
Emmhhhhh
Terdengar desahanĀ Yun Hee yang keluar karena sedang di cium mesra oleh Jung Hwa di dalam mobil.
Selesai persidangan Jung Hwa lekas menemui Yun Hee sambil membagikan cerita bahagia persidangan,Jung Hwa tidak lupa untuk melepas ketegangannya dengan bermesraan ria dengan istrinya.
Jung Hwa terus memojokkan Yun Hee di kursinya karena menghantamnya dengan ciuman bertubi tubi seperti orang yang kelaparan dan lahap memakan susatu.
Sudah...Jung Hwa.
Nanti ada yang lihat...
Sambil masih bibir Jung Hwa melesat di bibirnya,Yun Hee menjeda dengan kata katanya.
Jung Hwa akhirnya mau lepas walau dengan susah payah.
Nafasnya masih tidak beraturan,dasinya kendor juga rambutnya acak acakan.
Maaf Yun Hee,aku jadi lepas kendali tadi.
Tapi,aku jadi ingin.......
Ayo cepat pulang.
Seringai nakal muncul di bibir Jung Hwa.
Wah,lihat wajah mesum itu.
Cepat ke kantor sana..
Tapi.......
Jung Hwa!!!!
Iya...Iya...aku akan sabar dan menunggu.
Jung Hwa pasrah setelah di marahi istrinya,ia diminta bersabar untuk mendapat jatahnya.
Yun Hee,hari libur nanti ayo mengunjungi ayah dan ibumu untuk memberi tahu kabar baik ini.
Aku sudah mempelajari berkasnya dan sepertinya orang tuanmu bisa bebas dalam waktu dekat.
Benarkah????
Wajah Yun Hee benar benar berseri mendengar omongan Jung Hwa.
Tentu saja,apa aku pernah bohong??
Yun Hee langsung memeluk Jung Hwa erat.
Yun Hee sangat bahagia membayangkan orang tuanya bisa bebas dan menghirup udara segar lagi.
Di tempat lain,Ae Ri sedang membesuk Fernando di penjara.
Perut Ae Ri sudah semakin nampak,ia juga membawa foto hasil USG perkembangan janin mereka.
Ini,anakmu...
Ae Ri menyodorkan foto USG bayi itu pada Fernando.
Fernando mulai mengambilnya dan memandangnya.
Ada senyum yang tersiar saat Fernando memerhatikan hasil USG itu.
Sejak di dalam penjara,Fernando lebih banyak merenungkan diri.
Banyak pelajaran juga yang ia dapat,apa yang ia tuai sekarang adalah hasil perbuatannya terdahulu.
Segala yang baik akan berimbas baik,begitu juga hal buruk akan berimbas buruk.
Fernando mulai sadar dan merenungkan dirinya sebaik mungkin.
Ia juga mulai benar benar jatuh hati pada Ae Ri yang selalu membesuknya.
Fernando memandang Ae Ri dengan wajah berkaca kaca.
Ae Ri boleh aku memegang perutmu??
Ae Ri juga turut berkaca kaca dengan wajah bahagia.
Syukurlah,sekarang kau sudah sadar Fernando.
Walau kesadaranmu harus datang saat kau mendekam di penjara dan terlambat.
Tapi aku tetap bangga.
Iya,tentu saja.
Sentuh lah anakmu,ia pasti ingin sekali di belai oleh ayahnya.
Fernando lalu mendekat pada Yun Hee dan berjongkok di hadapan Ae Ri.
Ia mulai mengusap perut Ae Ri secara perlahan.
Tidak lama,ada tendangan kecil dari dalam perut yang membalas usapannya.
Ae Ri dan Fernando lalu saling berpadangan menanggapi reaksi di bayi tadi.
Ia tahu yang membelainya adalah ayahnya.
Lihat Fernando,ikatan batin antara kau dan dia benar benar tidak bisa di sangkal.
Ia pasti sudah lama menunggumu untuk berani membelainya.
Ae Ri apa boleh aku mendekapkan wajahku ke perutmu?
Tentu,lakukanlah.
Fernado mulai mendekatkan wajahnya ke perut Ae Ri.
