
Selesai bertanding,Song Yi kembali ke mejanya dimana Dae Ho sudah menunggu dari tadi.
Song Yi langsung meneguk segelas besar bir itu dan habis sekejap mata.
Badannya masih berkeringat dan nafasnya pun masih tersengal.
AAAAHHHHHHHH,segar sekali.
Song Yi menyapu bibirnya yang belepotan sisa bir di tepian bibirnya.
Song Yi aneh melihat Dae Ho yang diam saja dan tidak mengeluh seperti biasanya.
Hei,tumben saja kau tidak mengomel padaku dan tidak terkejut dengan ulahku.
Yah,begitulah aku ingin mengambil sisi positifnya saja.
Setidaknya kau bukan wanita matre yang gila belanja dan membuat tagihan kartu kreditku bengkak.
Atau membuatku menunggumu berjam jam untuk perawatan kecantikan di salon.
Dan memintaku mereservasi restoran untuk makan malam mewah.
Jadi kau sudah mulai terpesona akan dirikun kan?
Song Yi mengedipkan sebelah matanya pada Dae Ho.
Heish,baru sedikit aku memujimu kau sudah besar kepala.
Jangan besar kepala dulu,tapi yah melalui dirimu aku mengenal dunia baru yang belum pernah aku coba.
Tapi Dae Ho apa Yun Hee adalah benar benar wanita yang kau cintai?
Anggap saja kita sudah dekat dan berteman.
Kau bisa berbagi cerita denganku agar persaanmu tidak terbebani.
Apa aku bisa percaya dengan orang ini untuk berbagi cerita?
Tapi sepertinya dia bisa di percaya,tidak ada ruginya juga aku bercerita untuk mengurangi beban hatiku.
Baiklah,aku akan curhat padamu.
Sebenarnya aku akui,aku memang sempat memiliki perasaan khusus pada Yun Hee.
Kelembutan juga ketulusan dan kebaikannya selalu membuatku merasa nyaman di dekatnya.
Saat ia terkena masalah dan menangis di hadapanku ada panggilan jiwa yang menuntunku untuk menghadang tangisnya.
Tapi semakin ke sini aku semakin sadar,perasaanku adalah perasaan sepihak yang tak berbalas dan hanya sia sia.
Yun Hee jelas sangat mencintai Jung Hwa sekarang dan aku memutuskan untuk berdamai dengan diri sendiri dan mengakhiri perasaanku untuk mendapat pengakuan lebih..
Jadi kau sudah menyerah sekarang?
Begitu maksudmu?
Ya,bisa di artikan begitu.
Tapi aku akan tetap ada untuknya dan mengulurkan tanganku kapanpun ia butuh.
Aku akan menjadi seorang kakak laki laki seperti yang dia inginkan.
Wah,ternyata kau cukup dewasa juga rupanya.
Asal kau tahu saja,cinta sejatiku bukanlah Yun Hee tapi Min Ji.
Mantan tunanganku yang sudah lebih dulu meninggalkan dunia ini.
Eiy,kenapa kisah cintamu selalu tragis...
Hei,kau mau aku lanjut cerita atau tidak..
Iya..iya baiklah,ayo teruskan lagi.
Dulu,aku dan Min Ji adalah teman sekelas saat SMA.
Ia adalah gadis tercantik di sekolah kami waktu itu.
Sedangkan aku hanya pria kutu buku yang culun dan jauh dari mode.
Tidak seperti sekarang.
Tapi Min Ji selalu mau berbaur denganku,kami sering belajar bersama dan menghabiskan waktu di hari libur ke tempat tempat yang asik seperti taman hiburan.
Waktu berlalu begitu saja,aku menyatakan perasaanku dan Min Ji menerimanya.
Kami sempat berpisah saat mulai kuliah,kami juga kuliah di universitas yang berbeda.
Walaupun jadwal kami padat dan jarang bertemu sebisa mungkin kami tetap menjaga komunikasi lewat telfon.
Kami berhasil bertahan hingga lulus kuliah.
Kemudian aku juga tidak lama mendapat pekerjaan dan menjadi dokter,sementara Min Ji di terima bekerja di sebuah Bank.
Karena sudah cukup mapan kami memutuskan untuk bertunangan.
Orang tua kami tentu saja menyetujuinya.
Sampai suatu ketika,Min Ji sedang di perjalanan mengendarai mobilnya ke arah pulang.
Ia mengalami kecelakaan Tunggal dan di larikan ke rumah sakit tempatku bekerja.
Hari itu aku sedang menggantikan temanku piket dan mengoprasi pasien usus buntu.
Saat Min Ji di rumah sakit kami kekurangan tenaga dokter karena banyak pasien yang harus di tangani hari itu.
Karena terlambat mendapat pertolongan dan operasi, Min Ji akhirnya meregang nyawa begitu saja.
Aku mengetahui kabarnya juga setelah selesai operasi.
Aku sedih,marah dan tidak bisa berkata lagi.
Aku merasa tidak berguna sebagai dokter karena tidak bisa menyelamatkan nyawa tunanganku sendiri.
Aku terpuruk dan memilih gila kerja,aku terus bekerja dan mengoprasi orang orang dengan tanpa henti.
Aku trauma akan tidak bisa menyelamatkan orang yang aku sayangi karena aku tidak mau melihat orang lain juga tidak bisa selamat seperti Min Ji.
Aku menutup hatiku sekian lama dan yang bisa membuka celahnya waktu itu adalah Yun Hee.
Tapi aku juga harus menyerah sekarang...
Hei,ceritamu sedih sekali.
