THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
SEDERHANA DAN RUMIT



Jung Hwa berangkat dengan semangat ke kantor hari ini.


Perubahan sikapnya membuat orang kantor dan mendapat banyak gunjingan.


Jung Hwa menjadi lebih ramah dan mau menyapa siapa saja.


Ia juga menghormati rekan lain yang lebih senior.


Sikapnya itu mendapat banyak sekali bisik bisik pedaas seperti.....


Hei,kau lihat si sombong dan angkuh itu pasti berubah karena karirnya telah hancur...


Wah...pak Hyun jadi seperti ini,apa matahari terbit dari barat tadi pagi...


Rasakan,itulah hasil kesombongannya.


Sekarang setelah hancur baru sadar,betapa menyedihkannya pria itu..


Dan lain..lain..


Di atas adalah sepenggal dari gunjingan rekan kerja Jung Hwa.


Jung Hwa tentu menyadari hal itu namun tidak mau mempermasalahkannya.


Di tempat lain,Ae Ri mantan kekasih Jung Hwa sedang sibuk dengan klinik barunya.


Namun,walau bersama Fernando yang serba ada ia merasa tidak di perhatikan.


Saat sedang bersama,Fernando selalu sibuk dengan ponsel dan klien klienya.


Kencan mereka juga sering di batalkan oleh Fernando secara sepihak karena urusan pekerjaan dan minum minum bersama senior dan para hakim serta jaksa senior.


Fernando jelas mementingkan pekerjaannya di bading Ae Ri.


Entah kenapa Ae Ri merasa tidak ada rasa cinta dari Fernando untuknya.


Kadang dalam renungannya,ia masih terbayang dengan kenangannya dengan Jung Hwa.


Jung Hwa selalu mengutamakannya walau tengah menghadapi segung kerjaan.


Ia juga selalu membuat Ae Ri tertawa dan bahagia saat bersama.


Jung Hwa selalu memanjakan Ae Ri.


Berbeda dengan Fernando yang bersemangat hanya saat bercinta semata.


Tapi tidak ada yang bisa di sesali Ae Ri lagi.


Ia lebih memilih seperti ini di banding bersusah susah menemani dan bersama Jung Hwa yang terpuruk sekarang.


Sementara Dae Ho banyak tidak fokus di rumah sakit hari ini karena sibuk memikirkan Yun Hee..


Aishhh...bagaimana jika Yun Hee dan Jung Hwa semakin dekat,mereka akan batal bercerai sesuai rencana awal.


Lalu bagaimana dengan kesempatanku..


Huhhhh...


Dae Ho sangat banyak menghela nafas hari ini.


Jung Hwa melewati hari yang sangat berat hari ini di kantor.


Ia sering tidak di pedulikan dan para klien selalu menghindarinya.


Jung Hwa pulang dengan wajah sangat lelah hari ini.


Yun Hee langsung menyambutnya.


Yun Hee menaruh tas dan Jas Jung Hwa.


Ia lalu duduk di samping Jung Hwa.


Hari yang berat ya???


Jung Hwa menunjukkan senyum lemahnya mengisyaratkan jawaba 'iya' untuk Yun Hee.


Yun Hee lalu memijat ringat lengan Jung Hwa.


Jung Hwa menatap Yun Hee serius.


Betapa manisnya gadis ini,kemurnian dan ketulusannya langsung bisa kurasakan.


Jung Hwa,bagaimana kalau hari minggu nanti kita mengunjungi ayah.


Nenek juga sudah merindukanmu.


Hem..tidak masalah.


Lagi pula aku juga sudah mulai penat dengan rutinitas kerjaku.


Semuanya berjalan lebih sulit dari yang kuduga.


Benar benar sulit sekali.


Jung Hwa mendongakkan kepalanya ke atas...


SLAPPPPP.....


Jahil sekali jari telunjuk Yun Hee menusuk ke bawah ketiak Jung Hwa yang merupakan area sensitif dan geli.


Sontak saja badan Jung Hwa langsung melompat seperti ikan yang di jauhkan dari air yang melantik lantik di tanah..


Heishhhhh...


Hahahahahahaha...


Kau itu kurang tertawa dan bercanda,tahunya cuma marah dan serius saja..


Apa???


Yun Hee sibuk terkekeh tertawa mengingat ekspresi Jung Hwa yang kegelian tadi...


