
Hari ini di rumah sakit ada sebuah kejadian heboh.
Semua dokter dan perawat juga orang orang berkumpul di depan IGD.
Seorang pasien mengamuk.
Ia adalah seorang pria yang kehilangan istrinya.
Ia mengamuk karena istrinya tidak bisa di selamatkan padahal sedang mengandung anak mereka yang berusia dua bulan.
Padahal pada kenyataannya,istrinya ke rumah sakit sudah dalam keadaan meninggal,hanya sang suami tidak bisa menerima kenyataan dan bersikeras rumah sakitlah yang bersalah karena tidak bisa menyelamatkan istrinya.
Istrinya meninggal karena terkena sengatan arus listrik dengan tegangan tinggi di rumah mereka.
Tubuhnya tidak mampu menahan sengatan itu dan tidak lama ia mengehembuskan nafas terakhir.
Sang suami yang saat itu baru pulang kerja kaget melihat istrinya sudah tergeletak di lantai.
Karena panik,ia segera membawa istrinya ke rumah sakit dan tidak terima istri yang ia cintai langsung di nyatakan meninggal walau belum sempat di berikan penanganan medis.
Sekarang,pagi ini ia mengamuk sejadinya dan merusak semua barang yang ada di hadapannya.
Di tangannya juga ada sebuah pisau.
Jadi tidak ada yang berani mendekat.
Yun Hee,Dae Ho dan Jun Pyo juga ada di situ.
Bahkan tangan pria itu juga berlumuran darah terluka karena memecahkan kaca dengan tinju kepalan tangannya.
Kalian semua tidak menyelamatkan istriku!!!!!!
Apa kalian tahu,di dalam perutnya ada anakku yang sedang di kandung!!!!
Pria itu mengamuk sambil menodongkan pisau ke atas.
Ia terus meracau menyalahkan pihak rumah sakit.
Kenapa kalian tidak menyelamatkannya hah!!!
Aku dan istriku menanti anak itu selama 5 tahun!!!
5 tahun!!!!!!
Kalian dengar!!!!!!
Yun Hee lalu tersentuh dan tergucang,ia juga ingat bagaimana dulu sangat menginginkan bayi saat bersama Jung Hwa.
Sekarang sudah 5 tahun berlalu,efek suntik kehamilan itu sudah habis dan Yun Hee bisa saja hamil tapi Jung Hwa sudah tidak ada.
Tentu hal itu percuma saja.
Sekarang pria yang nekad itu sepertinya ingin mengakhiri hidupnya.
Ia sudah meletakkan pisau bermata tajam itu di lehernya.
Kalian lihat!!!
Sekarang aku akan menyusul istriku!!
Aku akan mati di hadapan kalian agar kalian puas!!
Agar kalian di hantui rasa bersalah sepertiku!!!
Lehernya sudah sedikit tergores karena pisau itu.
Orang orang juga sudah mulai panik dan berteriak namun tidak berani mendekat karena pria itu membawa senjata tajam.
Yun Hee dengan beraninya maju mencoba mendekati pria itu.
Yun Hee jangan...
Tidak apa apa oppa.
Yun Hee meyakinkan Dae Ho untuk tidak khawatir.
Tuan,jangan lakukan hal berbahaya itu.
Aku mohon,singkirkan pisau itu dari tanganmu.
Pria itu memandang Yun Hee.
Ada juga yang bernyali rupanya.
Pria itu mulai menurunkan pisau yang tadi di lehernya.
Kau!!!
Jangan coba coba mendekat,apa di saku jubahmu itu ada suntikan obat penenang?
Kau mencoba menyuntikku saat aku lengah kan?
Yun Hee melempar jubahnya sembarangan lalu menganggkat kedua tangannya.
Lihat,aku tidak bawa apa apa.
Tuan,ayo kita obati lukamu agar tidak infeksi.
Pria itu lalu memandang tangannya yang berlumuran darah.
Ini maksudmu??
Tanganku yang terluka hanya karena pecahan kaca ini?
Pria itu lalu memukul mukulkan tangannya itu ke dadanya dengan kuat berulang ulang.
Apa kau kira ini sebanding hah!!
CUKUP!!!!!!
Yun Hee juga ikut berteriak.
Kau kira dengan mengamuk istrimu bisa hidup lagi!!!
Kenapa kau tidak sebaiknya mengurus pemakaman istrimu dengan baik dan biarkan ia pergi ke alam baka dengan bayimu agar bisa tenang.
Di sini kau malah mengamuk seperti orang gila dan membiarkan mayat istrimu sendirian.
Kau hanya pecundang yang tidak bisa mengakui kematian istrimu!!!
Kau bilang kami tidak menyelamatkannya dan membiarkannya mati.
Padahal kau sedang membodohi dirimu sendiri,kau pasti sudah tahu kalau istrimu sudah tidak bernafas lagi sebelumnya.
Kau hanya mencari orang untuk kau salahkan!!!
Kau hanya ingin mencari pelampiasan!!
Harusnya kau bersukur masih bisa melihat mayat istrimu dan melakukan pemakaman yang layak untuknya.
Yun Hee ikut emosional dan menangis.
Dae Ho dan Jun Pyo tahu pasti,Yun Hee pasti teringat akan mendiang suaminya.
Pria yang mengamuk tadi merasa aneh karena Yun Hee ikut menangis.
Ia mulai menjawab omongan Yun Hee.
Kau kira kau siapa hah!!
Dokter yang hidup enak sepertimu apa bisa merasakan penderitaan orang yang putus asa sepertiku!!
Apa kau pernah kehilangan orang yang kau cintai!!!
Pria itu memaki Yun Hee dengan nada tinggi.
Tentu sajan Yun Hee langsung menyahut omongan pria itu.
