THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
MENANG



Jung Hwa sedang bersiap menghadapi persidangan.


Ia benar benar gugup dengan sidang perdana yang melawan klien hebat setelah sekian lama rehat.


Tidak lupa ia menelfon Yun Hee agar di beri semangat dan didoakan kelancaran atas semuanya.


Halo..Yun Hee?


Iya Jung Hwa,ada apa?


Apa persidangannya belum di mulai?


Em,belum.


Sebenarnya aku sedang gugup sekarang,tapi mendengar suaramu membuatku lebih tenang.


Yun Hee paham yang dirasakan Jung Hwa sekarang.


Pasti semua rasa bercampur aduk di dalam dirinya.


Jung Hwa,aku akan mendukungmu.


Aku juga selalu berdoa untukkmu.


Jadi lakukanlah yang terbaik ya.


Iya,baiklah..


Jung Hwa menutup telfonnya dan meningkatkan rasa percaya dirinya.


Ia menarik nafas dalam sambil memejamkan mata dan menghembuskannya keluar secara perlahan.


Di toko kuenya,Yun Hee berdoa dengan tulus sambil menutup mata.


Ya tuhan,tolong jaga dan lindungi Jung Hwa.


Hindarkan ia dari segala yang jahat dan dekatkan ia pada hal yang baik.


Lancarkanlah persidangannya dan buat yang salah membayar perbuatannya.


Dengan langkah tegap Jung Hwa mulai memasuki ruang sidang itu.


Ia duduk di samping kliennya.


Tuan,anda sudah siap dan sudah melakukan yang aku minta semalam kan?


Iya Jung Hwa,sudah aku lakukan.


Di kubu lawan,mereka seperti menyombongkan diri dan merasa sudah menggenggam kemenagan.


Pengacara yang di sewa juga pengacara senior dengan reputasi buruk yang sering membela klien klien yang dari kalangan dunia hitam.


Hakim dan Jaksa yang bertugas juga seperti sudah memberi kode pada kubu lawan.


Jung Hwa dan kliennya bisa melihat jelas hal itu,tapi Jung Hwa sudah mengantisipasi semua ini.


Ia sudah tahu kalau lawannya akan menggunakan trik yang sama lagi.


Dengan limpahan materi yang di miliki kliennya,ia merubah keadaan.


Sebenarnya di malam sebelumnya Jung Hwa sudah meminta kliennya untuk bicara pada hakim dan jaksa yang bertugas hari ini agar memihaknya,ia akan membayar lebih banyak.


Tapi hal itu tidak boleh sampai di curigai pihak lawan dan para hakim dan jaksa itu harus tetap berpura pura mendukung pihak lawan.


Hakim dan Jaksa yang mata duitan itu tentu saja setuju dan menerima tawaran itu.


Jadi bagaimanapun pembelaan nanti saat waktunya ketok palu,pihak Jung Hwa tetap akan menang.


Jung Hwa yakin,lawannya pasti tidak akan curiga mereka bisa melakukan siasat ini.


Persidangan di mulai.


Pertama pembacaan tuntutan dari pihak yang merasa di rugikan.


Setelah itu pembelaan mulai di lakukan.


Kubu Jung Hwa


Hakim dan Jaksa yang terhormat aku akan memulai pembelaanku.


Baik,di persilahkan.


Aku akan menjelaskan kronologinya beradasarkan keterangan dari klienku.


Klienku telah rugi dalam jumlah yang besar dengan iming iming investasi yang menguntungkan,tapi tuan Sung Hon malah menalap uang investasi itu serta tidak memeberi kabar lagi tentang investasi yang di janjikannya.Ia juga tidak mengembalikan uang itu saat klienku meminta uangnya kembali karena tidak ada kejelasan.


Karena nominalnya mencapai 10 miliar Won tentu bukan dalam jumlah yang sedikit,karena itu selain hukuman tahanan,pihak klien kami juga menuntut ganti rugi untuk uangnya yang sudah lenyap.


Sekian dan terima kasih.


Jung Hwa yang tadi berdiri kini duduk lagi di kursinya setelah mengungkapkan pembelaan.


