
Esok harinya,Ha Na sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit.
Hari ini adalah hari peringatan kematian Min Jae dan Dong Joo.
Sebuah kebetulan yang entah bagaimana.
Keduanya meninggal di tanggal dan bulan yang sama hanya di tahun yang berbeda.
Ha Na membuat acara peringatan kematian itu di apartemennya.
Setelah memberi penghormatan.
Ha Na duduk dan mulai berkeluh kesah sepeninggalnya mereka.
"Baiklah,aku akan memulai dari Min Jae.
Hei,ketua gengster..
Apa kabarmu di alam sana??
Kau termasuk kenanganku yang unik..
Kau akan ke rumah sakit setiap hari walau hanya dengan luka kecil..
Kau sangat ceplas ceplos,di balik hidupmu yang sulit ternyata kau orang yang mulia karena mau mendonorkan organmu.
Karena kau suka makan sayur maka di acara peringatan kematianmu kali ini aku menyajikan banyak sayur yang lezat...
"Dan untuk Dong Joo...
Mata Ha Na berurai air mata sambil membicarakan kedua pria itu...
Dong Joo,dulu kau adalah senior yang aku benci.
Tapi kau juga seorang dokter hebat yang harus aku akui kemampuannya.
Ingat tidak,di hari pertama aku magang.
Kau bahkan sudah memarahiku dan itu membuatku sangat membencimu.
Tapi,dari benci itu malah membuat aku jatuh cinta padamu.
Susah senang yang kita lalui bersama juga pernikahan indah yang sudah kita rangkai tiba tiba hancur.
Sekarang,aku sudah kehilangan partner medis terbaikku juga separuh belahan jiwaku.
Yang menyakitkan adalah,kenangan kelam saat kalian pergi meninggalkanku masih sangat membekas.
Kenangan saat mengantar Min Jae ke ruang operasi untuk mendonorkan organnya dan mengangkat jantungnya dengan tanganku sendiri.
Juga kenangan pahit di hari pernikahan saat mempelai priaku bersimbah darah di tembak oleh ibunya sendiri.
Aku ada dalam momen kalian berdua menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya.
Tidakkan kalian tahu perpisahan seperti itu sangat menyakitkan.
Kenangan saat kita bertengkar,berbagi cerita saling bercanda dan tertawa, tapi yang tidak adil adalah selalu aku yang menangis terakhir.
Selalu aku yang tersisa dan akhirnya selalu aku yang paling menderita.
Ha Na tersudut dan mengenang kembali pria yang pernah singgah di hidupnya itu.
Ha Na yang lemah menangis tersedu di depan persembahan kematian Dong Joo dan Min Jae.
Si dokter hebat dan ketua gengster yang sama sama pernah singgah di hati Ha Na.
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Di kamp militernya,hari ini adalah hari libur untuk para peserta wajib militer.
Jae Ha mendapat telepon pagi pagi dari isterinya.
"*Halo,Jae Ha...
"Iya Hong Ah,kenapa menelepon pagi pagi buta??
"Jae Ha,apa kau sudah tahu.
Kalau dokter hebat dari Belanda akan turut mengoperasiku dan peluang kesembuhanku 75%.
Aku benar benar tidak sabar menantikan operasi ini.
Jika aku sembuh,kita akan kembali ke Korea dan mengelola firma hukum bersama kembali..
"Syukurlah Hong Ah.
Karena itu kau harus tetap semangat dan bertekad untuk sembuh.
Sudah aku bilang kan,selalu ada jalan untuk setiap hal jika kita terus berusaha dan pantang menyerah.
"Iya Jae Ha,aku sangat merindukanmu...
"Iya,Hong Ah.
Aku juga.
"Oh iya,jika operasi ini berhasil maka mereka juga akan memperbaiki sarafku dan aku akan sembuh dari kelumpuhan ini..
"Iya..iya...
Kalau begitu kau harus bersabar sebentar lagi untuk mendapatkan kesembuhanmu..
"Benar..
Setelah itu,ayo kita punya anak...
Aku ingin anak perempuan...
"Baiklah,mari lihat nanti setelah operasi itu berhasil.
Jika keadaan memungkinkan,ayo punya anak*.
Jae Ha hanya berusaha menyenangkan isterinya,padahal saat ini Jae Ha sedang memikirkan Ha Na.
Selesai bertelfonan,Jae Ha ke rumah sakit untuk menemui Ha Na.
Tapi dari keterangan resepsionis hari ini Ha Na tidak bertugas dan sedang off.
Jae Ha lalu meminta alamat Ha Na,setelah dapat ia segera mencari alamat itu.
Jae Ha akhirnya sudah berada di depan gedung apartemen Ha Na.
Tepat saat itu,Ha Na keluar dengan sepedanya..
Jae Ha tersenyum..
"Ha Na......
Ha Na menoleh dan melihat Jae Ha yang memanggilnya.
โกโกโ โ โ โ โ โ โ โ โ โ โ โ โ โ โ โ โ โ โ โ โกโก
Hari ini,Yeon Jin dan Bo Ra juga off.
Mereka akan menghadiri pernikahan mantan isteri Yeon Jin.
