
Semenjak penyadap suara itu di temukan,Jung Hwa semakin sulit menghubungi mantan kliennya tersebut.
Hal ini tentu memicu kecurigaan semakin besar atas dugaannya.
Sepertinya pria itu memang ingin bermain kucing kucingan dengan Jung Hwa.
Ia seakan lepas tangan setelah kasusnya selesai.
Yun Hee di sini menjadi sosok yang tertutup dan paranoid jika fikiran akan penguntit itu menggerayapi dirinya.
Jung Hwa tentu sedih melihat istrinya yang seperti itu.
Untuk melacak keberadaan pria itu juga tidak bisa.
Jung Hwa sudah mencoba datang ke perusahaannya untuk menemuinya tapi ia selalu tidak ada di tempat.
Ia seakan terkesan menghindar dari Jung Hwa.
Jung Hwa lalu menemui Fernando lagi di penjara,ia membesuk Fernando sekaligus ingin meminta bantuan akan sesuatu.
Ada apa Jung Hwa?
Kenapa kau seperti tegang begitu?
Fernando,sepertinya aku sudah tahu pelaku teror istriku.
Ternyata ia adalah klienku waktu itu yang menjadi lawanmu di pengadilan.
Apa???
Fernando sepertinya ikut kaget mendengar ucapan Jung Hwa barusan.
Kenapa bisa seperti itu?
Mantan istrinya bercerita kalau pria itu memiliki kelainan yang membuatnya sering dan mudah terobsesi pada wanita.
Sepertinya istriku menjadi incaran selanjutnya.
Aku tidak bisa menemukan keberadaan pria itu.
Ia seakan menyembunyikan dirinya dariku.
Lebih lagi besok aku harus pergi dinas keluar kota.
Aku benar mencemaskan istriku,bagaimana memancing pria itu keluar ya??
Fernando mengambil waktu berfikir sejenak..
Jung Hwa,jika yang kau katakan benar adanya.Sudah pasti pria itu ada di sekeliling istrimu.
Dia pasti masih mengintai Yun Hee dari tempat tersembunyi.
Hanya kalian saja yang tidak menyadarinya karena sekarang ia pasti lebih hati hati.
Pergerakan kalian juga mungkin sudah di awasi olehnya.
Koneksiku memang banyak,tapi karena masih mendekam disini aku juga tidak bisa berbuat apa apa.
Sebisa mungkin jangan biarkan istrimu sendirian Jung Hwa.
Iya Fernando,terima kasih.
Tapi di tempat lain,si penguntit yang identitasnya memanglah mantan klien Jung Hwa itu sedang duduk di sebuah kursi yang kakinya ia naikkan ke atas meja.
Sambil menghisap rokok cerutu besarnya,ia menghembuskan asap rokok yang mengepul itu dari mulutnya.
Jadi,kau sudah tahu ya kalau aku yang meneror istrimu.
Salah sendiri,hari itu istrimu yang begitu cantik menelongku dari kematian.
Sekarang,aku di beri kesempatan hidup dan aku akan membuat istrimu menjadi milikku juga.
Flashback...
Setelah menerima pertolongan Yun Hee,pria itu terus di hantui nafsu dan hasrat untuk memiliki Yun Hee.
Ia meminta seseorang untuk menyelidiki Yun Hee.
Dari hasil pengintaian tersebut di ketahui,Yun Hee adalah istri dari seorang pengacara yang karirnya sedang redup.
Pria jahat ini memanfaatkan keadaan itu untuk mengambil hati Yun Hee dan menyewa jasa Jung Hwa.
Hal itu juga ia lakukan agar bisa mendekati Jung Hwa dan memasang penyadap itu saat dulu ia kekantor Jung Hwa untuk mendiskusikan perihal kasusnya.
Jaksa dan Hakim yang ia sogok juga merupakan orang orangnya yang sudah ia kenal,tanpa Jung Hwa beritahu untuk memprovokasi hakim dan jaksa itupun sudah jelas mereka akan membantu pria licik ini.
Ia sengaja mengurangi musuh dengan menjebak Sung Hon dan Fernando agar di penjara.
Karena kalau tidak,segala rencana busuknya ini pasti akan kacau sejak awal.
