THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
KRITIS



Jung Hwa seperti maling setelah selesai melakukan misinya.


Subuh subuh ia keluar dari jendela Yun Hee sambil celingak celinguk kiri dan kanan.


Jung Hwa dan Yun Hee juga saling melambaikan tangan dan tersenyum.


Jung Hwa mulai pergi dan menghilang di kegelapan.


Yun Hee memutuskan tidur walau sejenak karena sejak tadi terbangun dan terus di ganggu Jung Hwa yang menambah porsi berkali kali.


Malam yang melelahkan namun berkesan,sementara Yun Hee tertidur.


Jung Hwa menelfon Dae Ho dinihari itu.


Halo...


Siapa ini?


Apa kau tidak punya jam di rumah?


Dae Ho agak emosi dengan wajah kusut karena mendapat telfon di jam tidurnya,terlebih hari juga masih petang.


Hei!!!


Ini aku Jung Hwa.


Oh,pantas saja.


Rupanya orang sinting ini yang menelfon.


Ada apa rupanya kau menelfonku subuh begini?


Apa kau sudah merindukanku lagi??


Dae Ho dengan percaya dirinya menyebut kalau Jung Hwa rindu padanya.


Padahal Jung Hwa ingin mengamuk perihal Jun Pyo.


Hei,aku akan berpesan padamu untuk menjaga Yun Hee!!


Kenapa kau malah mencomblangkannya dengan temanmu sesama dokter yang bernama Jun Pyo itu.


Dae Ho langsung kaget dan matanya membelalak segar dalam sekejab,ia langsung terduduk dan menyapu air liurnya yang bertebaran di sisi sisi mulutnya dengan tangan.


Ah,soal itu..


Aku minta maaf Jung Hwa.


Aku kira kau kan sudah hanya tinggal nama,jadi melihat Yun Hee yang terus sendiri kau tahu kan membuatku sebagai oppanya sedih dah yah..,terjadi begitu saja.


Kau mau kubunuh!


Dia bahkan sudah mencium Yun Hee.


Bagaimana dengan perasaanku ini!


Dae ho tidak hentinya minta maaf seperti orang bodoh pada Jung Hwa.


Ia terus membungkuk seolah Jung Hwa ada di hadapannya.


Jung Hwa lalu mematikan telfon sepihak.


Aigo..siapa suruh kau di beritakan mati!!


Kenapa juga ini semua salahku!


Harusnya kau cadangkan ingatanmu di file khusus dan bukannya lupa ingatan.


Sekarang aku malah jadi sasaran amarahmu.


Tahu begitu,tidak perlu aku membuang air mata untukmu waktu itu.


Yun Hee kembali bekerja di posko kesehatannya.


Tapi,saat sedang menangani pasien..


Sekelompok orang tidak di kenal datang dan merusak semua peralatan medis juga posko itu.


Semua orang berteriak histeris tapi tidak ada yang bisa menghentikan orang orang beringas itu.


Para pria berperawakan preman itu tidak lain adalah orang suruhan Mi Ra.


Ia sakit hati pada Yun Hee dan ingin membalas perlakuan Yun Hee kemarin.


Tidak tanggung tanggung ia menyewa 10 preman untuk menyerang dan merusak posko tempat Yun Hee bekerja.


Salah seorang warga melapor dan kabar berita pengerusakan itu langsung sampai ke telinga Jung Hwa.


Tentu saja Jung Hwa langsung mengambil langkah seribu untuk menyelamatkan Yun Hee.


Di posko itu Yun Hee menangis sambil memohon para pria berbadan besar itu menghentikan aksi mereka namun tidak di gubris sedikitpun.


Mi Ra tertawa sinis tidak jauh dari kerumunan warga yang menonton aksi itu.


Hingga salah satu dari mereka ingin membuang kotak obat obatan dan Yun Hee mencoba menghalangi.


Yun Hee menggoreskan pisau bedah pada pria itu yang lalu menorehkan sedikit luka goresan di pipinya.


Pria itu langsung marah dan emosi.


Beraninya kau!!


Pria itu menarik kerah baju Yun Hee hingga badan Yun Hee terangkat.


Tapi itu tidak bertahan lama saat Jung Hwa datang.


Lepaskan istriku!!!!!


Sebuah bogem mentah langsung menghantam pria tadi hingga tersungkur ke tanah.


Mi Ra kaget dan mematung saat mendengar kata yang keluar dari mulut Jung Hwa.


Ia lalu keluar dari kerumunan itu..


Mi Ra maju dan mendekati Jung Hwa.


Ia meminta preman bayarannya untuk berhenti membuat kegaduhan.


Jung Hwa melarikan Yun Hee kebelakangnya seakan ingin melindungi Yun Hee.


Jadi ini ulahmu Mi Ra?!!


Jung Hwa panas mengetahui kebenaran kalau semua ini adalah ulah Mi Ra.


Tapi Mi Ra dengan wajah serius menghampiri Jung Hwa.


Tunggu,apa katamu tadi?


Apa maksudmu Hyun Ki!!


