THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
SEMUA TIDAK BISA DI UKUR DENGAN UANG



Esok harinya setelah badai mereda,jalan sudah di perbaiki juga pohon tumbang telah di angkut.


Ha Na dan Dong Joo bisa pulang dengan santai menuju Seoul.


Dong Joo menggenggam tangan Ha Na dengan erat.


Ada ikatan baru di antara mereka setelah kejadian itu.


Setelah sampai di rumah,Ha Na langsung bercerita pada Ah Ra tentang yang terjadi padanya dan Dong Joo.


Apa???!!!


Ah Ra sangat kaget namun Ha Na menggigit kuku karena malu malu..


Wah,Ha Na.


Aku tidak menyangka gadis lugu sepertimu bisa licik.


Ayo ceritakan lagi...


Ha Na malu malu namun tetap bercerita pada sahabat kecilnya itu.


Aigo...


Aku harap bayiku tidak mendengar omongan mesum kita.


Ah Ra mengelus elus perutnya..


Ha Na masih senyum senyum sendiri mengingat kejadian semalam.


Begitu juga Dong Joo yang sedang menyeduh teh di rumahnya juga tersenyum mengingat Ha Na.


Saking bahagianya,Dong Joo juga bersiul siul di dalam rumahnya..


Ah Ra masih saja penasaran tentang malam panas antara Ha Na dan Dong Joo.


Hei, Ha Na apa Dong Joo hebat saat di ranjang?


Ha Na mengigit bibir bawahnya sambil berfikir.


Em,yah...


Ah sudahlah Ah Ra jangan di bahas lagi.


Aku malu sekali....


Aigo.....


Sahabatku ini..


Sore harinya,Dong Joo dan Ha Na masuk shift malam.


Ha Na dan Dong Joo berpapasan di koridor rumah sakit itu.


Mereka saling tersenyum satu sama lain.


In Joo dan Ah Ra memerhatikan gerak gerik mereka.


Wah,istriku coba lihat pasangan kekasih itu.


Pandai sekali mereka menyembunyikan hubungan mereka.


Iya In Joo,mereka benar benar pasangan yang tidak biasa...


Sepertinya Dong Joo dan Ha Na memang tidak akan bisa bermesraan di rumah sakit ini.


Sebagai dokter unggulan jadwal kerja mereka sangat padat.


Seperti saat ini..


UGD kedatangan pasien saudara kembar yang melompat dari gedung sekolah mereka di lantai 3.


Kedua pasien itu sama sama mengalami pendarahan di area dada.


Si kakak beradik itu juga patah kaki kanan.


Ternyata kembar identik ini juga mendapat diagnosis yang sama.


Ayah dan ibu mereka sangat panik.


Dari hasil informasi yang di dapat,saudara kembar itu sama sama melompat untuk bunuh diri namun tanpa di rencanakan.


Si kakak yang sangat menyayangi adiknya merasa bersalah karena merasa kehadirannya membuat pria yang di sukai adiknya menolak adiknya dan malah menyatakan perasaan padanya.


Si kakak ingin mengalah agar tidak menghalangi cinta adiknya lagi.


Sedangkan si adik,patah hati karena di tolak oleh pria yang di sukainya.


Lebih lagi ia tahu kalau pria yang di sukainya itu lebih memilih kakaknya di banding dirinya namun ia merasa tidak enak hati karena kakaknya menolak pria itu demi dirinya walau dirinya tahu kakaknya juga menyukai pria itu.


Si adik tidak ingin menjadi penghalang cinta kakaknya.


Ternyata dua orang saudara kembar ini saling menyayangi dan ingin mengalah satu sama lain.


Namun siapa sangka,cara mereka salah dah malah ingin mengakhiri hidup dengan cara yang sama.


Keduanya tidak sadarkan diri saat di larikan ke rumah sakit.


Ha Na menjadi asisten Dong Joo untuk menyelamatkan si kakak.


Won Hee bersama dokter lain menangani si adik.


Proses operasi Ha Na dan Dong Joo berlangsung lancar.


Proses operasi yang di tangani Won Hee malah salah langkah dan menyebabkan pendarahan.


Nadi si adik juga melemah..


Won Hee malah panik...


Mendengar kabar di ruang sebelah yang memburuk,Ha Na dan Dong Joo yang sudah selesai membedah si kakak segera berlari ke ruang sebelah untuk mengambil alih operasi si adik.


Dong Joo menanyakan kondisi vital pasien.


Dong Joo menepis Won Hee..


Won Hee menatap Dong Joo yang sepertinya marah.


Harusnya kau tidak boleh mematung seperti itu!


Waktu operasi ini setiap detiknya berharga,setiap detiknya adalah nyawa yang berharga untuk pasien kita.


