
Ae Ri mengikuti setiap instruksi Dae Ho.
Sang pencipta juga menghendaki kelahiran bayi itu.
Tiba tiba saja hujan turun dengan derasnya saat bayi itu berhasil lahir kedunia.
Tangisannya tersamar suara hujan yang kuat..
Bayimu lahir Ae Ri.
Yun Hee yang sedari tadi memegang tangan Ae Ri,ikut bahagia dengan kelahiran bayi itu.
Ae Ri juga menangis bahagia di tengah hujan yang membara di malam itu.
Bayiku...
Dae Ho yang tangannya masih penuh darah membalut bayi itu dengan baju yang melekat di badannya.
Ia merasakan tegang,takut dan khawatir dalam satu waktu.
Untung saja bayi ini mau bekerja sama dan mengerti akan situasi genting yang semuanya hadapi.
Untuk pertama kalinya juga,Song Yi merasa kagum pada keberanian Dae Ho.
Boleh juga kau sebagai dokter,kali ini aku akui keahlian dan juga profesimu.
Kau dokter yang hebat Dae Ho.
Song Yi mulai kagum pada Dae Ho diam diam.
Bantuan lain juga mulai berdatangan,bayi ini sudah pasti pembawa keberuntungan.
Teman teman Song Yi mulai datang dan melawan para penyusup itu.
Abang Song Yi yang bekerja di unit pemadam kebakaran juga datang.
Sirine mobil pemadam kebakaran membuat penjahat itu mulai mundur karena takut.
Dengan bantuan seramai ini,Song Yi memberanikan diri untuk keluar dan ikut bergabung melawan.
Segala mukizizat datang seiring kelahiran bayi itu.
Akhirnya Ae Ri dan bayinya berhasil di evakuasi dan di bawa ke rumah sakit dengan ambulance.
Bayi itu sepertinya sehat dengat tangisannya yang lantang dan kuat.
Bayi perempuan itu sepertinya memang mirip seperti Song Yi.
Penyusup itu juga berhasil di ringkus.
Sial...sial..sial.
Pria yang merencanakan hal jahat ini yang tidak lain adalah Kang Ki Hon mengamuk sejadinya tidak jauh dari lokasi kejadian karena tidak berhasil mendapatkan Yun Hee.
Kenapa mereka begitu bodoh bisa sampai tertangkap.
Tapi keberuntungan memang sedang berpihak pada Yun Hee malam ini.
Mantan istri Ki Hon yang waktu itu menabraknya berhasil melacak keberadaan Ki Hon.
Mengetahui jika Ki Hon belum mati saat di tabraknya waktu itu dan sekarang sedang mengejar wanita lain lagi membuatnya benar benar marah.
Wanita itu jelas berada di belakang mobil Ki Hon.
Di tangannya sudah ada sebuah remot kecil yang menyambung pada bom waktu yang sudah terpasang di mobil Ki Hon.
******** brengsek,tamat riwayatmu malam ini.
Kau tidak berhasil mendapatkan gadis itu.
Boleh saja,kau kebal hukum.
Tapi kau tidak akan bisa lari dari kematian dua kali.
Tit....
Tanpa ragu,wanita itu menekan tombol bom waktu yang ada di tangannya.
Seketika mobil yang di dalamnya ada penjahat besar itu malah menemui ajalnya yang mengenaskan di tangan mantan istrinya sendiri.
Sudahlah tidak berhasil mendapatkan Yun Hee,ia juga harus meregang nyawa dengan cara yang mengenaskan.
BRAAAKKKKKKKKK...
Suara ledakan mobil Ki Hon sampai terdengar dari tempat Yun Hee.
Akhirnya balada penjahat itu tamat malam itu juga.
Yun Hee,Dae Ho dan Song Yi masih di depan ambulance yang perlahan pergi membawa Ae Ri dan bayinya.
Tidak lama ada seorang polisi yang menghampiri Yun Hee.
Maaf Nona Min Yun Hee??
Yun Hee berbalik dan menatap polisi yang bicara dengannya.
Iya,itu aku.
Ada apa pak?
Begini nona,apa betul suami anda pak Hyun Jung Hwa.
Iya betul,itu nama suamiku.
Yun Hee bingung dengan apa yang terjadi,Dae Ho dan Song Yi juga mulai fokus pada polisi itu.
Baiklah,aku harap anda kuat mendengar berita duka ini.
Suami anda mengalami kecelakaan mobil,kecelakaannya terbilang parah melihat kondisi mobilnya yang jatuh ke jurang dan terbakar.
Kami tidak menemukan mayatnya yang sepertinya sudah habis terbakar saat itu juga.
Yang tertinggal hanya tas yang berisi berkas berkas pak Jung Hwa.
Roh Yun Hee seakan keluar dari badannya mendengar berita kecelakaan Jung Hwa.
Ia langsung terduduk di atas jalan itu.
Tatapannya kaku dan kosong.
Walau ramai tapi keadaaan yang bising itu mendadak sunyi di telinganya.