Jung Hwa menghela nafas dan merasa saat ini adalah saat yang tepat untuk mengungkapkan kebenaran akan semuanya.


Mi Ra,dengar baik baik.


Ingatanku sudah kembali,dan wanita ini..


Jung Hwa meraih tangan Yun Hee dan menggenggamnya lalu memepetkannya di sisinya hingga berdiri sejajar dengannya.


Dia adalah istriku.


Sebelum amnesia itu ternyata aku adalah pria yang sudah berkeluarga dan memiliki seorang istri.


Aku rasa,sekarang saatnya aku mengakhiri segala ikatan denganmu.


Terima kasih telah merawatku dengan baik,tapi aku harus kembali ke sisi istriku lagi.


Mi Ra jelas tidak bisa menerima kenyataan ini,tatapannya seperti orang linglung yang kehilangan akal.


Tidak,ini tidak mungkin!!


Ini salah!!!


Kau hanya milikku Hyun Ki!!!


Tidakkkkkkkk!!!!!!!


Mi Ra berteriak histeris,ia lalu berlari ke arah Jung Hwa dan menariknya.


Mi Ra menarik tangan Jung Hwa dengan kuat seolah mengajaknya pergi.


Hyun Ki,ayo pergi.


Kau tidak boleh bersamanya!!!


Ayo kita menikah sekarang!!


Kau tidak perlu mengingat masa lalumu!!


Cukup aku saja Hyun Ki,aku bisa memberi semua yang kau inginkan!!


Yun Hee mulai marah,ia mencoba melepas tangan Mi Ra yang terus mencengkaram Jung Hwa.


Lepaskan tanganmu dari suamiku!!!


Sana!!!!


Sudah Yun Hee,jangan ladeni dia.


Jung Hwa sendiri yang melepas tangan Mi Ra dengan kuat,hingga membuat Mi Ra jatuh tersungkur ke tanah.


Jung Hwa lalu membawa Yun Hee pergi dan berlalu dari hadapan Mi Ra.


Mi Ra semakin dendam dan marah,ia melihat sebuah balok kayu menganggur dan dengan segala kekuatan yang masih dimilikinya ia bangkit dan menghantamkan balok itu ke kepala belakang Yun Hee.


PLakkkkkkk


Balok itu melesat sangat kuat mengenai kepala Yun Hee.


Jung Hwa menoleh dan kaget sejadinya.


Tidak lama,Yun Hee ambruk dan tumbang.


Kepalanya juga berlumuran darah.


Yun Hee....


Teriakan Jung Hwa yang kuat memanggil nama Yun Hee seakan membelah dunia.


Mi Ra seperti orang gila,dan tertawa puas.


Rasakan!!!


Kau pantas mati.


Jung Hwa menggertakkan gigi melihat Mi Ra.


Tatapannya seperti api neraka yang siap membakar para pendusta.


Hari itu juga,Mi Ra langsung di tahan.


Ayahnya juga ikut di seret ke pihak berwajib karena terbukti sampel air yang dikirim waktu itu mengandung zat berbahaya yang menyebabkan wabah muntaber.


Perusahaan ayah Mi Ra resmi di tutup dan ayah Mi Ra akan diadili untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.


Sedangkan Yun Hee di bawa ke Seoul dengan menggunakan ambulance di temani Jung Hwa yang selalu di sampingnya.


Jung Hwa benar benar cemas melihat Yun Hee yang tidak sadarkan diri.


Ia tidak akan memaafkan dirinya jika sesuatu yang buruk menimpa Yun Hee.


Bertahanlah Yun Hee aku mohon.


Ya tuhan,aku mohon atas segala kebaikannya selamatkanlah Yun Hee.


Di Seoul,Dae Ho sudah menunggu di rumah sakit.


Ia langsung menangani Yun Hee.


Jung Hwa,tunggulah di luar.


Aku akan melakukan yang terbaik.


Jung Hwa di minta duduk di luar dan menunggu sementara Dae Ho akan mengoprasi Yun Hee.


Jung Hwa sangat putus asa.


Ia memegang kepalanya dan terus menyalahkan diri.


Maafkan aku Yun Hee,aku selalu menyulitkanmu dan menempatkanmu dalam bahaya.


Aku mohon kau bertahanlah dan kuatkan diri untuk melewati semua ini.


Aku akan selalu menantimu Yun Hee.


Sementara Yun Hee sedang berjuang di meja oprasi di tangan para dokter bedah itu,Jung Hwa menghubungi sanak keluarganya.


Betapa kagetnya nenek dan ayah Jung Hwa saat melihat sosok Jung Hwa yang sekarang masih hidup dan berdiri tegak.


Pertemuan itu di warnai tangis haru penuh kerinduan.


Bahkan ayah Jung Hwa juga menangis seperti anak kecil karena bersyukur atas putranya yang masih hidup.


Tapi,kebahagiaan itu juga harus seimbang dengan kesedihan yang harus keluarga itu tanggung dengan keadaan Yun Hee yang sedang kritis.