
Saat Ha Na sedang menunggu Dong Joo kembali siuman.
Sahabat Ha Na,In Joo dan Ah Ra di hadapkan dengan masalah.
Ah Ra positif hamil..
In Joo sedang menemaninya ke dokter kandungan.
Sambil mendengar penjelasan dokter itu mengenai kehamilan Ah Ra,In Joo terus menggenggam tangan Ah Ra.
Dari hasil pemeriksaan dokter itu,kandungan Ah Ra sudah menginjak usia 8 minggu.
Kondisi janinnya juga sehat.
Keluar dari ruangan itu,wajah Ah Ra nampak takut.
In Joo memahami keresahan pacarnya itu.
Tenang saja Ah Ra,aku akan bertanggung jawab.
Jangan takut.
Ah Ra mencoba tersenyum walau sebenarnya sangat takut..
Ah Ra tentunya belum sepenuhnya siap menjadi seorang ibu.
Tapi ia juga tidak sampai hati mengabaikan janin itu.
Sidang di mulai..
In Joo dan Ah Ra berlutut di hadapan para orang tua.
Karena takut di marahi,In Joo dan Ah Ra memilih rumah Ha Na untuk melakukan pembicaraan itu.
In Joo sudah minta tolong pada Jung Hwa untuk membelanya dan menjadi tamengnya untuk berlindung kalau kalau ia di amuk nantintya.
Bukan tanpa alasan karena hal itu memang terjadi adanya.
Saat In Joo membuka mulut dan memberitahukan jika Ah Ra hamil,Fernando langsung...
APA!!!!!!
Ayah Ah Ra langsung berdiri dari sofa itu.
Dae Hoo juga berdiri dan menunjuk In Joo.
KAU SUDAH GILA HAH?!
KAU ITU BELUM MAPAN DAN BELUM MEMILIKI PENGHASILAN TETAP!!
In Joo menerima saja di maki oleh para ayah.
Namun Jung Hwa mencoba menengahi.
Hei,sudah tenang dulu.
Para ibu juga lebih ganas rupanya.
Song Yi langsung menempeleng kepala In Joo.
Hei!!!
Apa begini cara ibu mengajarmu?!
Karena aku memanjakanmu buka berarti kau bisa semaumu!!
Kalian itu masih muda dan bukankah sepakat untuk meniti karir terlebih dahulu!!
Maafkan aku ibu..
In Joo menunduk dan menyesal.
Ia bahkan menangis.
Ae Ri bahkan menangis dan berlutut di depan Ah Ra.
Kenapa!!
Kenapa kau lakukan itu!!
Bukankan ibu sudah memintamu hati hati.
Ibu tidak melarangmu tapi bukan berarti kalian berdua bisa bebas.
Yun Hee segera menghampiri Ah Ra.
Yun Hee memeluk erat Ah Ra.
Hei,Ae Ri dan juga Song Yi.
Jangan begini,kasihan calon cucu kalian yang ada di dalam perut ini.
In Joo juga mau bertanggung jawab,kita juga harus memikirkan perasaan Ah Ra yang sensitif dan lembut sekarang.
Ia akan menjadi ibu di usia muda.
Walau kelakuan mereka salah dan tidak merencanakan masa depan lebih dahulu tapi apa yang bisa kita lakukan.
Jangan mengguncang perasaan Ah Ra dan bayinya..
Tapi Yun Hee.
Ah Ra masih labil..
Ae Ri benar benar mengkhawatirkan puterinya itu.
Karena merasa menjadi beban keluarga.
Ah Ra malah bicara yang bukan bukan.
Biar aku gugurkan saja bayi ini.
Ae Ri,Yun Hee dan semua yang ada di ruangan itu kaget mendengar ucapan yang keluar dari mulut Ah Ra.
Aku tidak ingin bayi ini lahir dan menjadi anak yang tidak diinginkan.
