
Jung Hwa dan Yun Hee saling bertatapan.
Mereka memandang satu sam lain.
Yun Hee sedang di dapur untuk minum air putih,Jung Hwa ikut menyusul di belakangnya.
Terlihat jelas Yun Hee sedang meneguk air itu.
Jung Hwa merasa bersalah karena mebuat Yun Hee terbebani dengan ucapan neneknya tadi.
Andai saja waktu itu aku tidak gelap mata dan tidak menyuntikkan suntikan bodoh itu,kita pasti masih ada kesempatan memiliki anak dalam waktu dekat.
Yun Hee pasti kecewa dan minder sekarang.
Yun Hee menoleh menatap Jung Hwa yang terdiam dan berdiri sambil memandangnya.
Yun Hee tersenyum manis melihatnya.
Setelah itu,Jung Hwa dan Yun Hee berada di kamar Jung Hwa kecil dulu.
Banyak atribut olahraga di sini,seperti base ball,seragam base ball,bola basket dan lain lain.
Wah...kau sepertinya pandai olahraga ya dulu.
Ia,tentu saja.
Aku adalah bintang lapangan di sekolah dulu.
O.....hebat.
Yun Hee juga memadang berberapa foto kecil dan remaja Jung Hwa yang menggemaskan.
Tapi Jung Hwa malah sibuk memandang Yun Hee.
Setelah itu dua sejoli ini saling duduk di lantai kamar untuk berbincang.
Yun Hee,maafkan ucapan nenek tadi ya.
Kau pasti sedih..
Tidak,tenang saja.
Wajar saja ia bertanya seperti tadi,nenek mana yang tidak mengharapkan anak dari cucunya.
Tapi,hem...yah.
Kita sudah terlanjur melakukan suntik itu,dan kau juga akan menceraikanku.
Aku merasa bersalah karena akan membuat nenek dan yang lain sedih nantinya.
Aku sangat senang di keluarga ini.
Sebenarnya aku tidak ingin berpisah Jung Hwa.
Di sini aku merasa memiliki keluarga kembali..
Aku juga mulai tidak bisa menafsirkan perasaanku padamu.
Tidak,kita tidak akan bercerai...
Apa??
Yun Hee kaget dengan kata kata Jung Hwa.
Tapi kan,katamu waktu itu..
Itu dulu,saat aku kira aku dan Ae Ri akan terus bersama.
Tapi ujian membuktikan semuanya,dan sekarang kau yang bertahan di sisiku.
Aku tidak tahu bagaimana memulainya,tapi kita berdua telah mengikat janji hidup semati.
Karena itu ayo mulai dari awal..
Makdsudmu??
Ayo mencoba menjalin perasaan lagi Yun Hee..
***Ayo berikan hatimu untukku dan benar benar menjadi wanitaku.
Aku tidak akan melepasmu Yun Hee.
Jung Hwa,sekarang kau membuatku merasa sebagai wanita paling beruntung di dunia.
Kau mewujudkan harapan yang aku pendam di hati ini***.
Slide berikutnya Jung Hwa sudah memajukan wajahnya menuju wajah Yun Hee.
Dug..dug..dug..
Debaran jantung Yuh Hee sudah seperti tabuhan drum.
Tidak lama,ia memejamkan mata dan bibir Jung Hwa sudah melekat di bibirnya.
Jung Hwa juga memegang sebelah pipi Yun Hee dengan tangan kanannya.
Jung Hwa menyematkan bibirnya dalam dan memberikan ciuman manis untuk Yun Hee..
Tapi tidak lama.
KREKKKKK.....
Pintu kamar Jung Hwa tiba tiba terbuka..
Aigo...maaf,nenek tadi mencari kalian.
Lanjutkan saja...
Nenek menutup pintu itu lagi.
Aish anak nakal,harusnya mereka mengunci pintu dulu jika ingin bermesraan.
Ah..mataku ini ternodai.
Nenek pergi sambil tersenyum dan kegirangan.
Ia sempat mengira pasangan hasil pernikahan paksa itu hanya pura pura mesra,ternyata mereka memang saling jatuh hati.
Jung Hwa juga tetap mencium Yun Hee walau tadi Yun Hee sempat ingin melepasnya karena tepergok nenek.
