THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
IBU VS AYAH



Tiga sekawan sedang berkumpul saat mereka memiliki waktu senggang.


Mereka tidak lain Ae Ri,Yun Hee dan Song Yi.


Para ibu ini tidak lain membahas tentang putra putri mereka.


Mereka berkumpul di sebuah cafe..


Hei,Ae Ri kelihatannya anakku serius dengan anakmu..


Tiap minggu In Joo selalu minta uang untuk kencan.


Jangan sampai mereka kelewat batas dan tiba tiba kita sudah punya calon cucu.


Kau berlebihan Song Yi,Ah Ra dan In Joo pasti masih tahu batas.


Mereka juga sepakat untuk mengejar karir dahulu.


Bagaimana dengan anakmu Yun Hee?


Apa dia belum tertarik untuk memiliki pacar?


Apa dia tidak menemukan pria yang cocok di rumah sakit tempatnya bekerja?


Hem,sepertinya belum Ae Ri.


Dia masih sibuk dengan pekerjaannya.


Alih alih suka pada seseorang,Ha Na malah cek cok dengan salah satu dokter di rumah sakit itu.


Kalau tidak salah namanya Dong Joo.


Apa??


Ae Ri tidak asing dengan nama itu.


Dong Joo adalah mantan pacar Ah Young.


Dia memang seorang dokter juga.


Ah Young masih memiliki perasaan pada pria itu,tapi Dong Joo selalu menolak di ajak balikan.


Wah,kebetulan sekali??


Song Yi mulai membuat spekulasi.


Ternyata dunia itu sempit ya.


Ah Young adalah mantan pacar Dong Joo.


Dong Joo terlibat cekcok dengan Ha Na.


Benci itu bisa menjadi cinta karena perbedaan yang tipis.


Bagaimana jika nanti Ha Na dan Dong Joo malah saling jatuh cinta sementara Ah Young juga masih memiliki perasaan cinta pada dokter itu?


Apa akan ada pertumpahan darah memperebutkan cinta lagi seperti dulu kalian berdua memperebutkan Jung Hwa??


Yun Hee dan Ae Ri saling menatap.


Di sisi Yun Hee..


Bagaimana kalau yang di katakan Song Yi jadi kenyataan.


Apa hubungan kami akan renggang lagi karena lanjutan masalah percintaan anak anak kami?


Di sisi Ae Ri.


Sialan mulut Song Yi itu!!


Apa apaan dia,kenapa juga arah pembahasannya kemari.


Tapi bagaimana jika hal itu benar terjadi.


Orang tua juga pasti akan terbawa dalam urusan anak anaknya.


Hei,kenapa kalian berdua diam.


Ae Ri membalas omongan Song Yi lebih dahulu.


Hei,Song Yi..


Kau kan dulu juga menyedihkan,kau mengejar Dae Ho yang waktu itu menyukai Yun Hee.


Kau bahkan sampai rela merubah penampilan demi menarik perhatian Dae Ho.


Untung saja kau berhasil.


Hei..hei...apa maksudmu.


Yun Hee juga mulai ikut..


Jadi jangan kau samakan anak anak kita dengan cerita lalu kita.


Kau lihat saja In Joo,dia mengikuti jejak Ah Ra menjadi dokter walau cita cita sebenarnya adalah pilot pesawat tempur.


Sama saja sepertimu yang dulu rela berubah jadi perempuan seutuhnya padahal tomboi demi bisa bersama oppaku.


Hei,kenapa malah aku yang jadi korban kemarahan kalian.


Apa karena omonganku tadi kalian marah..


Ae Ri dan Yun Hee menatap tajam Song Yi seakan membenarkan ucapan Song Yi barusan.


Iya..iya aku salah.


Aku minta maaf.


Kalian puas.


Yun Hee dan Ae Ri lalu tersenyum melihat wajah Song Yi yang memelas.


Ae Ri dan Yun Hee lalu menggelitik Song Yi hingga mengeluarkan air mata dan memohon ampun.


Suasana kembali cair dan tidak memanas lagi.


Karena sudah cair suasana tadi bukan berarti para ibu sudah tenang.Khususnya Yun Hee dan Ae Ri.


