
Saat anak anaknya sibuk liburan,para ayah sedang betempur di pengadilan.
Jung Hwa dan Fernando sedang di meja hijau pengadilan membela seorang kakek yang menjadi korban malapraktik oleh anak direktur sebuah rumah sakit.
Fernando dan Jung Hwa menolong kakek itu dengan sukarela tanpa memungut bayaran.
Dalam hal ini,Dae Ho juga ikut campur dan menjadi dokter yang akan memberi bantuan kesaksian medis jika di perlukan untuk membuktikan bahwa anak direktur itu benar adanya bersalah.
Persaingan ini tentu sangat sengit karena melawan kalangan atas.
Ayah anak itu juga menyewa pengacara hebat dan berkelas.Sejak tadi mereka sudah lebih dulu meremehkan kubu Jung Hwa dan berfikir akan memenangkan kasus ini dengan mudah.
Jung Hwa mulai memaparkan pembelaan untuk kliennya.
Baiklah,aku disini sebagai pengacara dari korban malapraktik yang bernama Park Gi Man.
Park Gi Man seperti kesaksiannya menjadi korban malapraktik oleh anak dari direktur rumah sakit tempatnya di operasi yang bernama Jeong Han Sik.
Karena kecerobohan operasi yang menyebabkan jatuhnya korban itu,kini Park Gi Man harus menderita dengan lubang di perutnya yang mana ususnya berada di luar dan bocor.
Tapi pihak rumah sakit tidak bertanggung jawab dan tidak mengakui kesalahan pasca operasi tersebut.
Pihak rumah sakit berusaha menyogok pasien untuk menutupi kasus ini dengan memberi kompensasi pada pasien.
Hal ini jelas melanggar aturan dan melanggar hukum.
Para staff rumah sakit dan staff bedah yang ikut mengoperasi pasien itu menutup mulut dan menolak memberikan kesaksian.
Catatan medis pria ini juga lenyap tanpa alasan yang jelas.
Karena Park Gi Man hanya orang dari kalangan tidak mampu dan menggunakan layanan kesehatan untuk pasien tidak mampu,mereka membuat Park Gi Man menjadi kelinci percobaan untuk putra dokter ini praktik.
Padahal saat itu,anak direktur itu masih mahasiswa kedokteran semester tiga dan belum menjadi bagian sah dari rumah sakit itu.
Orang yang harusnya mengoperasi Park Gi Man hari itu adalah dokter yang betugas dan bukannya seorang mahasiswa kedokteran yang belum ahli dan belum memiliki wawasan luas.
Kubu lawan mulai menyela.
Pengacara mulai membuat pembelaan.
Seperti yang kita lihat,hari ini dokter yang mereka tuduh menjadi dokter yang melakukan malapraktik sudah di angkat menjadi dokter spesialis di rumah sakit Gosan.
Dan para penggugat juga tidak memiliki cukup bukti untuk memberatkan klien kami.
Tidak ada catatan medis,rekaman operasi juga keterangan saksi.
Semua tuduhan yang di lancarkan oleh penggugat pada dasarnya tanpa bukti dan hanya ingin memberi citra buruk pada klien kami,hal itu bisa merusak karir dan masa depan klien kami yang masih muda.
Citra rumah sakit juga akan hancur karena hal ini.
Pengacara terkait bisa kami tuntut dengan tuntutan pencemaran nama baik.
Fernado dan Jung Hwa benar benar di buat geram oleh mulut pedas pengacara itu.
Tapi,Jung Hwa dan Fernando tentu tidak menyerah semudah itu.
Fernando angkat bicara sekarang..
Hei kenapa kau diam saja bocah!
Fernando langsung menembakkan pada anak direktur rumah sakit itu.
Kenapa kau diam saja?
Apa ayahmu memintamu menutup mulut dan menyuruh pengacara tuamu yang menyelesaikan kasusmu!
Sebaiknya jaga kata katamu di sini tuan..
Pengacara lawan menegur Fernando dengan wajah kesal..
Tutup saja mulutmu pak tua.
Kali ini Fernando mulai memanas.
Memang benar kami tidak punya cukup bukti untuk menjeratmu dengan hukum.
Kami bertempur tanpa membawa senjata apapun.
Tapi,apa sebagai dokter kau itu tidak punya nurani hah!
Kau fikir kami tidak tahu,kau sengaja melakukan kesalahan agar ayahmu tidak memaksamu menjadi dokter.
Ayahmu menentang keinginanmu yang ingin menjadi seorang seniman.
Dokter itu mulai menatap Fernando.
Tapi caramu itu salah anak muda!
Kau tidak harus menumbalkan orang lain demi melancarkan jalanmu.
