
Setelah agak jauh dan sepi,Dong Joo baru sadar kalau ia sejak tadi terus menggandeng tangan Ha Na bersamanya.
Dong Joo menatap Ha Na di sampingnya dan segera melepas tangan Ha Na.
Maaf,aku lupa tadi.
Ha Na menatap punggung Dong Joo yang sekarang berdiri membelakanginya.
Kau tidak bersalah senior.
Kau sudah melakukan yang terbaik.
Jangan larutkan dirimu dalam perasaan bersalah.
Dong Joo berbalik dan sekarang menghadap Ha Na.
Jangan ikut campur dengan urusanku.
Sekalipun kau sudah membelaku tadi,tidak ada hal berkesan yang membuatku tersentuh akan hal itu.
Aku bisa menyelesaikannya sendiri bahkan tanpa bantuan darimu.
Aku harap kau tidak mencampuri urusanku lagi ke depannya.
Dong Joo lalu meninggalkan Ha Na sendiri di tempat itu.
Istri teman Dong Joo yang kehilangan suaminya itu benar benar ingin menyalurkan amarahnya.
Ia tidak ingin kematian suaminya yang di anggapnya tidak wajar itu sia sia.
Wanita itu meminta ayahnya untuk menyingkirkan Dong Joo dari rumah sakit ini,tidak hanya Dong Joo tapi Ha Na juga ikut terbawa karena tadi di hadapan Hye Mi,Ha Na membela Dong Jo.
Hye Mi akan membuat hidup kedua orang itu dalam kesusahan.
Ayah Hye Mi adalah orang yang berpengaruh di dunia politik dan bisnis,sehingga permintaan putrinya
adalah hal kecil untuk di kabulkan olehnya.
Ayah Hye Mi segera menghubungi direktur rumah sakit itu dan memintanya untuk mengirim Dong Joo dan Ha Na ke rumah sakit lain.
Dengan kekuasaan dan iming iming imbalan yang setimpal tentu saja kesepakatan itu dengan mudah terjadi dan di setujui.
Dong Joo dan Ha Na di panggil ke ruang direktur rumah sakit itu.
Saat mereka sudah tiba dan berdiri sejajar,pengumuman itu dilakukan.
Baiklah,aku memanggil kalian berdua kemari karena ada tugas yang harus kalian jalankan.
Rumah sakit di Panmunjom (sebuah desa yang menjadi perbatasan antara Korea selatan dan Korea utara) sedang membutuhkan tenaga medis tambahan.
Ha Na dan Dong Joo masih bingung.
Daerah yang di sebutkan itu jelas daerah mencekam dan kadang masih terjadi konflik.
Penjagaan di sana juga sangat ketat dan banyak tentara bersenjata yang berjaga di pos keamanan.
Ha Na,aku bisa membiarkanmu mengambil tindakan di sana dan setelah kau keluar dari sana nanti kau akan menjadi spesialis.
Anggap saja ini ujian medis yang akan melonjakkan karirmu..
Apa??
Jadi maksud anda,aku akan di tempatkan di sana?
Yap,benar sekali.
Tapi tenang saja,kau tidak sendiri karena dokter Kang Dong Joo juga akan menemanimu.
Sepertinya Dong Joo tidak kaget.
Aku tahu Hye Mi,ini pasti ulahmu.
Kau menggunakan kekuasaan dan uang ayahmu untuk membuatku angkat kaki dari sini.
Permainan kotormu sudah bisa aku tebak.
Berapa lama kami akan di tugaskan disana?
Hem,yah sekitar 6 bulan saja.
Jika kalian berhasil membuat kesan baik dan bertahan,aku janji kalian akan dibawa kembali ke sini.
Keputusan sudah di buat.
Dong Joo merasa sedikit iba karena Ha Na juga terseret dalam masalahnya karena ikut membelanya.
Setelah keluar dari ruangan itu..
Direktur rumah sakit itu segera menghubungi ayah Hye Mi dan memberi tahu kalau perintahnya sudah ia jalankan sesuai instruksi..
Dalam 6 bulan itu kecil kemungkinan Dong Joo dan Ha Na dapat kembali hidup hidup karena desa itu sebenarnya sedang terjadi konflik dimana genjatan senjata sering terjadi juga tentara yang tidak segan menembakkan peluru pada warga sipil yang di anggap bersalah.
