THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
PERNIKAHAN TANPA RESTU



Malam harinya,Dong Joo menelepon Ha Na.


"Halo Ha Na.


*Iya,halo juga Dong Joo..


Bagaimana kabarmu?


Apa semua baik baik saja?


Em,tidak baik baik saja


Seru Ha Na mencoba jujur.


Maafkan aku ya Ha Na


Aku akan mencoba mencari jalan keluar untuk semuanya.


*Iya Dong Joo.


Aku sangat merindukanmu..


Aku juga Ha Na*..


Ha Na dan Dong Joo saling merindukan satu sama lain.


Namun keadaan memaksa mereka untuk tidak bisa dekat untuk sementara waktu.


Mereka hanya bertemu di rumah sakit saat bekerja.


Orang tua Ha Na juga mulai mempertimbangkan kembali menerima Dong Joo sebagai menantu.


Tidaklah mudah bagi mereka jika kenyataannya kekasih sekaligus calon suami yang Ha Na inginkan adalah anak dari orang yang dulu pernah ingin menghancurkan hubungan orang tua Ha Na.


Dong Joo memang tidak bersalah,namun karena salah ibunya ia juga harus terseret dalam kemelut masalah ini.


Berulang kali Dong Joo memohon pada ibunya.


Namun jawabannya tetap sama..


Yaitu melarang dan menolak jika Dong Joo menjalin hubungan dengan Ha Na.


Mi Ra juga meminta Dong Joo untuk ikut dengannya kembali ke Australia.


Tapi cinta kedua insan itu terlalu kuat.


Saat ini Ha Na sedang berpelukan dengan Dong Joo di balkon teratas rumah sakit.


Ha Na tampak tenggelam dalam pelukan Dong Joo.


Begitu juga Dong Joo yang menutup mata meresapi momen ini bersama Ha Na.


Mereka melepas pelukan itu setelah sekian lama.


Lalu saling berpandangan..


Keduanya mencoba sama sama tersenyum walau dalam kepahitan hubungan itu.


------------------------------------------------------------------------------


Kandungan Ah Ra sudah menginjak usia 7 bulan.


Belakangan Ah Ra sering merasa lemah yang teramat sangat karena faktor stress dan juga tidak makan dan tidur tidak teratur padahal sedang hamil besar.


Hari ini,saat sedang berjalan kepalanya terasa pusing berat..


"Kepalaku kenapa pusing dan berat sekali??


Seketika pandangan Ah Ra juga kabur dan semua terasa miring saat Ah Ra memandang.


Buntutnya,Ah Ra pingsan..


Semua orang panik,apa lagi sang suami In Joo.


Ia segera membawa Ah Ra ke UGD dan menghubungi keluarganya.


Dae Ho,Song Yi,Ae Ri dan Fernando langsung meluncur ke rumah sakit setelah mendengar kabar mengejutkan itu.


Ha Na dan Dong Joo dengan siaga memeriksa keadaan Ah Ra.


In Joo sangat cemas dan khwatir.


Dia juga tidak mau jauh jauh dari isterinya sehingga terpaksa perawat yang harus membawanya keluar agar dokter bisa memeriksa keadaan isterinya


Setelah di USG ternyata ari ari janin bayi Ae Ri sudah lepas sebelum waktunya juga terlalu banyak cairan ketuban di tambah lagi belakangan Ae Ri juga stress karena mempersiapkan ujian medis sebentar lagi.


Dong Joo dan Ha Na sepakat,Ah Ra akan melahirkan prematur.


Walau belum cukup bulan namun keadaan akan berbahaya jika bayi terlalu lama di dalam kadungannya.


Mereka harus segera menyelamatkannya.


Ah Ra akan menjalani proses operasi sesar.


Para ayah dan ibu In Joo dan Ah Ra menunggu di luar ruang operasi.


In Joo diizinkan untuk menemani isterinya di dalam.


"Ayo Ah Ra,aku yakin kau bisa melalui ini semua demi bayi kita.


Aku mohon bertahanlah...


In Joo juga terus berdoa agar isteri dan anaknya selamat.


Setelah setengah jam operasi berlangsung, bayi itu berhasil keluar.


Ia menangis dengan keras....


In Joo menangis haru..


Anakku..anakku....


Seluruh tubuh In Joo merinding mendengar tangis bayinya.


Jantung dan hatinya juga bergetar tatkala bertemu dengan penghuni baru bumi itu untuk pertama kali.


Tangis bayi itu juga di dengar oleh kakek dan neneknya yang menunggu di luar.


Dae Ho dan Fernando berpelukan sambil menangis karena terharu..


"Cucu kita lahir Fernando...


"Iya Dae Ho,kita sudah menjadi kakek sekarang.


Song Yi dan Ae Ri juga saling berpegangan tangan menyambut kelahiran cucu mereka.


Ha Na menjadi asisten dokter yang membedah Ah Ra.