Kau lihat hasil ulah berontakmu yang labil,kau tetap tidak bisa menggapai cita citamu sebagai seniman,dan kau terjebak menjadi dokter yang nantinya akan bertanggung jawab pada banyak nyawa.
Kau bisa saja mengulang perbuatanmu dan menjadikan pasienmu pelampiasan atas kegagalanmu menggapai impian.
Jika kau ingin berontak,maka jangan libatkan siapapun tapi andalkan dirimu sendiri!!
Pria itu tertunduk dengan sejuta rasa bersalahnya.
Sang kakek yang melihat pria itu ikut iba..
Dengan suara serak dan paraunya,ia mulai membuka suara.
Nak,aku tidak merasa dendam padamu.
Aku sudah tua dan juga renta,kematian pasti selalu mengintaiku semakin cepat setiap harinya.
Di masa tuaku,aku hanya ingin kesehatan agar bisa bermain dengan cucuku dan menikmati waktu bersama isteriku.
Tapi,karena keadaanku ini,isteriku harus bekerja sendirian demi menghidupiku dan membeli obat obatanku,aku juga tidak bisa bermain dengan cucu cucuku.
Aku hanya ingin kau menyadari,jika kau membuat seseorang menjadi tumbal keinginanmu maka kau juga akan menebusnya dengan sesuatu yang besar dan bahkan itu bisa hidupmu sendiri.
Kau sudah membayar perbuatanmu dengan terjebak di dunia yang kau tidak inginkan.
Kau menghancurkan hidupmu dan sekarang disinilah kau berada.
Andai dulu kau mengambil keputusan yang tepat,kau tidak akan berakhir seperti ini.
Jalan hidupmu masih panjang nak,lakukanlah hal yang benar agar kau tidak menyesalinya di kemudian hari.
Anak dokter itu langsung menangis..
Ini semua karena ayahku!
Ayah terus saja mengatakan impianku sebagai seniman hanyalah sampah dan tidak menghasilkan apapun.
Karena kakak kakakku semuanya adalah deretan dokter yang hebat,ayah terus menekanku untuk seperti mereka.
Akhirnya hari itu aku berontak,aku berbohong jika ayah memintaku menggantikan dokter yang bertugas.
Dokter itu tidak berani melawan perintah yang membawa nama ayahku dan aku berbuat sesukanya hari itu.
Aku ingin ayah kecewa dan tidak lagi memaksaku.
Tapi yang terjadi malah ayah semakin memaksaku dan memukulku habis habisan.
Karena itu dan sejak itu aku tidak berani melawan ayah lagi dan menjalankan profesi yang tidak aku sukai.
Setiap aku melihat pasien,aku hanya akan muak dan teringat pada perlakuan ayahku.
Aku menjadi dokter dengan sangat mudah dengan koneksinya.
Tiba tiba,dari bangku penonton sidang itu,direktur rumah sakit itu marah pada putranya yang telah menghancurkan usahanya untuk menutupi kejahatan anaknya itu.
Hei,anak sialan!!
Tutup mulutmu dan berhenti bicara!!
Saat itu juga,Dae Ho masuk.
Dae Ho dengan nafas terengah menatap kubu Jung Hwa.
Aku mendapatkannya..
Rekaman dan catatan medis Park Gi Man.
Dengan kerja kerasnya,Dae Ho meneror staff yang mengoperasi Park Gi Man dan behasil mendapat apa yang ia butuhkan.
Persidangan itu berhasil di menangkan kubu Jung Hwa.
Gugata pihak lawan tidak di terima oleh hakim.
Terdakwa mendapat hukuman sepantasnya dan rumah sakit itu juga akan di kenai sanksi.
Para ayah beraksi tidak kalah keren bertempur di meja hijau.
Kemenangan berhasil mereka dapatkan demi untuk menegakkan keadilan si kakek tua itu.
_________________________________
In Joo,Ah Ra dan Ah Young sudah sampai di desa tempat Ha Na bertugas.
Mereka langsung menuju rumah sakit tempat Ha Na berada...
In Joo,Ah Ra dan Ah Young turun dari mobil..
Ketiganya memandang sekitar rumah sakit itu..
Entah apa yang ada di benak mereka masing masing..
Tapi begitu masuk....
In Joo langsung tercengang..
Bahkan di ruang depan sudah banyak pasien yang menunggu untuk berobat.
Wah,rumah sakit ini ramai sekali seperti pasar...
Benar In Joo,aku kira di desa seperti ini akan minim pasien..
Ah Ra dan In Joo bersautan mengomentari jumlah pasien yang sangat banyak itu.
Di meja resepsionis,Ah Young menanyakan keberadaan Dong Joo dan juga Ha Na.
Dari keterangan bagian administrasi rumah sakit itu,sekarang Ha Na dan Dong Joo sedang berkutat di IGD..