Giliran Jung Hwa,Dae Ho dan Fernando yang berkumpul sekarang sambil menikmati makan siang di sebuah restoran jepang.


Para ayah memulai diskusi dengan Dae Ho sebagai narator.


Jadi dari cerita istri istri kita tadi bisa di simpulkan kalau ada kemungkinan Ha Na dan Ah Young akan terlibat cinta segitiga pada seorang dokter pria.


Juga anakku In Joo yang di larang berbuat terlalu jauh agar tidak membuat Ah Ra hamil.


Wah,kalau sampai prediksi istriku benar maka Ha Na dan Ah Young akan bersaing mendapatkan cinta Dong Joo itu ya.


Sama seperti kalian dahulu yang selalu bersaing.


Jung Hwa mulai menjawab.


Hei,ini kan urusan anak anak kita.


Kita tidak boleh ikut campur atau masuk dalam kehidupan pribadi mereka.


Benar kata Jung Hwa..


Fernando mulai menyambung.


Soal persaingan,dalam hidup tentu hal itu tidak bisa kita hindarkan.


Yang terpenting mereka bersaing secara sehat.


Apapun hal yang terjadi jangan sampai persahabatan kita hancur.


Kita harus membimbing dan menenangkan anak anak kita.


Tapi khusus untuk anakmu Dae Ho!!


Kenapa?


Kenapa dengan anakku?


Kenapa juga dengan tatapanmu itu?


Aku rasa dia dah Ah Ra memang terlalu dekat.


Aku takut pria hidung belang menggoda anakku terlalu jauh hingga menjerumuskan Ah Ra pada hal yang tidak di inginkan.


Hei,enak saja kau bilang In Joo hidung belang.


Walaupun dia sangat tampan tapi dia sangat setia.


Tidak seperti kau dulu yang memang hidung belang di antara kita bertiga.


Apa!!


Hei..


sudah sudah..jangan ribut lagi.


Jung Hwa menengahi perdebatan tanpa alur yang jelas itu.


Para ayah juga ternyata di pusingkan karena anak anak mereka.


Kembali ke rumah sakit dimana Ha Na dan Dong Joo melakukan adegan ciuman itu.


Sementara Ha Na masih mematung di tempat.


Dong Jo melangkah keluar dengan kebingungan yang dahsyat dan mengganggu fikirannya.


Aishh,sebenarnya apa yang tadi aku lakukan hah!!


Kenapa aku malah mencium gadis itu!!


Kenapa harus dengan bibir ini aku menghentikan omongannya,aku kan bisa memakai tanganku untuk membekapnya...


Dong Joo menempatkan dirinya salah lagi saat memperlakukan Ha Na.


Tapi Ha Na...


Kenapa dengan pria itu tadi??


Ha Na lalu terduduk karena tidak kuat menahan lututnya yang lemas juga dadanya yang masih di penuhi dengan debaran


Apa maksudnya menciumku tadi?


Haruskah aku bertanya padanya?


Tapi jawabannya pasti akan sama menyakitkannya seperti waktu itu.


Ha Na dan Dong Joo sama sama bingung dengan apa yang telah mereka lakukan juga dengan apa yang telah terjadi.


Tidak satupun mengerti akan apa yang mereka rasakan sekarang.


Ada yang menyangkal atas apa yang terjadi.


Juga ada yang bingung atas debaran tidak masuk akal ini.


Tinggalkan Ha Na dan Dong Joo yang sama sama bingung.


In Joo dan Ah Ra sedang bersama.


In Joo bercerita tentang betapa kagumnya ia pada Dong Joo tadi.


Hem,waktu itu kau mengejek Ha Na.


Sekarang kau malah menjilat ludahmu sendiri dan ikut mengagumi dokter itu.


Tapi Ah Ra,dia memang sangat hebat.


Aku tidak mengerti bagaimana otak seorang manusia bisa berfikir secepat itu dengan tindakan yang juga tepat.


Sudahlah....


Jangan di bahas lagi.


Kau harusnya belajar agar juga bisa seperti dia dan lekas menjadi spesialis agar secepatnya bisa menikahiku.


In Joo tersenyum mendengar omongan Ah Ra.


In Joo menggandeng tangan Ah Ra sambil menyusuri koridor rumah sakit itu