Ha Na di landa bimbang dan cemas.
Malam harinya keluarga Fernando dan Dae Ho berkumpul semua di rumah Jung Hwa.
In Joo dan Ah Ra memeluk Ha Na sambil menangis karena tidak rela melepas kepergian Ha Na ke desa itu.
Ha Na,jangan pergi..
Kita kan tidak pernah berpisah sejak kecil.
Iya Ha Na,benar yang Ah Ra katakan.
Tempat itu jauh dan berbahaya.
Aku mohon jangan pergi...
Sambil memeluk sahabatnya itu,sebenarnya perasaan Ha Na juga berat dan kacau.
Tapi jika ia berhasil bertahan,ia akan di angkat langsung menjadi spesialis tanpa harus ujian medis.
Ha Na tidak ingin menyianyiakan kesempatan itu,terlebih ia juga boleh bertindak sendiri di sana.
Ha Na sudah bercerita pada ayah dan ibunya.
Jung Hwa dan Yun Hee sebenarnya juga berat melepas putri tunggal mereka ke daerah berbahaya itu.
Tapi mereka juga tidak tega melihat Ha Na yang memohon untuk memiliki kesempatan itu.
Saat para anak menangisi kepergian Ha Na,para orang tua bekumpul untuk membahas hal ini.
Ah Young juga ikut bergabung.
Sudah paman jangan cemas,temanku yang juga bekerja di rumah sakit itu bilang bukan cuma Ha Na yang di kirim ke sana tapi Dong Joo juga.
Eh?
Bukannya dia mantanmu itu Ah Young.
Aish,ibu jangan berkata begitu.
Jangan bahas soal mantan.
Wajah Ah Young nampak kesal pada ibunya.
Jadi apa lagi yang kau ketahui Ah Young,bibi merasa ada yang janggal dengan penempatan Ha Na di sana.
Yun Hee mulai menaruh curiga akan sesuatu.
Hem..itu..
Sebenarnya ada rumor yang berkembang di rumah sakit kalau hal itu karena Dong Joo tidak berhasil menyelamatkan seorang pasien,wali pasien itu merasa Dong Joo lalai dan menuduh Dong Joo membunuh suaminya di ruang operasi.
Walinya tidak terima dan menggunakan kekusaan untuk memindahkan Dong Joo dari rumah sakit itu.
Ha Na terseret karena membela Dong Joo saat di pojokkan oleh wali pasien itu.
Begitulah yang aku dengar.
Ini tidak beres Jung Hwa,kau harus menyelidikinya.
Iya Fernando,aku juga berfikir begitu.
Jika memang itu benar adanya,ini adalah suatu kejahatan yang menyalahgunakan kekusaan pada orang lain.
Dae Ho,apa kau tahu atau pernah mendengar soal rumah sakit di desa itu?
Setahuku rumah sakit di sana sering kekurangan pasokan obat dan alat alatnya juga tidak memadai tapi pasien sering berjatuhan dan mendatangi tempat itu.
Ha Na akan sangat sibuk jika berada di sana.
Konflik juga sering memanas antara tentara Korea selatan dan Korea utara.
Tempat yang penuh dengan ranjau juga di beberapa titik tersembunyi.
Perasaan Jung Hwa semakin berat untuk melepas putrinya pergi.
Sementara Dong Joo....
Ia menghubungi ibunya untuk memberi tahu perihal penempatannya.
Halo....
Iya,ada apa Dong Joo?
Kenapa menelfon malam malam begini?
Aku akan di tempatkan di PanmunJom ibu untuk 6 bulan ke depan.
Apa??
Tempat berbahaya itu?
Kau pasti berbuat ulah kan makanya atasanmu mengirimmu kesana?
Kan ibu sudah bilang,jangan jadi dokter.
Tapi kau.....
Ibu Dong Joo tidak sanggup melanjutkan omongannya lagi karena menangis.
Dong Joo juga tahu kalau ibunya pasti sangat sedih sekarang.
Maafkan aku ibu,lagi lagi aku membuatmu kecewa.
Tapi tidak ada yang bisa aku lakukan,ini adalah jalan hidup yang sudah aku pilih.
Apapun resikonya akan aku tanggung dan pikul.
Aku harap ibu selalu mendoakanku dari sana.