Kalian semua menolak kehadirannya.
Kalian semua telah menyakitinya bahkan sebelum ia di lahirkan.
Tapi,jika anak ini di gugurkan.
Aku pastikan ia tidak akan pergi sendiri,karena aku juga akan mengakhiri hidupku untuk pergi bersamanya.
Jika dia tidak boleh ada,maka aku juga tidak akan mau hidup di dunia ini.
Semua yang ada di ruangan itu merasa bersalah.
Mereka telah melukai perasaan Ah Ra yang sedang hamil muda.
Yang seharusnya sedang butuh perhatian juga dukungan.
Tapi orang dewasa itu malah meributkan kehamilan yang ia baru rasakan pertama kali itu.
Ae Ri yang merasa bersalah lalu memeluk Ah Ra sambil menangis.
Maafkan ibu Ah Ra,ibu salah.
Ibu terlalu bodoh dan egois.
Maafkan ibu yang melukai perasaanmu.
Jangan gugurkan bayi ini,biarkan dia hidup dan lahir.
Ibu yakin ia akan membawa kebahagiaan dan sukacita untuk keluarga kita.
Akhrinya Fernando,Ae Ri,Song Yi dan juga Dae Ho menerima kehadiran calon cucunya itu.
Karena itu,Dae Ho berpesan agar In Joo bekerja lebih keras dan lulus ujian medis agar bisa secepatnya menjadi dokter spesialis.
Ah Ra juga bahagia karena akhirnya mendapat dukungan dan direstui untuk menikah.
Ha Na sudah mendapat kabar kehamilan dan rencana pernikahan Ah Ra dan In Joo dari ibunya.
"*Syukurlah ibu,akhirnya In Joo dan Ah Ra akan menikah.
"Ia Ha Na kau harus hadir jika sempat.
"iya ibu*...
Yun Hee juga bercerita tentang kelakuan buruk direktur rumah sakitnya saat magang dulu yang sekarang sudah di pecat.
Kemungkinan besar Ha Na juga akan kembali ke Seoul dalam waktu dekat.
Ha Na tentu senang mendengar berita itu.
Ha Na yang sedari tadi menunggu Dong Joo sadar akhirnya bisa lega karena sekarang Dong Joo sudah membuka matanya perlahan dan sadar.
Dong Joo...
Ha Na tersenyum dan benar benar bahagia melihat Dong Joo yang sadar.
Sadarnya Dong Joo juga bersamaan dengan berkah lain yang datang.
Wartawan yang waktu itu meliput berita Dong Joo dan Ha Na saat membantu di Korea utara telah merilis berita yang di tulisnya.
Aksi heroik mereka membuat hubungan negara yang dulunya memanas kini perlahan membaik.
Berita itu menyita perhatian publik.
Ha Na dan Dong Joo di anggap sebagai duta perdamaian antar dua negara yang sejak dulu selalu berkonflik itu.
Ha Na dan Dong Joo juga kaget karena menjadi terkenal.
Mereka tidak tahu jika aksi mereka di liput oleh media.
Ha Na dan Dong Joo bahkan mendapat penghargaan dari presiden dan mereka di pulangkan kembali ke Seoul.
Walau senang di tarik ke Seoul kembali,tapi Ha Na juga sedih harus meninggalkan rumah sakit Geulip yang memberinya banyak pelajaran juga pengalaman.
Juga tempatnya menemukan cinta.
Sebagai rasa terima kasih,Ha Na mengusulkan pada pemerintah agar memerhatikan rumah sakit itu dan memfasilitasi rumah sakit itu dengan peralatan medis yang lengkap juga penambahan tenaga medis.
Karena petisi dan usulan Ha Na itu,tidak butuh waktu lama.
Peralatan medis segera di kirim,juga banyak staf medis yang dikirim kesana.
Semua anggota rumah sakit berterima kasih pada Ha Na dan Dong Joo.