Pengacara pihak lawan mulai berdiri dan ingin melakukan pembelaan juga.


Yang mulia hakim dan Jaksa yang saya hormati.


Izinkan saya melakukan tugas saya sebagai pengacara dan melakukan pembelaan juga.


Baik,di persilahkan..


Jadi,begini..


Tapi saya dan klien saya menyangkal telah melakukan penipuan,tuan Sung Hon hanya terlalu sibuk dengan urusannya yang lain tapi tuan Ki Hon salah kapra dan menyangka kalau dirinya di abaikan dan investasi itu batal.


Uang investasi itu juga masih ada dan utuh,tuan Sung Hon berniat mengembalikannya tapi tuan Ki Hon sudah lebih dulu melaporkan ini kepada pihak bewajib.


Ini hanya salah faham saja dan sebenarnya bisa di selesaikan secara damai.


Dasar pengacara berlidah ular,kata kata dan nadanya benar benar hebat.


Aku rasa orang ini cocok untuk menjadi pengacara licik seperti di film film.


Setelah mendengar pembelaan dari kedua belah pihak,para hakim dan jaksa mulai berunding dan yah sebenarnya formalitas karena mereka sudah lebih dulu menetapkan hasilnya karena mereka adalah hakim dan jaksa bayaran.Dunia yang begitu hebat sehingga apapun bisa di beli dengan uang.


Baiklah,dari hasil perundingan kami.


Telah di tetapkan.


Kalian yang ada di hadapanku akan tetap kalah,percuma saja kalian capek capek membenarkan diri seperti tadi.


Ini semua sudah seperti biasa bagiku,yang jahat yang berkuasa,yang jahat juga yang akan menang .


Wajah kubu lawan Jung Hwa sudah songong dan santai tanpa tahu hal yang akan menimpanya tidak seringan senyumnya sekarang.


Kita lihat saja,siapa yang akan tertawa di akhir pria jahat!!


Kau telah membuat Yun Hee dan orang tuanya berpisah.


Kau juga akan berpisah dari dunia bebas dan membusuk di penjara.


Kami ulangi sekali lagi,telah di tetapkan hasil persidangan ini adalah...


Terdakwa Song Sung Hon di nyatakan bersalah.


Terdakwa akan menerima hukuman 15 tahun penjara serta denda maksimal 12 miliar won.


Tok...Tok..Tok.


Hakim sudah mengetok palu.


Keputusan ini tidak bisa di ubah dan mutlak,terdakwa bisa melakukan banding jika merasa tidak puas.


Apa!!!!!!


Hei...kenapa begini!!


Kubu lawan Jung Hwa seperti kebakaran Jenggot menerima hasil persidangan.


Ia mengamuk dan berteriak seperti orang gila.


Pihak Jung Hwa malah bersuka cita dan gembira atas kemenangan itu.


Jung Hwa dan kliennya saling berpelukan dan memberi selamat satu sama lain.


Pihak lawannya menatapnya dengan sinis dan penuh kebencian.


Jung Hwa iseng dan menjulurkan lidahnya...


Bocah sialan!!!


Berani sekali kau!!


Lihat saja,aku pasti akan membalas perbuatanmu nanti!!!


Pria itu sudah di bawa dan digiring pihak berwajib kemobil tahanan.


Jung Hwa,terima kasih atas bantuan dan kerjasamamu..


Iya,tuan Kang tidak masalah.


Ini semua sudah tugasku sebagai pengacara.


Baiklah,kalau begitu aku permisi dulu.


Aku akan memakai jasamu lagi lain waktu.


Iya pak,terima kasih.


Setelah berjabat tangan Pria itu dan Jung Hwa membubarkan diri.


Jung Hwa langsung menelfon Yun Hee perihal kemenangannya.


Halo..Yun Hee..


Iya Jung Hwa,bagaimana dengan sidangnya?


Aku sudah dari tadi menuggu kabarmu.


Yun Hee benar benar di landa cemas menuggu kabar dari Jung Hwa.


Tentu saja,aku menang.


Apa????


Syukurlah...


Yun Hee sangat senang mendengar kabar baik dari Jung Hwa yang memenangkan persidangan.


.