Jika kau melakukan kesalahan maka cari inti kesalahanmu dan bukannya mematung bodoh seperti itu!!!


Dong Joo memarahi Won Hee di depan semua staff operasi.


Ha Na memanggil Dong Joo untuk menyelamatkan pasien itu.


Dokter Kang.


Sebaiknya kita mulai membedah pasien ini..


Dong Joo segera mengikuti kata kata Ha Na.


Won Hee masih mematung di tempat itu.


Kenapa aku malah mematung saja?


Kenapa aku tidak kompeten sekali?!!


Won Hee menyadari kesalahannya.


Ia melihat Ha Na dan Dong Joo yang dengan tenang menangani pasien itu.


Ha Na segera menemukan pendarahan yang terjadi dan Dong Joo menanganinya dengan baik.


Won Hee lagi lagi merasa kalah.


Operasi di selesaikan dengan baik oleh Ha Na dan Dong Joo.


Selesai mengoperasi,Ha Na dan Dong Joo keluar dari ruangan itu.


Won Hee merenungkan kesalahannya dan bagaimana tadi ia telah lalai.


Won Hee menyesali perbuatannya dan ingin menemui Dong Joo untuk minta maaf sambil membawa sekaleng minuman ringan.


Won Hee bertanya pada salah seorang perawat tentang keberadaan Dong Joo.


Saat ini Dong Joo dan Ha Na sedang berada di taman belakang rumah sakit itu.


Dong Joo,kenapa marah marah seperti tadi?


Tidak sepantasnya memarahi seseorang di hadapan banyak orang seperti itu..


Karena dia mengecewakan Ha Na.


Aku benar benar tidak suka dengan sikapnya yang berkoar koar tentang prestasinya tapi di kenyataannya dia bukan apa apa.


Ha Na memandang Dong Joo dengan wajah lucunya


Dong Joo jadi tidak kuasa menahan tawa.


Hei,apa apaan itu?


Hanya ingin membuatmu tertawa saja.


Ha Na mendekat dan memeluk Dong Joo.


Dong Joo juga melingkarkan tangannya pada Ha Na.


Ha Na dan Dong Joo sama sama nyaman di posisi itu hingga..


Prakkkkkk...


Suara sebuah kaleng minuman jatuh di belakang mereka.


Ha Na dan Dong Joo kaget saat mereka melihat kebelakang dan memandang Won Hee yang memergoki mereka berpelukan..


Ha Na segera berdiri di samping Dong Joo.


Apa ini?


Kenapa kalian berdua seperti tadi?


Won Hee dengan sekuat tenaga mengeluarkan suara untuk bertanya.


Dong Joo menjawabnya..


Dokter Hyun Ha Na adalah kekasihku.


Dong Joo menggenggam tangan Ha Na yang ada di sampingnya sekarang.


Apa?


Kekasihmu??


Won Hee seakan tidak percaya atas apa yang di dengar oleh telinganya barusan.


Dong Joo tidak peduli dan membawa Ha Na pergi begitu saja dari hadapan Won Hee.


Setelah itu,Won Hee langsung pulang dan tidak lagi bekerja.


Ia memacu mobil dengan kencang melintasi jalan.


Won Hee merasa benar benar rendah saat baru pertama kali di hidupnya perasaannya di campakkan seperti ini.


Won Hee juga mabuk berat karena banyak menenggak minuman keras malam itu.


Tapi Won Hee tidak akan pernah melepaskan sesuatu yang sudah ia incar dan inginkan.


Ia tetap ingin merebut Dong Joo apapun yang terjadi.


Esok harinya..


UGD kembali kedatangan pasien darurat.


Seorang ketua gangster yang terkena luka tembak di area perut.


Ha Na yang menangani pasien itu..


Pasien itu bernama Park Min Jae.


Pria berusia 29 tahun itu adalah ketua gengster yang tampan namun berbahaya.


Dadanya di penuhi tato.


Begitu juga lengan dan kakinya.


Ia tertembak karena baku hantam dengan seorang penjudi di kasino.


Pasien itu terus kesakitan.


Tuan..tuan...


Aku mohon tenang dulu..


Kami akan membersihkan lukamu dan mengoperasimu.


Cepatlah sedikit!


Aku sudah sangat kesakitan bodoh!!


Ha Na hanya menatap sayu pada pasien yang memarahinya itu.


Pria itu juga menatap Ha Na.


Apa yang kau lihat hah!!!


Sudah berapa hari anda tidak tidur?


Pria itu baru sadar kalau ia sudah 2 hari tidak tidur dan terus bermain judi di kasino.


Ia tidak lelah dan kelaparan karena pengaruh narkoba yang ia konsumsi agar tetap sadar dan terjaga.


Bukan urusanmu!


