THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
MENANG



Jung Hwa selaku ayah Ha Na juga pengacara keluarga korban sudah bertemu langsung dengan keluarga korban kecelakaan lalu lintas itu.


Ia juga sudah mendengar kesaksian dan kronologi kejadian kecelakaan itu dari orang tua korban.


Ha Na juga ikut bersaksi atas apa yang ibu pelaku lakukan yang mencoba mengintimidasi keluarga korban dengan kekuasaan suaminya.


Walau pihak pelaku melalui walinya sempat ingin berdamai saja dan meminta di selesaikan lewat jalur kekeluargaan tapi si ibu korban tetap menolak.


Ia ingin hal ini tetap di proses secara hukum agar adil dan tidak timpang tindih dan hanya memihak pada kaum berada.


Jika ia memilih berdamai dan menerima sejumlah uang,sama saja ia menukar kematian anaknya dengan harga dari uang tersebut.


Si ibu korban juga sangat menyayangkan sikap ibu pelaku yang tetap keras dan angkuh juga menganggap kematian puteranya tidak berarti apa apa.


Ibu si korban bicara lirih pada Jung Hwa.


"Pak pengacara,aku bukannya ingin menghancurkan masa depan anak itu atau menumpahkan kekesalanku pada orang tuanya dengan ikut membalas membuat puteranya hancur dengan di penjara.


Tidak...tidak,bukan itu mauku yang sebenarnya walau memang aku menyimpan dendam pada mereka.


Yang aku inginkan adalah anak itu menyadari kesalahannya dan tidak mengulangi perbuatannya lagi agar tidak ada anak anak lain yang tewas mengenaskan seperti anakku.


Jika si pelaku lolos dari hukum dan merasa selamat karena hukum yang timpang,aku yakin jika kedua kalinya ia berbuat salah seperti ini,ia akan lebih santai karena merasa kebal hukum dengan bantuan materi orang tuanya.


Setelah itu jika ia mengulangi lagi kesalahannya untuk yang ketiga,keempat dan seterusnya sudah tidak ada lagi perasaan iba dan takutnya karena ia sudah terbiasa.


Ia akan tumbuh menjadi pria tanpa perasaan dan kejam karena ulah orang tuanya yang terlalu memanjakannya dan tidak mengajarkan rasa tanggung jawab setelah bersalah akan sesuatu.


Jung Hwa mengerti maksud perkataan ibu itu.


"Iya nyonya,aku mengerti maksud anda.


Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk memperjelas maksud anda..


Kita harus berjuang bersama demi keadilan untuk puteramu.


Walau tidak mudah,kita akan tetap maju.


Di pihak lain..


Ayah dan ibu pelaku juga sedang berkoordinasi dengan Jae Ha di kantornya.


Orang tua pelaku memohon agar Jae Ha bisa menyelamatkan anaknya dari jerat hukum.


Tapi melihat bukti dan si korban yang juga meninggal karena ulah anaknya hal itu tentu agak sulit untuk Jae Ha.


Di tambah keluarga korban juga menolak itikad baik untuk berdamai.


Jae Ha tidak bisa menjanjikan apa apa.


Namun ia akan tetap berusaha sebaik mungkin.


Jae Ha juga tidak tahu jika lawannya nanti adalah Jung Hwa.


Kedua pengacara hebat itu akan beradu di meja hijau.


Jae Ha merasa agak terbebani karena si pengusaha sangat memohon untuk membela dan menyelamatkan anaknya dari hukum.


Ayah pelaku juga bersedia membayar berapapun itu.


Jae Ha yang sedang bingung di ruangannya lalu di datangi oleh tunangannya.


Tok...tok..tok


Masuk.....


Tidak lama,Hoang Ah tunangannya masuk sambil membawa secangkir teh.


Jae Ha tersenyum sambil menatap Hong Ah.


"Terima kasih ya..


Hong Ah tersenyum dan duduk sebentar di ruangan itu tepatnya di hadapan Jae Ha sekarang ini.


"Ada apa?


Kenapa fikiranmu kalut begitu Jae Ha?


Apa masalah serius??


Jae Ha menghembuskan nafas berat.


"Yah,begitulah.


Masalah klienku.


Dia minta aku meloloskan puteranya dari hukum sementara puteranya sudah jelas bersalah dan menghilangkan nyawa seseorang.


