
Tapi bukan Song Yi namanya jika marah tanpa kekerasan.
Tunggu Dae Ho,ini belum cukup.
Song Yi melepas sebentar tangannya yang di genggam Dae Ho.
Ia lalu berbalik dan menghampiri mantan pacarnya tadi.
Adegan laga di mulai.
Song Yi membantai habis mantan pacarnya hingga babak belur tak bersisa.
Bahkan mantannya dan juga istrinya yang hamil itu sampai bersujud minta ampun pada Song Yi dan mengaku salah.
Dae Ho kagum pada kehebatan Song Yi membasmi hama jahat itu.
Sekarang Song Yi dan Dae Ho sudah berada di dalam mobil.
Akhirnya tanganku tidak gatal lagi.
Aku benar benar puas menghajar pria brengsek itu.
Song Yi tertawa puas di mobil.
Hahaha,baguslah.
Kau memang hebat Song Yi.
Sejenak Song Yi teringat lagi kejadian tadi saat Dae Ho menciumnya.
Mendadak Song Yi kembali berdebar tidak jelas.
Hei,kenapa dengan debaran di jantungku ini?
Apa aku sakit jantung?
Dan ciuman tadi..
Apa maksudnya?
Ah,kenapa aku malah pura pura bodoh.
Ia kan cuma ingin menolongku dari di permalukan.
Untuk menghilangkan fikiran kacaunya,Song Yi menggeplak kepala Dae Ho dengan kuat.
Plakkkkkkk...
Hei!!!!
Kenapa kau ini!!!
Dae Ho tentu saja kaget dengan ulah Song Yi.
Kau!!!
Kenapa mencium bibirku hah!!
Sekalipun berniat menolongku harusnya tidak sampai seperti itu!!!!
Oh itu..
Iya..aku minta maaf.
Aku hanya reflek tadi,aku tidak bermaksud apa apa.
Kau juga tahu kan,kita ini seperti sesama pria.
Dae Ho malah bercanda canda dengan perasaan Song Yi yang sebenarnya berharap lebih.
Kau sama saja mempermainkanku kalau begini caranya.
Tapi aku menghargai tujuan baikmu yang tidak ingin aku malu.
Aku akan memaafkanmu kali ini Dae Ho.
Aku juga tahu diri,kalau wanita yang kau sukai adalah Yun Hee.
Aku harus menahan diriku agar tidak memalukan lagi di depan pria.
Song Yi akhirnya bisa menyukai pria lagi,dan itu adalah Dae Ho.
Tapi sama layaknya Dae Ho yang tetap memendam rasa pada Yun Hee diam diam,Song Yi juga merahasiakan rasanya pada Dae Ho.
Lebih baik mereka tetap seperti sekarang di banding menjadi orang lain yang asing karena perasaan cinta sepihak.
Dae Ho dan Song Yi pada akhirnya menghabiskan waktu di ruang karaoke dan menyanyi juga menari konyol seperti orang gila.
Yun Hee sedang ke supermarket sendirian untuk membeli beberapa bahan keperluan rumah.
Ibu Dae Ho tidak menemaninya karena kurang enak badan.
Saat sedang memilah milah barang untuk di pilih,ia ingin mengambil sebotol detergen cair yang di saat bersamaan di pegang juga oleh seorang pria.
Saat dua orang itu saling menatap rupanya mereka adalah jodoh yang dulu sudah terputus.
Yun Hee di pertemukan lagi dengan mantan tunangannya yang dulu meninggalkannya.
Ia adalah Lee Sang Yun.
Sang Yun dan Yun Hee sama kagetnya.
Seakan ada nostalgia sejenak masa masa indah mereka dahulu.
Tapi Yun Hee segera menyudahi adegan sisipan itu.
Ia mengalah dan membiarkan Sang Yun mengambil barang tadi.
Tunggu...
Saat Yun Hee hendak pergi tanpa sepatah kata,Sang Yun memotong langkah Yun Hee dengan kata katanya.
Yun Hee.
Pria itu memanggil nama Yun Hee.
Yun Hee membalikkan badan sambil tersenyum.
Iya...
Ia melirik jari manis Yun Hee yang sudah mengenakan cincin.
Yun Hee pasti sudah menikah...
