THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
DESA NENEK



Pagi ini di rumah sakit,Ha Na kedatangan seorang pria muda yang menggendong ibunya di punggungnya.


"Tolong selamatkan ibuku!!


Tolong selamatkan ibuku!!


Petugas medis segera bergerak dan Ha Na memeriksa pasien itu.


Sang anak masih di dekat ibunya.


Ha Na segera bertanya pada pria itu..


"Apa yang terjadi pada ibumu???


Pria itu menjawab sambil menangis.


"Aku tidak tahu dokter,saat aku pulang sekolah ibuku sudah bersimbah darah dengan pisau di tangannya.


Dia seperti bunuh diri karena menusuk pisau ke perutnya.


Ha Na meminta pria itu tenang sementara sang ibu akan di operasi.


Luka tusukan di perut itu cukup dalam dan melukai usus pasien juga bagian penting lainnya.


Juga terjadi pendarahan internal di dalam sana sehingga harus di tangani dengan operasi.


Untungnya sang ibu pasien masih bisa di selamatkan.


Tapi ada sesuatu yang aneh.


Saat Ha Na keluar dari ruang operasi,anak dari pasien itu sudah di temani beberapa polisi.


Yang lebih mengejutkan,anak itu yang melapor sendiri pada polisi jika ia yang membunuh ibunya.


Bagaimana bisa???


Dari keterangan teman Ha Na yang juga psikiater di rumah sakit itu.


Ternyata si anak memiliki kepribadian ganda.


Dimana ia memiliki sosok lain dalam dirinya dan akan keluar di saat tertentu.


Hal ini juga termasuk dalam gangguan kejiwaan.


Saat salah satu kepribadian itu mengusai dirinya maka kepribadian lain akan tertidur untuk sementara dan bersemayam di fikirannya.


Dan saat ia tersadar dan kembali ke jati diri yang sebenarnya,ia juga tidak akan bisa mengingat apa yang terjadi sebelumnya saat ia masih dalam peran sebagai sosok lain dalam dirinya tadi.


Hal itulah yang terjadi pada pasien tadi.


Dari keterangannya yang dalam peran bukan dirinya,ia berkata ingin melindungi anak itu dari sosok ibunya yang akan marah dan memukulnya jika mendapat nilai yang rendah atau perbuatan lain yang tidak menyenangkan ibunya.


Anak itu hanya tinggal dengan ibunya setelah orang tuanya bercerai.


Karena tekanan dan depresi pasca perceraian itu,ibunya sering marah padanya bahkan tanpa sebab yang jelas.


Hal itulah yang memicu anak yang sering mendapat kekerasan ini menciptakan imajinasi sosok pelindung dalam dirinya karena merasa takut dan tidak punya siapapun.


Sosok itu semakin kuat dan membentengi fikiran si anak lalu benar benar terbagi dan mengambil alih dalam dirinya.


Puncaknya hari ini,saat lagi lagi ibunya menyiksanya.


Sosok pelindung itu keluar dan melakukan kekerasan pada sang ibu.


Sosok yang keluar itu sebenarnya bukan orang lain atau ciptaannya dalam khayalan melainkan sisi tersembunyi dirinya sendiri yang sebenarnya ingin ia tonjolkan dan keluarkan dalam keadaan sadar namun tidak bisa.


Karena itu,ia malah menjadi kepribadian lain dalam diri anak itu.


Ia hanya ingin melindungi dirinya sendiri sebenarnya..


Sekarang Ha Na paham.


Kenapa tadi ekspresi anak itu berbeda.


Rautnya saat khawatir pada ibunya,juga rautnya saat bersama polisi tadi saat kepribadian lain sudah menguasai dirinya.


Terkadang kita menganggap diri kita lemah dan tertindas tanpa ada satupun yang bisa menolong.


Namun kita tidak akan tahu kekuatan diri kita yang sebenarnya jika fikiran kita berubah dan diri kita di kuasai oleh kepribadian lain.


Bisa jadi kita yang menganggap diri kita ini lemah malah mempunyai monster yang bisa muncul kapan saja saat kita bangunkan tidurnya dari dalam diri kita.


Karena itu kita juga harus memperlakukan diri kita dengan baik dan menguasai diri kita sebaik mungkin agar tidak terkecoh dan teralihkan oleh sosok lain yang bukan diri kita sendiri.


Sore harinya,Jae Ha menelepon Ha Na untuk keluar sebentar dan masuk ke mobilnya karena ada sesuatu yang ingin ia berikan.


Ha Na bergegas keluar dan masuk ke dalam mobil Jae Ha.


"Ada apa oppa??


Kau ingin memberiku apa?