Dan bayi itu semakin aktif bergerak,hal itu membuat Fernando menjadi sensitif.
Terima kasih ya tuhan,telah kau datangkan malaikat kecil ini di hidupku,terlebih ia juga di kandung oleh seorang bidadari yang sangat baik hati dan tetap baik padaku meski aku menyakitinya.
Momen haru itu mewarnai kunjungan Ae Ri pada Fernando hari ini.
Semua rasa membaur menjadi satu saat bayi didalam perut itu sudah pandai berinteraksi dengan ayah dan ibunya.
Malam ini Dae Ho di undang ke rumah Jung Hwa oleh Yun Hee untuk merayakan persidangan Jung Hwa yang berjalan lancar.
Song Yi tidak bisa ikut karena masih di rawat inap di rumah sakit.
Saat Jung Hwa membukakan pintu untuk Dae Ho wajahnya terlihat malas malasan tapi ia juga setuju untuk mengundang Dae Ho agar bisa menyombongkan diri dan merasa lebih hebat di hadapan Dae Ho.
Silahkan masuk...
Baiklah...
Tumben sekali monyet hutan ini berwajah ramah,biasanya rautnya seperti goriQ4Yla ngamuk saat melihatku.
Pasti ada sesuatu yang tidak beres.
Jung Hwa berjalan di belakang Dae Ho sambil mengoloknya dari belakang.
Kau pasti bingung kan dengan sikapku yang ramah.
Tunggu saja sampai kau mendengar cerita kemenanganku di pengadilan tadi.
Yun Hee juga menyambut Dae Ho dengan baik dan mempersilahkannya duduk di meja makan.
Oppa,ayo duduk.
Iya Yun Hee.
Wah kau pasti repot sekali memasak semua hidangan ini.
Semuanya kelihatan lezat.
Dae Ho benar benar tergiur sambil mengelus perutnya yang mulai keroncongan.
Jung Hwa tentu saja sinis melihat Dae Ho yang seperti kucing kelaparan.
Makanya segera menikah agar ada yang menyiapkan makanan seperti ini untuk dirimu.
Kau pasti iri kan aku punya istri seperti Yun Hee.
Jung Hwa,Dae Ho dan Yun Hee akhirnya menyantap makan malam yang penuh hidangan lezat itu.
Tapi selera makan Dae Ho semakin turun karena ulah Jung Hwa.
Kini ia tahu maksud dan tujuan Jung Hwa mengundangnya kemari.
Jung Hwa hanya mengulang kata katanya dan menceritakan kelancaran dan kemenagannya di persidangan hari ini.
Di banding kenyang karena makanan,Dae Ho lebih kenyang karena mendengar omongan Jung Hwa uang membosankan.
Dasar tukang pamer,asal kau tahu, aku menyelamatkan manusia puluhan orang tiap harinya tapi tidak sesombong dirimu yang baru menyelamatkan satu klien.
Coba saja kau menggantikanku sehari dan lihat berapa banyak yang kau buat mati di banding selamat.
Dasar pengacara angkuh.
Dae Ho malah lebih fokus pada Yun Hee yang tertawa di seberangnya.
Adikku,kau pasti kesusahan mengurus suami setengah sinting seperti Jung Hwa.
Tapi melihat tawamu sekarang setidaknya membuat aku lega.
Ia membuatmu tertawa dan bahagia sekarang.
Walau suamimu bodoh tapi ia beruntung bisa memiliki wanita sepertimu.
Malam itu bergulir dengan membosankan karena celoteh tiada henti dari Jung Hwa.
Sementara Song Yi sedang suntuk di rumah sakit karena tidak ada teman yang menemaninya.
Jung Hwa bersiap untuk esok hari,ia akan mengunjungi mertuanya bersama Yun Hee.
Ia juga ingin membuka ulang kasus orang tua Yun Hee agar mereka bisa mendapat pembelaan lagi,mengembalikan nama baik dan bebas dari penjara.
Tapi,di tempat lain ada seseorang yang menatap foto Yun Hee di ruang tamu besarnya sambil meneguk segelas minuman keras di tangannya.
Ia memandang foto Yun Hee seakan terobsesi dengan wanita bersenyum manis itu.