
Hari ini Song Yi,Dae Ho dan Yun Hee menjeguk Ae Ri dan anaknya.
Aigoo ya..cantik sekali.
Yun Hee sedang bermain dengan putri Ae Ri yang sangat lengket padanya.
Tapi saat di pegang Song Yi,ia akan menangis sangat kencang sekali.
Membuat semuanya tertawa melihat Song Yi panik.
Dari jarak agak jauh,Ae Ri dan Dae Hoo membicarakan Yun Hee.
Lihat Ae Ri,putri kecilmu sangat menyukai Yun Hee.
Iya,benar Dae Ho.
Dia sangat senang bermain dengan Yun Hee.
Yun Hee juga menyukai anak kecil.
Kalau saja Jung Hwa masih ada...
Ae Ri dan Dae Ho mengasihi Yun Hee yang sepertinya juga ingin memiliki bayi.
Setelah lelah bermain,Yun Hee mengantarkan bayi itu pada ibunya lagi.
Nah,Ae Jung ayo kembali pada ibumu..
Yun Hee,tidak perlu membeli pakaian lagi untuknya.
Setiap kesini kau selalu membelikan Ae Jung sesuatu.
Aku tidak enak.
Tidak usah sungkan Ae Ri,Ae Jung membuatku bahagia dan melupakan segala masalah.
Ternyata bayi memang seorang malaikat kecil penyembuh luka.
Dae Ho menatap sedih pada Yun Hee.
Kau pasti mendambakan anak dari Jung Hwa juga kan Yun Hee.
Walau waktu telah berlalu tapi lukamu masih diam di tempat dan belum juga ingin beranjak pergi.
Dae Ho memiliki sebuah rencana untuk Yun Hee.
Ia mengajak Yun Hee pergi ke suatu tempat...
Song Yi melirik saat Dae Ho pergi bersama Yun Hee.
Dia pasti ingin menghibur adiknya lagi.
Saat Yun Hee sedih,Dae Ho akan melakukan segala cara agar Yun Hee bahagia dan tersenyum.
Tipe pria yang tidak akan tega melihat wanita yang di sukainya bersedih.
Ae Ri melihat gelagat aneh Song Yi saat memandang Dae Ho pergi.
Hei,ada apa ini?
Kenapa dengan Song Yi?
Song Yi juga menangkap Ae Ri yang saat ini sedang menatapnya.
Song Yi tersenyum dan memutuskan curhat pada Ae Ri.
Aku menyedihkan ya??
Eh??
Apa maksudmu?
Tanya Ae Ri bingung dengan maksud omongan Song Yi.
Itu,sebenarnya.
Song Yi malu malu memberi tahu Ae Ri.
Aku suka pada Dae Ho.
Ae Ri tersenyum.
Hem,pantas saja.
Ternyata itu arti tatapan Song Yi tadi.
Tidak apa apa Song Yi,menyukai seseorang itu tidak melanggar hukum.
Tapi...
Wajah Song Yi tidak lama merona kecewa.
Dae Ho menyukai Yun Hee,ia suka pada wanita lemah lembut seperti Yun Hee daripada tukang pukul sepertiku.
Ae Ri tidak kaget kalau mendengar Dae Ho menyukai Yun Hee karena memang sudah nampak jelas sekali.
Ae Ri ingin menyemangati Song Yi.
Hei,jangan putus asa begitu.
Kau bahkan belum berjuang.
Aku lihat lihat pada dasarnya kau cantik
Eiy,sudahlah jangan berbohong untuk menyenangkan hatiku.
Tidak,aku tidak bohong.
Kau tahu kan aku ini dokter bedah plastik.
Kontur wajahmu sudah bagus Song Yi,kau hanya perlu merawat dirimu.
Ehm,apa sebaiknya aku oprasi plastik saja?
Tidak Song Yi jangan,kau akan kehilangan identitas dirimu.
Cobalah untuk merawat diri sendiri dulu dengan berbagai peralatan canggih sekarang.
Kau tidak harus berubah feminim,kau tetap bisa melakukan taekwando atau semacamnya.
Tapi,mulai panjangkanlah rambutmu,pakai masker wajah juga perawatan rambut,kulit dan kuku agar sehat dan cantik.
Setelah itu hiasi dirimu dengan pakaian pakaian yang indah.
Aku akan membantumu.
Nanti setelah kau sudah memenuhi standar,cobalah menyatakan perasaanmu.
Song Yi berfikir sejenak dan menerima tawaran Ae Ri.
Kalau begitu tolong bimbing aku dari sekarang.
Iya..iya tentu saja.
Song Yi akan memulai awal barunya,ia ingin mencoba menjadi wanita sejati dan bukan setengah pria seperti sekarang.
______________________
Dae Ho pergi mengajak Yun Hee kepantai rupanya.
Wahhh,oppa.
Lautnya indah sekali.
Yun Hee dan Dae Ho di sapu oleh angin laut yang sejuk dan kencang.