Karena itu,Ah Young,Ah Ra dan In Joo memutuskan pergi ke ruangan IGD untuk menemui Ha Na dan Dong Joo secara langsung.
Tapi yang terjadi.....
Walau ahli bedah jantung tapi ia juga merangkap bekerja sebagai dokter di IGD rupanya.
Hal ini tentu bisa di maklumi mengingat tenaga medis yang kurang.
Hem,sepertinya kita datang di hari yang salah Ah Young.
Aku rasa mereka tidak akan punya waktu untuk kita..
Ah Ra agak sedih karena tidak bisa bersama Ha Na.
Pekerjaan Ha Na jelas tidak bisa di ganggu dan di tunda hanya demi menyambutnya.
Namun untunglah,saat sedang memeriksa pasien.
Ha Na melirik dan melihat dua sahabatnya berdiri di hadapan pintu IGD.
Ha Na langsung tersenyum,tapi ia memberikan kode untuk menunggu dahulu..
In Joo dan Ah Ra tersenyum dan mengerti maksud bahasa isyarat Ha Na.
Tapi ada yang mengganggu Ha Na saat melihat Ah Young juga datang.
Kenapa ada Ah Young juga?
Em,ia pasti ingin menemui Dong Joo..
Tiba tiba Ha Na sedikit patah semangat.
Rupanya,Dong Joo juga melihat kehadiran Ah Young.
Ah Young tersenyum ke arahnya dan melambai.
Dong Joo hanya mengangguk sesaat lalu fokus pada pasiennya kembali.
Pasien melonjak lagi hari ini,desa tempat Ha Na dan Dong Joo di tugaskan di kelilingi oleh tujuh desa kecil lainnya dan tidak jauh dari alur lalu lintas jalan tol.
Hanya desa ini yang memiliki rumah sakit dari tujuh desa itu dan desa ini juga yang menerima semua pasien kecelakaan lalu lintas.
Karena itulah mereka selalu kebanjiran pasien..
Saat sedang sibuk sibuknya,perawat di IGD mendapat telepon darurat lagi..
Ia lalu membuat pengumuman...
5 menit lagi akan datang pasien kecelakaan lalu lintas,korbannya 2 orang pria dewasa..
Dong Joo bersiap karena Ha Na sepertinya sedang kerepotan.
Tidak lama,tandu pasien memasuki ruang IGD.
Ada dua orang yang masuk dan sama sama berlumuran darah.
Namun yang satunya tidak sadarkan diri karena lebih parah.
Dokter,dokter tolong selamatkan aku lebih dulu.
Pria yang pertama masuk dan masih sadar minta di layani lebih dahulu,tapi dari penglihatan Dong Joo ia hanya terkena luka ringan dan sepertinya tulang tangan kanannya patah.
Dong Joo meminta perawat menangani pria itu dan meronsen tangannya setelah itu di berikan gips.
Dong Joo lalu berpindah pada pasien yang di belakangnya.
Pasien itu mendapat memar biru di dada akibat benturan yang kuat,tanda vitalnya juga kurang baik.
Tidak berapa lama pasien itu terkena henti jantung.
Dong Joo memindahkan pasien itu ke ruang hybrid dan memompa jantungnya,setelah denyutnya kembali,Dong Joo segera melakukan CPR.Denyut nadinya akhirnya kembali.
Pasien harus segera di operasi karena banyak pendarahan yang terjadi di dalam tubuhnya.
Jantung pasien ini bengkak dan harus segera di bedah agar kembali normal.
Dong Joo mulai memberi perintah..
Siapkan ruang operasi sekarang...
Saat ranjang pasien itu hendak di dorong ke ruang operasi,pasien yang pertama tadi membuat keributan dengan menghentikan ranjang pasien itu.
Perawat mulai kesal.
Tolong menepi pak,pasien ini sedang kritis.
Dia harus segera di operasi.
Hei!!
Aku ini walinya,dia adalah budakku!
Aku tidak memberi izinku untuk mengoperasinya,bukankah aku yang lebih dulu datang.
Kenapa kalian tidak merawatku dan mengutamakanku!
Hidup budak ini tidak ada harganya sama sekali!
Dong Joo mulai geram,apa lagi melihat kaum yang lemah di tindas seperti ini.
Dimana ia menganggap nyawa manusia tidak ada harganya hanya karena status sosial.
Tuan,di rumah sakit terutama di IGD pasien yang di utamakan adalah pasien yang dalam keadaan kritis dan membutuhkan pertolongan.
Bukan maksud mendiskriminasikan,anda boleh saja datang lebih dahulu tapi kondisi pasien ini lebih gawat dan harus di tangani lebih dulu.
