THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
MASA LALU SAAT SMA



Di tengah kemelut fikirannya itu Dong Joo malah di hadapkan dengan pasien yang harus ia tangani.


Pasien itu baru memasuki ruang IGD.


Ia di dampingi oleh istrinya yang sangat histeris melihat keadaan suaminya yang kritis.


Dong Jo terpaku sejenak melihat suami istri itu.


Mereka bukanlah orang baru di hidup Dong Joo.


Pasangan suami istri itu yang sekarang ada di hadapannya adalah orang yang dulu membullynya saat SMA.


Pasangan suami istri yang amat sangat angkuh itu berasal dari kalangan atas dan memang suka menginjak dan merendahkan kaum lemah yang tak berduit.


Dong Joo adalah sasaran empuk mereka dahulu,walau bukan dari kalangan kelas bawah dalam hal ekonomi tapi Dong Joo memiliki aib yang bisa di jadikan mereka bahan bullyan untuk memojokkan seseorang.


Karena mulut ganas pasangan kekasih yang sekarang menjadi suami istri itu,masa SMA Dong Joo menjadi masa yang suram dan tidak menyenangkan sama sekali.


Pria dan wanita itu selalu mengejeknya di depan orang banyak setiap ada kesempatan.


Dong Joo bahkan sempat ingin mengakhiri hidupnya karena mereka.


Beruntung Dong Joo berhasil sadar dan menguatkan diri hingga menyelesaikan pendidikan di SMA itu.


Sekarang dan saat ini,sang istri melihat Dong Joo sudah memakai jubah kedokteran dan berada di ruang IGD yang tidak jauh dari suaminya.


Wanita itu mendekati Dong Joo dan menarik lengan Dong Joo.


Sambil menangis ia memohon untuk menyelamatkan suaminya.


Dong Joo...Dong Joo.


Kau dokter di sini kan?


Kau masih ingat aku kan?


Aku Hye Mi,teman SMAmu dulu.


Teman tahi kucing!!


Kau adalah orang yang dulu selalu menyiksaku di masa sekolah.


Lihatlah betapa menyedihkannya kau sekarang yang memohon pertolongan padaku.


Maaf,tapi aku ada pasien lain..


Dong Joo menyingkirkan tangan wanita itu dan menolak untuk menolong suaminya.


Tapi,saat Dong Joo baru berlalu beberapa langkah.


Hye Mi menjatuhkan harga dirinya dan berlutut memohon pada Dong Joo.


Dong Joo berbalik dan melihat sendiri Hye Mi yang putus asa itu.


Tolong selamatkan suamiku Dong Joo.


Aku tahu kau masih dendam pada kami karena perihal di masa lalu.


Tapi sekarang kita bukan teman sekelas,sekarang kita dalam posisi aku sebagai keluarga pasien yang memohon pada seorang dokter untuk menyelamatkan pasien yang perlu pertolonganmu.


Aku mohon Dong Joo.


Benar yang di katakan Hye Mi,tidak peduli apapun yang terjadi di masa lalu sekarang aku adalah seorang dokter.


Dan tugasku adalah menyelamatkan pasien tanpa bisa memilih dan menentukan siapapun itu.


Dong Joo lekas menghampiri suami Hye Mi.


Dari keterangan Hye Mi,suaminya jatuh dari kamar mandi dan kepalanya terbentur hebat pada lantai marmer kamar mandi itu.


Dari pemeriksaan Dong Joo juga hasil tensi darah oleh perawat tadi,pasien yang di tanganinya sekarang mengalam hipertensi urgensi,sebuah kondisi dimana salah satu keadaan yang masuk dalam krisis hipertensi selain hipertensi emergensi.


Kondisi tekanan darah pasien sudah melebihi 180/120 mmHg tanpa adanya disfungsi dari organ terkait seperti pembuluh darah,jantung,otak,ginjal dan organ lain.


Setelah di cek lebih teliti lagi bagian tubuh sebelah kiri pasien sepertinya terkena serangan stroke akibat hipertensi ini.


Ternyata pasien memang memiliki riwayat hipertensi turunan dan gaya hidup yang tidak sehat.


Karena kepala pasien juga terbentur dengan kuat akibat jatuh tadi ada kemungkinan pembuluh darahnya pecah atau beku di dalam kepala.


Dong Joo akan melakukan operasi untuk membedah,tapi dengan resiko yang sangat besar karena pasien ini adalah pasien hipertensi juga.


Dong Joo meminta perawat meminta izin pada wali terlebih dahulu.


Dan sang istri mempercayakan suaminya untuk di operasi.


Dong Joo bergegas berganti pakaian memakai seragam operasi.


Ia memasuki ruang operasi dengan perasaan campur aduk..


Haruskah aku selamatkan pria ini?


Apa tindakanku sudah benar?


