
Yun Hee bersiap pergi ke toko kuenya lagi hari ini,tapi ia menyempatkan untuk menyiapkan suaminya terlebih dahulu.
Yun Hee sedang mengancing kemeja Jung Hwa di kamar.
Jung Hwa senyum senyum melihat wajah berseri istrinya.
Yun Hee,kau cantik sekali.
Terima kasih,tapi aku tidak punya uang untuk membayar kata kata gombalmu.
Jung Hwa tertawa geli,kejujurannya malah di anggap gombalan oleh istrinya.
Yun Hee baru ingat,tadi pagi saat mandi ia sudah tidak datang bulan lagi.
Em,haruskah aku beritahu pada Jung Hwa kalau periode menstruasiku sudah selesai?
Tapi bagaimana kalau dia mengira aku menginginkan 'Itu' jika aku memberitahunya.
Aku pasti mau sekali,tapi jika tidak memberi tahunya kasihan juga ia sudah menunggu selama ini.
Jung Hwa,em sebenarnya...
Yun Hee berhenti mengancing baju Jung Hwa,ia menengadahkan kepala ke atas,Jung Hwa juga menatap heran Yun Hee menunggu jawaban.
Aku sudah selesai menstruasi..
Jung Hwa langsung tersenyum dan menangkap maksud Yun Hee.
Jung Hwa lalu melirik jam tangannya.
Em,aku rasa masih punya cukup waktu.
Aku juga tidak ada janji temu dengan klien.
Baiklah...
Yun Hee kebingungan dengan omongan Jung Hwa.
Jung Hwa langsung mencium lembut bibir Yun Hee.
Jung Hwa menyedot seisi bibir dan lidah Yun Hee.
Sepertinya sekarang Yun Hee tahu maksud dari omongan Jung Hwa tadi.
Bercinta di pagi hari...
Itulah misi khusus pagi ini dengan waktu yang terbatas.
Yun Hee dan Jung Hwa bercinta penuh gairah pagi itu walau harus berkeringat lagi dan berantakan.
Tapi hal itu membuat hubungan mereka semakin erat dan hangat.
___________________
Jung Hwa terus tersenyum mengingat yang terjadi tadi pagi.
Istriku,aku benar benar berharap jam cepat berputar,waktu lekas berlalu dan kita berada di rumah.
Aku benar benar ingin segera bertemu denganmu.
Tidak jauh berbeda yang juga sama sakaunya seperti Jung Hwa.
Yun Hee terus tersenyum sambil memixer adonan kue.
Akhirnya aku dan Jung Hwa melakukannya dengan sadar dan dalam keadaan saling mencintai bukan lagi karena mabuk.
Dada Jung Hwa benar benar....
Yun Hee menutup mata sambil tersenyum malu malu mengingat sejengkal ingatan tentang postur dan lekak lekuk tubuh Jung Hwa.
Saat sibuk di dapur tokonya,karyawan Yun Hee memanggilnya keluar karena ada orang yang ingin bertemu dengannya.
Yun Hee berhenti melakukan pekerjaannya dan segera keluar untuk menemui pria itu.
Rupa rupanya orang yang sudah menunggu dan ingin bertemu dengannya adalah pria yang waktu itu ia tolong saat kecelakaan.
Paman.....
Yun Hee dengan wajah ceria menyapa pria itu.
Pria itu juga tersenyum ramah pada Yun Hee.
Usut punya usut ternyata pria itu Kang Ki Hon,ia adalah pengusaha properti terbesar di Seoul.
Yun Hee tentu terkejut saat tahu tentang itu melalui kartun nama yang di berikan oleh pria itu.
Wah,paman ternyata orang hebat.
Ah,biasa saja.
Aku juga manusia biasa sepertimu.
Paman rendah hati sekali,jadi ada apa paman kemari?
Aku ingin berterima kasih dan menawarkanmu gedung yang lebih luas untuk usahamu agar lebih sukses dan di kenal orang.
Jadi pemasaran kue kuemu akan lebih maju dari sekarang.
Yun Hee tersenyum getir,ia tentu tidak menginginkan itu semua.
Yun Hee menolak pemberian orang dengan halus dan lemah lembut seperti biasa.
Paman,maaf tapi ini sudah cukup untukku.
Gedung ini juga milik suamiku dan setiap sudut ruangan ini memiliki uraian kerja keras dan bercak usaha kami.
Jadi aku dengan berat hati menolak tawaran paman.
Lagi pula aku tulus menolong paman dan memang tidak mengharapkan balasan sepeser pun.
Jadi lebih baik gedung yang paman tawarkan berikan untuk orang lain yang lebih membutuhkan.
Pria itu sungguh takjub dengan budi pekerti yang di miliki oleh Yun Hee.
Ia tidak menyangka gadis sebaik dan secantik itu juga memiliki budi yang luhur.
Nak,menemukan orang sepertimu di zaman sekarang benar benar sesuatu.
Tidak semudah itu bertemu orang yang jujur dan setulus dirimu.
Aku malu pada diriku sendiri yang berniat mengukur segalanya dari materi dan bukannya menghargai ketulusanmu.
Nak,aku harap kau tidak tersinggung akan maksud dan tujuanku datang kemari.
Aku hanya berniat baik untuk membalas kebaikanmu dan bukannya merendahkanmu.
Tidak..tidak paman,aku tidak tersinggung sedikitpun.
Aku tahu paman punya maksud baik,paman jangan merasa bersalah dan terbebani.
Aku benar benar harus membayar hutang budiku.