Terbesit rasa kecewa di hati Sang Yun karena dulu meninggalkan Yun Hee.
Tanpa ia tahu,Yun Hee sekarang sudah menjanda.
Tapi ia tetap memakai cincin pernikahannya dengan Jung Hwa dulu.
Sang Yun,aku pergi dulu.
Eh??
Iya..iya.
Yun Hee pergi begitu saja tanpa ingin mengobrol dengan Sang Yun.
Baginya Sang Yun adalah luka yang tidak ingin ia korek kembali.
Cukuplah Jung Hwa yang menggali luka dalam di hatinya karena kepergiaannya.
Ia tidak ingin membuka hati untuk siapapun lagi.
Malam harinya,Yun Hee dan Dae Ho bersantai di halaman rumah Dae Ho sambil memandang langit penuh bintang.
Wah..oppa.
Lihat,bintang itu terang sekali.
Dae Ho melihat bintang yang di tunjuk Yun Hee.
Ia,benar benar indah dan terang.
Sambil bersantai begini,Yun Hee memutuskan bercerita tentang kejadian tadi siang saat ia bertemu mantan tunangannya terdahulu.
Dae Ho tentu marah..
Harusnya,kau jangan menjawab saat dia memanggilmu Yun Hee.
Anak manja dan pengecut seperti itu jangan kau tanggapi.
Iya oppa,aku tidak akan melakukannya lagi.
Ceritakan juga tentang oppa hari ini,apa ada sesuatu yang menyenangkan??
Hem,yah begitulah.
Dae Ho juga bercerita tentang apa yang terjadi pada Song Yi hari ini dan saat ia mencium Song Yi untuk menyelamatkan Song Yi dari dipermalukan.
Yun Hee sempat tertawa...
Wah,oppa berani sekali???
Hei,sudah jangan mengejekku terus.
Tidak...tidak oppa,aku rasa oppa dan Song Yi cocok.
Dan Song Yi sebenarnya wanita yang manis.
Walau kasar di luar tapi ia tetap setia kawan dan membantu teman temannya yang kesulitan tanpa pamrih.
Oppa akan sangat beruntung jika bersama wanita seperti itu.
Heiy,sudahlah jangan aneh aneh.
Oppamu ini bisa jadi sasak tinjunya setiap hari jika kami menjadi sepang kekasih.
Saat baru kenal dulu saja dia sudah mengajakku duel.
Yun Hee dan Dae Ho tidak hentinya tertawa karena menceritakan tentang Song Yi dan tingkahnya yang lucu.
Namun,mereka tidak tahu.
Song Yi sekarang sedang di hadapan meja rias dan mencoba menghias dirinya.
Ia membeli beberapa alat make up tadi.
Aishh,bagaimana cara menggunakan alat alat ini.
Penjepit bulu mata,cetakan alis.
Song Yi menggaruk kepalanya karena bingung dan tidak paham.
Alhasil dandanan Song Yi malah mirip wajah badut jalanan yang penuh warna warni norak.
Wajah apa ini!!!
Bukankah aku sudah mengikuti tutorialnya dengan benar??
Song Yi bingung karena setelah memakai riasan wajahnya bukan cantik tapi malah menyeramkan.
Ia lalu membuka lemari pakaiannya.
Lagi lagi ia putus asa melihat baju baju yang hanya kaos oblong dan sweater besar itu.
Apa lagi ini!!
Apa ini isi lemari seorang wanita??
Tidak,ini adalah penampungan baju bekas.
Song Yi menutup kembali pintu lemari bajunya yang ia klaim sebagai tumpukan baju bekas.
Ia baru sadar,betapa selama ini dirinya tidak terawat dan tidak memiliki apa yang di butuhkan oleh seorang wanita.
Yang kutahu hanya berkelahi dan olahraga.
Tapi bahkan memakai bedak pun aku tidak pandai dan bedak itu tidak mau menempel dikulitku yang kusam dan kering seperti aspal ini.
Berbeda dengan Yun Hee yang cantik dan terawat.
Malam itu Song Yi putus asa melihat kaca yang ada bayangan dirinya yang menyedihkan.
Ia mulai berharap bisa seperti wanita pada umumnya yang cantik dan terawat.