
Baiklah para pendengar,siaran radio di pagi menjelang siang ini akan membahas seputar kehidupan pernikahan.
Apakah kehidupan pernikahan kalian terasa menjemukan setelah berlangsung beberapa lama?
Bangkitkanlah kehidupan mesra kalian seperti di awal pernikahan dengan **** yang produktif..
Baik Yun Hee dan Jung Hwa langsung naik tensi mendengar siaran itu.
Segera saja Jung Hwa memindahkan pada saluran yang lain..
Yun Hee dan Jung Hwa lalu salah tingkah.
Jung Hwa bahkan sampai harus mengeluarkan batuk palsu.
Nikmatilah bulan madu di resort kami,rasakan sensasi bermesraan menghadap laut.
Gairah cinta kalian akan semakin membara.
PLANKKKKKK....
Lagi lagi hal berbau intim melintasi radio ini.
Giliran Yun Hee lalu memindahkan siaran itu dan menemukan siaran yang lebih baik,walau itu adalah pembacaan puisi kuno yang terdengar asing di telinga anak muda itu.
***Baiklah,tidak masalah,Jung Hwa juga tidak komplen.
Siaran ini lebih baik daripada membahas soal intim tadi.Membuatku merinding saja.
Yun Hee ternyata pintar mengalihkan suasana.
Tapi keadaan akan berubah kikuk sekarang.
Kenapa harus tersiar siaran seperti ini.
Kami yang pengantin baru bahkan belum berbulan madu apa lagi bercinta.
Keintiman yang kami lakukan malah saat aku mabuk dan tidak sadar.
Lebih parah lagi,aku tidak mengakui yang tidur denganku adalah Yun Hee tapi malah Ae Ri***.
Kedua pasangan aneh itu akhirnya memilih diam dan tidak berbincang lagi sepanjang jalan.
Tapi saat diam itu,Jung Hwa malah teringat kembali jahatnya ia pada Yun Hee.
Bagaimana dulu,ia sempat menarik rambut Yun Hee dengan kuat.
Ia benar benar menyesalinya.
Dae Ho sedang libur hari ini,ia berniat menelfon Yun Hee dan mengajaknya jalan jalan.
Ponsel Yun Hee berdering.
Melihat Dae Ho yang menghubunginya segera saja ia mengangkatnya..
"Iya,Oppa ada apa menelfon?
"Em,Yun Hee di dekat rumah sakit tempatku bekerja ada restoan yang baru buka.Aku berniat mengajakmu kesana.
"Maaf Oppa tapi aku tidak bisa,aku sedang dalam perjalanan untuk menemui ayah mertuaku bersama Jung Hwa.
Hem,pasti pria tetangga itu yang menelfon.
Hei,bagaimanapun aku ini tetap suaminya,apa pantas laki laki lajang sepertimu membawa istri orang lain keluar.
Dasar tidak tahu batasan.
Rasakan!!!
Untung saja,aku sudah membawa Yun Hee hari ini.
Percakapan antara Yun Hee dan Dae Ho berakhir..
Jung Hwa tersenyum karena merasa menang telak dari Dae Ho.
Hem,ternyata Yun Hee mengunjungi mertuanya.
Baiklah,sepertinya aku juga akan mengunjungi mantan kekasihku hari ini.
Dae Ho membeli sebucket bunga dan memacu mobilnya.
Yang ia maksud mengunjungi mantan kekasihnya adalah berziarah ke makam tunangannya.
Dae Ho menaruh sebucket mawar putih yang berarti ketulusan itu di atas makam tunangannya.
Dae Ho duduk di tepian makam itu.
Ia sepertinya ingin mencurahkan segala keluh kesahnya pada nisan yang memajang foto tersenyum mantan kekasihnya itu.
Hai..em..halo..
Min Ji,maaf aku baru datang lagi.
Kau tahu kan,pekerjaanku banyak dan pasienku selalu berdatangan.
Aku terlalu sibuk sampai lupa mengunjungimu.
Wahh..lihat...
Rumput rumput di makammu sudah mulai tinggi..
