THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
BERKUTAT DENGAN PASIEN



Yun Hee merasa kacau sekarang.


Untungnya Yun Hee dan timnya tidak langsung bekerja dan masih di beri waktu istirahat.


Yun Hee terus merenungkan pria yang mirip Jung Hwa tadi.


Tidak lama,ada seorang perawat yang masuk ke kamarnya.


Dokter Min..


Yun Hee segera bangun dari baringnya,dan duduk di ranjang.


Oh iya,Yun Hee dan timnya tinggal di sebuah rumah yang di sediakan oleh balai desa setempat.


Sebuah rumah sederhana milik penduduk setempat yang memang di peruntukkan untuk rapat desa biasa nya.


Tapi masih ada ruang ruang kosong yang bisa di jadikan kamar untuk Yun Hee dan timnya jadikan kamar.


Ada ap Bo Na?


Apa dokter Min baik baik saja?


Perawat itu lalu duduk di samping Yun Hee di ranjang.


Iya,aku baik baik saja.


Ada apa Bo Na?


Begini dokter Min,aku hanya ingin bercerita.


Dokter tahu pria tampan berbaju putih tadi kan?


Yang tinggi itu.


Yun Hee langsung tersentak dan mulai tertarik.


Yang akan di bicarakan perawat ini jelas pria yang mirip Jung Hwa itu.


Iya..iya..,aku tahu.


Ada apa memangnya ?


Dia itu mengalami amnesia rupanya,pacarnya juga sangat cemburuan.


Yang selalu menggandeng tangannya tadi.


Aku juga tahu dari cerita salah satu penduduk di sini.


Tadi pacarnya melihatku seperti melihat harimau saat melihatku berdiri di dekat pria tampan itu.


Pria itu amnesia?


Sejak kapan dan apa sebabnya?


Aku juga tidak tahu dokter,ayah angkatnya yang lebih tahu.Orang yang merawatnya sejak kecelakaan itu adalah orang yang ia panggil dengan sebutan ayah sekarang.


Yun Hee mengelus elus dadanya.


Kenapa dengan dadaku ini?


Kenapa ada rasa yang aneh di hatiku ini?


Apa aku berharap di benar benar Jung Hwa?


Tapi kenapa ia tidak mengingatku ?


Tapi bukankah jasad Jung Hwa tidak di temukan saat kecelakaan itu?


Semuanya masih terasa kabur untuk di pahami sekarang.


Yun Hee merasa debaran yang aneh di dadanya.


Perasaannya sangat kuat mengatakan kalau itu adalah Jung Hwa suaminya yang dahulu di nyatakan meninggal.


Tapi ia tidak mau gegabah dan mengabari Dae Ho atau siapapun dulu tentang hal ini.


Yun Hee bertekad menyelidiki ini semua sendiri hingga tuntas.


_________________________


Di tempat lain.


Mi Ra dan Jung Hwa yang sedang berduaan di rumah Jung Hwa,Mi Ra sedang meributkan kedatangan Yun Hee dan timnya.


Hei,kenapa cemberut begitu?


Lihat wajahmu yang seperti bebek di sawah dengan bibir di majukan begitu.


Mi Ra yang marah langsung menembak Jung Hwa dengan tatapan lasernya.


Lalu kau akan mengajakku putus dan menggoda perawat juga dokter dari kota itu?!


Iya?!begitu kan maksudmu?


Jung Hwa tertawa melihat pacarnya yang panas hati tanpa sebab.


Ia lalu memeluk Mi Ra.


Mendekapnya dalam pelukannya.


Mi Ra,kenapa kau seperti anak kecil begini?


Kau yang sudah merawatku saat koma,kau juga mau menerimaku dan memperjuangkanku saat keluargamu mencemooh keadaanku yang lupa ingatan dan tidak punya asal usul yang jelas ini.


Apa ada wanita sebaik dirimu?


Mi Ra tersenyum di balik pelukan Jung Hwa itu.


Dasar gombal,pasti kau kira aku sudah luluh kan?


Awas saja,aku akan tetap mengawasimu setiap hari.


Kau hanya milikku seorang Hyun Ki.


Walau nyatanya omongan Jung Hwa semanis tadi tapi air mata Yun Hee yang menitik membasih di tangannya tadi tetap saja membuatnya merasakan sesuatu yang lain.


Ada yang berbeda dari cara Yun Hee menatapnya.


Apakan Yun Hee mengenalnya dan tahu sesuatu akan dirinya dan jati dirinya?


Tapi,jika memang di mengenalku sikapnya tidak akan seperti tadi.


Bukankah orang yang saling mengenal setidaknya akan menyapa atau mengajak bicara ringan?


Semua ini membingungkanku.


Mereka berdua sedang di bodohi oleh takdir dan dihadapkan dengan cobaan dan ujian baru untuk menentukan apakah bisa kembali bersama atau tidak.


Yun Hee berjalan jalan sendiri mengitari desa itu.


Setelah perjalanan yang penat dan melelahkan ia memutuskan utuk menghirup udara segar desa di pegunungan ini agar lebih rileks.


Sambil mencari cari tahu tentang kepingan informasi pria yang mirip Jung Hwa tadi.


Setelah bertemu pria itu,semangat hidup Yun Hee bangkit kembali.


Ia berandai jika itu memang Jung Hwa,ia akan berjuang agar bisa mendapatkannya kembali.


