THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
MALU



Ha Na hanya tersenyum dan pergi berlalu.


Jae Ha duduk di ranjang rumah sakit itu di kamarnya seorang diri.


"Apa yang sudah aku lakukan?


Apa aku sudah gila???


Jae Ha bicara pada dirinya sendiri tanpa sebab yang jelas


Untungnya Ha Na tidak mempermasalahkan apa yang di katakan Jae Ha tadi dan hanya menganggapnya angin lalu.


Malam harinya,dokter yang memeriksa Jae Ha adalah In Joo.


Saat sedang memeriksa Jae Ha,In Joo sedikit berbincang dengan Jae Ha.


"Sepertinya kau cukup dekat dengan Ha Na..


Jae Ha agak terperanjak.


"Kalian saling kenal???


"Tentu saja,aku ini sahabatnya sejak kecil.


Tidak ada satupun yang aku tidak tahu tentang Ha Na.


Papar In Joo memperjelas hubungan mereka.


Jae Ha mengangguk.


"Ohh...begitu.


In Joo mulai bertanya lagi.


"Bagaimana kau bisa saling kenal dengan Ha Na??


Jae Ha agak bingung.


"Apa aku harus menjawabnya?


Hem,kalau dia sahabat dekat Ha Na dia juga pasti tahu tentang masa lalu Ha Na?


Apa aku beritahu saja ya?


Agar aku bisa tahu tentang Ha Na juga...


Jae Ha memutuskan menjawab pertanyaan In Joo sedetail mungkin tentang bagaimana pertemuannya dengan Ha Na.


Baik Ha Na yang terlihat ling lung dan sepertinya tertekan juga mengalami masa sulit di masa lalu dan ingin mengakhiri hidupnya.


In Joo terlihat prihatin


"Kasihan Ha Na..


Semua itu pasti karena tragedi pernikahan berdarahnya.


Jae Ha agak kaget.


"Pernikahan berdarah???


Apa maksudnya??


In Joo lalu menatap Jae Ha.


"Apa kau bisa di percaya untuk membahas perihal ini denganmu?


Tapi,karena kau juga sudah membuat Ha Na kembali ke rumah sakit ini,aku akan bercerita sebagai ucapan terima kasih.


Jae Ha memasang telinga baik baik.


Dari apa yang In Joo ceritakan Jae Ha bisa menangkap apa yang membuat Ha Na begitu trauma.


Beginilah cerita menurut paparan In Joo.


"Dulu Ha Na sudah bertunangan,namun ternyata ia malah bertunangan dengan anak dari seseorang yang ternyata mempunyai masalah di masa lalu dengan orang tuanya.


Ibu si pria sangat menentang hal tersebut tapi karena cintanya yang besar,si pria tetap nekad menikahi Ha Na tanpa restu dari ibunya.


Pria yang menjadi calon suami Ha Na itu dulunya adalah dokter juga di rumah sakit ini,ia adalah dokter andalan dan terhebat di rumah sakit ini.


Dia adalah seorang dokter bedah jantung.


Ia dan Ha Na adalah rekan kerja yang sangat hebat dan kompeten.


Mereka berdua menyelamatkan banyak nyawa bersama hingga benih benih cinta muncul di antara keduanya.


Si pria yang bernama Dong Joo lalu nekad melangsungkan pernikahan dengan Ha Na.


Namun nahas,saat hari dimana mereka akan mengucapkan janji suci itu,ibu Dong Joo datang dan menembak Dong Joo lalu menembak dirinya sendiri juga.


Ha Na memangku kepala Dong Joo yang berlumuran darah di pahanya dan tidak lama Dong Joo juga menghembuskan nafas terakhirnya di hari yang sama yaitu di hari pernikahan mereka.


Ha Na jadi kacau dan depresi sejak saat itu.


In Joo keluar setelah bercerita dengan Jae Ha.


Sekarang Jae Ha paham betapa Ha Na pasti sangat menderita karena masalah hatinya.


Jae Ha merenungkan perasaan Ha Na yang hancur dan penuh trauma karena tragedi itu.


Hari hari berlalu dan Jae Ha sudah keluar dari rumah sakit.


Saat berpapasan dengan Ha Na yang berwajah serius menangani pasien.


Jae Ha menjadi iba.


"Kau seorang dokter hebat yang berhasil menyembuhkan banyak pasien.


Namun kau juga dokter yang penuh luka dalam dan tidak bisa terobati oleh dokter manapun.


Jika saja ada dokter yang bisa menyembuhkan masalah hatimu,aku tidak keberatan untuk membayarnya berapapun untuk mengobatimu.


Jae Ha berlalu begitu saja sambil menggandeng tangan Hong Ah tunangannya.


Ia hanya iba pada Ha Na dan yakin tidak lebih daripada itu.


Jae Ha bekerja kembali.


Kali ini ia mendapat telepon dari ayahnya.


Ayahnya meminta Jae Ha menolong putera Gokil Group,sebuah perusahaan ternama dan sangat berpengaruh.


Putera grop Gokil itu menabrak sepasang suami isteri pada sebuah kecelakaan saat hujan.


Pria itu juga di bawah pengaruh alkohol saat melakukan aksinya.


Tapi Ha Na juga akan terlibat kali ini.


Ketua yayasan tempat Ha Na bertugas adalah kakak tertua dari group Gokil.


Ayahnya meminta ia menyelamatkan adiknya dengan bantuan dokter rumah sakit itu.


Ha Na diminta membuat catatan medis palsu mengenai pasien itu agar seolah ia sakit keras dan mendapat penangguhan penahanan juga bebas dari penjara.