Jae Ha lalu mengambil sebuah lukisan di kursi belakang mobilnya...


"Ini......


Jae Ha memberi lukisan itu pada Ha Na dan Ha Na segera menyambutnya.


Ha Na langsung tersenyum.


"Bukankah ini diriku di depan mobil oppa saat kita pertama kali bertemu?


Saat itu aku ingin mengakhiri hidup dan hampir saja kau menabrakku.


Jae Ha mengangguk sambil tersenyum.


"Yapz,tepat sekali Ha Na.


Ini adalah lukisan dirimu saat pertemuan pertama kita.


Siapa sangka gadis yang aku kira wanita tidak waras ternyata seorang dokter dan bahkan sekarang menjadi adikku.


"Oppa!!!!


Ha Na mecubit lengan Jae Ha karena terus menggodanya.


"Awww...sakit..sakit..


Tolong obati aku dokter.


Jae Ha malah semakin menjadi...


Ha Na semaki geli pada kakak laki lakinya itu.


Setelah itu Ha Na dan Jae Ha mampir ke sebuah cafe untuk menikmati ice cream favorit Ha Na.


"Oppa,kau yang traktir kan??


Jae Ha menatap tajam..


"Hei,kau sudah makan 3 porsi ice cream Ha Na.


Aku akan rugi...


Ha Na cemberut dan berhenti makan.


Jae Ha lalu berhenti bercanda..


"Iya..iya,aku bercanda.


Makanlah sepuasnya,oppamu ini yang teraktir.


Ha Na tersenyum ceria lagi membuat Jae Ha juga ikut senanng.


"Ha Na,besok mau ikut aku berkunjung ke tempat nenekku tidak?


"Hem,dimana?


Boleh saja,tapi oppa harus izin pada orang tuaku di rumah.


Karena besok mereka libur..


"Tidak masalah..


Tapi tempatnya cukup jauh dan hanya sebuah desa.


Kau tidak akan bosan kan?


"Tentu saja tidak,aku sangat suka dengan pedesaan.


"Baiklah,setuju.


Besok aku akan menjemputmu tapi aku tidak akan mengajakmu berbalik bahkan jika kau merengek karena tidak betah di desa ya..


Ha Na tersenyum..


"Iya oppa,tenang saja..


Jae Ha menyeka bibir Ha Na yang belepotan es cream itu.


Jae Ha sangat senang melakukannya dan memanjakan adik perempuannya itu.


Senyuman Ha Na selalu membuat Jae Ha terpesona lagi dan lagi.


Esok hari tiba.


Jae Ha sudah di hadapan Jung Hwa dan Yun Hee untuk meminta izin membawa Ha Na pergi ketempat neneknya.


Jae Ha pria yang baik dan mudah akrab dengan orang lain.


Ia sibuk berbincang dengan orang tua Ha Na sambil menunggu Ha Na bersiap siap.


Tidak lama Ha Na datang dan keluar.


Izin juga sudah di kantongi Jae Ha.


Ayah Ha Na lalu berceletuk yang bukan bukan..


"Aigo,aku akan sangat senang jika memiliki menantu seorang pengacara..


Jae Ha terperanjak tapi Ha Na segera menepis hal itu.


Lagipula,dia adalah penyelamat dan kakak laki lakiku.


Tidak mungkin dia menjadi menantu ayah.


Jung Hwa kecewa dan Yun Hee menertawai suaminya itu.


Tapi bukan hanya Jung Hwa,entah kenapa Jae Ha juga merasa kecewa dengan perkataaan Ha Na tadi.


"Yah,aku harus menerima kenyataan kalau aku ni hanya kakak laki laki bagi Ha Na.


Orang tua hanya juga sudah mempercayakan Ha Na padaku..


Aku tidak boleh mengecewakan mereka.


Setidaknya dengan saling kenal dengan orang tuanya seperti ini,aku bisa semakin dekat dengan Ha Na.


Setelah itu Ha Na dan Jae Ha sudah di dalam mobil yang dalam perjalanan menuju desa dimana nenek Jae Ha tinggal.


Sementara itu tunanagan Jae Ha mengirimi foto dirinya pada Jae Ha dengan caption.


"aku merindukanmu"....


Jae Ha belum membuka ponselnya dan hanya sibuk berbincang dengan Ha Na.


Apakah Jae Ha sudah mengkhianati Hong Ah??


____________________


Jae Ha dan Ha Na sudah samapai di desa nenek Jae Ha.


Nenek Jae Ha langsung menyambut kedatangan cucu kesayangannya itu.


Ia langsung keluar begitu melihat Jae Ha dan Ha Na sudah di depan rumahnya.


"Aigo,cucuku...


Senyum nenek itu langsung terkembang saat melihat Jae Ha.


