
Esok harinya Jung Hwa dan Dae Ho benar benar menyambangi bos penjahat itu di penjara.
Mereka berdua sedang menunggu di ruang besuk sambil menunggu pria itu keluar.
Tidak satupun dari mereka berwajah tenang,semuanya sangat tegang menunggu pria itu keluar.
Sekitar 10 menit pria itu mulai muncul dan keluar.
Wajahnya tampak lesu tidak bersemangat sama sekali.
Sekarang ia sudah duduk dan berhadapan dengan Jung Hwa dan Dae Ho.
Ada apa kalian kemari?
Kalian ingin menertawakanku??
Bukan,seperti itu..
Jung Hwa memutuskan lebih dulu bicara dan memulai introgasinya.
Hei,aku ingin bertanya sesuatu dan jawab sejujurnya.
Tanya saja,aku akan menjawabmu..
Jung Hwa langsung mengutarakan maksudnya tanpa betele tele.
Apa kau yang meneror istriku?
Wajah pria itu lalu menjadi aneh dan menatap Jung Hwa dengan serius.
Apa maksudmu?
Kau tidak lihat aku di penjara,bagaimana mungkin aku bisa melakukan hal itu dari sini.
Kau juga tahu sendiri kan,anak buahku berkhianat dan mengambil semua hartaku.
Aku tidak memiliki apapun sekarang.
Terlebih lagi,klienmu yang kau anggap baik itu juga merekrut semua anak buahku.
Harta dan kekayaan yang mereka ambil dariku juga di bagi dengannya.
Jung Hwa lalu merasa aneh dengan pernyataan pria ini.
Kenapa dia bicara seperti itu?
Kenapa juga orang baik seperti klienku itu merekrut anak buah penjahat ini.
Bukankah tidak masuk akal?
Apa maksudmu..
Coba jelaskan..
Dae Ho juga mulai penasaran..
Kalian berdua,seperti yang kalian tahu aku ini memang menipunya.
Tapi kalian tidak tahu kan ia berinvestasi binis apa denganku??
Bukankah bisnis saham?
Jelas bukan..
Pria besar itu mendekatkan wajahnya pada wajah Jung Hwa..
Bisnis club malam dan rumah bordir.
Seketika kornea mata Jung Hwa langsung membersar.
Dae Ho juga menutup mulutnya seakan tak percaya.
Jung Hwa seakan tidak percaya dan masih dengan wajah yang kebingungan.
Kenapa?
Kenapa bisa begini?
Apa aku juga sudah membela orang yang salah.
Perasaan Jung Hwa jadi tidak enak.
Dae Ho menepuk pundak Jung Hwa.
Hei...
Eh...,aku masih tidak habis fikir.
Asal kalian tahu saja,pria yang kau bela tidak sebaik parasnya.
Ia sering kawin cerai dengan banyak perempuan.
Dan kalian tahu,terakhir kali ia menjadi korban tabrak lari wanita yang pernah menjadi istrinya.
Mantan istrinya sakit hati karena di ceraikan begitu saja dan ia ketahuan selingkuh dengan wanita lain.
Tentu saja wanita itu sakit hati dan langsung ingin membunuhnya.
Tapi sayang ada yang menyelamatkannya.
Jung Hwa langsung teringat akan satu hal.
Tunggu,istriku Yun Hee yang menyelamatkannya.
Karena waktu ia di tabrak tidak jauh dari toko istriku.
Dae Ho juga tidak kalah kagetnya..
Jung Hwa,apa mungkin ini ulahnya?
Apa mungkin ia tertarik pada Yun Hee.
Aku tidak tahu Dae Ho.
Saat itu,pria yang mereka besuk melihat suatu alat kecil yang menempel di tas Jung Hwa.
Ia segera meminta Jung Hwa dan Dae Ho untuk diam dengan membuat kode menaruh jari telunjuk di bibirnya.
Jung Hwa dan Dae Ho menurut.
Mereka tercengang melihat pak Sung Hon mencabut benda itu dari tas Jung Hwa dan me nonaktifkannya.
Kalian tahu ini benda apa?
