
Setelah mendengar cerita dari Dae Ho kisah pilu kehidupan yang di alami Yun Hee,orang tua Dae Ho mengizinkan Yun Hee tinggal dan menerimanya di rumah ini.
Ibu Dae Ho yang mendambakan anak perempuan sangat mengasihi Yun Hee.
Dae Ho juga sudah bilang kalau ia sudah menganggap Yun Hee seperti adiknya sendiri.
Ayah Dae Ho tidak berada di rumah itu karena bekerja di luar kota.
Keluarga Dae Ho sendiri dari keluarga terpandang dan kaya raya.
Ibu Dae Ho juga senang dengan kehadiran Yun Hee karena sekarang ada yang menemaninya di rumah.
Dae Ho memiliki seorang kakak laki laki tapi sudah menikah dan tinggal di Busan.
Hanya Dae Ho yang belum menikah.
Ibu Dae Ho duduk di samping Yun Hee di sofa.
Ia mengelus rambut Yun Hee.
Nak,anggaplah ini seperti rumahmu sendiri ya.
Jangan sungkan atau malu,aku akan memperlakukanmu dengan baik di sini.
Iya bibi,terima kasih.
Tidak,jangan panggil aku bibi panggil saja aku ibu.
Bukankah Dae Ho sudah menganggapmu adik.
Apa tidak apa apa?
Tentu saja,ayo cobalah panggil aku ibu..
Ibu....
Wajah ibu Dae Ho langsung berseri mendengar kata ibu keluar dari mulut Yun Hee untuknya.
Ibu Dae Ho menyimpan harapan kecil melihat Yun Hee yang sangat anggun dan cantik ini.
Aigo,andai saja kau mau menjadi menantuku.
Andai saja di sobodoh Dae Ho bisa memperistri wanita sepertimu,walau harus mati aku akan tenang di alam baka sana.
Dae Ho tahu apa yang ada di benak ibunya saat melihat tatapan ibunya yang dalam untuk Yun Hee.
Ibu pasti ingin aku memiliki istri seperti Yun Hee.
Tapi apa daya ibu,hatinya sudah ia kunci hanya untuk mendiang suaminya.Aku juga sudah berjanji untuk menjaga Yun Hee pada Jung Hwa.
Berjanji untuk menjaga dan bukan merebut Yun Hee dari Jung Hwa walau ia sudah tiada.
Yun Hee juga tidak mungkin meganggapku lebih dari seorang kakak.
Hari hari berlalu,ibu Dae Ho benar benar senang dengan adanya Yun Hee di rumah ini.
Yun Hee pandai memasak juga membuat kue.
Ibu Dae Ho sangat menyayangi Yun Hee.
Ia membelikan banyak pakaian dan barang barang untuk Yun Hee.
Ibu,jangan membelikanku baju lagi yang kemarin saja belum di pakai.
Isshhhh,tidak apa apa.
Ibu senang membelinya untukmu,apalagi melihatmu memakainya.
Semua pakaian terlihat cocok di tubuhmu.
Yun Hee merasa tidak enak dengan perlakuan istimewa dari ibu Dae Ho.
Tapi ibu Dae Ho tetap meyakinkannya dan mengatakan semuanya baik baik saja.
Dae Ho juga lebih sering mengunjungi rumah ibunya karena ada Yun Hee.
Ibu,aku pulang.
O..kau sudah datang.
Cepat masuk,Yun Hee sudah banyak memasakkan makanan enak.
Walau sudah pulih,ibu Dae Ho melarang Yun Hee untuk pergi dan memintanya tetap tinggal di rumahnya.
Yun Hee tidak sampai hati menolak mengingat kebaikan yang sudah ibu Dae Ho berikan.
Dae Ho juga senang Yun Hee ada di rumahnya,sekarang ia sudah bisa tersenyum dan lebih bersemangat.
Walau tanpa Dae Ho ketahui,di setiap malamnya ia masih mengenang mendiang suaminya dan menangis pilu sendirian di kamar.
Yun Hee hanya tidak ingin orang orang tahu kesedihannya dan membuat orang lain khawatir.
Song Yi mengajak Dae Ho untuk bertemu dan minum minum.
Karena sudah cukup lama tidak bertemu,Dae Ho menerima tawaran Song Yi.
Dae Ho menjemput Song Yi.
Song Yi tentu saja senang karena Dae Ho mau menjemputnya.
Wah,baik sekali..
Tentu saja,aku memang selalu baik.
Traktir aku makan juga ya dokter Kim.
Hahaha,baiklah aku akan mentraktirmu makan sampai kenyang.
Assa...jalan...
Sepanjang jalan Dae Ho terus menceritakan Yun Hee yang tinggal di rumahnya.
Kuping Song Yi bahkan sampai memerah dan panas mendengarnya.
Hei,hentikan!!