Lakukan saja tugasmu sebagai dokter!


Ha Na hanya bisa menghela nafas.


In Joo datang membantu.


Jadi bagaimna Ha Na?


In Joo tolong bersihkan luka pasien ini juga pasangkan infusnya setelah itu pindahkan ke ruang operasi.


Aku akan bersiap untuk mengoperasinya.


Baik Ha Na..


Ha Na segera mengoperasi pasien itu.


Ha Na berhasil mengangkat peluru yang bersarang di tubuh pasien dan menghentikan pendarahan di sekitar ginjalnya.


Pasien akan siuman beberapa jam kemudian.


Sementara itu,Won Hee sedang berada di ruangan Dong Joo dan bicara empat mata dengannya.


Ada apa lagi kau kemari?


Won Hee memberanikan diri.


Aku menyukaimu Dong Joo.


Dong Joo memandang Won Hee dengan tatapan aneh.


Apa??


Aku menyukaimu Dong Joo.


Sejak kita pertama kali di ruang operasi bersama.


Karena itu pacaranlah denganku.


Apa yang kau bicarkan?


Kau tahu kan aku dan Ha Na.


Iya,aku tahu.


Kau putuskan saja dia dan pilih aku.


Aku lebih cantik darinya.


Aku juga puteri direktur rumah sakit ini.


Jika hubungan kita berjalan mulus kita bisa menikah dan kau akan menjadi menantu ayahku nanti.


Jika ayahku pensiun kau bisa saja menggantikan ayahku sebagai direktur.


Akan ada banyak keuntungan jika kau memilihku.


Dong Joo tertawa sesaat.


Hal itu membuat Won Hee bingung.


Dong Joo lalu membidik Won Hee dengan tatapannya.


Hei,sekalipun rumah sakit ini kau berikan untukku aku tidak akan berpaling dari Ha Na.


Orang yang hanya memandang dan mengukur sesuatu dengan harta dan kekuasaan tidak akan pernah masuk ke dalam hidupku.


Jadi sebelum aku lebih mual dan kesal melihat wajahmu sebaiknya kau pergi dari sini.


Won Hee membelalak tidak percaya.


Apa?


Kau barusan menolakku?


Kau menolak tawaranku?


Apa kau sudah gila?


Kau yang gila!


Tidak ada orang waras yang hanya mengandalkan harta orang tuanya hanya demi mendapatkan diriku.


Lebih baik kau tawarkan hal tadi untuk seseorang yang gila harta dan haus akan kekuasaan.


Won Hee berdiri dan menepuk kuat meja dengan tangannya.


Ia terlihat marah besar.


Jika cara halus ini tidak berhasil untukmu maka jangan salahkan aku jika memakai cara yang kasar dan membuatmu tidak memiliki pilihan lain selain bersamaku dan menerimaku.


Won Hee keluar dari tempat itu dan membanting pintu dengan kuat.


Ha Na mengecek lagi pasien luka tembak yang tadi ia tangani.


Pasien itu sudah siuman rupanya.


Ha Na masuk dan membawa nampan yang berisikan makanan lalu meletakkannya di meja samping ranjang pasien.


Sambil berdiri Ha Na memeriksa kondisi pasien itu dan mengatur infusnya.


Tuan,keadaanmu sudah membaik.


Kau hanya perlu memulihkan diri saja.


Jika kau melaluinya dengan baik,kau bisa keluar 2 hari lagi.


2 hari?


Aku ingin besok saja!!


Pasien itu menjawab dengan nada ketus.


Ha Na lalu duduk di samping ranjangnya dan mengambil nampan berisi makanan itu.


Kalau begitu makanlah.


Jika kau makan maka akan cepat sembuh.


Ha Na ingin menyuapi pria itu.


Tapi pria itu mengelak..


Kau fikir aku anak kecil?


Aku bisa makan sendiri jika lapar tahu!!


Tapi kau belum juga makan sejak 2 hari yang lalu.


Aku akan.....


Saat pasien itu megomel,Ha Na melihat kesempatan saat pria itu membuka mulut dan menyuap paksa pasien itu.


Sekarang mulutnya sudah di masuki sesendok makanan.


Mau tidak mau pasien itu mengunyahnya dan menelannya.


Ha Na tersenyum seperti menghadapi anak kecil yang susah makan.


Melihat senyum Ha Na itu membuat jantung ketua gengster itu berdetak kuat.


Kenapa jantungku berdebar.


Ini persis seperti debaran saat aku akan memenangkan judi dalam jumlah besar.


Dokter ini memenangkan pertarungan denganku sekarang bahkan tanpa mengeluarkan tenaga dan usahan yang berarti.


Melihat Ha Na tersenyum tanpa sadar pria itu juga ikut tersenyum.