Ia juga langsung memeluk Jae Ha erat.


"Aku sangat merindukan nenek..


"Iya Jae Ha,nenek juga sangat merindukanmu.


Nenek Jae Ha melepas pelukannya lalu menatap Ha Na.


Ia agak heran dan tidak mengenal Ha Na.


Karena itu Ha Na segera memperkenalkan dirinya.


"Halo nenek,namaku Hyun Ha Na.


Aku adalah...


Ha Na bingung bagaimana menjelaskannya.


Karena itu Jae Ha segera membantu.


"Dia sudah seperti adikku nek,kami saling kenal karena pekerjaan dan menjadi dekat.


Dia seorang dokter.


Nenek itu mengangguk dan tersenyum.


"Aigo,cantik sekali.


Aku kira kau adalah pacar Jae Ha.


Aku kira dia sudah putus dengan Hong Ah..


Ha Na dan Jae Ha hanya tersenyum.


Keduanya lalu masuk ke dalam dan menikmati hidangan yang sudah di siapkan nenek Jae Ha..


"Wah,semuanya kelihatan lezat.


Begitulah ucapan Ha Na saat melihat hidangan itu.


"Ckckck..kau ini selalu tertarik kalau sudah melihat makanan.


"Biarkan saja.


Ha Na menjulurkan lidah mengolok Jae Ha.


"Sudah sudah.,ayo makanlah dulu.


Pinta nenek Jae Ha.


Ha Na dan Jae Ha menyantap makanan itu dengan lahap.


Nenek Jae Ha sangat senang.


"Gadis ini benar benar cantik dan periang.


Ia tidak malu malu menunjukkan siapa dirinya dan aku juga tidak perlu canggung saat berada di dekatnya.


Ia bisa cepat akrab dengan orang lain.


Jika dengan Hong Ah aku akan sangat canggung karena dia wanita yang berkelas.


Dia juga pilih pilih soal makanan.


Tapi wanita yang di bawa Jae Ha hari ini bisa membuatku tersenyum dan merasa nyaman walau baru saling kenal.


"Nenek,aku tambah lagi..


Seru Ha Na..


"Iya..iya,baik Ha Na.


Akan nenek ambilkan.


Jae Ha juga senang karena Ha Na cepat akrab dengan neneknya.


Selesai makan dan berganti pakaian yang lebih santai.


Jae Ha membawa Ha Na berkeliling desa dengan bersepeda..


"Wahh,oppa...


Udaranya segar....


"Iya,tentu saja.


Di desa kan bebas polusi tidak seperti di kota.


Kita akan kemana oppa?


"Hem,ke kebun jeruk milik nenekku.


"Assa,ayo...


Jae Ha segera mengayuh sepeda dengan kencang dan Ha Na berpegangan pada pinggang Jae Ha di belakang.


Tapi Ha Na dan Jae Ha sempat singgah untuk membantu anak anak yang layangannya tersangkut di pohon.


Ha Na naik ke leher Jae Ha dan berhasil mengambil layang layang yang tersangkut itu.


Ha Na dan Jae Ha sudah sampai di kebun jeruk milik nenek Jae Ha.


Mereka mencicipi beberapa buah jeruk itu.


Ha Na bahagia karena bisa mencicipi jeruk yang manis dan segar itu juga langsung di petik sendiri.


Ha Na dan Jae Ha lalu bersantai di bawah pohon.


Jae Ha berbaring di paha Ha Na sambil memandang dedaunan pohon yang rindang itu.


Ha Na juga menyuapi Jae Ha dengan jeruk manis yang di petik tadi..


"Oppa,enak sekali ya..


Kau seperti raja saja....


"Tentu saja,karena itu layani aku..


Ha Na iseng lalu menyuapi Jae Ha jeruk yang asam.


Aaaasammmm.


Jae Ha langsung terbangun dengan wajah meraut karena rasa asam.


Sedangkan Ha Na tertawa bukan main karena geli.


Sekarang giliran Ha Na yang berbaring di paha Jae Ha.


Jae Ha kaget...


Ha Na memejamkan matanya.


"Oppa,aku lelah..


Aku akan tidur sebentar..


Jangan jahil dan bangunkan aku ya nanti..


Jae Ha tersenyum


"Iya,tidurlah..


Angin di sini sangat enak,tidurmu pasti nyenyak.


Oppa akan membangunkanmu nanti.


Tidak lama,Ha Na benar benar tertidur.


Jae Ha memandangi wajah polos Ha Na yang tertidur sambil membelai lembut rambut Ha Na.


Ada rasa bahagia yang Jae Ha rasakan saat ini saat hanya berdua dengan Ha Na.