
"Oppa....
Mata Ha Na masih tidak bisa lepas dari Jae Ha.
"Hati hatilah..
Jawab Jae Ha tersenyum.
Ujung ujungnya..
Ha Na duduk dan Jae Ha memesan ice cream ulang.
Jae Ha yang selesai memesan,menaruh ice cream itu di meja Ha Na.
Kini keduanya duduk di meja yang sama dan saling berhadapan.
"Makanlah Ha Na...
"Terima kasih oppa.
Ha Na segera menyendokkan ice cream itu ke mulutnya.
"Kau masih suka ice cream??
"Iya oppa.
Aku masih sangat suka ice cream.
Sama seperti aku masih suka padamu oppa.
Begitulah suara hati Ha Na.
Jae Ha dan Ha Na sama sama bingung dan canggung,mereka tidak tahu harus bicara apa.
"Ha Na.
"Oppa...
Keduanya malah bicara bersamaan.
Hal itu membuat keduanya tertawa karena lucu.
"Oppa,kenapa boleh keluar?
"Em,hari ini kami hanya latihan setengah hari.
Komandan kami berbaik hati dan mengizinkan kami keluar untuk melihat dan menyisir kota ini.
Tempat pelatihan ini menyenangkan dan tidak keras atau sangat kompetitif seperti yang aku bayangkan.
Kau sendiri?
"Aku sudah menggantikan shift temanku,jadi aku bisa senggang hari ini.
Oh iya,bagaimana kabar Hong Ah??
Jae Ha lalu menatap Ha Na dan canggung.
"Dia baik baik saja.
Begitu jawab Jae singkat.
"Oppa pasti tidak mau membircarakan ini.
Dia menjawab singkat agar tidak memangcing pertanyaan lain lagi dengan kata lain jangan bahas ini.
Ha Na menangkap begitulah maksud Jae Ha.
Ha Na tidak lagi membicarakan topik itu dan menggantinya dengan yang lain.
Ha Na memilih menyantap ice creamnya dengan suapan yang besar.
Tapi,hal itu malah memancing senyuman Jae Ha.
"Ha Na,lihatlah tepian bibirmu belepotan ice cream lagi..
"O...mana???
Jae Ha yang gemas lalu menyeka bibir Ha Na dengan ibu jarinya.
Hal itu membuat Ha Na teringat lagi akan masa lalu.
Dimana kejadian ini pernah terjadi.
Ha Na lalu tiba tiba berdiri.
"Oppa..
Maaf,aku harus pergi dulu.
Aku melupakan sesuatu di rumah sakit.
Ha Na lalu pergi tiba tiba..
Jae Ha tahu kenapa Ha Na pergi.
Jae Ha memasukkan jarinya yang terkena ice cream di tepian bibir Ha Na tadi ke mulutnya.
"Em,manis....
Pergilah Ha Na,kau tahu aku tidak akan bisa menahan diri jika di dekatmu.
Maka,jika kau bisa menghindar..
Menghindarlah....
Aku tidak apa apa....
Jae Ha berbicara sendiri,ia juga menantap cincin pernikahan yang tersemat di jari manisnya itu.
Jae Ha sadar diri,ia sudah tidak pantas untuk berbuat seperti tadi pada Ha Na.
Ha Na juga memegang tali tasnya dengan erat sambil berjalan karena gugup pada hal yang terjadi tadi.
"Tidak Ha Na.
Jangan goyah...
Kau sudah melakukan yang terbaik dengan menghindar..
Yeon Jin yang sedang di rumah sakit mendapat telepon dari mantan isterinya.
"*Halo...oppa..
"Iya,ada apa Jin Ae??
"Oppa,aku akan menikah lagi dengan laki laki pilihan Ayah.
Aku sudah bertemu dengannya dan dia juga pria baik baik...
Oppa bukalah lembaran baru dan mulailah hidup baru kembali*.
Seketika Yeon Jin menunduk sedih.
Ia harus merelakan mantan isterinya yang memberi kabar akan menikah lagi.
"Iya,Jin Ae...
Aku doakan yang terbaik untukmu..
Aku harus memeriksa pasien lagi..
Sudah dulu ya..
Karena tidak sanggup lagi,Yeon Jin lalu menutup telepon itu.
Ia jelas tidak baik baik saja...
Yeon Jin serba salah dan bahkan tidak tahu harus melangkah kemana.
Walau sudah ada Bo Ra di hatinya,namun tetap saja ia masih terpengaruh pada mantan isterinya itu.
Yeon Jin tidak bisa bekerja,ia lalu pulang dan minum minum di sebuah kedai.
Yeon Jin menghabiskan beberapa botol soju berharap bisa melupakan hal tadi.
Tapi yang terjadi,omongan mantan isterinya malah semakin terngiang di telinganya.
Ha Na memutuskan menangis untuk melampiaskan gundah gulananya.
"Hiks..hiks...
Kenapa bumi ini benar benar bulat??
Setiap dan dimana aku berjalan,titik temuku adalah titik dimana aku melangkah...
Kenapa juga aku harus bertemu titik awalku lagi di sini!!!!
Kemana lagi aku harus pergi!!!
Ha Na...Ha Na...
Ia terus bersedih,saat ini Jae Ha masih berdiam di cafe ice cream tadi.