Yun Hee teringat akan perkataan perawat tadi,jika ingin lebih tahu tentang Jung Hwa,ia harus bertanya langsung pada ayah angkatnya sekaligus orang yang menyelamatkan hidup Jung Hwa.


Yun Hee yang berpakaian santai tidak lupa membawa tas kecil berisikan peralatan medis sederhananya untuk pertolongan pertama kecelakaan.


Saat Yun Hee hendak mencari pria yang di maksud,Yun Hee malah di pertemukan dengan gadis kecil yang menangis sendirian karena terjatuh.Kakinya terluka karena bergesekan dengan batu.


Tangisan anak itu memanggil Yun Hee untuk menghampirinya.


Adik,kenapa menangis?


Sambil menangis anak perempuan yang usianya kira kira 7 tahun itu menjawab.


Aku terjatuh tadi,aku ingin bilang pada orang orang di kampung kalau ibuku sakit.


Dia tidak mampu bangun dan terus muntah.


Badannya juga panas.


Aku takut kehilangan ibu.


Nona tolong selamatkan ibuku.


Iya...iya baiklah,tapi kita obati lukamu dulu ya.


Tidak..tidak..jangan,selamatkan ibuku saja.


Melihat anak itu yang sudah sangat megkhawatirkan ibunya,Yun Hee memutuskan untuk menyelamatkan ibu anak itu terlebih dahulu.


Setelah sampai di rumah yang di sebutkan oleh anak tadi,kondisi wanita itu memang sudah parah.


Ia juga mengalami dehidrasi karena kehilangan banyak cairan akibat muntah dan diare.


Nona,tolong selamatkan ibuku.


Iya,adik kecil.


Sudah,jangan menangis.


Aku akan menyelamatkan ibumu.


Dengan sigap Yun Hee meletakkan pasien itu di punggungnya dan membawanya ke balai desa tempat timnya mendirikan posko kesehatan.


Yun Hee begitu kuat dan berusaha secepat mungkin membawa pasien ini.


Walau tertatih dan penuh keringat ia akhirnya sampai di posko kesehatan itu.


Semua mata tertuju pada Yun Hee yang menggendong pasien itu.


Termasuk Jung Hwa yang kagum dengan wanita seperti Yun Hee.


Para staf medis segera membantu Yun Hee dan meletakkan wanita tadi ke ranjang pasien.


Kini,Yun Hee mulai beraksi dan berkutat dengan peralatan medis juga obat obatan.


Dengan keterampilan Yun Hee yang cekatan,wanita tadi sudah lebih baik.


Anak perempuannya juga berdiri di samping ranjang ibunya dan memegang tangan ibunya seakan takut kehilangan.


Yun Hee menghampiri gadis kecil itu sambil berjongkok.


Hei...


Gadis itu langsung menatap Yun Hee yang berada di sisinya.


Terima kasih dokter.


Walau dengan sesenggukan dengan tangis,gadis itu tidak lupa mengucapkan terima kasih pada Yun Hee.


Gadis pintar,ibumu akan baik baik saja sayang.


Tapi kita harus mengobati lukamu dulu ya.


Anak itu mengangguk.


Yun Hee juga segera mengobati luka anak tadi.


Lututnya lecet dan memar karena jatuh.


Ia pasti tergesa gesa karena berjuang untuk mencari pertolongan untuk ibunya.


Orang orang di posko itu,baik perawat,dokter juga masyarakat yang sukarela membantu merasa bangga pada Yun Hee.


Dokter yang baik dan ramah itu secantik paras dan hatinya yang tulus membantu orang yang kesusahan.


Termasuk Jung Hwa yang menjadi relawan membantu di posko itu.


Dia wanita yang baik dan lembut.


Walau harus menahan berat dan kesusahan menggendong pasien tadi ia tetap berjuang dan gigih agar pasien itu bisa selamat.


Baiklah,sepertinya dari sekarang Yun Hee harus mengesampingkan misinya untuk mencari tahu tentang pria yang mirip Jung Hwa itu, karena ia dan timnya sudah di sibukkan dengan ledakan pasien yang memblundak.


Tidak ada waktu untuk bersantai lagi.


Untung saja,banyak warga desa yang mau membantu di sini.


Mereka membantu membawa pasien yang tidak mampu bangun atau melakukan segala sesuatu yang bisa membantu walau hanya hal kecil.


Untungnya juga,ayah angkat Jung Hwa yang pensiunan dokter juga handal dan cekatan sehingga tenaga medis ahli bertambah.


Walau belum bisa menyelidiki tentang Jung Hwa,tapi saat ini Jung Hwa juga banyak membantu Yun Hee mengevakuasi pasien pasien lain yang tidak terjangkau.


Semuanya bekerja sama untuk menyelamatkan warga desa yang terkena wabah muntaber ini yang masih belum jelas penyebabnya.


Tanpa di ketahui,wabah muntaber ini merebak karena ulah keluarga Mi Ra yang mencemari sumber air warga desa ini dengan limbah pabrik kertas milik keluarga mereka.


Akibatnya air yang di konsumsi warga desa itu tercemar dan menyebabkan muntaber karena di konsumsi.Hanya mata air itu sumber air warga di desa ini.


Tapi keluarga Mi Ra yang angkuh itu menyembunyikan fakta itu dan tidak mau bertanggung jawab.