
Pagi pagi sekali rumah Dae Ho sudah di ketok ketok.
Dae Ho masih tertidur dan terpaksa bangun dengan mata yang masih berat dan wajah yang kusut.
Ia melihat jam dan baru jam 6.
Aishhh..siapa yang bertamu pagi pagi begini.
Apa di rumahnya tidak ada jam..
Sssshhhhhhh...
Dae Ho terpaksa bangun dan melangkah untuk membukakan pintu..
Sebentar.....
Saat pintu terbuka,Dae Ho sekali lagi mengucek matanya.
Di hadapannya ada Yun Hee dan Jung Hwa..
Eiy...apa tidak salah?
Apa ini mimpi??
Oppa...ini bukan mimpi.
Ini benar benar aku dan Jung Hwa.
Jung Hwa mencoba tersenyum dan melambaikan tangan pada Dae Ho.
Hai.....
Dae Ho langsung menarik tangan Yun Hee dan membawanya ke dalam.
Sementara Jung Hwa masih tertinggal di luar.
Hei...apa kau sudah gila?
Kenapa membawa psikopat gila itu kemari?
Eiy..oppa jagan bicara begitu.
Dia sudah sadar dan ingin berubah,dia bahkan meminta maaf padaku semalam.
Dan sekarang dia ingin minta maaf padamu atas semua kesalahannya.
Tidak..tidak bisa..
Aku tidak mungkin memaafkannya..
Oppa....
Apa????????
Melihat mata Yun Hee yang memelas seperti kucing itu akhirnya Dae Ho luluh kembali..
Apa ini...
Kenapa mereka membiarkanku di luar?
Apa yang mereka bicarakan di dalam??
Tidak lama Dae Ho dan Yun Hee keluar..
Wajah Dae Ho masih agak angkuh...
Masuklah..kita bicara di dalam saja
Mereka duduk di ruang tamu.
Wah apa apaan ini,kenapa dengan pria itu.
Kenapa istriku malah duduk di dekatnya..
Padahal aku suaminya,harusnya ia duduk di dekatku.
Apa aku batalkan saja minta maaf padanya.
Jadi,ada apa kau kemari?
Hem,aku ingin minta maaf atas semua yang terjadi.
Aku akan memulai lembaran baru,semoga segala kesalahpahaman ini akan segera mereda.
Tapi,sebenarnya apa hubungan kalian??
Em,dia sudah seperti kakak laki lakiku Jung Hwa.
Dia selalu membantuku,kami sudah sepakat menjadi kakak adik..
Iya kan oppa..
Dae Ho menatap pada Yun Hee.
Hei..hei..kenapa kau langsung ketok palu dan berkata kita hanya kakak adik.
Aku menyimpan perasaan untukmu Yun Hee.
Tapi kau sudah memvonis seperti ini..
Ia,tentu saja.
Hem..kenapa sepertinya pria ini memiliki perasaan untuk Yun Hee ya.
Tapi baguslah,untung saja Yun Hee sudah menegaskan batas hubungan untuknya.
Tidak lama,Yun Hee dan Jung Hwa pamit untuk pulang..
Dae Ho merasa resah,ia takut kalau kalau Jung Hwa menjadi benar benar baik dan Yun Hee lalu jatuh cinta padanya.
ARggghhhhhh...kenapa aku begini??
Seharusnya aku senang dia jadi baik,kalau Jung Hwa jahat malah Yun Hee yang akan menderita dan tersiksa lagi...
Dae Ho malah di pusingkan dengan firasatnya sendiri.
Di rumah..
Yun Hee sudah membuat sarapan untuk Jung Hwa sebelum berangkat kerja.
Hari ini,kau mau di masakkan apa Jung Hwa?
Eh??emm..terserah saja,aku bukan tipe pemilih.
Baiklah,oh iya..
Bukankah kau menjual kue??
Oh itu,iya..
Aku menjual kue untuk mengisi kegiatan dan aku juga hobi memasak...
Yun Hee,aku akan berusaha menjadi suami yang baik.
Penghasilanku mungkin tidak sebagus dulu,tapi aku punya gedung kosong yang tidak terpakai.
Kau bisa menggunakannya untuk membuka toko kue.
Aku masih memiliki tabungan untuk membiayai renovasi dan dekorasi gedung itu..
Eh?????
Tidak..tidak usah repot..
Aku tidak ingin membebanimu Jung Hwa..
Tidak apa apa,bukankah sudah sepantasnya seorang suami mendukung minat istrinya..
Hei...Jung Hwa jadi baik seperti ini kenapa aku malah tidak enak??
Dia baik sekali,aku tidak sampai hati menolaknya.
Dan kenapa dengan wajah penuh senyum itu,aku fikir
Jantungku sepertinya bermasalah karena ketampanannya...
Hem,baiklah..
Terima kasih.
Aku akan membayarmu kembali jika usahaku berjalan lancar...
Hem..kalau begitu aku juga akan membayar atas sarapan yang kau buat..
Eiy..kenapa begitu??
Bagaimana bisa kau berfikir untuk membayar suamimu...
Yun Hee dan Jung Hwa lalu tertawa bersama..
Andai dari awal semua seindah ini dan di warnai tawa..
Jung Hwa,kau membuatku benar benar menginginkanmu sekarang...
Jung Hwa akan berangkat kerja,saat hendak berpamitan di depan pintu Yun Hee melihat dasi Jung Hwa yang mereng dan tidak rapi...
Ada apa Yun Hee??
Itu...
Biarkan aku membetulkannya..
Yun Hee langsung memasang ulang dasi Jung Hwa.
Jung Hwa berdebar seakan di persidangan kasus besar.
Yun Hee sangat dekat dengannya,aroma shampo Yun Hee juga tercium olehnya...
Wah,gadis ini..
Kau bahkan bisa membuatku jatuh hati walau hanya karena satu malam..
Yun Hee selesai memasang dasi Jung Hwa.
Saat ia mendongak ke atas di lihatnya jelas Jung Hwa sedang menatapnya..
Jung Hwa lalu tersenyum..
Terima kasih...
Yun Hee malu malu dan balas tersenyum..