Perlahan Yun Hee lalu meneteskan air matanya.
Dae Ho panik dan khawatir.
Ia langsung duduk di dekat Yun Hee dan mencoba menenangkannya.
Yun Hee..Yun Hee
Dae Ho mengguncang guncang badan Yun Hee agar sadar..
Yun Hee lalu menatap Dae Ho.
Suamiku?
Jung Hwa oppa,bukankah dia akan segera pulang.
Oppa!!!!!
Yun Hee lalu menjerit sambil menangis tidak bisa menerima kenyataan yang ada.
Dae Ho segera memeluknya dan ikut menangis.
Dasar brengsek,apa ini maksudmu menelfonku untuk menjaga Yun Hee waktu itu!!!
Kenapa kau malah pergi dengan cara seperti ini Jung Hwa!!!
Kenapa!!!kenapa!!!!
Yun Hee yang meringkuk di pelukan Dae Ho mengingat kembali masa masa indahnya bersama Jung Hwa yang sangat singkat.
Tawa Jung Hwa,kebaikan hati Jung Hwa,pelukan hangat Jung Hwa juga senyumnya tadi pagi saat berpamitan.
Semua tentang Jung Hwa terhambur dalam tangis pilu Yun Hee malam itu.
Bahkan Song Yi yang sekuat baja juga ikut menangis melihat penderitaan Yun Hee.
Malam yang dimana suka cita dan duka datang bersamaan.
Sukacita atas kelahiran anak Ae Ri dan duka atas kepergian selamanya Jung Hwa.
Esok harinya pemakaman Jung Hwa di gelar.
Rumah duka tempat pemakaman Jung Hwa ramai di penuhi para kerabat dan teman Jung Hwa.
Foto Jung Hwa yang tersenyum terpampang di altar duka.
Berita kematian Ki Hon juga sudah tersebar,tapi itu tetap tidak bisa membuat Yun Hee bahagia karena sudah kehilangan suaminya.
Dalam hati tentu saja Yun Hee mengutuk Ki Hon.
Karena dari hasil penyelidikan, orang suruhan Ki Hon lah yang membuat Jung Hwa terlibat kecelakaan maut itu.
Kang Ki Hon pantas mati dan membusuk di neraka.
Yun Hee tampak lesu dan matanya terus berair.
Ia tidak mau jauh dari altar kematian Jung Hwa.
Ia terus memandang foto Jung Hwa yang seakan tersenyum padanya.
Jung Hwa,kenapa secepat ini kau pergi?
Kenapa tidak kau bawa juga aku?
Sekarang aku harus hidup sebatang kara lagi.
Bagaimana bisa aku tinggal sendiri di rumah itu.
Yun Hee terus di landa kesedihan.
Ayah dan nenek Jung Hwa juga begitu adanya.
Mereka menyesali kepergian Jung Hwa yang begitu cepat.
Nenek masih berkaca kaca mengingat Jung Hwa kecil yang dulu ia urus.
Hingga Jung Hwa dewasa yang keras kepala.
Semua ingatan itu menghanyutkan nenek dalam lautan tangis yang tak bertepi.
Ayah Jung Hwa juga mengenang putra yang amat dia sayangi.
Dalam hati ia merenung dan mengingat juga mendiang istrinya yang sudah tiada.
Sayang,sekarang kau pasti sedang bersama Jung Hwa disana.
Kalian pasti sedang berbincang dan berbagi banyak cerita.
Tapi Jung Hwa,bagaimana dengan Yun Hee yang kau tinggalkan disini??
Dari luar,ayah Jung Hwa melihat nenek yang sedang memeluk Yun Hee.
Nak,sudah...
Jangan beratkan perjalanan terakhirnya...
Tapi nek,aku sudah tidak punya siapa siapa lagi.
Aku sendirian nek.
Hei,kenapa begitu.
Bukankah ada aku?
Walau Jung Hwa telah tiada,kau tetaplah cucuku Yun Hee.
Kau sudah menjadi bagian dari keluarga kami.
Tidak peduli keadaan seperti apapun.
Nenek......
Terimakasih...
Yun Hee kembali meraung menangis.
Setelah pemakaman itu,Yun Hee mengunjungi orang tuanya di penjara.
Orang tua Yun Hee belum tahu kabar kematian Jung Hwa sehingga mereka merasa aneh karena melihat Yun Hee hanya datang sendirian.
Yun Hee,mana suamimu?
Kenapa tidak ikut?
Hei,suaminya pasti sibuk bekerja sayang.
Tapi Yun Hee kenapa kau lemah begitu?
Orang tua Yun Hee tentu kaget dengan tampilan Yun Hee yang pucat dan kacau.
Air mata Yun Hee menetes kembali.
Ayah,ibu...
Jung Hwa sudah meninggal.
Ia terlibat kecelakaan dan tidak selamat.
Apa!!!!!
Baik ayah dan ibu Yun Hee kaget bukan main.
Sementara Yun Hee menangis kembali tiada henti.