Kang Ki Hon adalah pengusaha properti sukses namun banyak catatan hitam tapi karena kekusaannya namanya bisa bersih dan hilang dari daftar hukum.
Benar juga adanya,ia adalah pengusaha yang mengoprasikan klub malam dan rumah bordir.
Manusia ini adalah manusia kebal hukum yang juga licin bagai belut.
Hari ini akhirnya tiba,hari dimana Jung Hwa akan dinas di luar kota.
Sebelum pergi,Jung Hwa memeluk istrinya dengan erat dan mencium keningnya.
Jung Hwa memegang wajah Yun Hee dengan kedua telapak tangannya.
Yun Hee,jangan takut..
Aku sudah menyewa beberapa orang detektif untuk mengawasi di sekitar sini.
Song Yi dan Dae Ho juga akan menjagamu disini.
Yun Hee khawatir,namun tetap memasang senyum agar Jung Hwa tidak khawatir selama kepergiannya.
Iya,hati hatilah dan cepat kembali.
Tidak lama,mobil Jung Hwa semakin jauh dan menghilang di ujung jalan tak terlihat lagi.
Ae Ri menghampiri Yun Hee.
Ayo masuk Yun Hee..
Iya..
Yun Hee dan Ae Ri masuk ke dalam rumah itu.
Di mobil..
Jung Hwa menelfon Dae Ho sekedar untuk mengingatkan menjaga Yun Hee.
Halo..
Halo,ada apa Jung Hwa?
Tidak,aku hanya ingin berpesan ulang agar kau menjaga Yun Hee selama aku pergi.
Em,baiklah.
Tentu saja,aku akan menjaga adikku dengan baik.
Dan juga,jika sesuatu terjadi padaku tolong lindungi Yun Hee sekuat tenaga.
Dae Ho merasa aneh dengan omongan Jung Hwa yang terkesan sudah memprediksi sesuatu akan menimpa dirinya.
Hei,apa maksud omonganmu!!
Jangan bicara aneh aneh seakan sesuatu yang buruk akan terjadi,aku bisa merebut Yun Hee lagi kalau kau berkata seperti itu lagi.
Sampai matipun aku tidak akan menyerahkan Yun Hee padamu bodoh.
Dae Ho langsung tersenyum mendengar Jung Hwa kembali seperti yang ia kenal.
Padahal Jung Hwa memang merasakan sesuatu yang tidak enak di dalam hatinya saat kepergiaannya pagi ini.
Ada rasa tidak rela saat ia melepaskan pelukan dari Yun Hee.
Ia juga terus terfikir mendiang ibunya yang sudah tiada.
Ada apa dengan diriku ini?
Kenapa perasaanku terus saja tidak enak.
Semoga tidak ada sesuatu yang buruk menimpaku atau Yun Hee.
Di rumah Ae Ri,Yun Hee sedang memegang gelas berisi air putih di tangannya,selesai meneguk itu saat hendak menaruhnya di atas meja Yun Hee malah ceroboh dan gelas itu jatuh melebur di lantai.
Yun Hee kaget dan saat memungut kepingan beling itu jari telunjuknya tergores dan berdarah.
Yun Hee merasa ini seakan pertada buruk yang entah untuk dirinya atau orang yang di sayanginya.
Jung Hwa yang sedang santai menyetir tiba tiba di pepet oleh dua mobil tidak di kenal di sisi kiri dan kanannya.
Hei,siapa orang orang ini?
Apa juga yang mau mereka lakukan?
Jung Hwa mengklakson tapi mereka tetap tidak peduli.
Jung Hwa ingin melepaskan diri juga tidak bisa.
Akhirnya Jung Hwa malah menjadi korban,dua mobil di sampingnya itu terus mengalihkan pandangan Jung Hwa hingga hal yang tidak di inginkan terjadi.
Mobil Jung Hwa menabrak pembatas jalan dan jatuh ke jurang.
Mobilnya terguling guling ke bawah sana dan hancur lebur.
Salah satu pria yang memepeti mobil Jung Hwa tadi menelfon seseorang dari dalam mobil.
Bos,misi sukses.
Pria itu sudah masuk ke jurang,mobilnya juga hancur.
Sudah pasti ia tidak selamat.
Bagus,baiklah..
Kalian tidak pernah mengecewakanku.