THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
HIDUP YANG BERHARGA



Ibu Yun Hee memeluk Yun Hee erat.


Membendung air mata putrinya yang tiada habis bagai air yang mengalir.


Maafkan ibu dan ayah nak,kami tidak bisa mendampingimu di saat berat seperti ini.


Kami harus mendekam disini dalam waktu yang lama.


Putriku......bagaimana kami harus menebus dosa kami padamu.


Ibu dan ayah Yun Hee juga ikut menangisi kesedihan putrinya.


Di tempat lain,Ae Ri juga membawa bayinya sambil membesuk Fernando.


Fernando menggendong bayi cantik itu dengan penuh haru.


Berkali kali ia memncium lembut bayi mungil itu.


Ya tuhan,terima kasih telah kau lindungi anakku dan biarkan ia lahir kedunia dengan selamat.


Hamba berjanji,jika sudah bebas kelak akan menjadi orang baik dan melindungi anak ini dengan baik.


Ae Ri,maaf karena aku tidak disisimu dan mendampingimu saat kau melahirkan.


Tidak apa apa Fernando.


Yun Hee dan yang lainnya ada di sampingku dan membantuku.


Tapi,aku punya kabar buruk untukmu.


Fernando lalu menatap wajah Ae Ri bingung,ia belum di beri tahu kalau Jung Hwa telah tiada.


Ada apa Ae Ri??


Jung Hwa sudah meninggal.


Apa!!!!


Agar tidak bingung,Ae Ri menceritakan kejadian di malam kelahiran anaknya,juga kecelakaan yang sudah di rencanakan untuk Jung Hwa oleh si penguntit itu.


Dan berita kalau penguntit itu sudah meninggal juga kareba bom waktu yang di pasang di mobilnya.


Fernando masih tidak bisa percaya,tapi ini mengingatkan sesuatu padanya.


Ae Ri,waktu itu saat datang kemari Jung Hwa sempat meminta satu hal padaku.


Ia memintaku memberitahukan perihal surat wasiatnya jika kelak terjadi sesuatu padanya.


Kau harus menyampaikan hal ini pada Yun Hee.


Ia tidak mau memberi tahu istrinya langsung karena takut istrinya cemas di awal.


Ini semua ia lakukan untuk berjaga jaga karena perasaannya sering tidak enak beberapa waktu.


Surat wasiat itu ia taruh di bawah laci meja kerjanya di rumah sebelah kanan.


Tolong sampaikan pada Yun Hee.


Iya Fernando akan aku sampaikan.


Ae Ri segera mengabari Yun Hee.


Dae Ho dan Song Yi di beratahunya juga agar berkumpul di rumah Yun Hee.


Amanah Jung Hwa pada Fernando benar adanya.


Surat wasiat itu benar benar di temukan di laci meja yang di maksud.


Yun Hee mulai mengeluarkan lembaran surat wasiat itu dari amplop dan membaca isinya.


Perihal di dalam wasiat ini tidak lain tentang harta warisan dan semua asetnya jatuh ke tangan Yun Hee.


Dan ada selembar kertas juga yang berisikan tulisan tangan Jung Hwa.


Begini isi suratnya....


Untuk istriku tesayang,Min Yun Hee.


Jika sekarang kau membaca surat ini,mungkin aku sudah tidak ada di dunia ini lagi bersamamu.


Aku minta maaf istriku,karena beberapa hari ini aku terus di hantui firasat dan perasaan buruk.


Aku hanya ingin kau tahu,kalau aku sangat mencintaimu.


Jikalau di kehidupaan saat ini sangat singkat untuk kita arungi,kelak jika diberi kesempatan untuk hidup sekali lagi kita akan menjadi suami istri yang saling mencintai sejak awal.


Jika setelah kepergianku dan kau ingin mencari penggantiku,aku tidak keberatan karena aku telah gagal untuk menjagamu.


Carilah pria baik dan yang menyayangimu dan mencintaimu setulus hati.


Selamat tinggal Yun Hee.


Dari aku yang sangat mencintaimu.


Hyun Jung Hwa.


Saat membaca baris demi baris surat itu Yun Hee terus menangis dan sekarang saat surat itu selesai di bacanya ia menangis lagi sambil mendekap surat itu di dadanya.


Jung Hwa.....


Tidak.....jangan tinggalkan aku!!!


Tidakkk!!!!


Ae Ri dan Song Yi memeluk erat Yun Hee.