Jika keringanan hukuman mungkin bisa aku usahakan.


Tapi ini,ia meminta nama anaknya bersih dari kasus hukum.


Aku benar benar pusing di buatnya.


Hong Ah menaruh kedua tangannya di atas meja.


"Hei,lakukan saja sebisamu.


Jangan terbebani begitu.


Kau pengacara,bukan Tuhan yang bisa menghapus dosa seseorang.


Jika kau membelanya terlalu jauh,kau juga akan salah.


Ini bukan kasus korupsi atau pencemaran nama baik.


Tapi kasus pembunuhan yang telah menyebabkan nyawa seseorang melayang.


Jika kau berusaha terlalu keras dan memenangkannya kau bisa saja di kutuk oleh penderitaan arwah yang tidak mendapat keadilan itu.


Kita boleh saja pengacara,tapi kita juga harus punya rasa kemanusiaan.


Kau harus ingat itu..


Kata kata tunangannya membuat Jae Ha senang dan bersemangat kembali.


Jae Ha lalu mengecup kening Hong Ah.


"Terima kasih Hong Ah.


Keberadaannmu di sisiku benar benar membantu.


Jika kau tidak ada,mungkin aku sudah kebingungan sekarang


"Iya,sama sama Jae Ha.


Sebagai imbalan,malam ini kau harus mengajakku makan makanan yang enak ya.


"Tentu saja,sudah lama kita tidak pernah berkencan karena sibuk bekerja.


Jae Ha,mengelus pipi kanan Hong Ah dengan lembut.


Jae Ha merasa sangat beruntung bisa memiliki Hong Ah.


Baginya tidak ada wanita yang lebih baik lagi daripada Hong Ah.


Cinta masa kecilnya bisa menjadi cinta di masa dewasa yang sangat indah.


Terlebih,keluarga mereka juga sudah saling mengenal dan mendukung.


Hanya menunggu waktu yang tepat saja hingga mereka menuju ke jenjang yang lebih serius


Setelah beberapa hari berlalu dan berkas berkas persidangan juga sudah siap.


Keluarga pelaku dan korban kecelakaan itu mulai memasuki persidangan pertama.


Jae Ha dan Jung Hwa juga kaget saat bertemu di ruang ganti sebelum memasuki ruang persidangan.


"O..paman...


"Eh,Jae Ha..


Kau????


Jae Ha bisa menerka apa yang ingin di sampaikan Jung Hwa.


"Iya paman,aku di tunjuk sebagai pengacara pihak pelaku terdakwa Yoon Won Joon.


Jung Hwa tidak tahu harus berekspresi bagaimana.


Bagaimanapun ia sempat berhutang budi pada Jae Ha karena telah menyelamatkan Ha Na.


Namun ia juga harus profesional,hari ini dan diruangan ini mereka bertemu sebagai lawan di meja hijau.


"Hem,kalau aku sebagai pengacara pihak korban Park Jung Woo.


Karena lebih tua dan senior,Jung Hwa mencoba memberikan kata kata bijak pada pertemuannya dan Jae Ha itu.


"Jae Ha,disini kita adalah sesama pengacara yang berkewajiban membela pasien kita.


Kita harus profesional dan tidak boleh terbawa perasaan pribadi.


Di luar pekerjaan,kau tetap orang berjasa yang sudah menyelamatkan puteriku.


Jadi mari tetap jaga hubungan baik kita apapun hasilnya.


Jae Ha mengerti maksud perkataan Jung Hwa.


"Iya paman.


Aku mengerti.


Kita harus menjujung tinggi profesionalis kerja.


Jae Ha lalu mengulurkan tangannya dan mengajak Jung Hwa berjabat tangan.


Jung Hwa segera menyambutnya.


Jae Ha tidak tahu juga jika Ha Na akan hadir dalam sidang ini sebagai saksi.


Baiklah


Kedua pengacara telah memasuki ruang sidang dan duduk menemani di samping klien kubu masing masing.


Saat Jae Ha sudah duduk di kursinya.


Ia melihat Ha Na...


Kenapa dokter wanita itu juga ada di sini?


Apa perannya?


Apa dia saksi??


Ha Na juga menyadari kahadiran Jae Ha.


Ha Na sedikit menunduk dan memberi hormat sambil tersenyum.


Jae Ha ikut menunduk juga..