Ia adalah penyadap suara,seseorang bisa mendengar apa yang kita bicarakan disini dan mendengarnya juga memonitornya dari jauh.
Jung Hwa semakin kaget dan geram.
Aku rasa,aku tahu kenapa pria itu membakar toko Yun Hee.
Ia pasti tahu saat kami bercinta semalam,jika memang ia terobsesi pada Yun Hee,ia pasti sakit hati dan melakulan hal semalam untuk melampiaskan sakit hatinya.
Terima kasih atas infonya tuan Sung Hon,kami berhutang atas kebaikan dan informasimu hari ini.
Baiklah,tidak masalah.
Kalian harus berhati hati dengan pria yang kalian hadapi.
Uang dan kekuasaannya bisa sangat berpengaruh.
Aku sarankan jika kalian memang ingin tahu tentang pria itu temuilah mantan istrinya.
Ia pemilik salon kecantikan di gangnam.
Sung Hon memberi tahu alamat serta tempat dimana mantan istri mantan klien Jung Hwa itu berada.
Di tempat lain,pria penguntit itu sedang ingin mengetahui apa yang Jung Hwa bicarakan hari ini,tapi ia terlambat.
Alat pelacaknya sudah di ketahui oleh Jung Hwa.
Pria itu langsung marah dan mengamuk..
Sial...sial...sial..
Pasti alat penyadapku sudah di ketahui.
Aku tidak bisa memonitor mereka lagi.
AAaa.....
Pria itu langsung menghentakkan meja dengan kuat memakai kepalan tangannya.
Jung Hwa dan Dae Ho masih di bingungkan dengan perkataan pria di penjara tadi.
Jung Hwa apa kau percaya kata kata pria tadi?
Entahlah Dae Ho,aku juga tidak tahu.
Tapi aku rasa tidak akan ada gunanya jika dia berbohong.
Aku juga mulai menaruh curiga pada mantan klienku itu.
Karena dia memang mencurigakan setelah aku telaah lagi.
Ia tidak memeberiku data pribadinya saat aku mengurus kasusnya.
Pria baik baik itu kadang membuatku merasa aneh,karena kebaikannya seperti sebuah topeng.
Kita harus menemui mantan istrinya Jung Hwa agar lebih jelas .
Iya,Dae Ho.
Mobil di pacu,dan sekarang Dae Ho dan Jung Hwa sudah berada di tempat yang di maksud.
Mereka berdua lekas masuk ke salon itu.
Mereka juga sudah memberi tahu karyawan di salon itu untuk bertemu pemilik dari salon itu.
Sambil menunggu mereka duduk di kursi khusus untuk tamu yang ingin bertemu di sebuah ruangan.
Sekitar 10 menit,wanita paruh baya itu masuk.
Tampilannya modis dan berkharisma.
Ia segera duduk di kursinya.
Baiklah,ada apa kalian ingin bertemu denganku?
Jung Hwa tidak lupa untiuk menyapa dan memperkenalkan diri.
Halo nyonya,aku Jung Hwa dan ini temanku Dae Ho.
Aku adalah mantan pengacara suamiku tuan Kang Ki Hon untuk kasusnya yang terkena penipuan beberapa waktu yang lalu.
Wajah wanita itu yang tadinya segar dan ceria berubah menjadi penuh emosi dan amarah,tidak ada lagi keramahan di wajahnya.
Jadi,kenapa kalian kemari?
******** itu tidak ada sangkut pautnya denganku!!
Sepertinya perkataan pria di penjara tadi benar adanya.
Mantan istrinya sangat marah padahal baru mendengar namanya saja.
Aku harus lebih lembut agar dia bisa memberiku informasi yang aku butuhkan.
Maaf nyonya,kami tidak akan mempersulitmu.Kami hanya ingin menanyakan sesuatu..
Sudah aku bilang,aku tidak ada hubungannya dengan pria itu.
Sebaiknya kalian keluar!!
Sepertinya Jung Hwa dan Dae Ho tidak akan mendatkan apa yang mereka inginkan.
Jika di paksa malah akan lebih parah lagi dan mereka akan kehilangan kesempatan lainnya.
Jadi Jung Hwa dan Dae Ho memutuskan pergi dari tempat itu.