Sementara Dae Ho,memalingkan wajah mencoba menyembunyikan air matanya.


Dae Ho lalu menyambangi tempat penyimpanan abu Jung Hwa di semayamkan.


Ia membawa sebucket bunga ke tempat itu.


Ada fotonya yang dengan senyum terpampang di situ.


Hei,kenapa kau tersenyum?


Apa kau tahu istrimu sekarang sedang menangis darah.


Baginya tiap hari adalah hujan tangis yang tiada reda.


Dae Ho lalu mencoba menutupi matanya yang mulai berair.


Dae Ho menggosok matanya yang pura pura ia katakan terkena debu.


Aish,,sepertinya mataku kelilipaan.


Hei,aku tidak menangisimu ya...


Jangan merasa besar hati atau menertawakanku ya.


Kita bukan keluarga,bukan juga teman yang baik.


Kita akan saling menjelekkan jika saling bertemu.


Tapi,apa kau harus seperti ini dan meninggalkanku?


Aku masih ingin berdebat denganmu,aku juga ingin meremehkanmu seperti biasanya Jung Hwa.


Dae Ho akhirnya menangis pecah saat itu juga.


Ia tidak lagi menahan air matanya yang sudah sejak tadi di tahan.


Dae Ho menangisi teman debatnya yang telah lebih dulu pergi.


Masa masa mereka saat pertama bertemu,berdebat hingga saling membantu juga terulang dalam ingatan Dae Ho.


Jung Hwa yang kini telah menjadi orang baik di kenang semua orang yang di sekelilingnya.


Tidak ada yang tidak kehilangan dengan kepergian mendadak ini.


Yang lebih parah..


Ada seseorang yang sudah teramat sangat putus asa dan ingin mengakhiri hidupnya karena tidak mampu menahan rasa kehilangan ini.


Tidak lain,tidak bukan itu adalah Yun Hee.


Yun Hee menyayat pergelangan tangannya sendiri di rumah kediamannya.


Saat ia merasa kematian sudah akan menjemputnya tapi lagi lagi ia harus berkecil hati.


Dae Ho datang dan menyelamatkannya.


Samar samar ia melihat kilasan lampu lampu terang yang dikiranya jalan menuju akhirat padahal itu adalah lampu yang berjajar di langit langit IGD rumah sakit.


Untung Dae Ho tidak terlambat barang sedetik saat meyelamatkan Yun Hee.


Yun Hee berhasil di selamatkan.


Dae Ho sedang duduk di samping ranjang Yun Hee.


Yun Hee,kenapa malah berfikir pendek seperti ini?


Jung Hwa sudah memintaku untuk menjagamu.


Untung saja aku tidak terlambat tadi.


Yun Hee mulai siuman,ia masih kesulitan mengembalikan kesadarannya.


Ia melihat ke samping dan melihat Dae Ho sudah duduk di samping ranjangnya.


Hei,gadis berandal...


Kau sudah bangun?


Yun Hee sepertinya sedikit kecewa karena gagal meraih kematian yang di harapkannya.


Kenapa aku ada disini?


Apa kau yang menyelamatkanku?


Tentu saja,siapa lagi.


Kenapa kau harus melakukannya?


Aku ingin mati dan tidak ingin hidup lagi.


Jung Hwa akan marah jika kau seperti ini.


Bukankah ia melakukan segala cara untuk melindungimu?


Itu semua ia lakukan agar kau bisa hidup dengan baik tapi kau malah menyianyiakannya.


Ia juga memintaku untuk menjaga adik bodoh sepertimu.


Jika kau nekad dan mengidahkan pesannya untuk hidup dengan baik,walau kau menyusul ke alam baka sana,Jung Hwa tidak akan mau berjumpa denganmu.


Yun Hee memjamkan mata dengan rembesan air mata lagi.


Apa yang di katakan oppa benar,aku pasti sudah menyianyiakan hidup yang ia perjuangkan untukku mati matian ini.


Maafkan aku Jung Hwa,aku terlalu bodoh untuk berfikir dan tidak memikirkan segala usaha yang telah kau lakulan untukku.


Aku berjanji tidak akan menyianyiakan hidup yang telah kau perjuangkan hingga akhir ini Jung Hwa.


Untuk sementara waktu Yun Hee akan tinggal di rumah orang tua Dae Ho karena kondisinya yang masih sangat lemah.


Juga tidak ada yang merawatnya di rumahnya sendiri.


Ia akan Dae Ho biarkan tinggal di rumah orang tuanya hingga pulih.