Isterinya menelepon dan bercerita tentang berbagai hal.
Walau sebenarnya enggan mendengar dan menanggapinya saat ini,namun Jae Ha tentu tidak bisa mengacuhkan isterinya itu karena masalah perasaannya yang salah.
Jae Ha hanya bertahan dan bertahan,sama seperti Ha Na dan Yeon Jin yang juga hanya bisa bertahan tanpa bisa mengubah keadaan.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Di rumah sakit,Bo Na kedatangan seorang pasien dengan gangguan kecemasan yang cukup parah.
Menurut keterangan isterinya,suaminya sudah 2 bulan tidak mau tidur seranjang dengannya.
"Nyonya,bisa ceritakan tentang bagaiman kondisi suami anda??
"Begini dokter,suamiku ini sudah hampir 2 bulan tidak mau tidur seranjang denganku.
Aku juga tidak tahu kenapa,dan dia juga tidak mau memberikan alasannya.
Saat aku mencoba tidur bersamanya,ia akan histeris dan takut.
Waktu itu,aku memaksanya tetap tidur di ranjang yang sama walau dengan mata yang tertutup,ia berkeringat sangat banyak dan gelisah.
Aku benar benar tidak tahu dokter,karena itu anak anakku menyarankan membawanya ke psikiater.
Aku harap kau bisa membantunya dokter...
Bo Na memandang suami wanita itu yang memalingkan wajah.
"Tuan,jadi mau isterimu tetap ada disini atau minta ia tunggu di luar saja???
"Biarkan saja ia disini,tapi minta dia agak menjauh dariku...
Sang isteri pengertian dan menggeser kursinya agak jauh dari sang suami.
"Baiklah,kita akan memulai sesi pengobatan ini..
Tuan Dong Wook,apa ada gambaran kenapa kau tidak mau seranjang atau berdekatan dengan isterimu??
Pria itu menatap Bo Na seakan ingin bicara tapi tertahan di dalam mulut.
Hal itu membuat Bo Na berspekulasi dalam hati.
"Ada apa ini?
Pria ini sepertinya ingin mengatakan sesuatu.
Saat di dekat isterinya tadi ia gelisah dan menggetarkan kaki.
Ia juga menyapu keringat berkali kali.
Tangannya juga terus melakukan aktifitas gerak dan matanya selalu awas seperti pernah menyaksikan suatu kejadian yang traumatis.
Kejadian itu pasti melibatkan isterinya.
Tunggu,ia juga tidak mengenakan cincin pernikahan lagi.
Sepertinya...
"Tuan,apa isteri anda berselingkuh???
Pria tadi menghembuskan nafasnya..
Sang isteri terlihat kaget...
"Sepertinya jawabanku benar.
Apa kau menyaksikan isterimu selingkuh dan karena itulah kau jadi seperti ini??
"I...iya dokter..
Apa yang kau katakan benar...
Lebih parahnya saat itu aku memergokinya sendiri,ia berselingkuh dengan abangku sendiri!!
Aku bahkan mendengar pembicaraan mereka yang mengatakan,setiap aku bekerja,isteriku memintanya datang untuk memuaskannya karena aku tidak cukup baik dalam hal ranjang.
Aku sangat hancur,padahal aku sangat mencintai isteriku,tapi ia tega mengkhianatiku dengan perbutan kotor itu.
Sang isteri lalu mendekat..
"Suamiku...aku..aku....
isterinya menangis lalu berlutut di hadapan suaminya..
"Tuan,aku akan meresepkanmu obat penenang.
Dan datanglah untuk terapi gangguan panikmu,seminggu dua kali.
Untuk masalah lainnya,selesaikanlah dengan isterimu.
Kembalilah lagi kesini saat kau sudah tenang.
Bo Na lalu meninggalkan kedua pasangan suami isteri itu keluar.
"Bagaimana mungkin cinta sang suami ia balas dengan dusta.
Sang suami bahkan tidak bisa mengutarakan kemarahan dan kekesalannya karena terlalu mencintai isterinya yang busuk itu.
Saat Bo Na berjalan,ia melihat saudara kembarnya yang sedang bertelepon dengan seseorang.
Bo Na lalu menghampiri Bo Ra.
BAAaaaaaaa...
Bo Ra kaget lalu segera menutup telepon itu.
"Bo Na,mengagetkan saja!!!!
"Hayo,kau menelepon siapa??
Pasti seorang pria kan???..
Bo Ra tersenyum.
Tanpa Bo Na tahu,yang di teleponnya adalah Yeon Jin.
"Seseorang...
"Siapa?
Pacarmu??
"Hemm,suatu saat aku akan mengenalkannya padamu.
"Eiy,kau mau main rahasia rahisia dengan psikiater sepertiku?
Aku bahkan bisa membaca fikiramu..
"Kau tidak akan sehebat aku yang bisa membaca isi dompetmu.
Ayo aku traktir makan,aku tahu uang sakumu pasti sudah habis.
"Assa...kau memang hebat Bo Ra...
Saudara kembar ini juga masih main kucing kucingan.
Saat tahu nanti entah ikatan batin mereka akan tetap tersambung ataukah terputus.
Tidak ada yang tahu...