa lagi takut akan kotor,jijik akan darah atau merinding pada luka yang parah.


Karena mereka adalah dokter dengan jubah putih itu,dokter adalah superhero yang berjuang sengit di meja operasi,rumah sakit adalah medan tempur dimana mereka melawan segala penyakit yang mendera dan menyusahkan umat manusia.


Walau dokter tidak sepopuler Iron man atau Hulk yang terkenal di dunia tapi dokter adalah superhero asli yang bukan hanya karakter di dunia film tapi juga beraksi di dunia nyata dan menyelamatkan banyak nyawa manusia walau hanya bersenjatakan alat bedah kecil dan bukan serangan laser atau kekuatan super buatan.