
Yun Hee dan timnya bekerja tanpa henti.
Dalam benaknya,Yun Hee merasa ada yang aneh.
Wabah muntaber ini tidak mungkin tidak ada penyebabnya.
Lalu saat petang tiba,Yun Hee mengajak seluruh pengurus desa untuk berkumpul membahas perihal penyebab seisi desa terkena muntaber ini.
Yun Hee membuka omongan pertama saat perkumpulan ini di mulai.
Baiklah,paman dan bibi semua.
Apa kalian tahu penyebab wabah mengerikan ini?
Satu per satu jawaban mulai muncul saat Yun Hee bertanya
"Tidak doker Min,kami tidak tahu."
"Wabah ini sepertinya sejak air sungai sumber air kami mulai berubah warna dokter.
Salah satu jawaban orang orang di ruangan ini terpancing ke telinga Yun Hee.
Apa tadi?
Sumber air yang tercemar?
Yun Hee lalu memberikan penyuluhan dan penjelasan kalau air yang tercemar juga bisa menyebabkan muntaber dan wabah penyakit lain jika di konsumsi.
Tapi dokter,hanya itu sumber air kami di sini.
Kami tidak memiliki sumber air lain.
Yun Hee juga kasihan pada orang orang ini jika begitu kedaannya.
Tunggu,apa kalian tahu penyebab air itu tercemar?
Jung Hwa yang juga hadir sepertinya menyadari dan langsung menjawab pertanyaan Yun Hee tadi.
Dokter...
Yun Hee terpaku melihat ke arah Jung Hwa.
Aku rasa penyebabnya karena limbah pabrik kertas di desa kami.
Limbah itu mempunyai saluran pembuangan yang mengalir langsung ke sungai di desa kami.
Semua orang nampak saling berbincang dan baru menyadari penyebab wabah muntaber ini.
Salah satu warga yang ikut hadir rupanya mata mata dari keluarga Mi Ra.
Di tengah pembahasan itu,ia tiba tiba pergi dan meninggalkan tempat rapat desa itu.
Rupanya,ia melapor pada tuannya yang sekaligus ayah Mi Ra.
Tuan,sepertinya perihal limbah pabrik kita yang membawa wabah penyakit ini sudah di ketahui.
Apa!!!!!
Kenapa bisa begitu?
Itu,pacar nona Mi Ra yang membuat hal ini terungkap.
Ia memerhatikan sumber air yang tercemar dan tahu masalah pembuangan limbah pabrik kita yang megalir ke sungai desa.
Sialan!!!!!
Ternyata pria itu tidak tahu diri!!
Sudah kuizinkan berhubungan dengan putriku sekarang malah menusukku dari belakang.
Perusahaanku bisa terancam sekarang.
Ayah Mi Ra di landa cemas takut perusahaannya di tutup dan bangkrut.
Di balik pintu kamarnya rupanya Mi Ra menguping apa yang di bicarakan ayahnya dan orang suruhannya tadi.
Bagaimana ini,sudah susah payah aku mendapat restu ayah tapi Hyun Ki malah bertingkah.
Kenapa juga ia ikut ikutan mengurus wabah penyakit desa ini.
Ayah pasti tidak akan setuju jika aku bersama Hyun Ki lagi.
Tapi aku sangat mencintainya.
Bagaimana ini..
Hyun Ki,kenapa kau malah berulah.
Kembali ke Yun Hee di balai desa tadi.
Baiklah begini saja,kita kirimkan sampel air ini ke kota agar di bawa ke lab dan di teliti kandungan yang terdapat di dalamnya.
Agar kita tidak asal tuduh dan mempunyai bukti jika ingin berurusan dengan pemilik pabrik itu.
Semua yang ada di ruangan itu setuju dengan usulan Yun Hee
Tapi Jung Hwa dalam masalah sekarang.
Ini berarti aku harus berurusan dengan orang tua
Mi Ra.
Mi Ra pasti akan ikut campur dan masalah ini akan semakin runyam.
Tapi jika di biarkan,warga desa akan terus berjatuhan karena masalah air yang di cemari limbah pabrik ini.
Perasaan adalah perasaan,tapi perihal kemanusiaan juga tidak bisa di biarkan begitu saja.
Setelah hari yang melelahkan ini,Yun Hee akhirnya bisa istirahat.
Yun Hee merebahkan diri di kasur yang empuk setelah mandi.
aah....akhirnya bisa menyentuh kasur.
Badanku remuk sekali..
Yun Hee terbayang lagi saat Jung Hwa angkat bicara tadi.
Wajah Jung Hwa membuatnya terus terbayang.
Hem,pria itu.
Sebenarnya kau siapa?
Kenapa kau mengganggu fikiranku sekali??
Tidak berselang lama,ponsel Yun Hee berdering.
Itu telfon dari Jun Pyo.
Halo Yun Hee.