Dan tiba saatnya perpisahan sebelum esok hari Ha Na dan Dong Joo sudah kembali ke Seoul.
Ha Na tidak kuasa menahan tangis dan haru saat berpamitan dengan seluruh anggota rumah sakit satu per satu.
Semua staf dan dokter yang ada di situ juga sedih melepas kepergian Ha Na dan Dong Joo setelah apa yang mereka lalui bersama.
Walau berat,tapi semua yang ada di rumah sakit itu berharap Ha Na dan Dong Joo semakin sukses dan tetap menjadi dokter rendah hati yang tidak pandang atau pilih pilih pasien.
Setelah sesi mengharukan perpisahan itu,Ha Na dan Dong Joo pergi meninggalkan desa itu.
Desa yang kini saling bersahabat dan tidak lagi di penuhi konflik.
Kini desa itu menjadi desa yang damai dan tentram.
Ha Na pulang ke rumahnya dan di sambut oleh orang tuanya,sahabat juga keluarga besar Dae Ho dan Fernando.
Semuanya bersuka cita atas kepulangan Ha Na.
Mereka juga membahas soal persiapan pernikahan Ah Ra dan In Joo di makan malam penyambutan Ha Na itu.
Suasana yang benar benar hangat,walau Ah Ra terus mual dan tidak bisa makan.
Tapi,Yun Hee malah keceplosan di depan semua orang itu.
Ha Na,kenapa tidak bawa pacarmu kesini?
Bukankah Dong Joo juga pulang??
Ha Na memelototi ibunya.
Ups....
Yun Hee menyadari keceplosannya.
Jung Hwa selaku ayah langsung menghakimi Ha Na.
Apa lagi In Joo dan Ah Ra yang jelas membenci Dong Joo.
Dan Ah Young yang langsung raut wajahnya berubah.
Mau tidak mau Ha Na mengaku kalau ia sudah jadian dengan Dong Joo saat masih bertugas di desa itu.
Ah Ra dan In Joo merasa sentimen dan di khianati.
Hei,kenapa kau malah sembunyi sembunyi dan tidak memberi tahu kami?
Maaf In Joo,yah begitulah kami belum siap mengungkapkannya.
Ah Ra bahkan menaruh curiga.
Apa tidak sebaiknya kau tes kehamilan juga?
Siapa tahu di sana kalian juga menanam benih cinta??
Ha Na menelan ludah.
Apa apaan In Joo dan Ah Ra.
Apa mereka mau menyamakan diri mereka denganku?!!
Ha Na...!!
Jung Hwa mulai curiga juga.
Ha Na segera menyangkal..
Ayah..aku tidak pernah melewati batas.
Aku baru berciuman satu kali saja.
Apa!!
Ha Na kelewat bicara dan ayahnya makin khawatir.
Jadilah perdebatan sengit malam itu.
Iseng iseng In Joo dan Ah Ra berbisik..
Hei,sayang..
Nanti saat bekerja besok ayo kita intai mereka agar bisa memergoki mereka bermesraan dan membalikkan omongan Dong Joo yang dulu melarang kita bermesraan di rumah sakit.
Iya In Joo.
Ayo kita kecoh mereka.
Tapi aku tahu,Dong Joo sebenarnya adalah pria yang baik.
Aku harap ia dan Ha Na bisa langgeng seperti kita.
Ia Ah Ra,aku juga berfikir begitu.
Sedangkan Ah Young lalu termenung di tengah makan malam itu.
*Ternyata sekarang ia sudah melabuhkan hatinya pada yang lain.
Hmm**mm*.
Ae Ri menyadari putri sulungnya pasti sedih saat tahu Ha Na bersama pria yang masih ia harapkan.
Tapi,mau bagaimana lagi.
Ae Ri memandang Ah Young sambil tersenyum mencoba menyemangatinya.
Ah Young juga tersenyum lemah membalas ibunya.