Aku tidak menyangka kau bisa begitu sengsara.
Hei,ayolah..
Sedih itu tidak cocok untukmu,wajahmu akan semakin jelek nanti.
Enak saja mulutmu,apa mau ku sobekkan mulutmu.
Tapi yah tiap orang memang memiliki kenangan buruk masing masing..
Apa maksudmu?
Apa kau juga ingin cerita,aku juga penasaran denganmu.
Lihat ini...
Song Yi mengangkat bajunya dan memperlihatkan luka bekas sayatan di area ginjalnya.
Dae Ho terkerjut akan hal itu...
Apa kau menjual ginjalmu?
Ishhh..tentu saja tidak..
Tapi aku mendonorkannya.
Eiy,,kenapa bisa begitu??
Hem,baiklah dengarkan baik baik.
Dulu saat SMA aku adalah wanita seperti pada umumnya yang berambut panjang,feminim dan yah menyukai hal hal berbau wanita.
Eiy,benarkah?
Apa aku bisa percaya yang wanita ini katakan.
Tapi,dengarkan sajalah..
Toh dia juga sudah mendengarkanku tadi.
Aku juga punya pacar yang satu kelas denganku.
Dulu aku sangat mudah iba dan kasihan pada orang lain.
Sampai suatu saat rasa kasihanku di salah gunakan.Pacarku bercerita kalau adiknya membutuhkan donor ginjal,ia sangat sedih melihat adiknya yang sakit.
Karena saat di tes ginjalku cocok maka aku nekat saja mendonorkannya dan tahu tahu setelah operasi semuanya terbongkar.
Yang aku donorkan ginjal bukanlah adik pacarku melainkan kekasihnya yang lain.Ia begitu tega berbohong dan memperdayaku.
Ia juga memutuskanku begitu saja.
Sejak saat itulah aku memilih menjadi kuat dan tidak lemah lembut lagi seperti dulu.
Aku tidak akan membiarkan diriku di injak injak dan di permainkan seperti dulu lagi.
Setelah mendengar cerita tadi,Dae Ho jadi lebih menghormati Song Yi.
Ternyata ia tidak seburuk yang Dae Ho kira.
Apa yang terjadi di hidup kita benar benar akan merubah cara pandang dan jalan hidup kita.
Hei,ada apa dengan tatapanmu itu?
Kau tidak perlu mengasihaniku,sekarang kau lihat saja aku sudah kuat.
Jika aku bertemu pria itu lagi,akan kubuat ginjalnya rusak!!
Hahahaha..bagus bagus,aku akan mendukungmu.
Setidaknya sekarang Dae Ho dan Song Yi sudah bisa di sebut teman.
Mereka sudah berbagi cerita kepahitan hidup yang di hadapi.
Mereka juga saling bersulang atas masa lalu yang pahit dan untuk masa depan yang lebih baik.
________________
Sementara itu,Yun Hee dan Jung Hwa tengah beristirahat setelah selesai bercinta dengan panas tadi.
Yun Hee berbaring di atas dada Jung Hwa.
Jung Hwa,maaf karena sifatku kekanakan dan mulai posesif.
Aku pasti menyusahkanmu ya.
Tidak apa apa,aku mengerti dan aku juga senang.
Tapi,Yun Hee boleh tidak aku bertanya sesuatu..
Apa itu?
Tentu saja boleh..
Em,soal mantan tunanganmu dulu,apa kau bisa cerita sedikit.
Hem,aku harus cerita bagaimana,
Apa itu tidak melukai perasaannya kalau aku menceritakan tentang masa laluku?
Tapi,ia juga sudah jujur dan bercerita tentang Ae Ri.
Baiklah,aku akan mencoba adil dan bercerita.
Tapi jangan sakit hati ya,kau yang memintaku menceritakannya.
Tentu,ayo ceritakan.
Mantan tunanganku adalah anak manja,ia sangat di sayang oleh orang tuanya.
Tapi,ia malah jatuh hati padaku yang dari kalangan bawah.
Orang tuanya adalah orang terpandang dan kaya raya.
Hubungan kami sempat di tentang mati matian oleh keluarganya tapi ia membuktikan keseriusannya dan menentang orang tuanya demi memilihku.
Ia yang awalnya penurut dan selalu patuh kali itu melawan dan memperjuangkanku.
Karena usaha dan kerja kerasnya,orang tuanya luluh dan merestui hubungan kami.
Tapi saat cobaan datang,ia malah meninggalkanku.
Aku yang saat itu butuh sandaran malah di putuskan melalui sms dan pernikahan kami yang sudah di depan mata juga di batalkan.
Ia malu memilikiku karena orang tuaku di penjara.
Akhirnya kami berpisah dan tidak berkabar lagi.
Sudah hentikan,aku tidak sanggup lagi mendengarnya.
Hatiku panas mendengar betapa pengecutnya pria itu.
Ingin sekali kupatahkan tulang punggungnya.
Yun Hee lalu mengangkat kepalnya,
Ia mengecup dada Jung Hwa dengan lembut.
Lalu Yun Hee juga mengecup bibir Jung Hwa.
Sudahlah,jangan di lanjutkan lagi.
Ayo tidur...
Demi apapun Yun Hee,aku tidak akan membuatmu kesepian dan sendiri lagi.
Aku akan menemanimu hingga akhir hayat nanti.
Malam ini setiap orang di kisah ini berbagi tentang masa lalu pahit yang pernah mereka jalani.Sebuah renungan yang harus dilupakan setelah bangun tidur nanti dan mengawali hari baru yang cerah saat fajar menyingsing kembali