Namun Jung Hwa malah menariknya lebih dekat dalam pangkuannya dan bermain bibir lagi dengannya.
Satu lengan Yun Hee bergantung di bahu Jung Hwa dan satu tangannya berada di atas jantung Jung Hwa.
Apa ini karena dirinya??
***Jung Hwa,kau telah membuatku takluk setakluknya.
Kini,aku sudah tidak ingin lagi lepas darimu.
Tolong jangan salahkan perasaanku.
Yun Hee,kini aku sudah menegaskan perasaanku.
Aku tidak akan mau lagi melepasmu.
Biarlah waktu mengahangatkan hubungan yang baru kita bina ini***..
Sementara Dae Ho berkunjung ke rumah orang tuanya setelah selesai ziarah tadi.
Orang tua Dae Hoo tahu pasti dari mana Dae Ho dengan wajah duka tersebut.
Kau pasti habis mengunjunginya kan??
Iya ibu,tadi aku juga mencabut rumput di makamnya.
Aigoo..anakku.
Sudahilah dukamu,bertahun tahun telah berlalu.
Segeralah cari penggantinya agar kau tidak sedih lagi .
Ah ibu,bagaimana ibu bisa berkata begitu.
Lalu bagaimana denganmu!!
Apa kau akan melajang seumur hidup,aku juga ingin melihatmu menikah sebelum mati!!
Aku akan jadi arwah penasaran jika tahu putraku tidak menikah dan melajang seumur hidup.
Wah..apa akan sampai seperti itu.
Ibu...aku ini cukup tampan dan seorang dokter.
Banyak yang mengantri padaku..
Maka dari itu cepat pilih salah satu dan nikahi..!!!
Apa ibu kira memilih wanita seperti memilih baju??
Tidak!!Aku akan menyeleksi dulu wanita wanita itu.
Ibu,jika saja ibu tahu.
Sudah ada wanita yang mulai membuka pintu hatiku.
Namun,apa daya.
Ia masih berstatus istri orang lain.
Ia bahkan sudah mengangapku kakaknya.
Sudah ibu,berhenti mendesakku.
Cepat beri aku makan,aku sudah sangat kelaparan.
Sshhh..anak berandal ini.
Aku sudah menyiapkannya dari tadi,cepat makan.
Dae Ho merangkul ibunya dan tersenyum bahagia.
Ibu,mana ayah?
Ayahmu sedang memancing di sungai sana.
Kembali ke Yun Hee dan Jung Hwa.
Saat makan malam,nenek terus saja tersenyum meliik Yun Hee dan Jung Hwa.
Yun Hee jadi malu malu dan merasa tidak nyaman.
Nenek,berhenti melirik kami..
Eiy,aku tidak melakukannya Jung Hwa.
Uh,apa...apa salahnya kalau aku mencium istriku?
Aku bahkan bisa lebih dari itu kalau aku mau.
Ya tuhan,ada apa dengan mulutmu itu Jung Hwa.
Aku malu sekali.
Semua mata langsung tertuju pada Jung Hwa.
Ayah Jung Hwa juga seakan tidak percaya dengan kata kata yang terlontar dari mulut anaknya.
Nenek kembali tersenyum lebar.
Lakukan saja,lakukan yang kau mau agar aku cepat melihat cicitku.
Kalau perlu minumlah arak ginseng ayahmu agar malam ini kau berstamina untuk bertempur dengan istrimu.
Uhuk...Uhuk..uhuk...
Yun Hee sampai tersedak karena ulah cucu dan neneknya itu.
Hahahahaha.
Ayah Jung Hwa malah tertawa geli.
Akhirnya suasana rumah ini terasa hangat karena ulah kalian.
Setelah sekian lama senyap akhirnya kita bisa seperti dulu lagi.
Makan malam itu menjadi hangat dan penuh keceriaan.
Jung Hwa juga memberi tahu sanak keluarganya kalau ia akan membuka sebuah toko kue untuk Yun Hee.
Tidak di sangka,respon mereka sangat positif.
Para paman dan bibi Jung Hwa juga menawarkan banyak bantuan yang sangat membantu.
Mereka akan membantu sebisanya untuk Yun Hee.