Setelah bayi lahir,dokter menutup luka Ah Ra.


In Joo masih menemani Ah Ra.


Ha Na menawarkan diri agar dia saja yang membawa bayi itu ke ruang bayi.


Sang perawat setuju..


Saat keluar,Ha Na membawa bayi itu dan memperlihatkannya sekilas pada orang tua In Joo dan Ah Ra.


Semuanya sangat antusias dan mengagumi bayi tampan itu.


Melihat bayi itu begitu di sambut dan membawa kedamaian.


Terbesit khalayan di hati Ha Na,jika bayinya lahir dan orang tuanya juga orang tua Dong Joo sama sama bahagia saat melihat bayi itu.


Ha Na memimpikan hubungan orang tuanya dan orang tua Dong Joo saling berdamai seperti orang tua In Joo dan Ah Ra sekarang.


Tapi,yang terjadi tentu tidak seperti yang di harapkannya.


Malam harinya di kediaman Dong Joo.


Tiga hari lagi orang tua Dong Joo akan kembali ke Australia.


Mereka meminta Dong Joo berhenti dari rumah sakit itu dan ikut ke Australia saja.


Tapi Dong Joo menolak keras..


"Tidak ibu!!


Aku tidak akan ikut!!


Aku tetap ingin di sini dan bersama Ha Na.


Mi Ra marah besar..


"Jika memang itu maumu,jangan pernah menganggap aku dan ayahmu sebagai orang tuamu lagi!!


Anggap saja kita sudah putus hubungan sebagai keluarga!!


Mi Ra setega itu pada putera satu satunya.


Dong Joo terdiam karena tidak tahu harus menjawab apa.


Ayahnya juga tidak bisa berbuat apa apa karena isterinya lebih keras dan dominan.


Dong Joo menatap putus asa dan membuat keputusan yang bulat.


"Baiklah,kalau itu mau ibu.


Lakukanlah..


Tapi aku akan tetap bersama Ha Na.


Aku sudah terbiasa hidup tanpa ibu dan jauh dari ibu.


Tapi aku tidak akan bisa hidup dan jauh dari Ha Na.


Ha Na adalah segalanya bagiku.


Mi Ra menatap anaknya penuh amarah.


"Teganya kau Dong Joo!!


Kau membantah omongan ibumu!!


Baiklah,lakukan apa yang kau mau.


Nikahi saja gadis itu.


Tapi ibu akan berdoa kalian tidak akan pernah bahagia dan akan sengsara dalam pernikahan kalian!!


Tidak akan ada restuku yang meyertai kalian!!!


Cam kan itu!!!


Percakapan malam itu berakhir dengan sumpah serapah dari ibunya.


Namun Dong Joo akan tetap maju untuk menikahi Ha Na walau tanpa restu dari ibunya.


Untungnya orang tua Ha Na setuju dan masih mau menerima Dong Joo.


Walau Mi Ra tidak akan datang ke pernikahan itu dan tidak memberi restu namun melihat segala kesungguhan dan kerja keras Dong Joo maka Yun Hee dan Jung Hwa mengizikan Dong Joo menikah dengan Ha Na.


Mi Ra telah kembali ke Australia.


Ia memutuskan tidak akan kembali lagi kesini walau apa yang terjadi.


Baginya Dong Joo sudah mati dan bukan siapa siapanya saat sudah berani menentang kata katanya.


Satu bulan telah berlalu.


Segala persiapan pernikahan telah selesai.


Hari ini Ha Na dan Dong Joo akan menjadi raja dan ratu sehari di hari pernikahan mereka.


Pernikan mereka sendiri di langsungkan di hotel berbintang dan digelar secara mewah juga besar besaran.


Semua sahabat,teman dan kolega baik dari orang tua mempelai maupun dari pasangan mempelai pengantin di undang.


Dong Joo sudah berdiri dengan gagah di altar pernikahan.


Ha Na sedang di giring oleh Jung Hwa menuju ke arahnya.


Ha Na begitu cantik sehingga membuat semua orang terpesona saat melihatnya dalam balutan gaun pengantin dengan tudung putih di wajahnya sambil membawa sebuket bunga.


Ha Na dan Dong Joo saling berlihatan.


Kini sampailah Ha Na di depan Dong Joo.


Jung Hwa sedikit berbicara pada Dong Joo saat menyerahkan puterinya.


"Tolong jaga puteriku dengan baik.


Mulai sekarang aku serahkan ia padamu dan dia akan menjadi tanggung jawabmu Dong Joo.


"Iya ayah,aku akan menjaganya dengan baik dan mengorbankan hidupku untuknya seorang.


Jawaban dari Dong Joo membuat Jung Hwa yakin.


Hari ini adalah hari sakral pernikahan puteri semata wayangnya.


Jung Hwa dan Yun Hee hanya berharap yang terbaik untuk Ha Na dan Dong Joo.