Tapi dulu dia sangat jahat padaku,aku bisa saja melalaikan tugasku dan membuatnya mendapat pelajaran atas apa yang dulu dia lakukan padaku..


Dong Joo sempat ragu namun,sekarang dia sudah di ruangan ini dan di temani para staf bedah.


Tidak!!


Aku adalah dokter,aku tidak boleh seperti ini.


Sekali aku lalai dan mengingkari sumpah dokterku maka selanjutnya aku akan terus seperti itu.


Biarlah Tuhan yang membalas semua kebejatannya dulu padaku.


Dong Joo memulai operasi itu,operasi berjalan lebih sengit dari dugaannya.


Ternyata pembuluh darah pria ini ada yang pecah dan akan menganggu saraf lainnya.


Kalaupun operasi ini berhasil,akan tetap ada bagian tubuh pasien itu yang lumpuh dan tidak bisa seperti sedia kala.


Nadinya melemah..


Sementara Dong Joo masih belum selesai membedah kepala pasien.


Entah darimana asalnya pun,pendarahan terjadi.


Semua menjadi kacau hingga akhirnya maut tidak bisa di hindari.


Pasien itu tidak bisa di selamatkan lagi oleh tangan Dong Joo.


Suster di samping Dong Joo meminta Dong Joo mengumumkan waktu kematian pasien.


Man Go Sung.


Waktu kematian 16.40


Semua staf ikut berduka atas kegagalan ini.


Saat Dong Joo keluar,istri pasien tadi sekaligus teman SMA Dong Joo langsung menghampiri Dong Joo.


Dong Joo bagaimana dengan suamiku?


Wajah Hye Mi tampak sedih dan penuh harap.


Namun,ekspresi Dong Joo pasrah dan tidak ada harapan di sana.


Ia memutuskan memberitahu langsung tentang apa yang terjadi.


Maaf Hye Mi,kami sudah berusaha sebaik mungkin.


Tapi kau harus merelakan suamimu pergi untuk selamanya.


Wanita itu seakan tidak percaya.


Tatapan matanya kosong lompong.


Apa?


Apa katamu tadi?


Suamimu sudah tidak ada Hye Mi.


TIDAKKKKK!!!!!!!


Sang istri berteriak histeris.


Ia lalu menatap tajam pada Dong Joo.


Kau pasti membunuhnya kan!!


Kau sengaja membuatnya mati di ruang operasi itu agar tidak terlihat oleh orang lain.


Kau dendam pada aku dan suamiku karena dulu sering membullymu saat sekolah!!


Kau sengaja membalas kami dengan cara seperti ini kan!


Kembalikan suamiku dokter sialan!!


Dong Joo hanya diam dan tidak menjawab.


Kejadian itu terlihat oleh Ha Na yang kebetulan melintas.


Ha Na menghampiri Dong Joo dan menjauhkan wanita itu dari Dong Joo.


Dong Joo saja kaget tahu tahu Ha Na sudah ada di hadapannya.


Jangan berkata seperti itu pada dokter yang sudah berusahan nyonya.


Kami tahu kau merasa kehilangan sekarang,tapi jangan membuat tuduhan palsu seperti itu.


Jika dia berniat membunuh dan mencelakai suaminya dia tidak perlu berjuang selama berjam jam di dalam sana!


Jadi jangan tinggikan nada bicaramu lagi dan tenangkan dirimu.


Kau fikir kau siapa hah!


Apa hakmu bicara seperti itu padaku!!


Aku sudah kehilangan suamiku karena ulah dokter ini!!


Ayo kita pergi,tinggalkan saja dia.


Di saat kerumunan yang menonton semakin ramai,Dong Joo membawa Ha Na pergi dari situ agar tidak berlarut larut.


Saat Dong Joo dan Ha Na hanya menyisakan punggung untuk wanita itu,ia berteriak kuat dari belakang.


HEI,KANG DONG JOO.


AKAN KUBUAT HIDUPMU BERAT SEKALI LAGI.


AKU BERJANJI AKAN MEMBUATMU MEMBAYAR SEMUA INI.


DAN AKU PASTIKAN KAU TIDAK AKAN SELAMAT!!


Dong Joo tidak mempedulikan omongan wanita itu dan terus berjalan tanpa berbalik.


Tapi,tanpa ia sadari tangannya masih menggandeng tangan Ha Na yang ia bawa pergi tadi.


Ha Na juga terus menatap wajah Dong Joo yang sangat kalut itu.


Kau pasti teringat lagi akan masa lalumu yang berat.


Sekarang wajahmu tampak kalut dan tidak tenang Dong Joo.


Tanganmu yang menggandengku ini juga berkeringat yang menandakan kondisimu tidak tenang dan panik sekarang.


Aku benar benar prihatin padamu,tidak ada tempatmu berbagi untuk hal seperti ini karena kau sendiri juga menutup dirimu dengan rapat.