Yeon Jin memutuskana akan memperkenalkan Bo Ra secara resmi.
Yeon Jin juga sudah bercerita pada Bo Ra jika mereka akan datang ke pernikahan matan isterinya terdahulu.
Bo Ra tidak masalah dan mau saja ikut.
Bo Na tetap di rumah sakit untuk mengobati pasien pasiennya.
Ia tidak menaruh curiga pada Bo Ra yang tadi pergi dengan pakaian indah dengan alasan ke pernikahan temannya.
Bo Na tidak tahu jika Yeon Jin juga tidak masuk hari ini dan pergi bersama Bo Ra.
Bo Ra dan Yeon Jin sudah sampai ke tempat pernikahan itu di gelar.
Di dalam,Yeon Jin melihat mantan isterinya yang terlihat bahagia dengan balutan gaun pernikahan itu.
"Kau sangat cantik...
Berbahagialah Jin Ae.
Semoga pernikahanmu ini lebih baik dari pernikahan kita yang gagal dahulu.
Aku berdoa untuk kebahagiaanmu.
Bo Ra menatap Yeon Jin yang menatap mempelai wanita itu.
"Yeon Jin..
Yeon Jin menoleh.
"Ia,ada apa Bo Ra?
"Kau masih menyimpan perasaan padanya ya??
"Eh??
Tentu saja tidak..
Hanya saja,dulu aku dan dia pernah berada di sana.
Kami bahkan pernah membangun rumah tangga walau pada akhirnya gagal.
Ada kenangan tersendiri yang tidak bisa aku lupakan.
Tapi bukan untuk kembali bersama dan merajut asa kembali.Hanya saja,ada momen momen indah yang tidak akan bisa pergi meski aku mengusirnya.
Kau tidak marah kan??
"Sejujurnya aku tidak senang.
Tapi aku juga tidak bisa menghapus waktu dimana ia sudah lebih dulu bersamamu di banding aku..
Tapi aku percaya,melihatmu datang ke pernikahan ini dan membawaku.
Kau pasti siap untuk membuka lembaran baru denganku dan berpisah dengan masa lalumu.
Aku hargai itu dan aku akan mendampingimu.
"Terima kasih Bo Ra.
Kau selalu sabar dan mengerti akan diriku.
Bo Ra tersenyum...
Jae Ha sedang membonceng Ha Na dengan sepeda.
"Oppa,kita mau kemana??
"Jalan jalan saja..
Apa ada tempat yang ingin kau tuju??
"Emm,ke hotel saja..
Brukkkkkkk
Jae Ha langsung mengerem mendadak dan berhenti.
"Apa yang kau bilang tadi??
Tidakkah kau terlalu.....
"Eiy,oppa kau terlalu berfikiran kotor!!
Aku ingin berenang di kolam renang hotel.
Katanya di hotel itu ada kolam renang besar dengan pemandangan yang bagus.
"Tidak,kita ke sauna saja!!
Kalau berenang di sana kau akan memakai pakaian seksi dan para pria yang menginap di sana pasti akan mendekatimu.
Kita ke sauna saja,kita juga bisa istirahat dan ada air panas di sana.
"Dasar.
Ha Na hanya tersenyum pada Jae Ha yang protektif itu.
Mereka berdua benar benar ke sauna.
Setelah mandi,mereka memakai pakaian sauna dan duduk sambil menikamti telur rebus.
"Sauna di sini sangat besar dan bersih ya..
"Iya oppa,ini adalah sauna terbaik di kota ini.
Selesai makan,Jae Ha dan Ha Na berbaring di lantai ruang sauna itu.
Jae Ha dan Ha Na merebahkan badan menikmati ruangan sauna yang nyaman dan tenang itu.
Jae Ha lalu berbaring menyamping sambil melihat Ha Na yang terpejam.
"Oppa!!
Jangan melirikku,aku ingin istirahat..
Jae Ha tersenyum karena Ha Na tahu,ia sedang menatapnya.
"Aku kan tidak mengganggu.
Aku hanya ingin memandangmu sebanyak yang aku mau.
Ha Na membuka matanya dan berbaring miring juga.
"Oppa,aku rasa aku sudah berdosa..
"Kenapa??
"Karena berdebar saat melihatmu.
Juga menginginkanmu di saat kau sudah menjadi milik yang lain...
Ha Na akhirnya berterus terang..
"Ha Na....
Ayo ke hotel....
Jae Ha berkata seperti itu,hal itu membuat Ha Na seperti tesandung sesuatu.
Ha Na lalu membalikkan badannya dan tidak ingin menatap Jae Ha lagi.
"Tidak oppa.
Kau dan aku akan keluar batas nantinya.
Jika kita melakukannya tanpa pemikiran maka hal itu hanya akan merugikan kita.
Jae Ha memandangi punggung Ha Na.
Ia lalu mendekat dan berbaring di belakang Ha Na..
Jae Ha memeluk pinggang Ha Na dari belakang.
"Maafkan aku Ha Na....
Ha Na menutup mata dengan raut yang berat.
Ia juga meyesali semuanya dan tidak memiliki pilihan untuk mencari jalan keluarnya..