Dae Ho mulai mencabut satu per satu rumput liar yang tumbuh di atas makam wanita yang pernah sangat di cintainya itu.
Min Ji,apa di surga sana menyenangkan?
Semalam aku bermimpi bertemu denganmu di sebuah taman yang sangat indah.
Tapi...kau tidak bicara dan hanya memberiku sebuah senyuman.
Di banding senyuman aku lebih suka kalau kau mengulurkan tanganmu padaku dan membawaku padamu.
Jelas sekali kepergian wanita itu masih sangat menyakitkan untuknya.
Segala kenangannya dan Min Ji melebur saat ini.
Jika hanya pergi dan melarikan diri didunia ini maka aku akan melakukan segala cara untuk menemukanmu.
Tapi saat kita berbeda dunia seperti ini apa yang bisa aku lakukan?
Tidak ada pesawat yang tujuannya ke akhirat,tidak juga ada tangga yang bisa aku naiki menuju surga tempatmu berada.
Lalu bagaimana Min Ji?
Kontrak hidupku juga belum habis.
Aku dan kau terlunta lunta di dunia berbeda.
Dae Ho larut lagi dalam kesedihannya sendiri di area pemakaman itu.
Jung Hwa tersiksa karena semua ulah masa lalunya.
Dan Yun Hee berada di tengah antara Jung Hwa dan Dae Ho.
Perjalanan Jung Hwa dan Yun Hee sudah menemui tujuannya.
Mereka sudah sampai di rumah ayah Jung Hwa.
Yun Hee dan Jung Hwa juga di sambut hangat oleh anggota keluarga lainnya.
Nenek Jung Hwa,paman dan juga bibinya.
Setelah menurunkan segala barang bawaan,mereka berdua segera masuk kedalam untuk bergabung bersama anggota keluarga lainnya.
Yun Hee,kau sehat?
Iya ayah,aku sehat.
Bagaimana dengan ayah?
Ayah juga,seperti yang kau lihat.
Syukurlah.
Jung Hwa juga memeluk ayahnya.
Ayahnya keget dan terharu biru melihat perubahan anak laki lakinya yang dulu keras kepala.
Walau sekarang karirnya merosot dan tidak secemerlang dulu namun ia tetap bangga pada Jung Hwa karena memilih untuk bangkit dan bukan menyerah.
Kadang kala musibah dan titik terendah hidup kita adalah awal baru yang di ciptakan oleh tuhan untuk memulai hidup baru yang lebih baik lagi.
Semua anggota keluarga takjub akan makanan buatan Yun Hee yang sangat lezat.
Sesekali Yun Hee juga menyuapi Jung Hwa di depan semuanya.
Hal itu membuat nenek Jung Hwa juga yang lainnya merasa bahagia.
Wah,pengantin baru ini benar benar.
Selain serasi,kau juga membuat cucuku terlihat lebih sehat dan berisi.
Dulu,Jung Hwa selalu sibuk bekerja dan telat makan.
Untunglah sekarang sudah ada kau yang mengurusnya.
Segeralah mempunyai anak.
Uhukk...uhukk...
Jung Hwa malah tersedak mendengar permintaan neneknya.
Yun Hee segera mengambil minum untuk Jung Hwa.
Hei..pelan pelan saja.
Jangan buru buru makannya.
Yun Hee,apa kau belum ada telat datang bulan?
Eh..itu..
Em....
Bagaimana aku bisa mewujudkan keinginan nenek,sementara aku sudah di suntik yang membuat aku tidak akan bisa hamil selama lima tahun.
Aku dan Jung Hwa juga belum jelas dengan arah hubungan kami.
Melakukannya pun baru sekali.
Apa yang harus aku jawab sekarang.
Kami tidak ingin buru buru nenek,aku dan Yun Hee akan punya anak sekitar lima tahun lagi.
Apa??????Lima tahun?
Kau mau menungguku meninggal baru mempunyai anak.
Aigoo...malang sekali nasibku.
Eiy...nenek akan panjang umur.
Tenang saja..
Siapa yang tahu?!!
Mungkin saja sekarang malaikat maut sedang di sebelahku dan bersiap mencabut nyawaku kapan saja ia mau