Baiklah,aku akan tunjukkan apa itu geli.


Jung Hwa lalu menggelitik Yun Hee sejadinya..


Wah..wah..jangan..


Aku tidak tahan geli...


KYAAAAAAA......


Jangan...


Yun Hee tertawa sejadinya karena rasa geli yang di buat oleh Jung Hwa.


Jung Hwa juga menikmati menggelitik Yun Hee di sofa itu..


Lalu....Momen geli itu berubah romantis seketika saat tahu tahu Jung Hwa sudah meyudutkan Yun Hee di ujung sofa.


Mereka sangat dekat dengan tangan Jung Hwa yang mengelilingi badan Yun Hee.


Mereka yang tadi tertawa kini saling menatap serius..


***Hei ada apa ini,kenapa jadi begini keadaannya.


Harum tubuh Jung Hwa sepulang kerja masih tercium.


Ada wangi khas yang melekat padanya..


Yun Hee..sekarang kau berada dalam kekanganku.


Cobalah untuk melepas diri,atau sisi jantanku akan keluar dan menaklukkanmu***.


Aku lapar...


Eh??apa??


Di saat seperti ini kau lapar Yun Hee..


Iya...tentu saja,aku belum makan karena menuggumu pulang dari tadi.


Hem..dasar gadis licik.


Kau pasti mau menghindari situasi ini ya.


Pandai sekali lidahmu berkilah..


Semakin menggemaskan saja...


Jung Hwa belum ingin mengakhiri permainannya.


Tiba tiba saja wajahnya melesat ke wajah Yun He.


Yun Hee kaget dan segera menutup mata,kira kira saja Jung Hwa akan menciumnya..


Ternyata....


Baiklah,ayo makan...aku juga sudah lapar.


Mata Yun Hee masih tertutup dan mengira Jung Hwa menyosor ke bibirnya ternyata ia hanya mendarat di depan kuping Yun Hee untuk berbisik..


Eh...dia hanya menggodaku.


Bodoh sekali aku sampai memejamkan mata.


Sebenarnya apa yang aku harapkan!!


Dasar mesum!!


Sekarang bagaimana aku harus mengkondisikan wajahku..


Jung Hwa tersenyum melihat Yun Hee yang masih tertutup matanya.


Hei..buka matamu..


CLINGGGGG....


Langsung saja Yun Hee membuka matanya besar besar..


Hei...jangan jangan kau mengaharapkan aku melakukan sesuatu yang lain ya.


Dengan terbata Yun Hee menjawab sambil salah tingkah...


Ti..ti..tidak aku hanya kaget saja tadi.


BRUKKK....


Yun Hee segera mendorong Jung Hwa dan bangun dari kursi.


Jung Hwa masih tertawa melihat Yun Hee yang sepertinya merajuk..


Wah..wajah apa itu..


Hei..kau marah ya???


Yun Hee tidak menjawab dan hanya terus berjalan.


Sshhh...dia pasti marah..


Imut sekali..


Apa dia berharap aku menciumnya..


Hari ini hari minggu,Yun Hee sudah memasak banyak makanan untuk di bawa ke rumah mertuanya.


Sementara Jung Hwa menunggu di mobil,ia melihat kembali foto foto mesranya dengan Ae Ri.


Kilasan kemesraan mereka dahulu terbayang kembali olehnya.


Namun Jung Hwa memutuskan menghapus foto foto masa lalu itu.


Ia tidak ingin lagi bersama Ae Ri karena saat ujian susah untuk dirinya datang,Ae Ri malah mencampakkan dan meninggalkannya.


Tapi,wanita yang Jung Hwa lihat dari kaca mobil sekarang sedang antusias untuk mengunjungi keluarganya dengan wajah riang.


Berbeda dengan Ae Ri yang dulu selalu menghindar dan terlihat ogah ogahan jika di ajak berkunjung ke tempat keluarganya.


Ae Ri hanya bersemangat jika di bawa ke pusat perbelanjaan besar atau liburan ke luar negri.


Tenyata wanita yang sederhana lebih menyenangkan di banding wanita berkelas yang rumit dan hanya ingin di mengerti.


Sepanjang jalan mereka menikmati lagu dari radio yang ada di mobil membuat suasana menjadi lebih ceria.


Sesekali Yun Hee juga ikut bernyanyi memperdengarkan suara indahnya.