Em,tidak harus sekarang paman.
Jangan terburu buru juga,suatu saat aku pasti membutuhkan bantuanmu.
Hem,baiklah kalau memang itu maumu.
Melihat jari manis di tanganmu itu,kau sudah menikah ya?
Eh ini?
Yun Hee memegang cincin pernikahan yang tersemat manis di tangan kanannya.
Iya,aku sudah menikah.
Suamiku seorang pengacara paman.
Telinga pria itu langsung berdenging mendengar suami Yun Hee adalah pengacara.
Kebetulan ia sedang mencari pengacara untuk melawan dan menangani kasus penipuan yang menimpanya sekarang.
Kasus yang di dalangi oleh pria jahat penipu kelas kakap yang merupakan klien fernando sekaligus pria yang dulu menyuap hukum yang membuat orang tua Yun Hee di penjara.
Pria jahat,licik dan penipu kelas kakap itu bernama Song Sung Hon.
Akhirnya waktu pembalasan itu tiba.
Kau bilang suamimu pengacara kan?
Iya paman,tapi karirnya sedang anjlok karena skandal yang menimpanya padahal sebelumnya ia adalah pengacara hebat dan handal.
Sekarang ia sedang bekerja keras agar bisa jaya seperti dulu.
Biarkan aku memakai jasanya kalau begitu.
Aku memang sedang mencari pengacara untuk membantuku,aku yakin suamimu pasti bisa menolongku.
Terlebih ia memiliki istri hebat seperti dirimu,jadi ia juga pasti seseorang yang bisa aku andalkan.
Ya tuhan,apa ini jawaban atas segala doaku?
Terima kasih,akhrinya Jung Hwa di beri kesempatan menangani kasus besar lagi.
Semoga ia bisa memenangkan kasus besar ini dan berjaya kembali.
Terima kasih paman,telah mempercayakan suamiku untuk membelamu.
Aku yakin ia tidak akan mengecewakanmu.
Yun Hee memberi kontak Jung Hwa juga memberi kartu nama Jung Hwa.
Pria itu segera pergi dan menuju firma hukum tempat Jung Hwa berada.
Jung Hwa sedang berada di ruangannya ketika pria itu masuk.
Saat melihat kedatangan pria itu Jung Hwa segera berdiri dan memberi hormat.
Jung Hwa jelas mengenal pria hebat itu.
Silahakan duduk tuan.
O..baiklah..baiklah...
Jung Hwa dan pria itu segera berjabat tangan sebelum saling duduk di kursi masing masing.
Jung Hwa tidak percaya bisa didatangi pria hebat ini.
Seorang pengusaha properti besar yang sangat sukses dan berkelas internasional.
Maaf sebelumnya,tapi apa yang membawa orang sibuk seperti anda menyempatkan diri untuk datang kemari?
Apa ada yang bisa aku bantu?
Sebenarnya aku bisa sampai disini karena istrimu Yun Hee?
Eh...Yun Hee?
Bagaimana anda bisa mengenalnya dan membuat anda sampai kemari?
Pria itu memutuskan menceritakan rentetan ceritanya yang membuatnya bisa mengenal Yun Hee dan membawanya sampai datang kemari untuk menangani kasusnya.
Dari cerita itu Jung Hwa bisa menyimpulkan ini semua karena perbuatan mulia istrinya.
Karena tangan Yun Hee yang ringan dan suka membantu orang,juga ketulusannya yang tidak mengharapkan imbalan kini ia mendapat berkah dan kesempatan untuk menangani dan di percaya untuk menjadi pengacara yang membela kasus yang sedang menimpa pria ini.
Jadi bagaimana?apa kau tertarik untuk menangani kasusku?
Tapi tuan,tuan tahu sendiri kan..
Nama buruk dan skandalku yang sudah beredar?
Apa tuan benar benar yakin akan mempercayakanku sebagai pengacaramu?
Aku takut mengecewakanmu,aku yakin orang orang akan meremehkan dan merendahkanmu karena memilih pengacara sepertiku.
Kau bisa saja menyewa pengacara paling hebat sekalipun dengan semua uangmu.
Nak,percaya dirilah.
Setiap manusia tentu pernah mengalami hal buruk yang menimpa hidupnya satu atau dua kali.
Tapi kau harus tetap kuat dan bertahan agar bisa mengatasinya.
Saat manusia terlahir kedunia sebagai kertas putih tanpa noda maka dunia yang kejam dan keras ini akan mengukir tintanya untuk mencoret kertas putih kehidupan itu sehingga berwarna dan beragam.
Kadang ada kesalahan dalam penulisan itu,walau di hapus akan tetap membekas namun jangan patah semangat tapi tulislah di paragraf baru dan jadikan kesalahan itu sebagai pelajaran hidup yang berarti.
Jangan merasa rendah diri dan selalu terpuruk karena setelah pekat malam menguasai maka akan ada masa dimana malam berganti dan mentari menyinari dunia lagi.
Kau harus bangkit seperti matahari itu.
Mengerti??
Jung Hwa terharu,matanya bahkan berkaca kaca.
Ternyata Yun Hee memang bukan pembawa sial tapi ia adalah dewi keberuntungan di hidup Jung Hwa.
Kebaikannya membawa banyak berkah dan pelajaran berarti untuknya.
Terima kasih Yun Hee,kau adalah istri terhebatku.
Dan kau adalah cahaya harapan hidupku.
Baiklah tuan,aku akan menangani kasus ini,aku akan berusaha untuk tidak mengecewakanmu.
Peracayalah padaku.