Jae Ha lalu fokus lagi pada agendanya.


Kubu korban mulai membaca dakwaan.


"Saya selaku pengacara dari keluarga korban kecelakaan lalu lintas yang menghilangkan nyawa Park Jung Woo atas perbuatan saudara Yoon Won Joon.


Terdakwa terbukti melanggar rambu lalu lintas dan mengakibatkan seorang pejalan kaki tewas.


Rekamam cctv di jalan juga kamera dari mobil korban sudah menjadi bukti yang jelas dan cukup untuk mendakwa terdakwa Won Joon.


Terdakwa duduk sambil menunduk dan penuh peyesalan di kursi panas itu.


Ibu korban mulai menyampaikan keinginannya terkait terdakwa pembunuh anaknya.


"Pak hakim dan jaksa yang terhormat.


Saya selaku ibu dari Park Jung Woo menolak itikad damai dan juga kompensasi dari pihak lawan.


Saya ingin anak itu menerima hukuman yang sepantasnya atas perbuatannya.


Pihak Jae Ha mulai memberi pembelaan.


"Baiklah,aku akan mulai memberi pembelaan untuk klienku.


Dari data yang aku himpun juga berdasarkan catatan medis.


Pasien saat sampai di rumah sakit masih dalam keadaan bernyawa.


Pasien sekaligus korban meninggal karena tiba tiba jantungnya berhenti berderak karena memiliki riwayat jatung yang lemah.


Ha Na kaget karena Jae Ha memanfaatkan kondisi medis pasien..


Jadi di sini,kami mengakui jika klien saya memang menjadi orang yang menyebabkan kecelakaan tapi ia tidak menyebabkan pasien itu meninggal.


Pasien meninggal karena masalah jantung yang memang ia idap bahkan sebelum kecelakaan ini.


Jadi di sini kami berniat meminta keringanan hukuman atas kasus ini.


Dakwaan pembunuhan adalah tidak ada benarnya,jadi tersangka sekaligus klien harusnya hanya di dakwa karena melanggar lalu lintas.


Dan lagi semua biaya pengobatan telah di tanggung oleh pihak tersangka.


Karena itu masalah pembunuhan tidaklah pantas di tujukan untuk klien kami.


Kubu Jung Hwa kaget mendengar pembelaan kubu lawan.


Terlebih Ha Na.


"Walau tanpa riwayat jantung yang di miliki pasien ia tetap akan meninggal karena luka berat yang di milikinya.


Aku tidak boleh membiarkan kesalahpahaman ini terjadi.


Aku harus menunjukkan kebenarannya.


Ibu korban terlihat marah dan sedih di ruang sidang itu.


Ia membuat keributan dengan amarahnya..


"Apa yang kau katakan hah!!!


Jika saja klienmu tidak menabrak anakku maka ia tidak perlu mengalami masalah akan jantungnya.


Klienmu itu yang memicu kematian anakkku!!


Hakim meminta ibu korban untuk tenang.


Sang suami membawanya kembali ke kursi dan giliran saksi lain memberi kesaksian.


Saksi itu adalah Ha Na.


Ha Na juga melihat jelas orang tua pelaku tersenyum seakan kemenangan akan menghampiri mereka.


Ha Na di persilahkan memberi kesaksian.


"Saya Hyun Ha Na,selaku dokter yang menangani korban Park Jung Woo saat di rumah sakit.


Dari arahan tuan Jae Ha tadi yang mengatakan seolah korban tewas karena masalah riwayat jantung lemah adalah salah.


Tanpa penyakit jantung itupun,korban tidak akan bisa selamat.


Semua yang ada di ruang sidang menjadi tegang.


"Tuan Jae Ha hanya membaca riwayat medis pasien tapi aku adalah dokter yang menangani Park Jung Woo dan tahu semua diaknosisnya dari hasil pindai CT dan ronsen yang sempat di lakukan secara menyeluruh.


Ha Na mengeluarkan hasil CT scan dan ronsen pasien itu dan membacakan hasilnya.


Dari hasil pindai CT ini bisa di lihat bahwa area perut korban mengalami pendarahah hebat.


Limpanya pecah juga terjadi pendarahan di area sekitar ginjal.


Juga dari hasil CT scan kepala,pembuluh darah Aoerta pasien pecah.


Dari pecahnya pembuluh darah itu saja sudah bisa di pastikan keadaan pasien sangat terancam di tambah lagi pendarahan di area lain.