Yun Hee memejamkan matanya sambil meresapi angin yang menerpa melawan tangannya.
Dae Ho tersenyum melihat wajah Yun Hee yang menikmati semilir angin itu.
Mereka rupanya menuju sebuah pantai.
Setelah sekian lama memacu mobil akhirnya mereka sampai di tempat itu.
Yun Hee dan Dae Ho langsung bertelajang kaki dan bermain di atas pasir putih itu.
Mereka bercanda tawa dan berlari kesana kemari.
Wajah Yun Hee benar benar ceria bermain dengan ombak ombak di tepian pantai.
Setelah lelah,Yun Hee dan Dae Ho duduk di atas pasir pantai itu sambil menunggu matahari terbenam.
Oppa,aku benar benar bahagia.
Benarkah,baguslah kalau begitu.
Yun Hee,ada sesuatu yang ingin aku katakan.
Iya,bicara saja.
Yun Hee dan Dae Ho saling menghadap.
Yun Hee,sebenarnya aku meyukaimu.
Yun Hee tidak begitu kaget.
Yun Hee membalasnya dengan senyum.
Ia,aku tahu.
Eh??
Kau sudah tahu??
Yun Hee mengangguk.
Yun Hee memutuskan bercerita.
Dulu saat Jung Hwa masih ada,dan minum dengan oppa.
Saat mabuk oppa akan selalu bilang kalau oppa menyukaiku.
Hal itu aku dengar sendiri saat menyusul kalian di tempat minum.
Tapi oppa tahu sendiri kan aku tidak memiliki perasaan lebih padamu.
Aku benar benar menganggapmu seperti kakak laki laki yang sangat aku sayangi.
Bisa kan kita tetap seperti ini saja.
Dae Ho tesenyum.
Wah,aku malu sekali.
Iya Yun Hee,aku juga sudah menduga ini pasti jawabanmu.Aku hanya menyatakan perasaanku karena ingin lepas dan tidak ada yang membebani di hatiku lagi.
Yun Hee tersenyum juga pada Dae Ho.
Dae Ho lalu memegang wajah Yun Hee dan mengecup keningnya.
Walau di tolak,tapi aku tidak menyesal Yun Hee.
Sekarang aku sudah lega dan ku akhiri perasaan sukaku padamu.
Aku benar benar akan menjadi seorang kakak yang baik bagimu.
Seiring selesainya suara hati yang berbesar jiwa itu,Dae Ho juga menyudahi kecupannya.
Yun Hee,kuliahlah di jurusan kedokteran.
Jadilah dokter yang hebat dan selamatkan orang orang yang membutuhkan pertolonganmu.
Oppa akan membiayai sekolahmu.
Yun Hee seakan tidak percaya omongan yang keluar dari mulut Dae Ho.
Tapi setelah di fikir lagi,ia juga harus menlanjutkan hidup.
Yun Hee menerima tawaran Dae Ho.
Tidak main main juga,Dae Ho akan menguliahkannya di Kanada.
Dae Ho dan Yun Hee kembali kerumah dan mengatakan usulan Dae Ho tadi pada ibunya.
Ibu Dae Ho juga mendukung usulan Dae Ho.
Ibu Dae Ho amat sangat sayang pada Yun Hee.
Yun Hee,kau belajarlah di sana.
Jangan khawatirkan biaya atau apapun.
Ibu,bagaimana aku akan membalas kebaikan ibu dan Dae Ho.
Kalian benar benar sangat baik.
Aigoo ya,kenapa berkata seperti itu pada keluargamu sendiri.
Ibu....
Yun Hee memeluk erat ibu Dae Ho.
Ia meminta izin pergi besok untuk memberi tahu orang tuanya.
Ibu Dae Ho mengangguk tanda mengizinkan.
Saat Yun Hee masuk kamar,Dae Ho bicara pada ibunya.
Ibu aku sudah menyatakan perasaanku,tapi aku di tolak.
Ibunya tentu prihartin dengan putranya,ia mendekati Dae Ho dan mengelus punggung anak bungsunya itu.
Aigo,anakku yang malang.
Sudah jangan berkecil hati,walau belum mendapat menantu darimu tapi kau sudah membawakan seorang putri yang sangat cantik untukku.
Aku yakin akan ada seorang wanita untukmu nanti.
Bersabarlah ya nak.
Ibu Dae Ho terus menyemangati anaknya.
Esok harinya Yun Hee mengunjungi orang tuanya dan mengatakan perihal kuliahnya di Kanada nanti.
Ia sedikit berat hati,karena tidak akan bisa membesuk untuk beberapa waktu.
Tidak apa apa nak,kejarlah impianmu.
Ibu dan ayah akan selalu mendukung.
Iya Yun Hee,apa yang di katakan ibumu benar.
Jangan fikirkan kami.
Kami akan selalu mendoakanmu dari sini.
Atas restu kedua orang tuanya,Yun Hee dengan tekadnya yang kuat akan meraih jalan baru yang akan ia tempuh dalam hidupnya.