Sekalipun anda tidak memberi izin,aku akan tetap mengoperasinya karena sebagai seorang dokter tugasku adalah menyelamatkan pasien dan bukan menunggu izinmu.
Kalaupun dia budakmu tapi dia juga manusia dan berhak mendapat perawatan.
Kami bukannya mengabaikanmu,tapi keadaanmu jauh lebih baik di banding pasien ini,juga ada perawat yang akan merawatmu.
Jadi tolong,berikan kami jalan tuan..
Tidak akan!!
Pria itu bersikeras dan tetap keras kepala menahan pasien.
Cepat pindahkan dia ke ruang operasi sekarang!!
Dong Joo tetap mengkomandoi para perawat itu untuk membawa pasien ke ruang operasi.
Dan mengabaikan pria keras kepala itu..
Tapi pria itu malah mengamuk.
Jika kalian berani maju selangkah lagi,aku akan menuntut kalian dan melawan kalian di meja hijau!
Aku ini orang yang kaya dan koneksiku juga banyak!
Jika aku bertindak rumah sakit ini bisa saja di tutup!!
Budak itu adalah milikku,dan sebagai walinya aku tidak akan membiarkan kalian mengoperasinya!
Dong Joo sudah mengepal tangannya dan ingin sekali menghajar pria itu.
Tepat saat itu,pertolongan datang..
Suara ribut ribut itu memancing Ah Young,Ha Na,In Joo dan Ah Ra untuk datang.
Laporkan saja!!!
Pria itu berbalik dan melihat ke arah Ah Young yang bicara padanya.
Laporkan saja tuan,dan aku juga akan menjadi pengacara untuk budakmu ini!
Aku adalah pengacara di Seoul!
Aku akan menuntutmu karena masih memperbudak manusia di masa kini yang jelas jelas melanggar hak asasi manusia,kau juga membuat orang lain bisa kehilangan nyawa dan masuk kategori pembunuhan berecana,juga mengganggu dan mengacau di rumah sakit ini yang jelas layanan masyarkat!
Aku bisa menjeratmu dengan pasal berlapis dan kau bisa menghabiskan sisa hidupmu di penjara!!
Ah Ra juga ikut buka suara..
Bukan cuma kakakku ini,tapi ayahku juga pengacara hebat di Seoul sana.
Kau tidak akan bisa menang!
Yang terakhir Ha Na..
Asal kau tahu juga,ayahku adalah pengacara angkuh yang menjadi pengacara terhebat di Seoul,ayahku adalah Hyun Jung Hwa!!
Jika hanya manusia rendahan sepertimu,hanya akan menjadi sasaran renyah ayahku!!
Karena di kelilingi wanita yang menyeramkan itu,juga ancaman yang bertubi,nyali pria itu akhirnya menciut.
Melihat hal itu,pasien yang kritis itu segera segera di bawa ke ruang operasi.
Dong Joo menatap tajam pria itu sambil berlalu..
Karena terbilang serius,Ah Young akan tetap membawa kasus ini ke pengadilan nantinya.
Pria itu akhirnya resah dan merasa takut.
Operasi itu berjalan dengan lancar.
Dong Joo berhasil menyelamatkan pria itu.
Saat seseorang merasa menggenggam kekuasaan di tangannya dan merasa bisa semena mena dengan hal itu.
Ia lalu melupakan nurani dan keberadaan tuhan.
Kekuasaan yang hanya sementara dan titipan,juga hanya seujung jari itu ia sombongkan.
Iblis jahat pasti sudah merantai jiwa manusia yang miskin akan iman itu.
Tapi sang pencipta tidaklah buta,orang orang yang teraniaya oleh para pecundang itu akan mendapat balasan yang setimpal.
Ia akan menuai apa yang ia tanam.
Kebenaran hanya menunggu waktu untuk beraksi sementara ketidakadilan menindasnya.
Tanpa di sadari,langkah kita akan selalu di sertai oleh campur tangan tuhan jika memang sudah waktunya keadilan itu bangkit.
Di meja hijau hari ini,kakek tua itu mendapat uluran tangan tuhan dengan kehadiran Jung Hwa,Fernando dan Dae Ho yang membelanya.
Di rumah sakit sekarang,bala bantuan sudah disiapkan jauh hari oleh tuhan untuk membantu budak itu,kehadiran Dong Joo,Ah Young,Ha Na,Ah Ra dan juga In Joo sudah di siapkan untuk memberi keadilan pada pria itu.
Hari ini ia akan mendapat pembebasan sebagai budak.
Dan bagi yang jahat dan yang menindas akan menerima hukuman di dunia ini sesuai hukum yang berlaku sebelum menerima hukuman di akhirat nanti yang akan abadi dan membuat mereka menyesali semua tindak tanduknya di dunia dahulu.