Kau terus menceritakan Yun Hee,kalau kau suka utarakan saja perasaanmu padanya.
Kenapa harus kau sembunyikan,kau tidak berani mengakui perasaanmu padanya.
Tidak semudah itu Song Yi,aku juga memang hanya ingin mengaguminya diam diam saja.
Aku harus menghormati permintaan Jung Hwa untuk menjaganya.
Tapi kan,di surat yang di tulis oleh Jung Hwa ia tidak melarang Yun Hee menikah lagi.
Jika aku menyatakan perasaanku padanya,Yun Hee hanya akan menjauh dariku.
Ia pasti menjaga jarak dan sikapnya di dekatku setelah mengetahui perasaanku.
Aku tidak mau hal seperti itu Song Yi.
Aku juga tahu,hanya ada satu tempat di hati Yun Hee dan itu hanya untuk Jung Hwa selamanya.
Pria menyedihkan.
Hei,kau juga menyedihkan.
Kau juga belum laku..
Aku akan menjadi biksuni saat tua nanti.
Dae Ho langsung tertawa mendengar jawaban Song Yi.
Mereka sudah sampai di sebuah restoran.
Saat masuk ke dalam restoran itu,Song Yi berhenti sejenak.
Di hadapannya ada mantan kekasihnya yang dulu memintanya mendonorkan ginjalnya untuk pacarnya yang lain.
Lebih miris lagi,wanita itu juga ada disini dan sedang hamil anak mantan kekasihnya itu.
Cih,mereka sudah menikah rupanya.
Istrimu bisa hidup sehat dengan ginjal yang aku donorkan.
Dasar pria brengsek.
Ada apa Song Yi?
Nanti aku ceritakan...
Saat Song Yi melintasi meja mantan pacarnya itu,mantannya menyapa Song Yi.
O..Song Yi.
Song Yi menatap benci pada pria itu.
Apa kabar Song Yi?
Pria itu menyapanya seakan tidak ada rasa bersalah di masa lalu terhadapnya atas apa yang terjadi di masa lalu.
Hei,Song Yi kenapa kau tidak mejawabnya?
Song Yi lalu menunjuk pria itu dengan jari telujuk kanannya.
Pria ini yang dulu membuatku mendonorkan ginjal untuk wanita yang ada di hadapannya sekarang.
Istri pria itu lalu menatap Song Yi.
Ia lalu berdiri seakan emosi.
Memangnya kenapa kalau dia berbohong demi mendapatkan ginjal untukku?
Toh di masa depan aku yang menjadi istrinya.
Bukan kau!!!
Mantan pacar Song Yi terlihat malu karena menjadi pusat perhatian orang orang.
Sudah sayang cepat duduk,malu di lihat orang.
Tidak!!!!
Biarkan aku menyadarkan wanita ini.
Plakkkkkk.
Song Yi menampar wanita itu.
Heii!!!!!!!
Mantan pacarnya mulai bangun dan meneriaki Song dengan suara tinggi.
Kau bisa hidup,hamil dan menikah sekarang karena ginjalku!!
Tapi sekarang kau memakiku seakan lupa diri!!!!
Kau tahu,aku bukanlah Song Yi yang dulu lemah.
Aku bisa mematahkan tulangmu dalam sekali tindakan kalau aku mau!!!
Mantan pacar Song Yi lalu menarik dan melindungi istrinya.
Dengar baik baik,aku tidak pernah suka padamu.
Kau tahu!! Kau adalah wanita paling menyedihkan di sekolah kita dulu.
Aku memanfaatkan situasi itu untuk menolong istriku yang saat itu sedang sakit.
Jika saja kau tahu betapa menyedihkannya wanita sepertimu.
Aku yakin tidak ada pria yang benar benar suka padamu.
Dae Ho tidak tahan mendengar pria pengecut itu yang terus menerus menindas dan membuat Song Yi malu.
Ia lalu maju dan angkat bicara.
Kau salah pengecut!!!
Dae Ho lalu membalikkan badan Song Yi menghadap nya lalu mencium bibir Song Yi dengan erat.
Mantan pacar Song Yi langsung tercengang.
Dae Ho melepas ciumannya.
Lalu menghadap pria itu.
Dia adalah wanitaku.
Kau hanya pecundang tidak tahu malu yang memanfaatkan hidup orang lain demi kepentinganmu.
Saat dimatamu Song Yi hanya gadis yang bisa kau bodohi,tapi untukku Song Yi adalah wanita berharga yang pantas untukku perjuangkan.
Song Yi mendadak berdebar memandang Dae Ho.
Dae Ho seperti pahalawan super yang menembak mati musuh di hadapannya.
Ayo Song Yi,lebih baik kita pergi dari sini.
Kita lebih baik menjauh dari manusia rendahan seperti mereka.
Dae Ho segera menarik tangan Song Yi dan membawanya keluar dari restoran itu.