Ia akan seolah mendapat perawatan di rumah sakit untuk mengobati penyakitnya.


Karena Ha Na adalah dokter terbaik dengan reputasi yang bagus maka Ha Na akan di percaya sebagai dokter penanggung jawabnya.


Tapi tidak untuk Jae Ha.


Ia tidak punya pilihan lain selain menuruti ayahnya.


Jae Ha juga harus meyakinkan dan bekerja sama pada dokter yang bertanggung jawab untuk bisa meloloskan pria yang menjadi kliennya itu.


Jae Ha juga tidak tahu jika dokter itu adalah Ha Na.


Hari ini,Jae Ha mengunjungi pria kliennya itu di penjara.


Pria itu bernama Na Yi Je,Ha Na juga di panggil hadir untuk berkoordinasi.


Tapi kedatangan Ha Na bukan untuk membantu melainkan menolak membuat diagnosis palsu itu.


Jae Ha sudah lebih dulu datang.


Yi Je juga sudah di panggil keluar.


Anak konglomerat itu mendapat fasilitas dan perlakuan khusus tentunya.


Saat ini saja ruang pertemuan mereka bukan di ruang besuk biasa melainnya di ruangan khusus yang cukup mewah dan santai.


Juga tanpa petugas sipir yang mengawasi di dalam.


Jae Ha dan pria itu saling berjabat tangan dan berkenalan.


Mereka juga berbincang ringan.


Tidak lama Ha Na juga datang.


Saat masuk ruangan itu ia kaget bertemu Jae Ha kembali.


"Kenapa dia juga ada di sini??


Apa dia pengacara untuk putera group Gokil itu?


Jae Ha juga tidak kalah kaget melihat Ha Na.


"Jadi Ha Na,dokter yang di tunjuk group Gokil untuk memanipulasi catatan medis klienku?!


"Duduklah,,


Seru pria konglomerat itu...


Ha Na menurut dan duduk.


"Jadi kalian adalah pengacara dan dokter yang akan membuatku keluar dari tempat ini?


Jae Ha diam saja.


Tapi tidak bagi Ha Na.


"Maaf tuan,tapi aku tidak akan ikut ambil andil dalam pembebasanmu.


Aku tidak bersedia membuat catatan palsu medismu hanya untuk mengeluarkanmu dari penjara ini dan membuatmu lepas tanggung jawab dari apa yang telah kau perbuat.


Ha Na dengan berani dan lantang menolak permintaan anak berkuasa itu.


Na Yi Je tidak percaya dengan perkataan Ha Na.


Jae Ha juga seperti pengecut karena tidak lebih berani dari Ha Na.


Na Yi Je kesal dan marah...


"Kau tahu kan kakak laki lakiku siapa dan aku siapa?


Aku bisa saja menghancurkan dirimu dan membuat lisensi medismu di cabut!


Hanya karena kau pintar dan hebat di bidangmu tidak berarti kau lebih berkuasa dariku!


Ha Na kembali menjawab.


"Hanya karena kau berkuasa juga bukan berarti kau bisa berlaku seenaknya.


Ini bukan drama atau sinetron dimana setelah ini kau bisa membuat intrik jahat untuk menjatuhkanku dan dalam sekejab mata aku hancur.


Tapi ini dunia nyata,kau bahkan sudah membawaku kemari.


Kau itu anak orang kaya yang citranya harus terjaga.


Jika kau mencoba menggangguku aku akan membuat heboh media tentang usahamu menyuruhku membuat catatan medis palsu.


akibatnya kakak laki lakimu bisa saja di pecat dari posisinya sebagai ketua yayasan.


Kalau aku buka suara soal perlakuan mewah dan berbeda yang kau dapat di penjara,akibatnya orang tua dan group Gokil yang kau banggakan akan hancur dalam sekejap.


Jika kau ingin berbuat sesuatu yang kotor jangan pernah bawa bawa namaku!!


Gertakan Ha Na membuat Yi Je dan Jung Hwa tidak percaya.


Bahkan tidak tahu harus menjawab apa.


Jae Ha hanya bisa berkata dalam hati.


"Ha Na benar benar hebat.


Setelah mengalami masalah hidup yang berat dan rumit ia jadi tidak takut akan apapun.


Yi Je juga takut dan bergidik ngeri pada Ha Na.


Jika ia membuat masalah lagi,orang tuanya pasti akan murka.


Karena itu ia memutuskan mengganti dokter dan rumah sakit lain untuk membuat catatan medis palsunya.


Sisanya akan ia serahkan pada Jae Ha.


Namun dalam benaknya sana,Jae Ha sangat malu pada Ha Na.


"Ha Na pasti kecewa saat melihatku di sini.


Ha Na meneggakkan kebenaran bahkan untuk dirinya sendiri dan korban kecelakaan itu.


Tapi aku malah membantu pria bersalah ini karena takut dan tunduk pada kekuasaan.


Tapi tunggu,kenapa aku jadi begini?


Dari dulu aku kan tidak pernah pilh pilih klien,kenapa aku malah merasa bersalah?


Bukankah sudah tugasku membantu klienku siapapun dia karena ia juga sudah percaya dan menyewa jasaku..


Bukan kali ini saja aku membela klien atau terpidana yang bersalah..


Terkadang aku bahkan memenangkan kasus mereka dan biasa saja..


Tapi kenapa saat melihat Ha Na aku jadi seperti ini??


Jae Ha tidak fokus lagi pada omongan kliennya.


Ia tahu,tadi Ha Na sempat menatapnya dengan mata yang berbeda.


Karena itu ia menyela omongan kliennya dan pamit pergi.


Jae Ha rupanya mengejar Ha Na.