Aku bahkan tidak bisa melihat mendiang suamiku untuk yang terakhir kalinya karena mayatnya hangus terbakar saat kecelakaan mobil.
4 tahun yang lalu,suamiku telah pergi dan meninggalkanku.
Kau beruntung masih ada sanak keluarga yang mendampingimu!!
Sedangkan aku,saat itu orang tuaku di penjara!!
Suamiku juga meninggal!!!
Kau kira aku ada tempat untuk bersandar!!!
Kau kira aku bisa waras saat itu!!
Aku juga mencoba bunuh diri untuk mengakhiri hidupku dan menyusul suamiku.
Tapi aku di selamatkan oleh kakak angkatku!
Ia menyadarkanku,saat aku ingin menyianyiakan hidup yang suamiku perjuangkan untukku,aku malah ingin mengakhirinya.
Penyelamatku bilang,jika aku mengkahiri hidupku dengan konyol seperti itu,mendiang suamikupun tidak akan mau bertemu denganku di alam baka sana.Ia pasti akan menyesali kematiaannya karena melihatku juga menderita di dunia ini.
Kau kira hanya kau yang menyedihkan!!
Kau lihat jariku ini,aku bahkan masih memakai cincin pernikahan dari suamiku walau ia sudah 4 tahun meninggal.
Aku juga tidak pernah membuka hatiku selama kurun waktu itu.
Yun Hee ikut histeris dan lupa diri.
Orang orang di sekeliling ada yang meneteskan air mata mendengar kisah sedih Yun Hee.
Pria yang tadi mengamuk itu juga terpaku.
Apa aku memang salah?
Apa aku sudah keterlaluan.
Wanita ini sepertinya lebih menderita daripada aku.
Yun Hee lanjut dan larut dalam kesedihannya.
Sekian tahun aku bahkan tidak pernah menyebut nama suamiku.
Tapi karena kau telah memancingku dan mengingatkanku akan mendiang suamiku lagi.
Sekalian saja aku mengenangnya..
Jung Hwa!
Hyun Jung Hwa.
Yun Hee akhirnya meneriaki nama Jung Hwa sambil terduduk di lantai.
Yun Hee sudah sangat kacau dan benar benar hilang kendali.
Jung Hwa!!!!
Kenapa kau pergi saat kita baru saja saling mencintai??
Kenapa kau menyiksaku dengan perasaan bersalah ini.
Kenapa aku harus hidup sementara kau sudah tiada!!
Jung Hwa...
Jung Hwa!!!!
Pria tadi lalu menjatuhkan pisau di tangannya,ia lalu menghampiri Yun Hee.
Dokter,dokter aku minta maaf.
Aku tidak bermaksud membuatmu jadi begini.
Sudah jangan menangis lagi.
Aku minta maaf,aku akui aku salah.
Aku memang sudah tahu istriku sudah tidak ada,tapi aku tidak bisa terima dan berharap masih ada keajaiban.
Kenapa orang bodoh seperti kita bisa bertemu.
Kau bahkan sudah menderita selama 4 tahun di penjara penderitaanmu.
Sudah jangan menagis lagi.
Tapi pria itu sudah terlambat untuk menyadarkan Yun Hee yang kalap mata.
Yun Hee melihat pisau tadi bebas di lantai.
Ia mendorong pria itu dan ingin melukai dirinya dengan meraih pisau itu dan ingin menusukkan ke tubuhnya.
Dokter jangan!!
Kini giliran Dae Ho dan Jun Pyo yang beraksi untuk menahan Yun Hee.
Jun Pyo menahan Yun Hee dan Dae Ho mencari obat penenang untuk di suntikkan pada Yun Hee.
Sudah Yun Hee ayo sadar!!!!
Kenapa malah kau yang begini sekarang!!
Tidak Dae Ho.
Aku juga ingin mati!!!
Aku ingin bertemu Jung Hwa dan memarahinya karena lebih dulu meninggalkanku,aku akan berlutut dan memohon padanya untuk memaafkanku karena mengambil jalan pintas seperti ini untuk bertemu dengannya.
Aku sangat merindukannya!!
Aku sangat merindukan Jung Hwa!!!!!!
Tenaga Yun Hee sangat kuat,pria yang mengamuk tadi ingin coba membantu malah terkena tendangan Yun Hee dan terpapar ke sisi.
Dae Ho sudah mendapat obat penenang itu,dan meminta Jun Pyo untuk memegang Yun Hee yang meronta.
Tapi lengan Jun Pyo tanpa sengaja terkena sayatan pisau di tangan Yun Hee dan cukup dalam.
Wajah Jun Pyo mengernyit menahan sakit.
Jubah dokternya yang bewarna putih juga mulai di hiasi warna merah darah yang membasahi dari lukanya yang menganga.
Tapi pisau itu berhasil lepas dari tangan Yun Hee.
Dae Ho dengan cepat menyuntikkan Yun Hee obat penenang dan akhirnya Yun Hee pingsan tidak sadarkan diri akibat pengaruh obat itu.
Wah,baru kali ini.
Orang yang menyelamatkan orang yang ingin bunuh diri malah dia sendiri yang ingin bunuh diri.
Pria yang mengamuk tadi merasa bersalah,karena membuat Yun Hee seperti ini.
Ia membuat orang lain terlihat buruk sama halnya seperti dirinya.
Maafkan aku istriku,ulah bodohku ini malah membuat orang lain ikut terluka.
Sekarang bagaimana aku harus menebus salahku ini.
Dokter tadi sudah susah payah menyembunyikan lukanya selama ini.
Tapi aku malah membuat luka lamanya muncul ke permukaan lagi.
Pria tadi meringkuk menyesal dan malah membuat masalah baru karena ulah bodohnya.