Gagal jantung yang di alami pasien di picu oleh banyaknya pendarahan itu sehingga jantung tidak bisa memompa darah dengan stabil dan terjadilah hal yang tidak di inginkan.


Jadi tanpa riwayat jantung lemahpun korban akan tewas karena kecelakaan maut itu.


Jadi jangan seolah terbutakan sesuatu tanpa asumsi yang benar.


Ha Na menatap Jae Ha tajam.


Jae Ha juga jadi tidak enak dan entah kenapa merasa terintimidasi oleh tatapan Ha Na.


Ha Na melanjutkan paparan terkahirnya


"Pak jaksa dan hakim yang terhormat.


Mari kita buat urutan kecelakaaan ini.


1.Pasien di tabrak


2.Pasien mengalami pendarahan di perut dan kepala


3.Pasien terkena gagal jantung


4.Pasien meninggal


Dari urutan itu jika saja pasien tidak di tabrak maka ia tidak akan mengalami pendarahan,gagal jantung dan tewas.


Jadi tolong berikan keputusan yang seadil adilnya pak hakim dan pak jaksa.


Ha Na turun dari tempat memberi kesaksian itu.


Orang tua korban mulai cemas.


Hakim dan Jaksa juga sedang berunding.


Lalu saat itu terdakwa Won Joon angkat bicara.


Ia meminta izin untuk mengatakan sesuatu..


Hakim dan Jaksa mengizinkan dan mempersilahkannya.


"Pertama tama,aku ingin minta maaf pada keluarga Park Jung Woo.


Aku minta maaf,karena telah membuat anak kalian tewas.


Dan aku mengakui kesalahanku.


Tapi di sini ada yang ingin aku tegaskan pada orang tuaku.


Terdakwa lalu menghadap orang tunya.


Isteri pertama ayahnya juga hadir di persidangan itu.


"Sebenarnya hari itu aku buru buru sampai tidak mematuhi rambu lalu lintas karena mengetahui kebenaran yang sangat menyesakkanku bukan karena mengejar kelas kuliah.


"Ayah,Yung Mi anak ayah dari isteri pertamamu bukankah lahir bersama sama denganku hari itu juga?


Si ayah menjawab


"Iya nak,itu betul sekali


Lalu si anak mengumpulkan segenap tenaga untuk mengungkap kebenaran yang di ketahuinya.


"Ayah,aku adalah anak dari isteri pertamamu.


Ibu menukarku dengan Yung Mi saat di lahirkan!


Apa!!!!!


Sang ayah terkejut bukan main.


Para ibu juga terkrjut.


Won Joon mengetahui itu semua dari perawat yang menukarnya dahulu.


Perawat itu merasa bersalah dan menemui Won Joon untuk memberi tahu semuanya.


Won Joon lalu bicara pada ibunya.


"Ibu,terima kasih kau telah sangat menyayangiku walau aku bukan anak kandungmu.


Kau memperlakukanku dengan baik dan memanjakanku.


Tapi caramu salah.


Karena ayah menginginkan penerus putera bukan berarti kau boleh melakukan hal keji seperti itu.


Kau bahkan tidak peduli pada Yung Mi yang sudah jelas anakmu dan membiarkannya di besarkan tanpa kasih sayangmu.


Ibunya menangis dan menyesal mendengar perkataan Won Joon.


Lalu Won Joon juga minta maaf pada ibu kandungnya.


"Ibu,maaf saat mengetahui ini kau harus melihat puteramu dalam keadaan memalukan.


Tapi setidaknya sekarang kau tahu,jika aku adalah anakmu.


Ibu kandungnya menangis dan berlari memeluk puteranya.


Seisi ruang sidang menjadi penuh haru.


Ayah Won Joon juga minta maaf dan menyesali perbuatannya pada para isteri dan anaknya.


Karena terobsesi ingin mendapatkan seorang putera ia membuat isteri keduanya gelap mata dan menukar bayinya.


Isteri kedua juga menderita karena di duakan.


Anak anaknya juga sedih dan hancur karena masalah ini.


Tapi putusan hukum tetap berjalan.


Won Joon di kenali hukuman 12 tahun penjara.


Won Joon menerima putusan itu dengan lapang dada.


Pihak Jung Hwa memenangkan persidangan itu.