Iya Jun Pyo ada apa?
Jun Pyo sedang berjalan di dalam rumahnya,sambil memegang sekaleng minuman soda di tangannya.
Dan kemudian mendarat duduk di sofa nyaman ruang tv nya.
Ia menyesap minuman kalengnya seteguk.
Jun Pyo tersenyum dengan percaya diri.
Dasar gombal,aku tidak rindu padamu.
Wahh,jawabanmu jujur sekali tapi menyakitkan.
Yun Hee terkekeh ketawa.
Yun Hee berbincang dengan Jun Pyo panjang lebar tentang yang terjadi hari ini,tapi perihal pria yang mirip Jung Hwa tentu tidak di bahasnya.
Jun Pyo terus mendengar cerita Yun Hee,karena sebenarnya ia rindu dengan suara Yun Hee yang lembut itu.
Mendengarmu berkicau seperti ini membuatku semakin rindu dan ingin bertemu denganmu Yun Hee.
Andai saja ada pintu doraemon,aku pasti akan menemuimu sekarang dan memelukmu erat.
Selesai bertelfon dengan Jun Pyo,Yun Hee memutuskan untuk tidur.
Tapi karena badannya terlalu lelah,ia jadi susah tidur.
Yun Hee lalu memutuskan bangun dan berjalan jalan sebentar untuk mengusir penat.
Saat berjalan disinari cahaya rembulan.
Di jarak yang tidak jauh darinya berdiri Jung Hwa.
Mereka saling menatap.
Yun Hee mulai membeku.
Bagaimana aku harus mengkondisikan diriku yang seperti robot ini.
Jung Hwa lalu melempar senyum pada Yun Hee
Eh???
Dia tersenyum padaku.
Pria itu lalu semakin mendekat pada Yun Hee.
Dokter,malam malam begini kenapa berjalan sendiri?
Itu,aku hanya cari angin karena tidak bisa tidur.
Pria itu lalu mengulurkan tangan pada Yun Hee.
Aku belum memperkenalkan diri secara resmi.
Namaku Oh Hyun Ki.
Yun Hee juga menyambut tangan Jung Hwa.
Aku Min Yun Hee.
Siapa sebenarnya kau?
Kenapa membuatku bingung?
Perasaanku di buat campur aduk olehmu.
Yun Hee dan Jung Hwa lalu berjalan bersama mengitari desa.
Dokter...
Panggil aku Yun Hee saja,sepertinya kita seumuran.
Apa tidak apa apa?
Iya,santai saja.
Yun Hee.
Mendengar Jung Hwa menyebut namanya,Yun Hee benar benar terharu.Ia sangat merindukan suara suaminya yang memanggil namanya.
Hampir saja,Yun Hee menjatuhkan air mata lagi.
Jung Hwa menyadari hal itu.
Yun Hee,boleh aku bertanya.
Ia,silahkan Hyun Ki.
Kenapa matamu selalu sendu saat melihatku?
Waktu itu air matamu bahkan jatuh ke tanganku saat kita bersalaman pertama kali.
Dan sekarang,kau sudah menampung lagi air matamu yang akan jatuh.
Yun Hee kaget saat pria itu menyadari semua tingkahnya.
Yun Hee lalu menghentikan langkahnya,diikuti Jung Hwa juga.
Aku dengar kau amnesia?
Bagaimana kau tahu?
Perawat dari timku yang bercerita.
Kalau boleh tahu,sudah berapa lama kau amnesia?
Em,sekitar 4 tahun yang lalu.
Yun Hee semakin berdebar.
Darah di tubuhnya juga terpompa lebih cepat.
Ya tuhan,apa ini petunjuk darimu?
Apa ini caramu mempertemukan kami?
Kenapa memangnya Yun Hee.
Tidak,aku hanya ingin tahu saja siapa tahu aku bisa membantumu.
Yun Hee tidak mau gegabah dan tergesa gesa.
Ia ingin menyelidiki ini semua lebih dalam,untuk pastinya ia harus bertemu dan berbicara langsung dengan ayah angkat Jung Hwa.
Aku tidak bisa mengingat apapun,hanya klise seorang gadis yang mengantarku ke mobil yang sering datang ke fikiranku.
Karena klisenya putih abu abu,aku tidak bisa mengenali wajahnya.
Yun Hee tidak kuasa lagi menahan tangis dan menutup mulutnya lalu hendak lari.
Tapi Jung Hwa dengan sigap dan menariknya.
Di lihatnya sekarang mata Yun Hee sedang berkaca kaca menatapnya.
Jung Hwa merasa aneh dan ikut sedih juga.
Tanpa sengaja Jung Hwa membawa Yun Hee dalam pelukannya dan memeluknya dengan erat.
Di situlah tangis Yun Hee tumpah dan membasahi baju Jung Hwa.
Benteng pertahanan Yun Hee sudah runtuh sekarang.